• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Banding Arsitektur dengan Tema Sejenis

BAB 3 ELABORASI TEMA

3.5 Studi Banding Arsitektur dengan Tema Sejenis

a. Mesianiaga, Malaysia

Konsultan : T.R. Hamzah & Yeang Sdn Bhd Bentuk : Taman Spiral

Sirkulasi : Kluster Struktur : Baja

Edy Saputra : Pabrik Kertas Daur Ulang Di Kota Medan Arsitektur Berkelanjutan, 2008. USU Repository © 2009

Sumber: www.mesiniaga.com

Gambar 3.2 Mesiniaga

Yeang mendesain bangunan sebagai filter lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan model bangunan tradisional Malaysia, Yeang menciptakan suatu transisi dan evolusi dengan sentuhan modern. Visinya untuk membuat kota dengan taman tropis diwujudkan dengan hubugan antara bangunan, lansekap, dan iklim. Sehingga bangunan tinggi mesiniaga bertransformasi menjadi ekosistem dalam sebuah kota. Konsep Yeang dalam Mesiniaga diantaranya adalah sky garden yang melayani setiap unit lantai, lansekap spiral vertical, jendela dengan penutup bayangan di timur barat, curtain wall glazing di utara selatan, single core di timur, toilet yang menggunakan ventilasi alami, dan balkon spiral dengan pintu geser yang tinggi.

Kesimpulan:

Bangunan sebagai filter lingkungan dan bertransformasi menjadi ekosistem dalam sebuah kota melalui konsep bangunan yang berkelanjutan.

b. Commerzbank Headquarters, Frankfurt, Jerman Konsultan : Foster & Partners

Bentuk : Prisma segitiga Sirkulasi : Kluster

Struktur : Baja Tampak

Konsep Denah

Edy Saputra : Pabrik Kertas Daur Ulang Di Kota Medan Arsitektur Berkelanjutan, 2008. USU Repository © 2009

Sumber: Foster & Partners Gambar 3.3 Commerzbank Headquarters

Norman mendesain sebuah gedung perkantoran dengan tipikal yang berbeda dari umumnya. Semua penerangan di dalam ruang dihasilkan dari pencahayaan alami matahari. Norman telah mempelajari garis edar matahari dan menurutnya, bentuk segitiga adalah bentuk yang paling sempurna menerima asupan cahaya dari berbagai arah mata angin. Pemilihan material yang teliti dengan menggunakan jenis kaca transparan yang menyerap panas secukupnya membuat suhu tetap nyaman di musim kapanpun. Di setiap unit kantor, Norman telah merancang ruang terbuka, yang fungsinya sangat baik bagi pengudaraan dan estetika visual. Bagi para pengguna setelah evaluasi pascahuni, banyak yang merasa betah bekerja di gedung kantor tersebut. Di tengah denah segitiga, Norman membuat saluran chute untuk mengalirkan udara dari bawah ke atas, sehingga penggunaan AC dapat ditekan.

Kesimpulan:

Bangunan ini tanggap terhadap orientasi matahari, memberdayakan pencahayaan, dan mengatur masuk keluarnya angin ke dalam. Taman menjadi bagian ruang dalam.

c. Tech-Linx Technology Park, Cyberjaya, Malaysia Konsultan : T.R. Hamzah & Yeang Sdn Bhd Bentuk : Prisma segitiga

Sirkulasi : Kluster

Konsep Perspektif Interior

Denah

Interior Interior

Edy Saputra : Pabrik Kertas Daur Ulang Di Kota Medan Arsitektur Berkelanjutan, 2008. USU Repository © 2009

Struktur : Beton bertulang

Sumber: Arcspace Gambar 3.4 Tech-Linx Technology Park

Tapak dari perkantoran ini berada dalam zona Cyberjaya. Dengan kapasitas enam massa bangunan mengelilingi sebuah area terbuka, semuanya menggunakan penghawaan alami, dikelilingi vegetasi hutan yang padat dan fitur air. Fitur desain unik lainnya adalah atap payung yang berada di atas bangunan, memberikan shading kepada bangunan dibawahnya, mengurangi intervensi panas matahari ke dalam. Semua fasad yang menghadap matahari diberikan kantilever atau teritisan. Dengan penekanan lingkungan ke dalam perancangan bangunan, maka diperoleh sebuah desain yang konteks terhadap lingkungan.

Kesimpulan:

Bangunan ini tanggap terhadap iklim lokasi, pengolahan elemen lansekap dengan cermat, memperhatikan orientasi matahari, konfigurasi bentuk tipis.

d. ACROS Fukuoka, Jepang Konsultan : Emilio Ambasz Bentuk : Bukit sengkedan Sirkulasi : Kluster

Struktur : Beton bertulang

Persepektif maket Detail lansekap

Edy Saputra : Pabrik Kertas Daur Ulang Di Kota Medan Arsitektur Berkelanjutan, 2008. USU Repository © 2009

Sumber: Green Roof Gambar 3.5 ACROS Fukuoka

Bangunan kompleks perkantoran ini merupakan pemecahan terhadap masalah urban ruang terbuka. Dengan kepadatan pembangunan fisik yang tinggi, arsitek mencoba menghadirkan bangunan yang dapat mengakomodasi fungsi privat sekaligus publik. Di sebelah utara yang menghadap jalan utama, dibuat fasade bangunan yang modern. Di sebelah selatan yang menghadap ruang terbuka, dibuat atap teras yang menyerupai sengkedan. Setiap lantai mempunyai taman yang berfungsi untuk meditasi dan relaksasi. Desain yang menampilkan unsur tanaman ke dalam bangunan ini berfungsi sebagai pemecah kesan keras pada bangunan. Dengan integrasi terhadap unsur lingkungan, bangunan ini turut menurunkan suhu mikro di sekitarnya.

Kesimpulan:

Bangunan berperan dalam menurunkan suhu mikro kawasan disekitarnya. Atap hijau menjadi elemen arsitektur yang mempunyai nilai positif bagi bangunan dan lingkungannya.

e. Osaka Municipal Central Gymnasium, Jepang Konsultan : Nikken Sekkei

Bentuk : Gunung Sirkulasi : Radial

Struktur : Beton bertulang

Perspektif Tampak

Edy Saputra : Pabrik Kertas Daur Ulang Di Kota Medan Arsitektur Berkelanjutan, 2008. USU Repository © 2009

Sumber: Green Roof Gambar 3.6 Osaka Municipal Central Gymnasium

Dengan menimbun bangunan ke dalam tanah, maka bangunan dengan kapasitas 10.000 penonton ini dilindungi insulasi alami terhadap panas. Sedangkan pada musim dingin insulasi alami ini akan menghangatkan bagian dalam bangunan.

Kesimpulan:

Bangunan yang dilindungi tanah dan ditanami vegetasi memberikan perlindungan terhadap cuaca dan panas yang masuk ke dalam bangunan.

f. Somoval Garbage Treatment Plant, Perancis Konsultan : S’PACE

Bentuk : Kubisme Sirkulasi : Linear

Struktur : Beton bertulang Perspektif

Tampak Detail

Detail

Edy Saputra : Pabrik Kertas Daur Ulang Di Kota Medan Arsitektur Berkelanjutan, 2008. USU Repository © 2009

Sumber: Green Roof Gambar 3.7 Somoval Garbage Treatment Plant

Atap taman pada pabrik ini berfungsi sebagai insulasi bagi proses pabrik dibawahnya. Pada musim panas akan berbunga merah, dan pada musim dingin akan berbunga hijau. Lingkungan sekitar pabrik yang tetap dijaga hijau turut mengurangi emisi dari pabrik yang memiliki proses berkelanjutan ini, yakni pendaurulangan dan kompos.

Kesimpulan:

Bangunan beratap taman memberikan perlindungan panas dari dalam dan luar dengan tetap memberikan kenyamanan termal bagi pengguna.

g. Valdemingomez Recycling Plant, Spanyol Konsultan : Abalos dan Herreros

Bentuk : Prisma Sirkulasi : Linear

Struktur : Beton bertulang

Sumber: Green Roof Gambar 3.8 Valdemingomez Recycling Plant

Diperkirakan selama 25 tahun, efisiensi dapat diperoleh dengan mengkondisikan penghawaan secara alami dengan roof garden. Badan bangunan terbuat dari

Detail Detail Detail atap

Tampak

Edy Saputra : Pabrik Kertas Daur Ulang Di Kota Medan Arsitektur Berkelanjutan, 2008. USU Repository © 2009

polikarbonat, material plastik yang murah dan dapat didaur ulang. Bentuk atap yang miring sangat konteks terhadap iklim lingkungannya. Dan pemasangan skylight di empat sudut berlawanan memberikan penerangan alami bagi fungsi kantor dibawahnya.

Kesimpulan:

Bangunan beratap taman ini berperan dalam menggantikan area ruang terbuka yang ditutupi bangunan, memberikan akses cahaya masuk ke dalam bangunan.

h. Ford Rouge Center, Michigan

Konsultan : William McDonough & Partners Bentuk : Kubisme

Sirkulasi : Linear

Struktur : Beton bertulang

Sumber: Green Roof Gambar 3.9 Ford Rouge Center

Atap taman (roof garden) telah menjadi ciri desain yang dikategorikan konteks terhadap lingkungan pada pabrik mobil Ford yang seluruh atap bangunan tertutup taman. Hasil perhitungan menunjukkan 25% dari kondisi udara di bangunan dan lingkungan sekitarnya mengalami penurunan suhu mikro.

Kesimpulan:

Bangunan beratap taman berperan dalam menurunkan suhu mikro kawasan dan memberikan kesan natural.

Edy Saputra : Pabrik Kertas Daur Ulang Di Kota Medan Arsitektur Berkelanjutan, 2008. USU Repository © 2009

Kesimpulan:

Tabel 3.1 Kesimpulan studi banding

No Studi Banding Kesimpulan

1 Mesiniaga Bangunan sebagai filter lingkungan dan bertransformasi menjadi ekosistem dalam sebuah kota melalui konsep bangunan yang berkelanjutan.

2 Commerzbank Headquarters

Bangunan ini tanggap terhadap orientasi matahari, memberdayakan pencahayaan, dan mengatur masuk keluarnya angin ke dalam. Taman menjadi bagian ruang dalam.

3 Tech-Linx Technology Park

Bangunan ini tanggap terhadap iklim lokasi, pengolahan elemen lansekap dengan cermat, memperhatikan orientasi matahari, konfigurasi bentuk tipis.

4 ACROS Fukuoka Bangunan berperan dalam menurunkan suhu mikro kawasan disekitarnya. Atap hijau menjadi elemen arsitektur yang mempunyai nilai positif bagi bangunan dan lingkungannya.

5 Osaka Municipal

Central Gymnasium

Bangunan yang dilindungi tanah dan ditanami vegetasi memberikan perlindungan terhadap cuaca dan panas yang masuk ke dalam bangunan.

6 Somoval Garbage

Treatment Plant

Bangunan beratap taman memberikan perlindungan panas dari dalam dan luar dengan tetap memberikan kenyamanan termal bagi pengguna.

7 Valdemingomez Recycling Plant

Bangunan beratap taman ini berperan dalam menggantikan area ruang terbuka yang ditutupi bangunan, memberikan akses cahaya masuk ke dalam bangunan.

8 Ford Rouge Center Bangunan beratap taman berperan dalam menurunkan suhu mikro kawasan dan memberikan kesan natural.

Kesimpulan akhir:

Perancangan bangunan yang berkelanjutan pada hakekatnya mengintegrasikan bangunan ke dalam lingkungan atau sebaliknya, lingkungan ke dalam bangunan. Artinya ada perwujudan komunikasi antara ruang luar dengan ruang dalam. Dengan pengolahan massa dalam wujud apapun tetap tanggap kepada lingkungan.

Konsep green roof menjadi ciri sebagian besar bangunan yang memiliki dampak positif terhadap ruang dalam dan ruang luar di sekitarnya, terutama dalam kaitannya dengan pencahayaan dan penghawaan.

Konsep solar roof berupa pemasangan photovoltaic memberikan kemampuan bagi bangunan untuk menghasilkan energi bagi dirinya sendiri. Seperti manusia makan untuk hidup, bangunan yang menggunakan solar roof ramah lingkungan dan hemat energi.

Konsep-konsep dari studi banding ini akan diinterpretasikan ke dalam perancangan pabrik kertas daur ulang ini.

Edy Saputra : Pabrik Kertas Daur Ulang Di Kota Medan Arsitektur Berkelanjutan, 2008. USU Repository © 2009

BAB 4

Dokumen terkait