ELABORASI TEMA
3.5 Studi Banding Arsitektur dengan Tema Sejenis
a. Faculty of Law, University of Cambridge
Berlokasi di Sidqwick Avenue Camous tepat disebelah James Stirling`s 1967 perpustakaan fakultas sejarah. Bangunan rancangan Foster ini paduan rancangan modern yang mahir dan menghargai lingkungan yang ada. Bangunan ini terdiri dari perpustakaan hukum, 5 auditorium, ruang seminar, kantor administrasi. Bangunan ini berupa lekukan kaca. Pada bangunan ini dirancang meminimalkan penggunan energi listrik dengan hanya pada bagian bawah ruangan kuliah diberi AC. Perhitungan yang hati-hati terhadap sudut matahari sehingga pada musim panas pun keadaan ruangan sangat menyenangkan. Bangunan ini menyerupai potongan suatu bentuk denganpintu masuk dan ruang resepsionis pada sisi yang terpotong tersebut, timbunan buku yang menumpuk dipadukan dengan ruang yang fleksibel dan area-area belajar yang memasukan cahaya alami.
Atap yang dilapisi oleh lapisan bening menutupi bangunan yang melengkung ke bawah hingga lantai dasar di sisi taman, akan memberikan view yang mengagumkan dari padang rumput dan pepohonan-pepohonan alami. Penganalisaan dari struktur bangunan yaitu rangka pipa dapat menjadi suatu netting untuk penglihatan arah ke view utama. Desain Fakultas Hukum akan menjadi landmark kawasan kampus karena merupakan desain yang paling unik. Perancangan tapak sangat menguntungkan untuk mendapat view yang paling baik.
Pada konstruksi bangunan yang berupa rangka pipa besi berpilin menjadi struktur utama dinding dan atap, desain kolom penyangga kantilever dibuat miring sesuai dengan kantilever yang berundak-undak, pada interior memperlihatkan jalinan rangka pipa besi pada dinding luar netting arah pandang keluar bangunan, deretan tempat duduk untuk ruang bersosialisasi diletakkan pada dasar bangunan.
Gambar 3.2 potongan bangunan Faculty of law, University of Cambridge
Kesimpulan : High-tech pada bangunan ini ditunjukkan pada penggunaan material dan elemen penyusunnya. Material kaca dengan perhitungan yang hati-hati terhadap susut matahari. Struktur utamanya menggunakan rangka pipa dan diekspose.
b. The Reichstag (Gedung Parlemen), Jerman
The Reichstag berfungsi sebagai Gedung Parlemen di Jerman. Gedung ini pada awalnya dibangun dengan biaya yang berasal dari Kerajaan Jerman pada tahun 1872, namun dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan dimensi Gedung Parlemen yang lebih besar di Berlin ini maka dilakukan renovasi. Arsitek yang mengerjakan proyek ini adalah Norman Foster, ia mendisain the Reichstag yang baru dengan tampilan arsitektur high tech. Selain sebagai Gedung Parlemen, kini the Reichstag juga merupakan salah satu tempat rekreasi di kota Berlin. Dari puncak teratas yang merupakan ujung dari sirkulasi ramp yang membentuk spiral tersebut, para pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan kota Berlin.
Gambar3.4 Potongan bangunan Lycee Albert Campus
Kesimpulan : High-tech pada bangunan ini ditunjukkan pada penggunaan material dan elemen penyusunnya. Bentuknya yang lingkaran dengan atap dome dan material kaca membuat pencahayaan lebih maksimal.
c. Lycee Albert Campus
Berdiri di daerah pebukitan dan menghadap ke arah laut, dengan kapasitas bangunan dapat menapung 900 pelajar. Foster menekankan pengguanaan dari beberapa inspirasi lokal untuk bangunan ini, seperti pada areal masuk “ menyerupai lingkungan desa Mediterania,” dan sebuah “ronga yang terbentukdari lapisan atap dan vult yang mengunakan teknik ventilasi udara seperti yang digunakan pada arsitektur tradisional arab” Cerobong hawa bangunan ini memberi efek disalurkannya hawa panas ke atas melaluis aluran yang dapat dioperasikan.
Salah satu elemen yang sangat mencolok dari bangunan seluas 12.420 m² ini adalah tritisan besar yang membentang pada sisi selatannya. Desain yang diajukan pada bangunan ini adalah penanganan terhadap pendinginan hawa secara alami yang merupakan antisipasi dari penggunaan AC. Bangunan ini dibangun dengan dana 2,8 juta Franc dan dalam jangka waktu satu tahun, hal ini lagi membuktikan kemampuan foster dalam mengatasi masalah jadwal yang ketat dengan biaya dengan efektif.
Dapat dianalisa bahwa disain tritisan ini sangat terlihat menggunakan teknologi tinggi, akan tetapi tritisan ini tidak akan berfungsi apabila hujan karena lubang yang kecil-kecil pada tritisan. Penyelesaian tritisan dengan bentang lebar tanpa kolom yang lainnya
dijepit pada pangkalnya saja mampu menghasilkan ruang yang luas dibawanya sebagai ruang untuk bersosialisasi.
Merupakan tampak interior pada potongan di sirkulasi, ruang kelas, menampilkan tangkapan angin dan sinar matahari yang bergantung di sebelah kanan dan diagram alur gerak udara alami melalui struktur. Pemilihan bahan untuk tritisan yang berfungsi sebagai tangkap angin maupun sengatan matahari mampu memperlihatkan kesan teknologi tinggi karena ekspos pengerjaan struktur dan detil-detilnya.
Kesimpulan : Konsep disain pada bangunan sangat memperhatikan lingkungan sekitarnya. Arsitek menggabungkan beberapa style arsitektur dengan konsep arsitektur high-tech.
d. Zerro Energy Office (ZEO)
Gambar3.5 Zerro Energy Office (ZEO)
Zerro Energy Office (ZEO) yang terletak di Bandar Baru Bangi, Malaysia. Bangunan ini merupakan salah satu proyek energy-efficient building yang sedang digalakkan oleh departemen energi, air dan komunikasi malaysia di Putrajaya yaitu pusat tenaga malaysia(PTM). Bangunan ini dirancang sedemikian rupa, sehingga sangat efisien dalam penggunaan bahan bakar. Ditargetkan bangunan ini memiliki energi indeks 35 kWh/M2, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan bangunan perkantoran umumnya yang membutuhkan 250 - 300 kWh/M2 pertahunnya.
Untuk mengurangi penggunaan bahan bakar, bangunan ini memanfaatkan sistem Photovoltaik sebagai generator pembangkit listrik. Efisiensi energi yang ditonjolkan oleh bangunan yang berukuran sekitar 4000 m2 adalah :
2. Efisiensi energi pada lighting dan task lights 3. Efisiensi energi pada peralatan kantor 4. Efisiensi energy pada ruang server 5. Floor slab cooling
6. Efesiensi energy pada ventilasi 7. Control dan sensor
8. Double glazing
Sisi barat bangunan diberikan jendela double glazing dan internal blinds untuk mengurangi iritasi matahari langsung.
Gambar 3.6 Double glazing window
Photovoltaik(PV) pada bangunan ini diletakkan pada bagian atap bangunan, untuk mendapatkan intensitas sinar matahari yang tinggi. Ada empat jenis pv yang digunakan yaitu polysilicon, amorphous, see-through, dan monosilicon pv dengan kapasitas listrik yang dihasilkan berbeda-beda.
Tenaga listrik yang dihasilkan dari pv panel akan memenuhi kebutuhan listrik bangunan dimana Energi listrik yang dihasilkan selama matahari bersinar seimbang dengan energi listrik yang dibutuhkan pada malam hari dan saat musim hujan.
Kesimpulan : Menggunakan teknologi photovoltaik untuk menghemat penggunaan arus listrik.
e. GreenPix Zero Energy Media Wall
Gambar3.8 GreenPix Zero Energy Media Wall
GreenPix Zero Energy Media Wall ini dirancang oleh Simone Giostra & Partners Architects. Terletak di area Xicui, beijing daerah tempat berlangsungnya olimpiade 2008 dan dibuka perdana pada Juni 2008. bangunan ini memiliki layar LED yang besar dengan ukuran 24.000 M2 dan 2292 warna yang berbeda, sehingga dikukuhkan menjadi Layar LED yang terbesar di dunia.
Gambar1.9 Tampilan LED pada siang hari
Energi yang dibutuhkan untuk layar LED memanfaatkan tenaga sinar matahari, melalui pemanfaatan media Photovoltaik. diintegrasikan pada LED yang sekaligus curtain kaca.
Monitor LED ini menyerap energi sinar matahari sepanjang hari dan menampilkan display yang indah pada malam hari. Jenis PV yang digunakan adalah polycrystalline yang dilaminasikan pada kaca di dinding curtain.
selain menghasilkan pencahayaan alami pada saat dibutuhkan oleh program interior bangunan ini juga mengurangi pemanasan pada ruang dan dapat mengubah radiasi cahaya matahari menjadi energi bagi monitor LED.
Gambar3.10 Tampilan LED pada malam hari
Kesimpulan : Menggunakan teknologi photovoltaik polycristaline untuk mensuplai energi listrik ke LED.
f. Hongkong dan Shanghai Bank
Pada tapak yang hampir seluas 5000 m″ dengan lokasi yang strategis di pusat Statue Square, Central District, tower ini memiliki ketinggian 178,8 m, yang terdiri dari 77 lantai di atas sebuah plaza yang terletak di lantai dasar, dan empat lantai yang terletak di bawah tanah.
Ekspresi dari struktur baja yang menyelimuti bangunan ini didesain, dengan memberi lapisan aluminium abu-abu dan panel-panel silver metalik yang dipadu dengan tangkapan angin berlapis aluminium. Bangunan ini menghadirkan atrium dengan ketinggian 52 m, dan didesain untuk dapat menampung 3.500 orang.
Reputasi dari bangunan ini sebagai bangunan paling mahal yang pernah dibangun, sebagian disebabkan oleh mahalnya harga lahan di Hongkong. Bangunan ini telah membuktikan tingginya tingkat fleksibilitasnya ketika bank memasang instalasi ruang penjualan baru tahun 1995 dalam periode kurang dari enam minggu. Air untuk pendinginan bangunan diambil dari teluk.
Pedestrian bagi publik yang ramai terletak 12 m di bawah bagunan, hal ini ditujukan unutk mengantisipasi ruang terbuka yang merupakan sesuatu yang mendapat perhatian penuh bagi kota ini. Menghubungkan antara public space dan lingkungan perkantoran ini, sepasang eskalator menandakan perubahan yang baik seperti yang dilakukan bangunan Wilis Faber & Dumas Offfices, ketika udara di luar baik ruang interior dapat menyesuaikan. (Jodido, Philip. Sir Norman Foster, 1997)
Norman Foster menjelaskan, “Gambar pertama mengenai bangunan ini bersama seorang ahli geomensi bernama Koo Park Lino, yang melihat site dari sisi feng seorang shui dan masyarakat kepada kita saat pertama kali kita berkunjung ke Hongkong. Pengaruh ini subjektif dan sangat kuat pada desain bangunan. Berbekal hal tersebut, nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar untuk mempelajari perencanaan bengunan ini selanjutnya. Namun tanpa melupakan perancangan bangunan dari ancaman typoon sebaik seperti bangunan secara simbolik, yang menjadikan bangunan ini suatu bangunan yang aman.”
Pada bangunan ini Foster mengeksplorasi antara publik dan private. Peninggian bangunan sebanyak 12 m menciptakan publik space, kemudian eskalator naik ke atas menuju hall utama bank yang menciptakan semi public space dengan atrium berlantai 10. Mengenai desainnya Foster juga menekankan, “Sinar matahari yang dimasukkan ke dalam jantung dari hall atrium, kemudian ditangkap oleh atap kaca dari plaza yang selanjutnya dipancarkan kembali. Pada malam hari keadaannya terbalik, cahaya memancar dari bawah dan plaza tersebut akan terlihat seperti garis-garis kristal atau permata. “
Bangunan ini menunjukkan bahwa Norman Foster mampu menyelesaikan masalah arsitektur secara baik dengan tetap menghadirkan pengeksposan struktur sebagai daya tarik dari tampilan bangunan dan juga memasukkan unsur-unsur dari luar bagunan yang mampu menghidupkan bangunan.
Peninggian bangunan guna menciptakan public space di bawahnya merupakan penerapan ide yang baik bagi kotekstual bangunan dan lingkungannya. Ide-ide lainnya yang lebih condong pada detail bangunan diselesaikan dengan sangat baik, desain gondola juga menghadirkan kesatuan dengan bangunan secara keseluruhan.
Kesimpulan :
Bangunan ini menunjukkan arsitektur secara baik dengan tetap menghadirkan pengeksposan struktur sebagai daya tarik dari tampilan bangunan dan juga memasukkan unsur-unsur dari luar bagunan yang mampu menghidupkan bangunan.
Tabel 3.1 Kesimpulan studi banding
No Studi Banding Kesimpulan
1 Faculty of Law, University of Cambridge
High-tech pada bangunan ini ditunjukkan pada penggunaan material dan elemen penyusunnya. Material kaca dengan perhitungan yang hati-hati terhadap susut matahari. Struktur utamanya menggunakan rangka pipa dan diekspose.
2 The Reichstag (Gedung Parlemen), Jerman
High-tech pada bangunan ini ditunjukkan pada penggunaan material dan elemen penyusunnya. Bentuknya yang lingkaran dengan atap dome dan material kaca membuat pencahayaan lebih maksimal.
3 Lycee Albert Campus Konsep disain pada bangunan sangat memperhatikan lingkungan sekitarnya. Arsitek menggabungkan beberapa
style arsitektur dengan konsep arsitektur high-tech.
4 Zerro Energy Office (ZEO)
Menggunakan teknologi photovoltaik untuk menghemat penggunaan arus listrik.
5 GreenPix Zero Energy Media Wall
Menggunakan teknologi photovoltaik polycristaline untuk mensuplai energi listrik ke LED.
6 Hongkong dan Shanghai Bank
Bangunan ini menunjukkan arsitektur secara baik dengan tetap menghadirkan pengeksposan struktur sebagai daya tarik dari tampilan bangunan dan juga memasukkan unsur-unsur dari luar bagunan yang mampu menghidupkan bangunan.
Kesimpulan akhir:
Konsep High-tech menjadi ciri sebagian besar bangunan yang memiliki dampak positif terhadap ruang dalam dan ruang luar di sekitarnya, terutama dalam kaitannya dengan struktur konstruksi. Namun arsitektur high-tech sekarang ini tidak hanya berbicara masalah struktur saja namun sudah kepada keseluruhan sistem bangunan seperti penggunaan photovoltaic (solar
roof dan solar wall).
Konsep-konsep dari studi banding ini akan diinterpretasikan ke dalam perancangan stasiun kereta api ini .
BAB IV
ANALISA
BAB 4