• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KASUS

Dalam dokumen Modul Pengawasan k3 Bejana Tekan 2013 (Halaman 32-39)

Suatu perusahaan industri kimia, alamat X, yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 310 orang, 2 shift. Produk akhir Perusahaan tersebut salah satunya adalah pupuk. Dalam memproses produk tersebut peralatan yang digunakan antara lain conveyor belt (ban berjalan), instalasi pipa, storage tank yang berisi NH3, tanki timbun bahan bakar, kompresor, ketel uap, bejana uap, botol baja oksigen dan acetylen, botol baja LPG, Forklift, Overhead Crane, Mobile Crane. Sumber tenaga listrik didapat dari PLN dan Genset sebagai pembangkit tenaga listrik cadangan apabila terjadi keadaan darurat.

Kasus I :

Saudara sebagai Pengawas Ketenagakerjaan telah mendapatkan Surat Perintah Tugas dari pimpinan Saudara untuk melakukan pemeriksaan pertama terhadap perusahaan industri kimia tersebut diatas berdasarkan rencana kerja yang telah ditanda tangani.

a. Hal-hal apa saja yang harus anda siapkan untuk melaksanakan tugas tersebut b. Lakukan identifikasi potensi bahaya yang ada pada saat anda melakukan

pemeriksaan lapangan

c. Upaya pengendalian apa saja terhadap potensi bahaya yang telah saudara identifikasi agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

Petunjuk untuk menyelesaikan kasus :

1. Pelajari dan pahami Peraturan, Standar, Pedoman Teknis dan SK/SE 2. Mekanisme yang diatur oleh Dinas/Organisasi setempat

3. Formulir-formulir pemeriksaan Kasus II :

Dari Pemeriksaan Lapangan telah ditemukan

a) Storage Tank berisi NH3 sebanyak 5 unit dengan kapasitas/volume masing-masing 2000 liter 3 unit dengan posisi horizontal, tekanan kerja 200 psi dan 4000 liter 2 unit dengan posisi vertikal, tekanan kerja 250 psi. Dari

pemeriksaan belum terpasang alat-alat safety device/alat ukur yaitu safety valve, manometer, volume meter

b) 2 unit Tangki timbun berisi bahan bakar solar dengan kapasitas/volume masing-masing 5000 liter. Kondisi tangki timbun tersebut safety devicenya sudah terpasang dengan baik dan lengkap. Namun ditemukan tanggul dari kedua tangki timbun tersebut belum ada.

c) Botol-botol baja LPG sebanyak 10 buah dengan kapasitas 45 Kg yang digunakan untuk pengelasan tidak disimpan tersendiri.

d) Instalasi pipa sudah terpasang secara baik dan terdapat sebagian secara melintang diatas jalan, sedangkan instalasi pipa tersebut belum dilengkapi dengan tanda-tanda keselamatan.

34 Kasus III :

Dari Pemeriksaan Administrasi telah ditemukan

a) Storage Tank berisi NH3 sebanyak 5 unit dengan kapasitas/volume masing-masing 2000 liter 3 unit dengan posisi horizontal, tekanan kerja 200 psi dan 4000 liter 2 unit dengan posisi vertikal, tekanan kerja 250 psi. Dari

pemeriksaan belum mendapatkan pengesahan pemakaian dari Dinas setempat b) 2 unit Tangki timbun berisi bahan bakar solar dengan kapasitas/volume

masing-masing 5000 liter. Kondisi tangki timbun tersebut safety devicenya sudah terpasang dengan baik dan lengkap. Telah mendapatkan pengesahan pemakaian

c) Botol-botol baja LPG sebanyak 10 buah dengan kapasitas 45 Kg yang digunakan untuk pengelasan sudah memiliki pengesahan pemakaian.

d) Instalasi pipa sudah terpasang secara baik dan terdapat sebagian melintang diatas jalan. Belum mendapatkan pengesahan pemakaian dari Dinas setempat

Bagaimana langkah Saudara dan penasihatan teknis Saudara terhadap pemilik untuk mengatasi temuan diatas ?

Petunjuk untuk menyelesaikan kasus :

1. Pelajari dan pahami Peraturan, Standar, Pedoman Teknis dan SE/SK 2. Pelajari teknik-teknik komunikasi

BAB IV

CONTOH SOAL UJIAN

1. Sebutkan sumber bahaya dan potensi bahaya pada bejana tekan 2. Sebutkan dasar hukum pengawasan K3 bejana tekan

3. Sebutkan dasar hukum pengawasan Juru Las kelas 1. 4. Sebutkan syarat-syarat K3 bejana tekan

5. Sebutkan safety devices keran angkat dan fungsinya

Petunjuk penyelesaian soal : Baca modul dan Peraturan Perundang-undangan K3 meliputi UU No. 1 Tahun 1970, Permenaker No. 01 Tahun 1982, Permenaker No. 02 Tahun 1982.

BAB V PENUTUP

Modul ini merupakan bahan pembelajaran yang bersifat dasar dan umum, mencakup ketentuan-ketentuan teknis dan administrative sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan bejana tekan termasuk petugas teknis bejana tekanan.

Cakupan ruang lingkup obyek pengawasan bejana tekanan yang meliputi bejana penampung, bejana transport, botol baja dan instalasi pendingin merupakan peralatan yang banyak digunakan dalam industri manufaktur, industry kimia, industry logam dll. Sedangkan untuk mempelajari peralatan-peralatan tersebut diperlukan pengetahuan dasar agar dapat mengenal sumber/potensi bahaya yang ditimbulkan oleh bejana tekanan. Adapun bejana tekanan adalah merupakan salah satu penyebab kecelakaan kerja apabila konstruksinya tidak cukup kuat, sehingga diperlukan pemilihan bahan yang sesuai dengan standar termasuk dalam perencanaan kekuatan konstruksi. Selain konstruksi yang cukup kuat diperlukan juga safety devices yang harus terpasang dengan baik dan memenuhi syarat serta berfungsi pada saat dioperasikan. Hal lain yang perlu juga diperhatikan adalah terkait dengan dimana bejana tekanan tersebut dibuat, standard apa yang dipergunakan, pemeriksaan dan pengujian apa saja yang diwajibkan oleh standard tersebut.

Selain hal-hal tersebut diatas yang perlu diperhatikan adalah lokasi dimana bejana tekan itu digunakan, gas/fluida yang dipergunakan, persyaratan bekerja secara aman, pemeriksaan berkala yang dilakukan oleh petugas maintenance, perawatan dan pemeliharaan bejana tekan, pemeriksaan dan pengujian pesawat bejana tekan baik pertama maupun berkala oleh petugas yang berwenang dengan prosedur yaitu pemeriksaan visual dengan menggunakan checklist, kemudian pemeriksaan komponen-komponen kritis, pemeriksaan tidak merusak (NDT), pengujian beban.

Berdasarkan Peraturan Menteri No.01/Men/1982 tentang Bejana Tekanan, ditetapkan bahwa setiap perencanaan, pembuatan, perakitan dan/atau pemasangan, reparasi/modifikasi dan pemakaian bejana tekanan harus mendapatkan ijin, maka mekanisme perijinan setelah otonomi daerah seluruhnya dilakukan oleh Dinas setempat, kecuali untuk perencanaan bejana tekan dilakukan oleh pemerintah (Ditjen PPK). Khusus untuk lintas kabupaten/kota oleh Pemerintah Propinsi, kemudian untuk rental bilamana lintas kabupaten/kota oleh Pemerintah Propinsi dan bilamana lintas propinsi oleh Pemerintah (Ditjen PPK).

2. Standar Nasional dan Internasional (SNI, ANSI, ASME, JIS, ISO, UN ECE)

3. Garis-garis Besar Pelaksanaan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan K3

4. Transport Vehicle using Gas, Standard Press

5. Modul Pelatihan Operator oleh JICA dan Kemenakertans 6. Modul Pelatihan Operator oleh Dit. PNK3

KLUI NO.:……….

KEMENTERIAN TENAGA KERJA R.I

AKTE PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN

Dalam dokumen Modul Pengawasan k3 Bejana Tekan 2013 (Halaman 32-39)

Dokumen terkait