• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Banding Pada Situs Bersejarah Di Dunia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONDISI EKSISTING, DAN STUDI BANDING 8

E. Studi Banding Pada Situs Bersejarah Di Dunia

Studi banding yang dimaksud adalah pengamatan model pelapis struktur tangga pada situs – situs lain di dunia. Pengamatan yang dilakukan adalah secara tidak langsung, yaitu melalui jaringan internet. Beberapa situs bersejarah yang diamati merupakan struktur monumen bersejarah yang penting. Situs tersebut tentu saja mempunyai struktur tangga yang telah dilindungi dengan cara melakukan intervensi atau penambahan struktur baru. Berbagai cara untuk memperkuat tersebut di antaranya dijumpai pada situs Ankor Wat di Kamboja, situs Tien Tan Temple of Heaven di Beijing Cina, situs Arbroath Abbey di Skotlandia, kota kuna Altun Ha di Belize, dan situs Cihuatan di Mexico.

1. Ankor Wat, Kamboja

Pada kompleks situs Ankor Wat dan Candi Bayon intervensi untuk melindungi struktur tangga maupun lantai monumen bersejarah tersebut digunakan bahan dari kayu. Kayu yang digunakan pada situs ini bersifat melindungi dan tidak melapisi struktur tangga maupun lantai. Intervensi atau penambahan yang dilakukan bermaksud melindungi struktur batu tuff yang merupakan material utama candi – candi di komplek Ankor Wat maupun pada Bayon. Seperti yang telah kita ketahui bahwa jenis batuan tuff struktur materialnya rapuh dan mudah rusak. Hal inilah yang menjadi alasan adanya penambahan struktur tangga buatan pada candi – candi tersebut. Struktur tangga yang dibuat adalah struktur yang baru dan berbeda dengan struktur asli dari tangga candi. Struktur tersebut berbentuk anak tangga dari bahan kayu yang langsung diletakkan di atas struktur tangga candi. Penambahan struktur tangga berbahan kayu bersifat semantara atau tidak permanen. Bahan kayu yang di pilih dinilai tepat karena kontak antara kayu dengan batu struktur tangga yang asli tidak membahayakan nilai arkeologisnya.

Foto no.II.4. Penambahan struktur tangga kayu pada Ankor Wat (Dok: Swastikawati).

2. Tien Tan Temple of Heaven, China

Kuil Tien Tan atau biasa disebut dengan Temple of Heaven adalah kuil yang digunakan oleh kaisar Cina untuk sebagai media untuk berkomunikasi langsung dengan surga. Kuil ini juga digunakan sebagai tempat untuk memohon kesuburan, hujan, maupun hasil panen yang melimpah.

Kuli ini di bangun sekitar tahun 1409 – 1420 pada masa kekaisaran Cina. Terdapat empat struktur tangga naik pada kuil ini. Karena bentuk kuil yang bulat, maka struktur tangga tersebut berada pada sisi yang membagi kuil menjadi empat bagian.

Intervensi atau penambahan struktur kayu pada tangga kuil ini sifatnya adalah melapisi struktur tangga aslinya. Kayu langsung menempel pada struktur tangga dan sepertinya tanpa celah antara struktur tangga dengan kayu pelapis.

Foto no.II.5 dan II.6. Detil penambahan struktur tangga kayu pada Candi Bayon

(Dok: Swastikawati).

Foto no.II.7 dan II.8. Detil penambahan struktur tangga kayu pada Tien Tan Temple

3. Arbroath Abbey, Skotlandia

Arbroath Abbey adalah biara yang di bangun oleh Raja William I pada tahun 1178. Biara tersebut di bangun untuk mengenang teman Raja William I semasa kecil yang di bunuh di Katedral Canterbury di Inggris tahun 1170. Gaya arsitektur Arbroath Abbey adalah arsitektur gothic dengan tiga buah menara setinggi 90 m.

Bahan atau material yang digunakan untuk membangun biara Arbroath Abbey adalah bata yang dilekatkan dengan spesi. Bata tersebut di ekspose dan tidak di plester.

Konstruksi tangga yang rapuh pada bangunan tersebut kemudian dimodifikasi dengan dibuatkan tambahan struktur tangga yang baru, menggunakan logam dan kayu. Hal ini agaknya dimaksudkan untuk menjaga keutuhan struktur aslinya. Selain itu dengan pembuatan struktur tangga baru adalah untuk alasan keamanan penunjung. Kondisi bata pada struktur tangga yang sudah rapuh bisa saja membuat pengunjung tergelincir dan terjatuh dari ketinggian.

4. Altun Ha, Belize

Altun Ha adalah reruntuhan kota kuna peradaban Maya di Belize. Belize adalah sebuah negara kecil di Amerika Tengah yang berbatasan dengan Meksiko, Guatemala, dan Honduras. Berdasarkan data arkeologis, kota kuna Altun Ha sudah di huni sejak abad II SM hingga abag IX M dengan populasi sekitar 10000 orang.

Kota kuna Altun Ha adalah kompleks bangunan yang terdiri dari 13 bangunan. Pada masa kejayaannya kota ini adalah pusat perdagangan batu permata, seperti giok dan obsidian. Peradaban Altun Ha mengalami penurunan kejayaannya setelah abad XII M. Hal tersebut dikarenakan oleh perlawanan terhadap penguasa setempat.

Foto no.II.9 dan II.10. Detil penambahan struktur tangga berbahan campuran logam

dan kayu pada Arbroath Abbey (Dok: www.aboutaberdeen.com).

Material utama yang pada bangunan kuna di Altun Ha adalah batu andesit dan tuff seperti halnya kuil – kuil pada peradaban Maya. Kontruksi bangunan di kompleks kota Altun Ha mempunyai satu kemiripan antara satu dengan yang lainnya, yaitu berupa piramid yang ber trap – trap seperti anak tangga. Konstruksinya dari bawah ke atas terdiri dari tingkatan – tingkatan yang memungkinkan untuk dinaiki.

Intervensi atau penambahan struktur baru pada piramid tersebut agaknya dilakukan dengan cara memplester atau melapisi dataran pijak pada piramid. Hal ini dimaksud untuk menjaga keotetikan batu struktur yang asli dan mencegah kerusakan karena pijakan kaki pengunjung. Sekilas apabila dilihat dari jauh memang mencolok warnanya. Tetapi agaknya upaya tersebut efektif untuk melindungi batu dari kerusakan karena aktifitas pengunjung. Pelapisan hanya dilakukan pada dataran pijak pada trap piramid, sedangkan bagian lain dibiarkan terbuka seperti apa adanya.

5. Templo de los Idolos, Situs Cihuatan, Meksiko

Cihuatan adalah situs peradaban kuna Aztec. Templo de los Idolos di restorasi pertama kali oleh Dr. Antonio Sol pada tahun 1029. Kondisi situs terdiri atas beberapa bangunan berundak yang ber trap – trap.

Setelah 77 tahun di restorasi, kebanyakan trap – trap tangga pada situs ini banyak yang rusak. Hal ini terutama karena aktifitas pengunjung yang meniki tangga tersebut. Kondisi batu vulkanik tuff yang mudah rapuh kemudian aus dan rusak karena pijakan kaki pengunjung.

Kondisi kerusakan batu pada Templo de los Idolos khususnya pada tangganya kemudian dikonservasi dengan cara pembuatan struktur tangga baru dari bahan logam. Selain pembuatan struktur tangga baru juga dilakukan konservasi pada batu

Foto no.II.11 dan II.12. Detil penambahan struktur dengan pelapisan plester pada trap – trap piramid di reruntuhan kota kuna Altun

berupa penguatan batu aslinya. Penguatan yang dimaksud adalah penambahan jenis polimer untuk memperkuat batu tuff supaya lebih keras.

Sedangkan alasan pembuatan struktur baru berupa tangga besi, dimaksudkan agar pengunjung yang akan naik tidak menginjak tangga aslinya. Sementara bahan yang dipilih dari besi dimaksudkan agar tangga tabahan tersebut kokoh dan tidak mudah rusak. Hal ini dikarenakan pada tangga tambahan yang sebelumnya terbuat dari kayu, mudah rusak dan tidak kokoh. Kerusakan pada tangga tambahan yang terbuat dari kayu adalah karena faktor cuaca dan kelembaban udara.