BAB III ASPEK KELAYAKAN
3.3 Aspek Teknis
3.3.4 Studi Kelayakan Infrastruktur Sipil
Infrastruktur civil work di desa Beringin Tinggi meliputi bendung, intake, saluran pembawa, bak penenang, spillway, penstock, abutmen penstock, support block, power house.
a. Bendung
Bendung yang dimiliki pada PLTMH Beringin Tinggi, baik kelompok 1, kelompok 2, maupun kelompok 3 semuanya merupakan tipe non – teknis yang tersusun atas tumpukan batu kali tanpa semen, kayu – kayu persegi memanjang, dan tanah seperti diperlihatkan pada gambar 3.7.
CV Bangun Cipta Persada 22 Gambar 3.7 Badan bendung pada PLTMH Beringin Tinggi
kelompok 1, 2, dan 3
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, bendung harus terbuat dari konstruksi beton. Sehingga bendung pada lokasi PLTMH Beringin Tinggi ini tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi dengan menggunakan konstruksi beton.
b. Intake
Konstruksi intake di tiga lokasi PLTMH Beringin Tinggi dibangun tanpa menggunakan pasangan batu, dasar dan dinding salurannya masih berupa tanah terbuka. Pintu intake tidak permanen terbuat dari bambu sekaligus sebagai trashrack penyaring sampah. Kondisi intake tersebut diperlihatkan pada gambar 3.8.
CV Bangun Cipta Persada 23
Gambar 3.8 Kondisi intake PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1, 2, dan 3
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, intake harus dibuat secara teknis dari konstruksi beton dengan trashrack dari plat besi, sehingga baik bangunan intake dan trashrack pada PLTMH Beringin Tinggi ini tidak memenuhi syarat, perlu dilakukan revitalisasi.
c. Saluran Pembawa (head race)
Saluran pembawa di semua lokasi PLTMH Beringin Tinggi menggunakan papan dan drum bekas (bekas drum minyak/oli) sebagai penghantar menuju bak penenang seperti diperlihatkan pada gambar 3.9
CV Bangun Cipta Persada 24 Gambar 3.9 Kondisi saluran pembawa di PLTMH Beringin Tinggi
di lokasi 1, 2, dan 3
CV Bangun Cipta Persada 25 Gambar 3.10 Kondisi saluran pembawa dari papan PLTMH
Beringin Tinggi lokasi 1, 2, dan 3
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, saluran pembawa harus terbuat dari konstruksi beton atau pasangan batu kali, sehingga saluran pembawa pada semua lokasi PLTMH Beringin Tinggi ini tidak memenuhi syarat teknis dan perlu dilakukan revitalisasi.
d. Saluran pengendap lumpur
Saluran pengendap lumpur berfungsi untuk mengendapkan lumpur dan sedimen yang terbawa masuk ke intake. Pada akhir saluran pengendap lumpur harus dilengkapi dengan pintu pembilas.
Pada semua titik PLTMH Beringin Tinggi ini tidak terdapat saluran pengendap lumpur, sehingga tidak memenuhi syarat kelayakan teknis. Oleh karena itu, perlu penambahan saluran pengendap lumpur dan pintu pembilas.
e. Bak Penenang dan saluran pelimpah
Bak penenang pada PLTMH Beringin Tinggi lokasi 3 terdiri dari bak penenang dengan konstruksi batu bata, trashrack bambu serta saluran pelimpah dari pipa paralon seperti diperlihatkan pada gambar 3.11 berikut:
CV Bangun Cipta Persada 26 Gambar 3.11 Kondisi bak penenang PLTMH Beringin Tinggi
lokasi 3
Sedangkan pada lokasi 1 dan 2, bak penenang terbuat dari konstruksi batu bata serta trashrack dari bambu tanpa menggunakan pipa pelimpah, seperti diperlihatkan pada gamabar 3.12 berikut:
Gambar 3.12 Kondisi bak penenang pada kelompok 1 (kanan) dan kelompok 2 (kiri)
. Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, pintu penguras dan pelimpah harus dibuat terpisah, trashrack harus terbuat dari plat besi. Dengan demikian, konstruksi bangunan penenang ini tidak layak secara teknis sehingga perlu adanya revitalisasi.
CV Bangun Cipta Persada 27 f. Penstock
Pada kelompok 1 PLTMH Beringin Tinggi, penstock menggunakan pipa PVC berdiameter 36 cm seperti diperlihatkan pada gambar 3.13 berikut:
Gambar 3.13 Kondisi penstock pada kelompok 1 PLTMH Konstruksi penstock pada lokasi 2 dan 3 PLTMH Beringin Tinggi terbuat dari drum yang berdiameter 60 cm seperti diperlihatkan pada gambar 3.14 berikut:
Gambar 3.14 Kondisi penstock pada kelompok 2 dan 3 PLTMH Beringin Tinggi
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, penstock harus terbuat dari pipa besi baja bentuk bulat. Oleh karena itu, konstruksi penstock pada kelompok 1, kelompok 2, serta kelompok 3 PLTMH
CV Bangun Cipta Persada 28 Beringin Tinggi ini tidak memenuhi kelayakan teknis, sehingga perlu dilakukan revitalisasi.
g. Rumah turbin (power house)
Rumah turbin pada semua lokasi PLTMH Beringin Tinggi dibuat dengan bangunan semi permanen dari kayu seperti diperlihatkan pad gambar 3.15 berikut:
Gambar 3.15 Kondisi rumah turbin PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1, 2, dan 3
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, bangunan power house harus terbuat dari bangunan permanen, dan harus dilakukan sejauh mungkin dari tepi sungai untuk menghindari banjir. Oleh karena itu, bangunan power house ini tidak memenuhi syarat kelayakan teknis dan perlu dilakukan revitalisasi.
g. Saluran pembuang (tailrace)
CV Bangun Cipta Persada 29 Konstruksi saluran pembuang PLTMH Beringin tinggi lokasi 3 terbuat dari saluran tanah biasa dengan dimensi tidak teratur seperti diperlihatkan pada gambar 3.16 berikut:
Gambar 3.16 Kondisi tailrace PLTMH Beringin Tinggi lokasi 3.
Sedangkan pada lokasi 1 dan 2, tailrace sudah menggunakan konstruksi beton sepanjang kurang lebih 3 m, selebihnya saluran pembuang ini masih terbuat dari saluran tanah seperti terlihat pada gambar 3. berikut.
Gambar 3.17 Kondisi tailrace PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1 dan 2
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, konstruksi tailrace harus terbuat dari pasangan batu atau beton. Oleh karena itu tailrace pada lokasi 1, 2, dan 3 tidak memenuhi syarat kelayakan teknis, sehingga perlu dilakukan revitalisasi.
CV Bangun Cipta Persada 30 3.3.5 Studi Kelayakan Mekanikal Elektrikal
a. Lokasi 1 PLTMH Beringin Tinggi
Infrastruktur mekanikal elektrikal pada lokasi 1 PLTMH Beringin Tinggi meliputi mesin turbin dan panel box electrical control.
Turbin yang digunakan berjenis crossflow. Bering yang digunakan berjenis MSK berukuran SN 512. Pulley turbin yang digunakan berjenis B3 berukuran 46 cm seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.18.
Gambar 3.18 Turbin cross flow pada PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1 berukuran B 110. As turbin yang digunakan berukuran 5,5 cm. Kondisi guidavane, baseframe turbin, adapter, generator, pulley generator, baseframe generator, v-Belt, as turbin dalam keadaan berfungsi. Daya maksimal yang dibangkitkan berdasarkan pemeriksaan lapangan adalah 21 KW.
Dari data turbin dan output daya tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa turbin tidak memenuhi syarat seperti yang direncanakan yaitu menghasilkan daya 30 KW (sesuai dengan
CV Bangun Cipta Persada 31 kapasitas generator). Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi untuk menyesuaikan kapasitas generator dan kemampuan turbin.
Panel control lokasi 1 PLTMH Beringin Tinggi memiliki jaringan distribusi berjenis twisted berukuran 50 x 80 cm dengan dilengkapi ampere meter dan volt meter.
Gambar 3.19 Kondisi jaringan distribusi kelompok 1 di daerah Beringin Tinggi
Tiang listrik berbahan kayu dengan kondisi darurat. MCB yang dimiliki berukuran 2 Ampere dengan kondisi tidak standar seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.20.
Gambar 3.20 Kondisi Tiang Listrik kelompok 1 di daerah Beringin Tinggi
CV Bangun Cipta Persada 32 PLTMH pada lokasi ini tidak memiliki ballast load, penangkal petir, pembumian, accessories tiang, toll kits, dan pengaman ballast.
b. Lokasi 2 PLTMH Beringin Tinggi
Infrastruktur mekanikal elektrikal pada PLTMH lokasi 2 meliputi mesin turbin dan panel box electrical control. Turbin yang digunakan berjenis crossflow seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.21.
Gambar 3.21 Kondisi turbin PLTMH Beringin Tinggi lokasi 2 Pulley turbin yang digunakan berjenis B3 dengan diameter 61 cm. Kondisi turbin, bering, pulley turbin dalam keadaan baik. Adapter yang digunakan berukuran 69 cm. Generator yang digunakan berjenis sincronus berukuran 30 KW 3 fhasa. Pulley generator berdiameter 5 inchi dan V –Belt jenis B 3 berukuran 125 cm. As turbin yang digunakan berukuran 6 cm. Kondisi guidavane, baseframe turbin, adapter, generator, pulley generator, baseframe generator, v-Belt, as turbin dalam keadaan berfungsi. Daya maksimal yang dibangkitkan berdasarkan pemeriksaan lapangan adalah 16 KW.
Dari data turbin dan output daya tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa turbin tidak memenuhi syarat seperti yang direncanakan yaitu menghasilkan daya 30 KW (sesuai dengan kapasitas generator). Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi untuk menyesuaikan kapasitas generator dan kemampuan turbin.
CV Bangun Cipta Persada 33 Panel kontrol PLTMH Beringin Tinggi lokasi 2 menggunakan jaringan distribusi berjenis twisted dengan ukuran 50 x 80 cm dengan dilengkapi ampere meter dan volt meter seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.22.
Gambar 3.22 Kondisi jaringan distribusi kelompok 2 di daerah Beringin Tinggi
Tiang listrik menggunakan kayu dan sudah banyak mengalami pelapukan. MCB yang dimiliki berukuran 2 Ampere dengan kondisi tidak standar seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.17
Gambar 3.23 Kondisi Tiang Listrik kelompok 2 di daerah Beringin Tinggi
CV Bangun Cipta Persada 34 c. Lokasi 3 PLTMH Beringin Tinggi
Infrastruktur mekanikal elektrikal pada PLTMH lokasi 3 ini meliputi mesin turbin dan panel box electrical control. Turbin yang digunakan berjenis crossflow dengan daya yang dihasilkan 30 KW seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.24.
Gambar 3.24 Kondisi turbin kelompok 3 di desa Beringin Tingggi Bering yang digunakan berjenis SNR berukuran NS512. Selain itu, pulley turbin yang digunakan berjenis B3 berukuran 20 inchi.
Kondisi turbin dan bering dalam keadaan baik. Adapter yang digunakan berukuran 60 cm. Generator yang digunakan berjenis sincronus berukuran 30 KW 3 Fhasa. Pulley generator jenis B3 berdiameter 5 inchi dan V –Belt jenis B 3 berukuran B 110. As turbin yang digunakan berukuran 5,5 cm. Kondisi guidavane, baseframe turbin, adapter, generator, pulley generator, baseframe generator, v-Belt, as turbin dalam keadaan baik. Daya maksimal yang dibangkitkan berdasarkan pemeriksaan lapangan adalah 7 KW.
Dari data turbin dan output daya tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa turbin tidak memenuhi syarat seperti yang direncanakan yaitu menghasilkan daya 30 KW (sesuai dengan kapasitas generator dan kemampuan turbin). Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi untuk menyesuaikan kapasitas generator dan kemampuan turbin.
CV Bangun Cipta Persada 35 Panel kontrol kelompok ini menggunakan jaringan distribusi berjenis twisted berukuran 50 x 80 cm dengan dilengkapi ampere meter dan volt meter dengan kondisi standar seperti diperlihatkan pada gambar 3.25 berikut:
Gambar 3.25 Kondisi panel control di PLTMH lokasi 3 Tiang listrik menggunakan kayu dan sudah banyak mengalami pelapukan sehingga perlu diganti. Aksesoris tiang tidak lengkap seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.26 berikut. MCB yang dimiliki berukuran 1 Ampere dengan kondisi tidak standar.
Gambar 3.26 Kondisi Tiang Listrik kelompok 3 di daerah Beringin Tinggi
CV Bangun Cipta Persada 36 Sementara itu, distribusi jaringan listrik menuju rumah warga pada setiap kelompok sudah terbagi dengan baik. Total 104 rumah telah teraliri listrik melalui pembangkit listrik ini. Berikut merupakan tabel distribusi jaringan setiap kelompok:
Tabel 3.2 Distribusi jaringan listrik ke rumah warga
No Kelompok Rumah Teraliri Keterangan
1 Kelompok 1 27 rumah -
2 Kelompok 2 40 rumah -
3 Kelompok 3 37 rumah -
Dari kondisi yang disajikan di atas, maka kondisi elektrikal dan mekanikal PLTMH Beringin Tinggi pada lokasi 1, 2, dan 3 disimpulkan masih bisa berjalan menghasilkan listrik. Namun, output listrik yang dihasilkan masih jauh dari perencanaan semula. Oleh karena itu dari komponen mekanikal elektrikal disimpulkan tidak layak dan perlu dilakukan revitalisasi untuk meningkatkan daya listrik yang dihasilkan.
3.4 Aspek Pengelolaan
Pengelolaan PLTMH di desa Beringin Tinggi baik di lokasi 1, 2, maupun 3 dilakukan oleh Lembaga atau kelompok masyarakat Desa yang dibentuk berdasarkan hasil musyawarah bersama sehingga terbentuk struktur lembaga yang meliputi ketua, wakil ketua, bendahara, serta operator yang merangkap sebagai mekanik. Lembaga tersebut berperan dalam pengelolaan serta pemeliharaan PLTMH. Hal ini dibuktikan dengan adanya struktur keorganisasian yang sudah terbentuk. Ketua, sekretaris, dan bendahara PLTMH pada 3 lokasi tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2 Struktur Pengurus PLTMH Desa Beringin Tinggi Pengurus PLTMH
Beringin Tinggi Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3
CV Bangun Cipta Persada 37
Ketua Arfan Aspari Taidi
Wakil ketua - Buneo Arjidin
Bendahara M. Suarman Syarial Nata
Sekretaris - - Adamuri
Jumlah anggota 30 orang 35 orang 48 orang
Di samping itu pada PLTMH Beringin Tinggi sudah ada aturan dan sanksi yang dibuat oleh masyarakat seperti berikut ini:
a. Setiap anggota wajib membayar iuran bulan
b. Apabila ada anggota yang tidak membayar bulanan berturut-turut selama 3 bulan maka listrik ke ruamhnya di cabut.
c. Kalau ingin menyambung kembali listrik yang dicabut maka harus melunasi iuran yang menunggak 3 bulan
d. Setiap anggota wajib hadir ketika ada kegiatan goro bersama untuk memperbaiki apabila ada kerusakan,wajib membayar apabila ada kesepakatan iyuran.
e. Apabila ada anggota yang tidak hadir goromaka dikenakan denda Rp 60.000,-
f. Selalu musyawarah apabila ada keperluan untuk kelompok.
Agar PLTMH dapat berjalan dan beroperasi maksimal tentu saja diperlukan dukungan dan pemeliharaan dari seluruh warga Desa Beringin Tinggi serta dari pemerintah daerah setempat. Selain itu, Perlu adanya peningkatan kinerja dari tiap elemen masyarakat dalam merawat PLTMH. Berdasarkan kajian tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa lokasi Desa Beringin Tinggi layak untuk dilakukan revitalisasi PLTMH dengan pendampingan oleh pemerintah setempat.
3.5 Kesimpulan Komprehensif Studi Kelayakan (Feasibility Study)
Untuk mengetahui secara komprehensif kelayakan PLTMH Beringin Tinggi pada 3 lokasi tersebut, berikut ini disajikan tabel kelayakan komprehensif.
CV Bangun Cipta Persada 38 Tabel 3.2 Rekapitulasi analisis kelayakan komprehensif PLTMH Beringin Tinggi
Aspek
Berdasarkan tabel tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat di 3 lokasi PLTMH di Beringin Tinggi sudah siap dalam mengelola PLTMH dari sisi kelembagaan, legal, pengelolaan, sosial ekonomi, lingkungan. Namun dari aspek infrastruktur sipil dan mekanikal elektrikal tidak layak, dalam arti baik konstruksi bangunan sipil dan mekanikal elektrikal tidak memenuhi standar perencanaan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 06 tahun 2016 tentang.
Oleh karena itu, direkomendasikan untuk membangun sebuah PLTMH baru yang dapat memberi pasokan listrik kepada ketiga wilayah yang
CV Bangun Cipta Persada 39 bersangkutan. Sedangkan merevitalisasi setiap PLTMH agar sesuai dengan kondisi standar teknis tidak disarankan.
CV Bangun Cipta Persada 40 BAB IV
ANALISA DAN PERENCANAAN
4.1 Parameter Perencanaan
Berdasarkan rekomendasi feasibility study maka akan dilakukan perencanaan PLTMH di loksai baru yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan 3 (tiga) PLTMH di Beringin Tinggi. Adapun lokasi pembangunan PLTMH baru ini adalah seperti pada gambar berikut ini
Gambar 4.1 Lokasi PLTMH Beringin Tinggi baru
Untuk merencanakan PLTMH, parameter topografi, hidrologi, daya dukung tanah, dan lingkungan untuk melaksanakan operasi dan pemeliharaan sangat penting. Dalam perencanaan DED ini, akan ditinjau parameter topografi, hidrologi dan daya dukung tanah sebagai parameter penting dalam perencanaan teknis. Parameter hidrologi yang penting adalah debit rancangan, seangkan parameter topografi adalah head atau tinggi terjunan, dan pada daya dukung tanah adalah stabilitas tanah.
Lokasi PLTMH baru
CV Bangun Cipta Persada 41 4.1.1 Debit Rancangan
Berdasarkan hasil studi pada PLTMH Beringin Tinggi, diapakai debit rencana atas sebesar 1,0 m3/s, dan debit rencana bawah sebesar 0,5 m3/s dengan output yang diharapkan sebesar 50 KW.
4.1.2 Head (tinggi terjunan)
Dari hasil pengukuran topografi, diperoleh beda tinggi sebesar 11,0 m.
Oleh karena itu akan digunakan turbin jenis cross flow. Turbin jenis cross flow perlu memperhatikan terhadap penggenangan akibat banjir. Oleh karena itu power house turbin cross flow ini diletakkan minimal 2,5 m dari muka air normal.
4.1.3 Daya dukung tanah
Berdasarkan data topografi, dapat disimpulkan bahwa lokasi PLTMH Beringin Tinggi baru terletak pada daerah dengan kemiringan sedang sampai tingi. Struktur tanahnya berupa tanah lempung berbatu ukuran kecil sampai sedang, dan struktur tebing sungai relatif terjal namun tidak ditemukan longsoran tebing sepanjang sungai. Kelongsoran tebing sungai pernah terjadi akibat pengerukan oleh masyarakat. Hal di atas berarti daya dukung tanah pada lokasi tersebut baik. Dari hasil pengamatan struktur bangunan PLTMH lainnya yang ada (lokasi 1, 2, dan 3) yaitu intake, head race, bak penenang, dan power house yang tidak mengalami kerusakan konstruksi misalnya retak – retak, bergeser, patah, dll., selama lebih dari 10 tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa daya dukung tanah pada lokasi PLTMH baru yang tidak jauh dari PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1 cukup kuat untuk menahan bangunan – bangunan yang akan dibangun pada PLTMH baru.
4.1.4 Demand Ketersediaan dan Kebutuhan Listrik
Berdasarkan data kebutuhan listrik per rumah yang disurvey, maka demand tiap – tiap rumah tidak lebih dari 220 watt. Oleh karena itu, maka direncanakan setiap kepala keluarga akan mendapatkan pasokan listrik
CV Bangun Cipta Persada 42 sebesar 220 watt, dengan jumlah rumah saat ini yang sudah teraliri adalah sebagai berikut:
No Kelompok Rumah Teraliri
1 Kelompok 1 27 rumah
2 Kelompok 2 40 rumah
3 Kelompok 3 37 rumah
Total rumah 104 rumah
Setiap rumah mampu membayar iuran sebesar Rp 20.000,00 – Rp 30.000,00 per bulan. Kebutuhan total daya desa Beringin Tinggi adalah:
Kebutuhan = Output daya x jumlah rumah
= 220 x 104
= 23000 watt
Berdasarkan data hidrologi dan head, maka dapat dibangun PLTMH dengan daya output 88 KW. Daya ini dapat untuk memenuhi kebutuhan listrik di desa Beringin Tinggi yang besarnya 23 KW. Sehingga, daya listrik yang belum digunakan adalah sebesar 65 KW. Daya yang belum digunakan ini direncakan untuk dapat meng-cover kebutuhan listrik untuk masa depan (10 hingga 20 tahun), serta dapat digunakan untuk industri kopi dan bawang merah dalam skala kecil.
4.2 Perencanaan dan Sistem Konstruksi 4.2.1 Sistem PLTMH
Sistem PLTMH baru yang akan dibangun tidak menggunakan saluran pembawa, jadi dari intake langsung menuju bak pengendap, bak penenang, penstock, power house, dan tailrace. Berikut ini adalah sistem PLTMH yang akan dibangun
CV Bangun Cipta Persada 43 Gambar 4.3 Sistem PLTMH pada peta topografi lokasi PLTMH baru
Sedangkan sistem yang lebih detail dari bagian – bagian PLTMH adalah sebagai berikut:
Gambar 4.4 Desain dasar sistem PLTMH Beringin Tinggi
CV Bangun Cipta Persada 44 4.2.2 Perencanaan Bangunan Sipil
Fasilitas bangunan sipil yang dibutuhkan untuk PLTMH Beringin Tinggi baru ini antara lain bendung, bangunan penyadap air (intake), bak pengendap dan penenang (forebay), rumah turbin (power house), dan saluran pembuangan (tail race). Untuk penjelasan komponen sipil di atas akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Bangunan Bendung
Bendung yang akan dibangun pada PLTMH Beringin Tinggi ini harus memenuhi syarat Permen ESDM nomor 3 tahun 2016, dan sesuai dengan standard Dirjen SDA Kementerian PUPR. Bangunan bending direncanakan dibangun pada koordinat S 02°32’51.98” dan E 102°02’44.07”.
Gambar 4.6 Bangunan bendung (tampak atas)
Tinggi bendung adalah 2,5 m. Panjang bendung direncanakan 10 meter. Bangunan bendung ini dilengkapi dengan pilar penghantar dan pintu sadap dan pembilas.
CV Bangun Cipta Persada 45 Gambar 4.7 Potongan bendung
2. Bangunan Sadap Air (Intake)
Untuk mendapatkan debit yang maksimal maka digunakanlah intake atau biasa disebut bangunan sadap air di pinggir bendung dengan dimensi sesuai dengan debit rencana yang ditentukan, yaitu 1 m3/s.
Struktur intake berupa pasangan batu kali dengan plesteran semen.
Bangunan intake dibuat menyatu dengan bangunan bendung.
Gambar 4.8 Bangunan Penyedap Air (Intake) di PLTMH di Beringin Tinggi
CV Bangun Cipta Persada 46 Gambar 4.9 Potongan Intake
Dimensi bangunan Intake yang akan dipergunakan dapat dihitung menggunakan rumus seperti di bawah ini.
Dengan :
Cd (koefisien debit) = 0,80 (rekomendasi JICA) h (tinggi pintu air rencana) = 1 m
g (percepatan gravitasi) = 9,81 m/s2
z (kehilangan energi bukaan air) = 0,25 m (rekomendasi JICA) maka nilai dimensi intake adalah sebagai berikut :
1 = b x 1 x 0.8 √2 x 9.81 x 0.25 b = 0,56 m
Jadi dimensi pintu pengambilan dengan ukuran lebar bersih yaitu 0,56 meter dan tinggi pengambilan yaitu 1 meter.
CV Bangun Cipta Persada 47 Pada muka depan pintu dipasang saringan sampah dengan ukuran lebar 0,56 meter dan tinggi 1 m. Ukuran luas bersih untuk melewati air yang diharapkan digunakan rumus sebagai berikut
Dimana :
Q = Debit air (m3/s) = 1 m3/s V = Kecepatan air masuk (m/s)
Kecepatan rencana air masuk (direkomendasikan 0,6 – 1 m/s) diambil kecepatan (v) yaitu 0,8 m/s. Maka nilai luasan (A) bersih yang diharapkan adalah: 1/0,8 = 1,25 m2, dengan tinggi intake (h) 1,0 m maka didapat lebar intake (B) = 1,25 m, direkomendasikan menjadi 1,30 m.
3. Bak Pengendap
Bak pengendap lumpur berfungsi untuk menampung sedimen lumpur sebelum air masuk ke bak penenang. Dimensi bak pengendap dapat dihitung dengan persamaan di bawah ini.
v = umumnya 0,3 m/s sampai 0,6 m/s, dipakai 0,45 m/s (rekomendasi JICA)
w = 0,1 m/detik dengan target ukuran butir sekitar 0,5 – 1 mm h = tinggi air basah 1,40 m (lebih rendah 0,4 m dari dasar intake) Maka, panjang bak pengendap dapat dihitung :
L = 0,45 x 1,40/0,1
L = 6,3 m, dibulatkan menjadi 7 m.
CV Bangun Cipta Persada 48 B = 1,0 / (1,4 x 0,45)
B = 1,58 m, dibulatkan menjadi 1,75 m
Jadi, lebar saluran Pengendap adalah 1,75 m dan panjang 7 m.
Kapasitas saluran pengendap
v = 7 x 1,75 x 1,4 v = 17,15 m3
Jadi kapasistas saluran pengendap adalah 17,15 m3
Gambar 4.10 Potongan saluran pengendap
CV Bangun Cipta Persada 49 4. Pintu penguras lumpur
Pintu penguras lumpur direncanakan terletak pada akhir bangunan pengendap lumpur, dengan dimensi lebar yaitu 1 m dan kedalaman 1,4 m.
Gambar 4.11 Pintu penguras lumpur 5. Saluran pelimpah (spillway)
Saluran pelimpah berfungsi untuk membuang air kelebihan yang masuk ke intake. Spillway dibuat untuk mengantisipasi kelebihan level air pada bak penenang atau dengan kata lain untuk mencegah terjadinya overtoping. Keberadaan spillway mutlak diperlukan dalam PLTMH ini.
Rumus yang digunakan untuk mendesain spillway adalah sebagai berikut:
Dimana:
= kedalaman air pada spillway (m)
= lebar spillway (m)
= debit aliran masuk (m^3/s) = koefisien (1.8)
CV Bangun Cipta Persada 50 Dimensi saluran pelimpah sesuai dengan dimensi yang ada yaitu lebar 1 m, sehingga diperoleh tinggi spillway
hsp = 0,36 m, dibulatkan menjadi 0,40 m
Gambar 4.12 Spillway 6. Bak Penenang (Forebay)
Bak penenang berfungsi untuk menampung air sebelum air masuk ke dalam pipa hisap. Dimensi bak penenang dapat dihitung dengan persamaan di bawah ini.
v = umumnya 0,3 m/s sampai 0,6 m/s, (rekomendasi JICA) dipakai 0,3 m/s
w = 0,1 m/s dengan target ukuran butir sekitar 0,5 – 1 mm h = tinggi air basah 1,40 m
Maka, panjang Bak Penenang dapat dihitung :
Maka, panjang Bak Penenang dapat dihitung :