• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

A. Studi Kasus Dispensasi Perkawinan Pemohon di

Skripsi ini membahas tentang legal standing pemohon dalam mengajukan permohonan dispensasi perkawinan dimana penulis menganalisa terhadap putusan hakim pada tahun 2012 dan 2013 pada kasus dispensasi perkawinan yang dalam kesemuanya permohonan dispensasi perkawinannya di ajukan oleh pemohon (calon pengantin sendiri) dibawah umur, berlawanan dengan ketentuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974, dimana legalitas pemohon dispensasi perkawinan hanya kepada orang tua/wali/ keluarga dengan arah garis lurus ke atas. Oleh karena itu penulis akan menganalisa putusan-putusan hakim Pangadilan Agama Banjarnegara

tahun 2012 dan Pengadilan Agama Pacitan tahun 2013, di antaranya yaitu putusan

berikut :

1. Putusan Nomor : 0129/Pdt.P/2012/PA.Ba

2. Putusan Nomor : 60/Pdt.P/2013/PA.Pct

Pertama, dalam Putusan Nomor : 0129/Pdt.P/2012/PA.Ba telah di ungkapkan bahwasanya pemohon yang berusia 17 tahun 7 bulan, beragama Islam, yang bertempat tinggal di Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara.

Adapun duduknya perkara didalam putusan ini, bahwa pemohon telah meminang ke orang tua gadis tersebut pada 06 September 2012 yang lalu, dan

51

pemohon ingin melangsungkan pernikahan dan numpang nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.

Sedangkan secara hukum syarat-syarat untuk melaksanakan pernikahan tersebut baik menurut ketentuan hukum Islam maupun peraturan

perundang-undangan yang berlaku telah terpenuhi1, kecuali syarat usia bagi Pemohon belum

mencapai 19 tahun, dan karenanya maka maksud tersebut ditolak oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.

Antara pemohon dan calon istrinya tersebut tidak ada larangan untuk

melakukan pernikahan2, orang tua calon istrinya setuju dan telah mengetahui tentang

usia Pemohon/calon suami sekarang ini dan menyadari serta akan ikut membimbing rumah tangga dengan penuh pengertian.

Pemohon mengajukan sendiri permohonan dispensasi perkawinannya kepada ketua Pengadilan Agama Banjarnegara, dikarenakan ayah kandung dan ibu kandung pemohon sudah bercerai dan masing-masing sudah menikah lagi, pemohon dibawah pengampuan kakeknya yang sudah lanjut usia. Harusnya, orang-orang (anak-anak) dibawah pengampuan yang tidak mungkin bertindak sendiri, maka pengurusnya menjadi pihak formal yang mendapat kuasa terlebih dahulu oleh yang bersangkutan

untuk dapat mengajukan gugatan ke pengadilan3. Pemohon juga telah berpenghasilan

1

Amir Syarifudin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan , h. 61

2

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 8 3

Aris Bintania, Hukum Acara Peradilan Agama dalam kerangka Fiqh Qadha, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2012), Cet. Ke-1, h. 5

dan mandiri, bekerja sebagai buruh tetap untuk mencukupi kebutuhan hidup berumah tangga.

Pemohon sanggup membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dalam petitumnya, pemohon memohon kepada ketua Pengadilan Agama Banjarnegara segera memeriksa dan mengadili perkara ini, dan setelah itu ketua Pengadilan Agama menjatuhkan yang amarnya berbunyi sebagai berikut:

1. Mengabulkan Permohonan Pemohon;

2. Menetapkan, memberikan dispensasi kawin kepada Pemohon bernama CALON

MEMPELAI LAKI-LAKI untuk menikah dengan CALON MEMPELAI PEREMPUAN;

3. Membebankan biaya perkara ini menurut hukum;

4. Atau menjatuhkan penetapan lain yang seadil-adilnya;

Ketika hari persidangan yang ditetapkan untuk Pemohon datang sendiri menghadap ke persidangan, majelis hakim telah berusaha menasehati Pemohon agar mengurungkan niatnya untuk menikah dibawah umur, tetapi tidak berhasil, karena pemohon sudah sangat berkeinginan untuk menikah dengan CALON MEMPELAI PEREMPUAN dan telah siap secara mental, begitupula dengan CALON MEMPELAI PEREMPUAN yang juga berkeinginan untuk menikah dan telah siap secara rohani maupun jasmani untuk berkeluarga.

53

Untuk memperkuat dalil-dalil permohonannya, pemohon telah mengajukan surat-surat bukti tertulis, berupa: Foto copy Akta Kelahiran calon mempelai laki-laki, Nomor 2331/TP/1998 tanggal 27 Agustus 1998 (bukti P-1).

Selain bukti tertulis, pemohon juga telah mengajukan dua orang saksi di persidangan, keduanya adalah tetangga pemohon., dibawah sumpah saksi tersebut telah menerangkan sebagai berikut:

Bahwa saksi I adalah tetangga pemohon, menjelaskan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan tidak ada larangan menurut agama untu melangsungkan pernikahan. Dan secara fisik dan mental keduanya sudah mampu untuk melangsungkan pernikahan.

Bahwa saksi II adalah tetangga pemohon, menjelaskan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan tidak ada hubungan keluarga atau sesusuan. Antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan tidak ada larangan menurut agama untuk melangsungkan pernikahan. Secara fisik dan mental keduanya sudah mampu untuk melangsungkan pernikahan.

Setelah para saksi dihadirkan, kemudian pemohon menyatakan telah cukup memberikan keterangan dan alat bukti, selanjutnya pemohon berkesimpulan tetap dengan permohonannya dan memohon Majelis Hakim segera menjatuhkan penetapannya.

Kedua, dalam Putusan Nomor : 60/Pdt.P/2013/PA.Pct telah di ungkapkan bahwa Pemohon berusia 14 tahun, beragama Islam, bertempat tinggal di Kabupaten Pacitan,telah mengajukn Dispensasi Kawin untuk dirinya.

Adapun duduknya perkara didalam putusan ini, bahwa pernikahan yang sangat mendesak dilakukan karena Pemohon dan calon suaminya telah berhubungan erat/pacaran sejak 1 tahun yang lalu dan hubungan mereka telah demikian eratnya, bahkan calon suami Pemohon sudah sering menginap dan sudah berhubungan layaknya suami istri.

Secara hukum syarat-syarat untuk melaksanakan pernikahan tersebut baik menurut ketentuan hukum Islam maupun perundang-undangan yang berlaku telah terpenuhi kecuali syarat usia bagi Pemohon belum mencapai umur 19 tahun, dan karenanya maka maksud tersebut ditolak oleh Kantor Urusan Agama Kabupaten Pacitan.

Antara Pemohon dengan calon suaminya tersebut tidak ada larangan untuk melakukan pernikahan dan Pemohon berstatus perawan dan telah aqil baligh serta siap untuk menjadi istri atau ibu rumah tangga.

Pemohon mengajukan sendiri dispensasi perkawinannya karena orang tua kandung Pemohon yang bernama AYAH KANDUNG dan IBU KANDUNG telah pergi tidak diketahui alamatnya dengan jelas dan pasti di wilayah manapun, sedangkan Pemohon sejak umur 3 tahun ikut nenek Pemohon yang bernama NENEK, dan NENEK dengan umurnya yang sudah sangat tua tidak mampu untuk datang sendiri ke Pengadilan Agama Pacitan.

Pemohon sanggup membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dalam petitumnya, pemohon memohon kepada ketua Pengadilan Agama Pacitan segera memeriksa dan menagadili perkara ini, dan

55

setelah itu ketua Pengadilan Agama Pacitan menjatuhkan amarnya yang berbunyi sebagai berikut :

1. Mengabulkan permohonan Pemohon.

2. Memberikan dispensasi kepada Pemohon yang bernama : PEMOHON untuk

kawin dengan seorang laki-laki bernama CALON LAKI-LAKI.

3. Membebankan kepada Pemohon untuk membayar biaya perkara sesuai dengan

peraturan yang berlaku.

Ketika pada hari persidangan yang ditetapkan, Pemohon telah datang menghadap di persidangan, majelis Hakim telah memberikan nasihat kepada Pemohon agar mempertimbangkan kembali permohonannya namun Pemohon tetap pada pendiriannya. Dan antara Pemohon dengan calon suaminya tidak terdapat hubungan nasab, semenda, maupun hubungan lain yang dapat menghalangi pernikahan.

Untuk memperkuat dalil-dalil permohonannya, pemohon telah mengajukan surat-surat bukti tertulis, berupa: Foto copy Akta Kelahiran a.n Pemohon yang dikeluarkan oleh kepala Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pacitan (bukti P-1) dan Surat Penolakan dari Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Nomor Kk.13.01.09/PW.00/77/2013 tanggal 7 Mei 2013 (P-1), Surat Asli Kependudukan

Selain bukti tertulis, pemohon juga telah mengajukan dua orang saksi di persidangan, dibawah sumpah saksi tersebut telah menerangkan sebagai berikut:

Bahwa saksi I berumur 60 tahun, agama Islam, petani, bertempat tinggal di Kabupaten Pacitan. Menjelaskan saksi mengnal dengan pemohon karena sebagai ayah calon suami pemohon, sksi mengetahui pemohon mengajukan dispensasi untuk menikah dengan calon suaminya bernama calon laki-laki, saksi mengetahui pemohon ingin menikah ditolak oleh pihak KUA, saksi mengetahui alasan keinginan pemohon ditolak oleh pihak KUA, saksi mengetahui alasan KUA menolak keinginan pemohon adalah pemohon sebagai calon istri belum cukup umur, saksi mengetahui bahwasanya pemohon dilamar oleh calon suaminya dan lamaran tersebuttelah diterima, saksi mengetahui pemohon telah berhubungan sedemikian erat dan sulit untuk dipisahkan lagi, saksi mengetahui pemohon sudah sering tinggal satu rumah dirumah nenek pemohon dan saksi mengetahui bahwa pemohon tidak dalam pinangan orang lain dan antara pemohon dengan calon suaminya tidak ada hubungan nasab ataupun hubungan sesusuan yang menjadi halangan untuk menikah.

Bahwa saksi II umur 26 tahun, agama Islam, Petani, bertempat tinggal di Kabupaten Pacitan, menjelaskan saksi mengenal pemohonkarena sebagai paman pemohon, saksi mengetahui pemohon mengajukan dispensasi perkawinan dngan calon suaminya bernama calon laki-laki, saksi mengetahui keinginan pemohon menikah telah ditolak oleh KUA, saksi mengetahui alasan KUA menolak keinginan pemohon, adalah pemohon sebagai calonistri belum cukup umur, saksi mengetahui pemohon dilamar oleh calon suaminya dan diterima, saksi mengetahui calon suami pemohon telahsering menginap dirumah nenek pemohon, dan pemohon dengan calon

57

suaminya telah melakukan hubungan layaknya suami istri dan saksi mengetahui bahwa calon suaminya berstatus perjaka.

Setelah para saksi dihadirkan, kemudian pemohon menyatakan telah cukup memberikan keterangan dan alat bukti, selanjutnya pemohon berkesimpulan tetap dengan permohonannya dan memohon Majelis Hakim segera menjatuhkan penetapannya.

B. Pertimbangan Hukum Hakim Terhadap Dispensasi Perkawinan Pemohon

Dokumen terkait