C. Arsitektur Hijau
2.5.5 Studi Banding Tema Sejenis
2.5.5.1 SINO Italian Ecological and Energy Efficient Building (SIEBB)
Gambar 2.55 SIEEB Building Sumber : Google
Bangunan SIEBB berlokasi di kampus Tsinghua University. Bangunan ini memiliki fungsi sebagai sekolah, tempat pelatihan dan pusat penelitian untuk perlindungan lingkungan dan konservasi energy, kantor dan auditorium dengan kapasitas 200 orang. Luas lantai bangunan ini adalah ±20000 m2 dengan ketinggian 40 m.Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Milan, Mario Cucinella.
Gambar 2.56 Site Plan SIEEB Sumber : Internet
SIEBB digolongkan ke dalam bangunan green arsitektur karena menggunakan sistem teknologi yang canggih, ramah lingkungan dan efisiensi energi. Selain itu, desain green arsitektur pada bangunan ini diaplikasikan pada bentuk dan gubahan massa, sistem pencahayaan alami, sistem pengudaraan alami, sistem bangunan hemat energi, sistem drainase dan sistem structural dan material.
Visi sang arsitek untuk mencapai konsep Sustainable Building : - Menjaga lingkungan hidup dan kesejahteraan manusia
- Mengurangi gas emisi, air, dan polusi bumi - Hemat Energi
- Pemakaian sumber daya alam yang dapat diperbaharui
- Pemakaian material yang alami, daur ulang dan ramah lingkungan - Mengurangi limbah
Ide dari bangunan SIEEB ini, diawali dengan proses menganalisa site dan lingkungan sekitar secara cermat seperti:
Kondisi iklim Hembusan angin
Suhu Analisa curah hujan
Radiasi Panas Kebisingan, dan
polusi udara
Gambar 2.57 Analisa site SIEEB Sumber : Internet
Gubahan massa
Site dianalisa sesuai dengan diagram iklim kawasan site, arah angin, kebisingan, dan polusi udara secara spesifik. Bangunan ini dirancang untuk mengoptimalkan energy panas pada musim dingin dan melindungi bangunan dari energy panas pada musim kemarau. Marco,arsitek, mengujinya dengan berbagai tes grafik dan simulasi untuk mendapatkan karakter bangunan dari prilaku termal banguna;. mengoptimalan energy dari elemen- elemen arsitektur untuk memasukkan cahaya alami ke dalam bangunan untuk mengurangi pemakaian energy berlebih.
Gambar 2.58 Bentuk bangunan dan orientasi Sumber : Internet
SIEEB memiliki 2 pendekatan mengenai bangunan dan energi :
1. Secara mekanikal, pendekatan energy didasari oleh servis bangunan, jaringan pemanasan, ventilasi dan penghawaan udara yang mendukung kenyamanan bangunan dari segala kondisi cuaca
2. Secara pasif, strategi rendah energy dalam arsitektur yang diklaim sebagai bentuk respon dari iklim dan adaptasi lingkungan . Pendekatan ini kebanyakan berdasarkan adaptasi yang teliti dari “kulit bangunan” (fasad) sebagai mediator antara kondisi kenyamanan dalam bangunan dan perubahan iklim di luar.
Gambar 2. 59 Skema pengontrolan eksternal Sumber : Internet
Fasad bangunan
Double fasad adalah penambahan lapisan kedua pada fasad, biasanya kaca, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasad, terutama dalam hal menyaring kebisingan
Gambar 2.60 Double Fasad (DF) Sumber : Internet
Double skin fasad (DSF) terdiri dari pemasangan kaca baik eksterior maupun interior dengan isolasi yang beragam, strategi ventilasi dan sitkulasi, jalur hiasan pada dinding dan perangkat sun shading
Gambar 2.61 Double skin fasad (DSF) Sumber : Internet
Intergrated Active Fasad dengan karakteristik yang dikenali sebagai pencahayaan buatan yang responsive , pengontrolan cahaya matahari , control penghuni, ventilasi, pemanasan , dan pengendali temperature, generator listrik serta menekankan strategi control dan manajemen
Gambar 2.62 Intergrated Active Fasad Sumber : Internet
Pencahayaan Alami
SIEEB berusaha untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan mengurangi pemakaian cahaya buatan. Kemudian, SIEEB menggunakan sistem Light-Shelf , dimana lempengan aluminium dipasang di atas jendela sehingga memungkinkan cahaya matahari yang masuk tidak langsung masuk ke dalam ruangan tetapi dipantulkan ke langit-langit kemudian diteruskan ke dalam ruangan.
Gambar 2.63 Light shelf Sumber : Internet
Ventilasi alami
Pemakaian ventilasi alami dalam mengurangi konsumsi energy untuk pendinginan selama musim hujan dan malam hari.
Gambar 2. 64 Wind – Stack Ventilation
Gambar 2.65 Ventilasi alami
Material
Perwujudan material adalah perbandingan yang dinormalisasi dari total energy yang dihasilkan mulai dari awal produksi sampai ke tahap penggunaan. Konsep ini menjadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan terutama dalam fase merancang dan pemilihan material.
Gambar 2.66 Konsep Material Sumber : Internet
Water Recycling
Gambar 2.67 Water Recycling Sumber : Internet
BAS (Building Automation System)
Pada SIEEB, penginstalan sistem manajemen kontrol banguanan dan memonitor banguanan merupakan bagian yang penting dalam pencapaian Green Building
Perbedaan bangunan yang menggunakan sistem control sentral dengan yang tidak:
Tabel 2.12 Perbedaan BAS (Building Automation System) Tanpa Building Automation Berarti
-Pompa berjalan secara konstan - Mesin / peralatan akan cepat rusak
-Lampu tetap menyala ketika tidak pada jam kerja
- Pemeliharaan yang sering -Tidak ada control maksimal
dalam pada energy listrik
- Tingkat kenyamanan yang rendah
-Pemakaian air, gas, dan listrik berlebih
- Tidak ada alarm yang mengatur dan mendeteksi kesalahan
-Tidak ada alarm untuk kesalahan jaringan
-Man-operated plants -> terjadinya human eror
Adanya Building Automation Berarti -Pompa akan berjalan ketika
dibutuhkan dengan control VSD
-Memperpanjang usia mesin/peralatan
-Lampu mati ketika tidak dalam jam bekerja dan daya meredup
- Tidak ada energy yang terbuang sia-sia
-Pengontrolan ketika energy listrik dipakai secara berlebih
-Pengoptimalan pemakaian air, gas, energy listrik dengan adanya meteran terpadu
- Tingkat kenyamanan yang lebih tinggi
-Adanya interaksi antara HVAC, dan sekuritas /sistem kebakaran
- Kontrol alarm, penyelesaian masalah yang lebih cepat
-Adanya alarm untuk jaringan yang bermasalah
-Rute alarm via SMS, mail, fax dll
Sumber : Olah Data Primer
Gambar 2.68 Konsep BAS pada bangunan Sumber : Internet
Material yang dipakai pada bangunan SIEEB adalah aluminium yang sangat efisien untuk pengaturan cahaya. Aluminium yang dipasang pada bangunan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi untuk pencahayaan buatan, pengurangan penggunaan AC pada musim panas dan pemanasan pada saat musim dingin