BACK OF THE HOUSE
II.5 Elaborasi Tema
II.5.4 Studi Banding Arsitektur Tema Sejenis 1. Menara Mesiniaga, Malaysia
Bangunan ini dirancang dengan tetap mempertahankan konsep ramah lingkungan dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Untuk itu, menara ini menggunakan banyak kanopi, kisi-kisi. Dapat dilihat pada gambar 2.14. Hitechniaga Tower setinggi 8 lantai dirancang dengan style modern dan bertemakan Bioklimatik. Pada bagian puncak Tower terdapat kisi-kisi yang memayungi ruangan di bawahnya. Kemudian setiap lantai diberi kanopi yang cukup lebar untuk menepis sinar matahari.
Yeang mendesain bangunan sebagai filter lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan model bangunan tradisional Malaysia, Yeang menciptakan suatu transisi dan evolusi dengan sentuhan modern. Visinya untuk membuat kota dengan taman tropis diwujudkan dengan hubugan antara bangunan, lansekap, dan iklim. Sehingga bangunan tinggi mesiniaga bertransformasi menjadi ekosistem dalam sebuah kota. Konsep Yeang dalam Mesiniaga diantaranya adalah
sky garden yang melayani setiap unit lantai, lansekap spiral vertical, jendela dengan penutup bayangan di timur barat, curtain wall glazing di utara selatan, single core
di timur, toilet yang menggunakan ventilasi alami, dan balkon spiral dengan pintu geser yang tinggi.
Menara Mesiniaga juga menjadi lebih efisien karena infrastruktur bangunan [service core] yang biasanya di tengah bangunan ditarik ke tepi timur sehingga ruang kerja bisa lebih leluasa dan gang untuk sirkulasi lebih sedikit. Yeang menempatkan inti bangunan [service core]- tangga, lift, toliet dan mekanikal, elektrikal dan plumbing-di sisi yang paling banyak menerima sengatan matahari yakni timur gedung. Namun yang paling menarik adalah tampilnya dua 'taman di awan' yang mengelilingi bangunan
Taman itu memberikan efek bayangan dan amat kontras dengan permukaan dinding dari aluminium dan baja. Struktur bangunan dari rangka beton bertulang yang dilubangi dua jenis penangkis matahari, dinding baja dan kaca, sejalan dengan podium dan puncak gedung dari metal, mampu menghadirkan citra high tech. bangunan ini memiliki tiga bagian struktur. Pertama, bagian 'kaki' dengan unsur panggung yang hijau. Kedua, bagian 'badan' dengan balkon- balkon taman berjenjang berbentuk spiral dan selubung kisi- kisi yang memberikan bayangan pada ruang kantor. Ketiga, bagian 'kepala' yang berisi fasilitas rekreasi yaitu kolam renang dan sun roof. Yeang menyebut pendekatannya dengan "gedung jangkung bioklimatik" yang memberikan kontrol iklim yang peka terhadap hemat energi,
termasuk di dalamnya penggunaan unsur hijau, pengudaraan dan pencahayaan alami secara intensif.
Gambar 2.33 Konsep sky garden pada Menara Mesiniaga
Penggunaan tanaman untuk penghijauan telah umum dikenal. Namun penggunaannya pada bangunan tinggi/pencakar langit merupakan sesuatu yang baru dan tidak umum. Pemanfaatan unsur penghijauan pada bangunan tinggi akan memberikan kontribusi terhadap estetika, ekologi, penghematan enerji, selain juga sebagai tanggapan terhadap kondisi iklim setempat (angin, matahari, hujan). Ide ini diilhami dari rumah tradisional dan keinginan untuk mengangkat taman kota dalam wujud vertikal, sehingga lebih ramah terhadap manusia (mata dan pikiran), alam dan lingkungan, serta tidak menambah kerusakan ozon yang lebih parah akibat bangunan tinggi lainnya yang sudah ada sejak dulu.
Taman/lansekap pada balkon, maupun pada sky court atau garden in the sky
memungkinkan hawa sejuk masuk ke dalam ruang dan dapat memberikan nuansa yang berbeda dalam ruang. Warna tanaman dapat menyejukkan pandangan, menghilangkan kepenatan yang dirasakan sehari-hari, serta menghilangkan
Sky Court basah membawa pikiran dan perasaan untuk lepas dan terbang menuju tempat yang tenang dan damai. Bangunan ini menjadi sangat berbeda dengan bangunan tinggi pada umumnya. Pipa saluran air hujan dibuat sedemikian rupa secara melingkar dan lebih ekstrim. Kenampakan ini sama seperti pada bangunan Tokyo Nara Tower di Jepang, menara 80 lantai, yang menggunakan lansekap vertikal berbentuk spiral (dikenal dengan istilah spiraling vertical landscape). Lansekap vertikal ini dilengkapi dengan saluran pipa air hujan yang lurus sesuai dengan bentuk taman dan dipergunakan untuk mengairi/menyirami taman. Ini merupakan penghematan enerji air. Pelindung tanaman dari sinar matahari pada sky court juga berfungsi sebagai penyerap tenaga matahari yang kemudian disalurkan ke pusat enerji menjadi sumber enerji bangunan.
Pembuatan sky court pada puncak menara ini merupakan hal yang sangat unik dan baru. Umumnya, pada puncak bangunan difungsikan sebagai helipad, maupun sebagai bagian ruang yang tidak memiliki nilai estetika karena biasanya difungsikan sebagai tempat utilitas bangunan outdoor. Kalaupun pada puncak bangunan tersebut ditata, cenderung hanya sebagai mahkota hiasan yang hanya bisa dinikmati dari luar Kesimpulan: Bangunan sebagai filter lingkungan dan
Atap Gymnasium
bertransformasi menjadi ekosistem dalam sebuah kota melalui konsep bangunan yang berkelanjutan.
2. ACROS Fukuoka, Jepang
ACROS Fukuoka merupakan sebuah gedung perkantoran dengan dua sisi yang sangat jelas berebeda, di satu sisi kelihatan seperti gedung perkantoran yang konvensional dengan dinding kaca, tetapi disisi yang lainnya terdapat atap berteras-teras yang sangat besar yang bergabung dengan sebuah taman. Kebun yang berteras-teras tersebut mencapai 60 meter diatas tanah, terdiri dari 35.000 tanaman dari 76 spesies. Sebuah atrium berbentuk setengah lingkaran yang besar dan lobby berbentuk segitiga menyediakan kekontrasan dari penghijauan, di dalam ruang-ruang ini terdapat symphony hall, kantor dan toko-toko.
Acros Fukuoka dibangun setelah bangunan kantor administrasi pemerintah daerah Fukuoka sebagai gaya masa depan dari satu kompleks komersil pada Maret 1993. Penetapan-penetapan komersil dan fasilitas-fasilitas budaya seperti hall/aula simponi dan hall/aula konferensi internasional dengan rapi dan dengan lengkap dibangun di dalam gedung. Acros Fukuoka, nama yang datang dari ctachword" Fukuoka, jalan lintas dari Asia", kini berfungsi sebagai satu perpaduan budaya. Pada sisi jalan raya, bangunan dirancang dengan gaya kantor dengan menggunakan dinding kaca. Pada sisi lain, sisi utara bangunan mengadopsi gaya taman bertingkat untuk digabungkan dengan kebun raya. Bangunan ini telah mendirikan suatu kombinasi gaya dan konsep yang berbeda dari disain pada satu bangunan.
1 1 2 1 3 1
Gambar 2.35 Suasana ACROS Fukuoka, Jepang dari Berbagai Sisi
Bangunan tersebut didirikan dengan sisa ruang kosong yang ada di pusat kota, jadi sang arsitek Emilio Ambasz & Associates, menciptakan sebuah rancangan untuk memelihara ruang hijau sebanyak mungkin, sementara itu tetap menempatkan sebuah gedung perkantoran yang besar di dalamnya. Sebagai tambahan, green roof mengurangi konsumsi energi dari sebuah gedung, karena green roof tersebut memepertahankan temperatur didalam lebih konstan dan lebih nyaman. Green roof juga dapat menangkap air hujan yang jatuh dan mendukung kehidupan burung-burung dan serangga. Bangunan ini merupakan sebuah kesuksesan di jepang. Fasade selatannya digunakan oleh banyak orang sebagai tempat beristirahat, berolahraga atau melakukan latihan, mendapatkan view sebuah kota dan sebuah pelabuhan dibelakangnya.
Keterangan Gambar
1. Tampak Selatan Acrros Fukuoka 5. Tampa katas berteras-teras
2. Perspektif Across Fukuoka pada skala urban city 6. Potongan meling Gedung across Fukuoka 3. Sisi gedung yang menghadap sungai 7. Atap berteras sebagai green roof
4. Groun Plan Across Fukuoks 8. Detail potongan atap berteras 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1
Gambar 2.36 Suasana Interior ACROS Fukuoka, Jepang
Bangunan kompleks perkantoran ini merupakan pemecahan terhadap masalah urban ruang terbuka. Dengan kepadatan pembangunan fisik yang tinggi, arsitek mencoba menghadirkan bangunan yang dapat mengakomodasi fungsi privat sekaligus publik. Di sebelah utara yang menghadap jalan utama, dibuat fasade bangunan yang modern. Di sebelah selatan yang menghadap ruang terbuka, dibuat atap teras yang menyerupai sengkedan. Setiap lantai mempunyai taman yang berfungsi untuk meditasi dan relaksasi. Desain yang menampilkan unsur tanaman ke dalam bangunan ini berfungsi sebagai pemecah kesan keras pada bangunan. Dengan integrasi terhadap unsur lingkungan, bangunan ini turut menurunkan suhu mikro di sekitarnya.
Kesimpulan: Bangunan berperan dalam menurunkan suhu mikro kawasan disekitarnya. Atap hijau menjadi elemen arsitektur yang mempunyai nilai positif bagi bangunan dan lingkungannya.
3. ANTI-SMOG – Paris
Anti-Smog adalah proyek urban pasca-industri yang dirancang oleh Petite Ceinture dan kanal de l'Ourcq yang berada di Paris (Gambar2.20) . Ini adalah bangunanyang didedikasikan untuk mempromosikan inovasi terakhir pada tema pembangunan berkelanjutan di daerah perkotaan dalam hal transportasi. Perannya adalah untuk menerapkan semua energi terbarukan untuk melawan asap Paris. asap ini (asap + kabut) berwarna kebiruan kemerahan kabut. Yang merupakan hasil dari kondensasi air (kabut) dari debu ditangguhkan dan keberadaan ozon di troposfer. Asap yang dihasilkan sebagian besar oleh pembakaran bahan bakar fosil dan terdiri dari gas belerang (seperti sulfur dioksida) selain debu di mana uap air yang terkandung dalam kondensat kabut itu sendiri. cloud fotokimia ini dikaitkan dengan banyak efek yang merugikan bagi kesehatan (asma, infark, AVC) dan lingkungan (hujan asam, gesekan bangunan). Oleh karena itu proyek ini bertujuan menciptakan sebuah arsitektur baru mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
URBAN VECTOR XYZ
Anti-Smog merupakan prototipe ekologi auto-sufficient, reaktif terhadap lingkungannya dan dirancang pada vektor perkotaan Euclidean dengan tiga sumbu:
Pada sumbu X, Canal de l'Ourcq:
Dengan Canal Saint - Denis , Bassin de la Villette dan Canal Saint - Martin , Canal de l' Ourcq merupakan penghubung dari beberapa kanal Paris, memiliki panjang 130 km. Ini adalah bagian linear dan lambang ditangguhkan atas air antara Rotonde de Nicolas Ledoux tempat yang terletak Stalingrad dan Parc de la Villette yang ditandai dengan red folies yang dirancang oleh American architect Bernard Tschumi. Canal de l'ini Ourcq dimulai pada Bassin de la Villette kedua oleh sebuah jembatan, dengan berat 85 ton yang dibangun pada tahun 1885. Berukuran lebar 30 meter dan panjang 730 meter. Pada abad 28, Fungsi pertama adalah untuk membentuk cadangan air minum untuk kota Paris dan juga sebagai cadangan air dinavigasi untuk Canal Saint Martin. Sampai 70-an, kabupaten telah sangat ditandai oleh industri dan kegiatan terkait dengan penggunaan Selat Malaka.
Dalam Y, jembatan kereta api dari Petite Ceinture:
Jalur dari Petite Ceinture adalah jalur kereta ganda tua yang berkeliling Paris dalam j des Maréchaux. Dioperasionalkan pada tahun 1862, sekarang sebagian besar tidak terpakaisaat ini memiliki panjang dari kereta api antara Clichy de porte di Utara dan Victor boulevard di Selatan, akan melalui bagian timur dari kota Paris. Akses pejalan kaki kini dilarang tetapi kereta api diselingi oleh jembatan menyajikan potensi yang sangat besar tidak hanya dalam hal transportasi umum tetapi juga dalam hal reconversion di promenade ditanam atau Vélib.
Dalam Z,pabrik pemanasan perkotaan:
Pabrik monolitik dan usang ini dari Compagnie Parisienne de Chauffage Urbain (CPCU) ditanam dengan cerobong asap putih menembus cakrawala Buttes Chaumont. Menurut rencana urbanisme, maka akan diganti dengan gedung
perumahan dan taman umum 1500 m² memungkinkan dibangun toko-toko seni dan kerajinan. CPCU terintegrasi dalam bawah tanah ibukota. Perusahaan ini telah membantu sepanjang abad ke-20 untuk membatasi bagian dari impor energi fosil dengan menghasilkan pemanasan perkotaan (steam) dan listrik dari cogeneration dan pembakaran sampah.
Dalam XYZ:
Di persimpangan arah kereta api, proyek Anti-Smog dirancang di jantung vektor ini dengan 3 arah. Hal ini terdiri dari dua entitas museum yang berbeda dengan hasil energi positif, yang berarti menghasilkan lebih banyak energi yang mereka konsumsi. Di satu sisi, Solar Drop adalah super-struktur di poliester dan dalam sel photovoltaic yang treadles yang «Cage», jembatan ganda dengan material logam melintasi Canal de l'Ourcq. Di sisi lain, Wind Tower adalah struktur heliks incrusted mesin angin tetap vertikal di taman kota masa depan di tepi air.
SOLAR DROP
Pada kereta api, berasal dari taman dari Buttes Chaumont, setelah persimpangan dari «Paris-Bestiaux» (stasiun angkutan kereta tua dari the bovine menuju the butchery di kota la Villette),melewati Canal. Menangkap bawah kurva nya jembatan rel Canal de l'Ourcq, Sebuah White Drop besar dengan 250 m² atap biru fotovoltaik menangkap sinar matahari untuk mengubahnya dalam energi listrik. Seperti tubuh kapal, itu dibangun serat polyester diperkuat dengan tikungan baja menguraikan profil utamanya. Seluruh bangunan ditemukan oleh lapisan titanium dioksida (TiO2) sebagai anatase, yang oleh bereaksi terhadap sinar ultraviolet, memungkinkan untuk mengurangi polusi udara. Solar Drop, selain menjadi sebuah bangunan auto-cleaning, akan memungkinkan untuk menyerap dan mendaur ulang oleh efek foto-katalitik awan efek tidak sehat (asap) terutama yang berasal dari lalu lintas kota Paris. Selain itu, dua lengkungan ditanam menutupi sepanjang bangunan dan air hujan untuk menyediakan kebutuhan logistik dari pusat pameran dan kantin nya. Di bawah thermo atap surya ini, ada ruang pameran dan pertemuan fungsi besar diselenggarakan di sekitar taman, a phyto-purified aquatic lagoon. Ini adalah tempat yang didedikasikan untuk urbanities ekologi baru dan energi terbarukan. Hal ini penuh dengan pencahayaan dan tampaknya di levitasi di atas berkat Ourcq ke lantai kaca yang membiarkan refleksi menari dari secercah air di atasnya. Struktur kantilever yang bersandar pada balok jembatan membentang dua busur di sumbu kanal. Akses ke Solar drop dilakukan pada dua tingkat yang berbeda. Pertama, jalur masuk ganda melalui jembatan pejalan kaki yang ada di sepanjang "Cage" dan menghubungkan kedua tepi kanal. Kemudian, yang kedua masuk dengan inti vertikal atau pegangan tangga Angin Menara memberikan akses ke jembatan di 10 meter tinggi membuat tanda hubung ke Solar Drop.
Gambar 2.39 Tahap Penerapan Solar Drop
WINDS TOWER
Terletak di bagian bawah dari kubah dari Petite Ceinture, di lahan pabrik pemanasan kota, Wind Tower berada pada ketinggian lebih dari 45 meter. Pita scenographical terbentang sepanjang pegangan tangga di konsol sekitar dinding melengkung pada bearing core. Core ini berkarpet layar taktil dan layar digital. Sumbu utama menara bergerak sesuai dengan salah satu kanal untuk mengambil arah kemana angina membawa (Selatan-Barat)). Lapisan kristal kaca terbentang oleh lapisan auto bearing dan dipisahkan dari dinding tirai. Struktur kedua serat polyester ini dilapisi oleh tanaman. Dari keseluruhan terlihat seperti sebuah taman vertikal yang harmonis. Di atas bangunan,terdapat “Garden in the sky” yang menawarkan panorama yang luar biasa di kota Paris Timur.
Gambar 2.40 Tahap Penerapan Wind Tower
Anti-Smog merupakan eksperimentasi ekologi. Solar Drop dan Wind Tower
menerapkan teknologi yang paling canggih dalam pembangunan masyarakat kontemporer. Hasilnya positif dan memungkinkan untuk menjamin tidak hanya fungsi pusat tetapi juga pencahayaan di malam hari dari tepi kedua Bassin de la Villette. Selain itu, proyek ini bertujuan mengurangi polusi udara dari daerah dengan menangkap CO2 dan dengan demikian meningkatkan kualitas udara. Ini adalah proyek bermain, graft perkotaan dan benar-benar hidup. Dalam osmosis dengan lingkungannya, itu adalah arsitektur yang berinteraksi sepenuhnya dengan konteksnya yang iklim, kimia, kinetik atau sosial untuk lebih mengurangi cetak ekologi kami di daerah perkotaan.
Gambar 2.41 Suasana Bangunan Anti-Smog
Keterangan Gambar:
1. Perspektif 2. Perpektif pada malam hari 3. Perspektif 4. Detail tanaman
Tabel 2.6 Kesimpulan
No Studi Banding Kesimpulan
1 Menara Mesiniaga • Bangunan sebagai filter lingkungan dan bertransformasi menjadi ekosistem dalam sebuah kota melalui konsep
bangunan yang berkelanjutan.
• Bangunan dirancang degan tetap mempertahankan konsep ramah lingkungan. Adanya sky garden yang melayani setiap unit lantai, lansekap spiral vertical, jendela dengan penutup bayangan di timur barat, curtain wall glazing di utara selatan, single core di timur, toilet yang menggunakan ventilasi alami, dan balkon spiral
dengan pintu geser yang tinggi.
• Tersedianya fasilitas rekreasi yaitu kolam renang dan sun roof. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan pengguna gedung
pada waktu senggang.
• Kemudahan perawatan dengan sistem bangunan berkelanjutan. Misalnya pada taman/lansekap pada balkon dilengkap dengan saluran pipa air hujan yang lurus sesuai dengan bentuk taman dan dipergunakan untuk mengairi/menyirami taman. Ini merupakan penghematan
energi air.
• Penggunaan sky court pada puncak Menara Mesiniaga berfungsi sebagai penyerap tenaga matahari yang kemudian disalurkan ke pusat energi menjadi sumber energi bangunan
2 ACROSS Fukuoka, Jepang
• Dengan integrasi terhadap unsur lingkungan, bangunan ini turut menurunkan suhu mikro di sekitarnya. Setiap lantai mempunyai taman yang berfungsi untuk meditasi dan relaksasi. Desain yang menampilkan unsur tanaman ke dalam bangunan ini berfungsi sebagai pemecah kesan
keras pada bangunan.
• Terdapat atap berteras-teras yang berfungsi sebagai yangb kelihatan gersang tanpa penghijauan. • Bangunan dirancang sebagai satu perpaduan budaya. Pada sisi jalan raya, bangunan dirancang dengan gaya kantor dengan menggunakan dinding kaca. Pada sisi lain, sisi utara bangunan mengadopsi gaya taman bertingkat untuk digabungkan dengan kebun raya. • Fasade selatannya digunakan oleh banyak orang sebagai tempat beristirahat, berolahraga atau melakukan latihan, mendapatkan view sebuah kota dan sebuah pelabuhan dibelakangnya.
3 Anti Smog, Paris Dua struktur yang berbeda akan menghasilkan lebih banyak energi daripada pengeluarannya. Solar Drop dilapisi dengan serat poliester dan 250 meter2 sel fotovoltaik, dan Menara Angin, bernama "helical structure incrusted with wind machine". Solar Drop dilapisi dengan lapisan Titanium dioksida (Ti02) dalam bentuk anatase, yang apabila bereaksi terhadap sinar ultra violet, memungkinkan pengurangan polusi udara. Lengkungan tanaman akan memungkinkan pengumpulan air hujan untuk bangunan. Seperti Callebaut menjabarkannya: "Di bawah atap surya thermo-regulating ini, terdapat ruang pameran dan ruang pertemuan yang diselenggarakan di sekitar taman,bernama “a phyto-purified aquatic lagoon”. Ini adalah tempat yang didedikasikan untuk urbanities ekologi baru dan energi terbarukan. Menara Angin dengan ketinggian 45 meter dipenuhi oleh taman yang dapat melihat pemandangan kota. Arsitek membayangkan bahwa itu mungkin digunakan untuk rumah "Velib" yang diperkenalkan ke Paris oleh walikota. Bangunan dirancang agar dapat berinteraksi dengan lingkungan di iklim, kimia, kinetik, dan cara-cara sosial untuk lebih mengurangi jejak ekologi di daerah perkotaan. "