• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Tentang Ekowisata .1 Definisi Ekowisata .1 Definisi Ekowisata

Dalam dokumen TUGAS AKHIR DESAIN INTERIOR RD (Halaman 50-55)

Bagan 2.2 Penzoningan Area Servis pada Hotel

2. Medical Spa

2.4 Studi Tentang Ekowisata .1 Definisi Ekowisata .1 Definisi Ekowisata

Rumusan 'ecotourism' sebenarnya sudah ada sejak 1987 yang dikemukakan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sebagai berikut :

"Wisata alam atau pariwisata ekologis adalah perjalanan ketempat-tempat alami yang relatif masih belum terganggu atau terkontaminasi (tercemari) dengan tujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan, tumbuh-tumbuhan dan satwa liar, serta bentuk-bentuk manifestasi budaya masyarakat yang ada, baik dari masa lampau maupun masa kini."

Rumusan di atas hanyalah penggambaran tentang kegiatan wisata alam biasa.

Rumusan ini kemudian disempurnakan oleh The International Ecotourism Society (TIES) pada awal tahun 1990 yaitu sebagai berikut :

"Ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat”.

34

Definisi ini sebenarnya hampir sama dengan yang diberikan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sama-sama menggambarkan kegiatan wisata di alam terbuka, hanya saja menurut TIES dalam kegiatan ekowisata terkandung unsur-unsur kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahtraan penduduk setempat.

Ekowisata merupakan upaya untuk memaksimalkan dan sekaligus melestarikan pontensi sumber-sumber alam dan budaya untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan.

2.4.2 Ekowisata di Indonesia

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan peninggalan sejarah, seni dan budaya yang sangat besar sebagai daya tarik pariwisata dunia. Ahli biokonservasi memprediksi bahwa Indonesia yang tergolong negara Megadiversity dalam hal keaneka ragaman hayati akan mampu menggeser Brasil sebagai negara tertinggi akan keaneka jenis, jika para ahli biokonservasi terus giat melakukan pengkajian ilmiah terhadap kawasan yang belum tersentuh.

Namun Demikian sampai saat ini Indonesia harus menanggung beban berat sebagai negara terkaya keaneka ragaman hayati di kawasan yang sangat sensitif, karena biota Indonesia tersebar di lebih dari 17,000 pulau. Oleh karena itu bukan saja jumlah populasi setiap individu tidak besar tetapi juga distribusinya sangat terbatas. Ini harus disadari oleh pemerintah, sehingga Indonesia harus merumuskan suatu kebijakan dan membuat pendekatan yang berbeda di dalam pengembangan sistem pemanfaatan keaneka ragaman hayatinya, terutama kebijakan dalam pengembangan pariwisata yang secara langsung memanfaatkan sumber daya alam sebagai aset. Pengembangan sumber daya alam yang ekstraktif, non-konsumtif dan berkelanjutan perlu diprioritaskan dan dalam bidang Pariwisata pengembangan seperti ekowisata harus menjadi pilihan utama.

2.4.2.1 Visi Ekowisata Indonesia

Melihat potensi yang dimiliki Indonesia, maka Visi Ekowisata Indonesia adalah untuk menciptakan pengembangan pariwisata melalui penyelenggaraan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya), melibatkan dan menguntungkan masyarakat setempat, serta menguntungkan secara komersial. Dengan visi ini Ekowisata memberikan

35

peluang yang sangat besar, untuk mempromosikan pelestarian keaneka-ragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, nasional, regional maupun lokal.

2.4.2.2 Tujuan Ekowisata Indonesia

Tujuan Ekowisata Indonesia sebagai berikut :

(1) Mewujudkan penyelenggaraan wisata yang bertanggung jawab, yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan alam, peninggalan sejarah dan budaya.

(2) Meningkatkan partisipasi masyararakat dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat.

(3) Menjadi model bagi pengembangan pariwisata lainnya, melalui penerapan kaidah-kaidah ekowisata.

2.4.3 Prinsip dan Kriteria Ekowisata

Adapun prinsip dan kriteria ekowisata dijabarkan dalam table 2.9

PRINSIP EKOWISATA KRITERIA EKOWISATA

1. Memiliki kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan alam dan budaya, melaksanakan kaidah-kaidah usaha yang bertanggung jawab dan ekonomi berkelanjutan.

Memperhatikan kualitas daya dukung lingkungan kawasan tujuan, melalui pelaksanaan sistem pemintakatan (zonasi).

Mengelola jumlah pengunjung, sarana dan fasilitas sesuai dengan daya dukung lingkungan daerah tujuan.

Meningkatkan kesadaran dan apresiasi para pelaku terhadap lingkungan alam dan budaya.

Memanfaatkan sumber daya lokal secara lestari dalam penyelenggaraan kegiatan ekowisata.

Meminimumkan dampak negatif yang ditimbulkan, dan bersifat ramah lingkungan.

Mengelola usaha secara sehat.

Menekan tingkat kebocoran pendapatan (leakage) serendah-rendahnya.

36

Meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

2. Pengembangan harus mengikuti kaidah-kaidah ekologis dan atas dasar musyawarah dan pemufakatan masyarakat setempat.

Melakukan penelitian dan perencanaan terpadu dalam pengembangan ekowisata.

Membangun hubungan kemitraan dengan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pengelolaan ekowisata.

Menggugah prakarsa dan aspirasi masyarakat setempat untuk pengembangan ekowisata.

Memberi kebebasan kepada masyarakat untuk bisa menerima atau menolak pengembangan ekowisata.

Menginformasikan secara jelas dan benar konsep dan tujuan pengembangan kawasan tersebut kepada masyarakat setempat.

Membuka kesempatan untuk melakukan dialog dengan seluruh pihak yang terlibat (multi-stakeholders) dalam proses perencanaan dan pengelolaan ekowisata.

3. Memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

Membuka kesempatan keapda masyarakat setempat untuk membuka usaha ekowisata dan menjadi pelaku-pelaku ekonomi kegiatan ekowisata baik secara aktif maupun pasif.

Memberdayakan masyarakat dalam upaya peningkatan usaha ekowisata untuk meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat.

Meningkatkan ketrampilan masyarakat setempat dalam bidang-bidang yang berkaitan dan menunjang pengembangan ekowisata.

Menekan tingkat kebocoran pendapatan (leakage) serendah-rendahnya.

4. Peka dan menghormati nilai- Menetapkan kode etik ekowisata bagi

37 nilai sosial budaya dan tradisi

keagamaan masyarakat setempat.

wisatawan, pengelola dan pelaku usaha ekowisata.

Melibatkan masyarakat setempat dan pihak-pihak lainya (multi-stakeholders) dalam penyusunan kode etik wisatawan, pengelola dan pelaku usaha ekowisata.

Melakukan pendekatan, meminta saran-saran dan mencari masukan dari tokoh/pemuka masyarakat setempat pada tingkat paling awal sebelum memulai langkah-langkah dalam proses pengembangan ekowisata.

Melakukan penelitian dan pengenalan aspek-aspek sosial budaya masyarakat setempat sebagai bagian terpadu dalam proses perencanaan dan pengelolaan ekowisata.

5. Memperhatikan perjanjian, peraturan, perundang-undangan baik ditingkat nasional maupun internasional.

Memperhatikan dan melaksanakan secara konsisten: Dokumen-dokumen Internasional yang mengikat (Agenda 21, Habitat Agenda, Sustainable Tourism, Bali Declaration dsb.).

GBHN Pariwisata Berkelanjutan, Undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku.

Menyusun peraturan-peraturan baru yang diperlukan dan memperbaiki dan menyempurnakan peraturan-peraturan lainnya yang telah ada sehingga secara keseluruhan membentuk sistem per-UU-an dan sistem hukum yang konsisten.

Memberlakukan peraturan yang berlaku dan memberikan sangsi atas pelanggarannya secara konsekuen sesuai dengan ketentuan yang berlaku (law enforcement).

Membentuk kerja sama dengan masyarakat

38

setempat untuk melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap dilanggarnya peraturan yang berlaku.

Tabel 2.3 Prinsip dan Kriteria Ekowisata

Sumber : http://www.ekowisata.info/pedoman_ekowisata.html

2.4.4 Hotel Ekowisata

Dalam studi tentang hotel, hotel adalah suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi masyarakat umum dan dikelola secara komersil.

Dan dalam studi tentang ekowisata, ekowisata merupakan kegiatan wisata yang bertanggung jawab terhadap pelestarian alam, adat dan budaya yang berlaku di daerah tersebut.

Dari pengertian hotel dan ekowisata dapat disimpulkan bahwa hotel ekowisata adalah tempat penyediaan jasa penginapan serta fasilitas lainnya yang bertanggung jawab terhadap pelestarian alam, adat dan budaya yang berlaku di daerah tersebut dan diperuntukkan bagi masyarakat umum dan dikelola secara komersil.

Hotel ekowisata diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berbeda namun juga pengetahuan tambahan tentang alam, adat dan budaya yang berlaku disuatu daerah.

2.5. Studi Tentang Pariwisata dan Budaya Pamekasan

Dalam dokumen TUGAS AKHIR DESAIN INTERIOR RD (Halaman 50-55)

Dokumen terkait