• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Banding Tema Sejenis

Dalam dokumen Sekolah Tinggi Aviasi Indonesia (Halaman 83-92)

C. Arsitektur Hijau

2.5.5 Studi Banding Tema Sejenis

2.5.5.1 SINO Italian Ecological and Energy Efficient Building (SIEBB)

Gambar 2.55 SIEEB Building Sumber : Google

Bangunan SIEBB berlokasi di kampus Tsinghua University. Bangunan ini memiliki fungsi sebagai sekolah, tempat pelatihan dan pusat penelitian untuk perlindungan lingkungan dan konservasi energy, kantor dan auditorium dengan kapasitas 200 orang. Luas lantai bangunan ini adalah ±20000 m2 dengan ketinggian 40 m.Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Milan, Mario Cucinella.

Gambar 2.56 Site Plan SIEEB Sumber : Internet

SIEBB digolongkan ke dalam bangunan green arsitektur karena menggunakan sistem teknologi yang canggih, ramah lingkungan dan efisiensi energi. Selain itu, desain green arsitektur pada bangunan ini diaplikasikan pada bentuk dan gubahan massa, sistem pencahayaan alami, sistem pengudaraan alami, sistem bangunan hemat energi, sistem drainase dan sistem structural dan material.

Visi sang arsitek untuk mencapai konsep Sustainable Building : - Menjaga lingkungan hidup dan kesejahteraan manusia

- Mengurangi gas emisi, air, dan polusi bumi - Hemat Energi

- Pemakaian sumber daya alam yang dapat diperbaharui

- Pemakaian material yang alami, daur ulang dan ramah lingkungan - Mengurangi limbah

Ide dari bangunan SIEEB ini, diawali dengan proses menganalisa site dan lingkungan sekitar secara cermat seperti:

Kondisi iklim Hembusan angin

Suhu Analisa curah hujan

Radiasi Panas Kebisingan, dan

polusi udara

Gambar 2.57 Analisa site SIEEB Sumber : Internet

Gubahan massa

Site dianalisa sesuai dengan diagram iklim kawasan site, arah angin, kebisingan, dan polusi udara secara spesifik. Bangunan ini dirancang untuk mengoptimalkan energy panas pada musim dingin dan melindungi bangunan dari energy panas pada musim kemarau. Marco,arsitek, mengujinya dengan berbagai tes grafik dan simulasi untuk mendapatkan karakter bangunan dari prilaku termal banguna;. mengoptimalan energy dari elemen- elemen arsitektur untuk memasukkan cahaya alami ke dalam bangunan untuk mengurangi pemakaian energy berlebih.

Gambar 2.58 Bentuk bangunan dan orientasi Sumber : Internet

SIEEB memiliki 2 pendekatan mengenai bangunan dan energi :

1. Secara mekanikal, pendekatan energy didasari oleh servis bangunan, jaringan pemanasan, ventilasi dan penghawaan udara yang mendukung kenyamanan bangunan dari segala kondisi cuaca

2. Secara pasif, strategi rendah energy dalam arsitektur yang diklaim sebagai bentuk respon dari iklim dan adaptasi lingkungan . Pendekatan ini kebanyakan berdasarkan adaptasi yang teliti dari “kulit bangunan” (fasad) sebagai mediator antara kondisi kenyamanan dalam bangunan dan perubahan iklim di luar.

Gambar 2. 59 Skema pengontrolan eksternal Sumber : Internet

Fasad bangunan

Double fasad adalah penambahan lapisan kedua pada fasad, biasanya kaca, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasad, terutama dalam hal menyaring kebisingan

Gambar 2.60 Double Fasad (DF) Sumber : Internet

Double skin fasad (DSF) terdiri dari pemasangan kaca baik eksterior maupun interior dengan isolasi yang beragam, strategi ventilasi dan sitkulasi, jalur hiasan pada dinding dan perangkat sun shading

Gambar 2.61 Double skin fasad (DSF) Sumber : Internet

Intergrated Active Fasad dengan karakteristik yang dikenali sebagai pencahayaan buatan yang responsive , pengontrolan cahaya matahari , control penghuni, ventilasi, pemanasan , dan pengendali temperature, generator listrik serta menekankan strategi control dan manajemen

Gambar 2.62 Intergrated Active Fasad Sumber : Internet

Pencahayaan Alami

SIEEB berusaha untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan mengurangi pemakaian cahaya buatan. Kemudian, SIEEB menggunakan sistem Light-Shelf , dimana lempengan aluminium dipasang di atas jendela sehingga memungkinkan cahaya matahari yang masuk tidak langsung masuk ke dalam ruangan tetapi dipantulkan ke langit-langit kemudian diteruskan ke dalam ruangan.

Gambar 2.63 Light shelf Sumber : Internet

Ventilasi alami

Pemakaian ventilasi alami dalam mengurangi konsumsi energy untuk pendinginan selama musim hujan dan malam hari.

Gambar 2. 64 Wind – Stack Ventilation

Gambar 2.65 Ventilasi alami

Material

Perwujudan material adalah perbandingan yang dinormalisasi dari total energy yang dihasilkan mulai dari awal produksi sampai ke tahap penggunaan. Konsep ini menjadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan terutama dalam fase merancang dan pemilihan material.

Gambar 2.66 Konsep Material Sumber : Internet

Water Recycling

Gambar 2.67 Water Recycling Sumber : Internet

BAS (Building Automation System)

Pada SIEEB, penginstalan sistem manajemen kontrol banguanan dan memonitor banguanan merupakan bagian yang penting dalam pencapaian Green Building

Perbedaan bangunan yang menggunakan sistem control sentral dengan yang tidak:

Tabel 2.12 Perbedaan BAS (Building Automation System) Tanpa Building Automation Berarti

-Pompa berjalan secara konstan - Mesin / peralatan akan cepat rusak

-Lampu tetap menyala ketika tidak pada jam kerja

- Pemeliharaan yang sering -Tidak ada control maksimal

dalam pada energy listrik

- Tingkat kenyamanan yang rendah

-Pemakaian air, gas, dan listrik berlebih

- Tidak ada alarm yang mengatur dan mendeteksi kesalahan

-Tidak ada alarm untuk kesalahan jaringan

-Man-operated plants -> terjadinya human eror

Adanya Building Automation Berarti -Pompa akan berjalan ketika

dibutuhkan dengan control VSD

-Memperpanjang usia mesin/peralatan

-Lampu mati ketika tidak dalam jam bekerja dan daya meredup

- Tidak ada energy yang terbuang sia-sia

-Pengontrolan ketika energy listrik dipakai secara berlebih

-Pengoptimalan pemakaian air, gas, energy listrik dengan adanya meteran terpadu

- Tingkat kenyamanan yang lebih tinggi

-Adanya interaksi antara HVAC, dan sekuritas /sistem kebakaran

- Kontrol alarm, penyelesaian masalah yang lebih cepat

-Adanya alarm untuk jaringan yang bermasalah

-Rute alarm via SMS, mail, fax dll

Sumber : Olah Data Primer

Gambar 2.68 Konsep BAS pada bangunan Sumber : Internet

Material yang dipakai pada bangunan SIEEB adalah aluminium yang sangat efisien untuk pengaturan cahaya. Aluminium yang dipasang pada bangunan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi untuk pencahayaan buatan, pengurangan penggunaan AC pada musim panas dan pemanasan pada saat musim dingin

Dalam dokumen Sekolah Tinggi Aviasi Indonesia (Halaman 83-92)

Dokumen terkait