• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM

2.1 Wilayah Administratif dan Keadaan Geografis

Desa Beringin Tinggi merupakan salah desa yang berada di Kecamatan Sungai Tenang Kab. Merangin. Desa Beringin Tinggi memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk kedepannya. Salah satu potensi yang ada di Desa Beringin Tinggi adalah pemanfaatan sumber daya alam seperti sungai yang dijadikan sebagai sumber energi penerangan.

Gambar 2.1 Peta Satelit Persebaran 3 titik PLTMH di wilayah Desa Beringin Tinggi (Sumber : Dokumen WARSI)

2.2 Akses ke Lokasi

Lokasi pembangunan PLTMH berada di Desa Beringin Tinggi, Kecamatan Sungai Tenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Secara umum, akses menuju lokasi pembangunan PLTMH masih bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, namun pada keadaan tertentu seperti saat keadaan hujan dengan intensitas tinggi, akses ke lokasi hanya bisa dilakukan

CV Bangun Cipta Persada 10 dengan kendaraan roda dua. Akses menuju lokasi pembangunan PLTMH disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel 2.1 Akses menuju Lokasi PLTMH Beringin Tinggi

Tempat Jarak Jambi (Bandara Sultan Thaha)

± 850 ± 2 Ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang.

Bandara Sultan Thaha – Bangko (ibukota Kab. Merangin)

± 250 ± 6 Ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat. Jalan aspal kondisi baik.

Bangko – Desa Rantausuli

± 100 ± 3 Ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat. Jalan aspal kondisi baik. Desa Beringin Tinggi

– Lokasi PLTMH

± 0,5 ± 1/4 Ditempuh dengan jalan kaki.

CV Bangun Cipta Persada 11 BAB III

ASPEK KELAYAKAN

3.1 Aspek Legal

Pada lokasi Desa Beringin Tinggi akan dilakukan revitalisasi PLTMH.

Desa ini telah memiliki lembaga pengelola yang dibentuk masyarakat setempat untuk mengelola PLTMH yang sudah ada. Revitalisasi PLTMH yang akan dilakukan ini, diharapkan dapat mengoptimalkan dan meningkatkan daya energi listrik, manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penggunaan energi listrik yang dihasilkan PLTMH saat ini hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di malam hari, akan tetapi penggunaan energi listrik oleh masyarakat sudah mulai diperlukan untuk kebutuhan industri di siang maupun sore hari.

Pengembangan pertanian bawang merah yang dilakukan oleh masyarakat diprediksi kedepannya membutuhkan peningkatan energi listrik. Oleh karena itu revitalisasi ini sangat diperlukan untuk menunjang kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan perekonomian. Revitalisasi PLTMH akan menghasilkan:

1. Peningkatan daya output energi listrik sehingga masyarakat dalam satu desa ini hanya memerlukan satu unit PLTMH dari yang semula menggunakan 3 unit PLTMH.

2. Peningkatan produktivitas masyarakat yang dapat meningkatkan perekonomian.

Pada pembangunan tiga unit PLTMH Beringin Tinggi I, II, dan III tahun 2006 masing-masing kelompok membentuk struktur pengelola yang meliputi ketua, wakil ketua, bendahara, anggota dan operator yang merangkap sebagai mekanik dan bertugas menghidupkan dan mematikan PLTMH serta memperbaiki alat yang rusak. Struktur pengelola tersebut berfungsi dalam pengelolaan dan perawatan.

Berdasarkan hal tersebut, aspek legal pembangunan PLTMH Desa Beringin Tinggi akan mudah dilakukan karena masyarakat, instansi, dan pemerintah telah memiliki pengalaman dalam pembangunan PLTMH serta dapat mengupayakan perijinan revitalisasi PLTMH maupun jika akan dibangun PLTMH yang baru.

Aspek legal pembangunan PLTMH mencakup:

CV Bangun Cipta Persada 12 1. Aspek Legal Kelembagaan Pengelola PLTMH (Lembaga yang mengurus

pengelolaan PLTMH Beringin Tinggi sampai saat ini masih ada, sehingga keberadaan lembaga pengelola PLTMH sudah legal).

2. Aspek Legal Lahan yang digunakan sistem PLTMH (PLTMH Beringin Tinggi saat ini masih ada dan beroperasi, lahan yang dipakai milik desa setempat yang sudah mendapatkan ijin dari pemerintah desa, sehingga memenuhi aspek legal lahan).

3. Aspek Legal Ijin Pemanfaatan Energi Air dari Dinas Sumber Daya Air (Ijin sudah ada karena PLTMH ini sudah terbangun).

4. Aspek Ijin Prinsip Pembangunan PLTMH (Ijin sudah ada karena PLTMH ini sudah terbangun).

5. Aspek Ijin Laik Operasi PLTMH (Ijin sudah ada karena PLTMH ini sudah terbangun).

6. Surat Rekomendasi dari Petinggi Desa Beringin Tinggi untuk Pembangunan PLTMH (Pembangunan PLTMH ini merupakan permintaan dari petinggi desa Beringin Tinggi dan masyarakat setempat).

Dengan kondisi di atas, dapat disimpulkan pembangunan PLTMH baru di Desa Beringin Tinggi ini memenuhi syarat kelayakan dari Aspek Legal.

3.2 Aspek Sosial Ekonomi

Masyarakat Desa Beringin Tinggi memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya gotong royong untuk pembangunan dan keberlangsungan desa.

Pertanian dan produksi bawang merah di desa ini membuat perekonomian masyarakat desa ini cukup stabil. Selain itu diharapkan dengan pemebrdayaan masyarakat terus-menerus terutama bidang pasca produksi perekonomian masyarakat yang didukung oleh energi listrik dari PLTMH akan semakin maju.

Masyarakat sangat terbuka terhadap pendatang yang bertujuan untuk membantu pembangunan desa mereka, meskipun demikian Beringin Tinggi secara sosiologis merupakan masyarakat yang mandiri. Lokasi wilayah desa Beringin Tinggi berdekatan dengan hutan dan sungai membuat masyarakat peduli terhadap sumber daya hutan sehingga mereka tidak menebang pohon secara berlebih.

CV Bangun Cipta Persada 13 Beberapa masyarakat masih menggunakan sungai sebagai sumber air utama kehidupan mereka.

Masyarakat desa yang tinggal di dekat unit PLTMH memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga dan merawat unit PLTMH yang telah dibangun, sehingga PLTMH dapat beroperasi hingga saat ini (10 tahun) meskipun daya yang dihasilkan belum optimal. Berdasarkan pengamatan lapangan langsung, masyarakat dapat hidup rukun dan bergotong-royong demi setiap aktivitas terkait dengan kepentingan pengelolaan PLTMH.

Masyarakat Beringin Tinggi memiliki mata pencarian sebagai petani ladang bawang merah dan petani sawah. Pengelolaan persawahan masih dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan primer dan saat ini sudah ditanam padi yang dapat dipanen sebanyak 3 kali dalam 1 tahun. Pengelolaan sumber daya alam pada umumnya dilakukan oleh masyarakat guna menjamin kesejahteraan masyarakat desa tersebut. Demikian juga pemanfaatan sumber daya air untuk tenaga listrik (PLTMH) dilakukan oleh masyarakat desa. Perkembangan perekonomian ke depan salah satunya tergantung dari pengembangan dan ketersediaan energi listrik di desa tersebut.

Manfaat yang dapat diperoleh dari revitalisasi PLTMH di Desa Beringin Tinggi antara lain:

1. Keamanan lingkungan dapat ditingkatkan dengan adanya penerangan di lingkungan desa.

2. Masyarakat paham akan hubungan antara hutan dan PLTMH sehingga masyarakat sangat tekun dalam menjaga hutan agar tetap lestari.

3. Dengan adanya listrik masyarakat dapat menggunakan peralatan untuk mendukung kehidupan sehari – hari (misalnya televisi, seterika, rice cooker, dll.).

Upaya revitalisasi PLTMH diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, keamanan, dan pada gilirannya nanti akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, revitalisasi PLTMH di Beringin Tinggi memenuhi syarat kelayakan dari Aspek Sosial Ekonomi.

CV Bangun Cipta Persada 14 3.3 Aspek Teknis

3.3.1 Studi Topografi

Survei topografi diperlukan untuk mengetahui secara detail letak komponen – komponen PLTMH seperti bendung, intake, head race, bak penenang, power house, penstock, dll. Survey topografi yang dilakukan menghasilkan gambar berikut ini

Gambar 3.1 Peta topografi PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1

Gambar 3.2 Peta topografi PLTMH Beringin Tinggi lokasi 2

CV Bangun Cipta Persada 15 Gambar 3.3 Peta topografi PLTMH Beringin Tinggi lokasi 3

Dari peta topografi tersebut didapat data – data yang disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 3.1 Data Topografi PLTMH Beringin Tinggi

Elevasi Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Bak penenang +685.00 +673.00 +641.00 Poros turbin +678.00 +668.00 +636.50 Beda tinggi

(head)

7 meter 5 meter 4,50 meter

Intake +686.00 +675.75 +643.00

Panjang head race

130 meter 160 meter 140 meter

Kemiringan head race

0,0077 0,017 0,014

Kelayakan Layak Layak Layak

CV Bangun Cipta Persada 16 Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis topografi tersebut di atas, maka dinyatakan tata letak topografi PLTMH Beringin Tinggi di ketiga lokasi layak secara topografi.

3.3.2 Studi Hidrologi

Data ketersedian air (data debit, data hujan, data tinggi muka air, data catchment area, dll.) pada DAS Beringin Tinggi diperlukan dalam memenuhi kebutuhan data untuk perencanaan detail atau Detail Engineering Design (DED) pada optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Laporan penunjang aspek hidrologi merupakan laporan hasil survei lapangan dan studi literatur yang meliputi:

1. Kondisi dan karakteristik daerah aliran sungai.

2. Iklim dan Metrologi dari lokasi PLTMH.

3. Penyelidikan survei lapangan.

4. Pengolahan dan analisis data.

5. Debit rancangan/desain.

Data hidrologi tediri dari data primer dan data sekunder. Data primer didapat melalui survey langsung lapangan pada lokasi PLTMH dan sekitarnya termasuk daerah aliran sungai terkait. Sedangkan data sekunder diperoleh dari lembaga – lembaga terkait dengan hidrologi dan geofisika. Kedua data primer dan sekunder tersebut dikolaborasikan dan dianalisis untuk menghasilkan data dukung kelayakan hidrologi bagi pembangunan PLTMH.

3.3.2.1 Daerah Aliran Sungai (DAS)

Untuk mengetahui secara makro keterkaitan antara PLTMH dan kondisi dataran sungai serta pola hujan aliran di lokasi tersebut diperlukan studi mengenai daerah aliran sungai. DAS Batang Tembesi pada titik lokasi PLTMH Beringin Tinggi digambarkan sebagai berikut:

CV Bangun Cipta Persada 17 Gambar 3.4 Peta DAS Batang Tembesi di PLTMH Beringin Tinggi

Studi DAS ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana sustainabilitas pasokan air dari DAS yang bersangkutan dengan melihat seberapa besar kondisi tutupan lahan dan kondisi lahan kritis di DAS tersebut. Dari survey lapangan, didapat bahwa sebagian besar DAS Batang Tembesi pada titik PLTMH masih didominasi oleh hutan rakyat yang terjaga. Terdapat juga lahan perkebunan kopi rakyat dan bawang merah yang sudah relatif lama dikerjakan oleh masyarakat secara turun temurun.

Namun karena luasnya relatif kecil dibanding luas DAS tersebut maka pengaruhnya terhadap pasokan air tidak signifikan. Berdasarkan analisis DAS di atas, maka disimpulkan bahwa DAS Batang Tembesi ini masih mampu menopang ketersediaan air untuk PLTMH Beringin Tinggi.

3.3.2.2 Curah Hujan

Data curah hujan diambil dari stasiun BMKG yang berada di Kabupaten Merangin disajikan dalam bentuk grafik sebagai berikut:

CV Bangun Cipta Persada 18 Gambar 3.5 Grafik tinggi hujan bulanan rata – rata di Kabupaten Merangin

tahun 2008-2016

Dari data tinggi hujan BMKG tersebut diperoleh informasi bahwa tinggi hujan tahunan adalah sebesar 2.210 mm per tahun. Tinggi hujan tersebut masih terpengaruh oleh El Nino sehingga pada kondisi normal tinggi hujan akan lebih dari 2.210 mm per tahun. Tinggi hujan ini termasuk tinggi hujan yang mencukupi karena besarnya lebih dari 2.000 mm per tahun.

Hasil pengukuran debit sungai pada bulan Desember 2016 adalah sebesar 9,35 m3/s. Hasil hitungan hujan aliran dengan menggunakan data peta DAS dan pengukuran tinggi hujan menggunakan metode F.J. Mock, dapat ditampilkan sebagai berikut:

CV Bangun Cipta Persada 19 Gambar 3.6 Kurva durasi aliran sungai Batang Tembesi (hasil analisis

hujan aliran metode F.J. Mock)

Berdasarkan pengukuran lapangan, didapat debit pada musim akhir penghujan adalah sebesar 9,35 m3/s dan berdasarkan informasi penduduk terdapat waktu dimana sungai Batang Tembesi kering atau debitnya 0,00 m3/s. Debit rencana sebesar 1,0 m3/s mempunyai keandalan sebesar 80 %. Sedangkan pada debit rendah misalnya sebesar 0,50 m3/s mempunyai keandalan sebesar 85 %.

Berdasarkan analisis hidrologi tersebut di atas maka disimpulkan bahwa sungai Batang Tembesi secara umum mampu memasok air ke PLTMH, namun pada puncak musim kemarau dimungkinkan adanya kekeringan sehingga PLTMH tidak dapat berjalan. Oleh karena itu direkomendasikan untuk mengganti turbin dengan fleksibilitas debit yang tinggi, misalnya turbin cross flow.

3.3.3 Studi Lingkungan

Desa Beringin Tinggi memiliki sumber daya alam seperti sungai, hutan, dan ladang disekitar desa yang dimanfaatkan oleh warga untuk menunjang perekonomian mereka. Sumber daya alam seperti sungai didukung dengan keberadaan vegetasi riparian yang memiliki fungsi ekologis sebagai penyangga bagi ekosistem terestrial dan akuatik sungai tersebut.

Keberadaan vegetasi riparian dapat menjaga kualitas air sungai, mereduksi

CV Bangun Cipta Persada 20 polutan di perairan, menjaga suhu air, pengendalian terhadap erosi dan sedimentasi, dan menjaga kestabilan tebing sungai. Vegetasi riparian menjadi habitat hewan liar berlindung, kawin, dan memijahkan telur (ikan). Jenis riparian alami yang banyak dijumpai dilokasi antara lain rumput, semak dan herba yang meliputi Amaranthus spp. Euphatorium odorantum, Cyperus sp., Paspalum sp., Piper sp., Commelina sp., sedangkan jenis riparian pertanian yang banyak dijumpai meliputi kelapa (Cocos nucifera), pisang (Musa spp.), padi (Oryza sativa), bambu (Bambusa sp.). Vegetasi riparian adalah habitat perifiton yang sangat disukai ikan sepat (Trichogaster pectoralis), dan serangga air yang menjadi sumber makanan berbagai jenis ikan seperti kelesa (Scleropages formosus), lais (Cryptoferus), dan keli (Clarias melanoderma).

Semakin banyak vegetasi maka semakin banyak invertebrata yang masuk ke sungai sehingga mampu meningkatkan jumlah ikan.

Hutan di desa ini memiliki peran penting karena mampu menyimpan air. Pohon yang ditanam dalam hutan lindung memiliki peran penting dalam siklus air. Budidaya pertanian yang dikembangkan oleh masyarakat antara lain bawang merah dan persawahan guna menunjang kebutuhan primer masyarakat.

Sumber Energi listrik yang digunakan masyarakat hanya bersumber dari PLTMH yang memanfaatkan sungai sebagai sarana pendukung sehingga masyarakat perlu menjaga kelestarian hutan maupun sungai yang menunjang keberlangsungan PLTMH. Infrastruktur jalan terutama akses jalan masuk ke desa belum sempurna karena masih berupa tanah sehingga sangat menyulitkan warga masyarakat dalam pengembangan perekonomian.

Kesulitan akses jalan masuk menuju desa menjadi alasan utama yang membuat warga desa kurang bisa mendapatkan bantuan pemerintah secara penuh. Selain itu keterbatasan sumber energi listrik pun menjadi kendala yang dapat menghambat perkembangan ekonomi masyarakat desa. Keberlajutan dari program ini, diharapkan mampu meningkatkan infrastruktur desa serta peningkatan pasokan energi listrik untuk membantu masyarakat dalam membangun desa.

CV Bangun Cipta Persada 21 Dengan adanya upaya revitalisasi PLTMH, diharapkan mampu mengembangkan dan memajukan pembangunan khususnya peningkatan insfrastruktur yang ada. Berdasarkan hal diatas, lokasi Desa Beringin Tinggi disimpulkan memenuhi syarat kelayakan lingkungan.

3.3.4 Studi Kelayakan Infrastruktur Sipil

Infrastruktur civil work di desa Beringin Tinggi meliputi bendung, intake, saluran pembawa, bak penenang, spillway, penstock, abutmen penstock, support block, power house.

a. Bendung

Bendung yang dimiliki pada PLTMH Beringin Tinggi, baik kelompok 1, kelompok 2, maupun kelompok 3 semuanya merupakan tipe non – teknis yang tersusun atas tumpukan batu kali tanpa semen, kayu – kayu persegi memanjang, dan tanah seperti diperlihatkan pada gambar 3.7.

CV Bangun Cipta Persada 22 Gambar 3.7 Badan bendung pada PLTMH Beringin Tinggi

kelompok 1, 2, dan 3

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, bendung harus terbuat dari konstruksi beton. Sehingga bendung pada lokasi PLTMH Beringin Tinggi ini tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi dengan menggunakan konstruksi beton.

b. Intake

Konstruksi intake di tiga lokasi PLTMH Beringin Tinggi dibangun tanpa menggunakan pasangan batu, dasar dan dinding salurannya masih berupa tanah terbuka. Pintu intake tidak permanen terbuat dari bambu sekaligus sebagai trashrack penyaring sampah. Kondisi intake tersebut diperlihatkan pada gambar 3.8.

CV Bangun Cipta Persada 23

Gambar 3.8 Kondisi intake PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1, 2, dan 3

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, intake harus dibuat secara teknis dari konstruksi beton dengan trashrack dari plat besi, sehingga baik bangunan intake dan trashrack pada PLTMH Beringin Tinggi ini tidak memenuhi syarat, perlu dilakukan revitalisasi.

c. Saluran Pembawa (head race)

Saluran pembawa di semua lokasi PLTMH Beringin Tinggi menggunakan papan dan drum bekas (bekas drum minyak/oli) sebagai penghantar menuju bak penenang seperti diperlihatkan pada gambar 3.9

CV Bangun Cipta Persada 24 Gambar 3.9 Kondisi saluran pembawa di PLTMH Beringin Tinggi

di lokasi 1, 2, dan 3

CV Bangun Cipta Persada 25 Gambar 3.10 Kondisi saluran pembawa dari papan PLTMH

Beringin Tinggi lokasi 1, 2, dan 3

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, saluran pembawa harus terbuat dari konstruksi beton atau pasangan batu kali, sehingga saluran pembawa pada semua lokasi PLTMH Beringin Tinggi ini tidak memenuhi syarat teknis dan perlu dilakukan revitalisasi.

d. Saluran pengendap lumpur

Saluran pengendap lumpur berfungsi untuk mengendapkan lumpur dan sedimen yang terbawa masuk ke intake. Pada akhir saluran pengendap lumpur harus dilengkapi dengan pintu pembilas.

Pada semua titik PLTMH Beringin Tinggi ini tidak terdapat saluran pengendap lumpur, sehingga tidak memenuhi syarat kelayakan teknis. Oleh karena itu, perlu penambahan saluran pengendap lumpur dan pintu pembilas.

e. Bak Penenang dan saluran pelimpah

Bak penenang pada PLTMH Beringin Tinggi lokasi 3 terdiri dari bak penenang dengan konstruksi batu bata, trashrack bambu serta saluran pelimpah dari pipa paralon seperti diperlihatkan pada gambar 3.11 berikut:

CV Bangun Cipta Persada 26 Gambar 3.11 Kondisi bak penenang PLTMH Beringin Tinggi

lokasi 3

Sedangkan pada lokasi 1 dan 2, bak penenang terbuat dari konstruksi batu bata serta trashrack dari bambu tanpa menggunakan pipa pelimpah, seperti diperlihatkan pada gamabar 3.12 berikut:

Gambar 3.12 Kondisi bak penenang pada kelompok 1 (kanan) dan kelompok 2 (kiri)

. Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, pintu penguras dan pelimpah harus dibuat terpisah, trashrack harus terbuat dari plat besi. Dengan demikian, konstruksi bangunan penenang ini tidak layak secara teknis sehingga perlu adanya revitalisasi.

CV Bangun Cipta Persada 27 f. Penstock

Pada kelompok 1 PLTMH Beringin Tinggi, penstock menggunakan pipa PVC berdiameter 36 cm seperti diperlihatkan pada gambar 3.13 berikut:

Gambar 3.13 Kondisi penstock pada kelompok 1 PLTMH Konstruksi penstock pada lokasi 2 dan 3 PLTMH Beringin Tinggi terbuat dari drum yang berdiameter 60 cm seperti diperlihatkan pada gambar 3.14 berikut:

Gambar 3.14 Kondisi penstock pada kelompok 2 dan 3 PLTMH Beringin Tinggi

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, penstock harus terbuat dari pipa besi baja bentuk bulat. Oleh karena itu, konstruksi penstock pada kelompok 1, kelompok 2, serta kelompok 3 PLTMH

CV Bangun Cipta Persada 28 Beringin Tinggi ini tidak memenuhi kelayakan teknis, sehingga perlu dilakukan revitalisasi.

g. Rumah turbin (power house)

Rumah turbin pada semua lokasi PLTMH Beringin Tinggi dibuat dengan bangunan semi permanen dari kayu seperti diperlihatkan pad gambar 3.15 berikut:

Gambar 3.15 Kondisi rumah turbin PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1, 2, dan 3

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, bangunan power house harus terbuat dari bangunan permanen, dan harus dilakukan sejauh mungkin dari tepi sungai untuk menghindari banjir. Oleh karena itu, bangunan power house ini tidak memenuhi syarat kelayakan teknis dan perlu dilakukan revitalisasi.

g. Saluran pembuang (tailrace)

CV Bangun Cipta Persada 29 Konstruksi saluran pembuang PLTMH Beringin tinggi lokasi 3 terbuat dari saluran tanah biasa dengan dimensi tidak teratur seperti diperlihatkan pada gambar 3.16 berikut:

Gambar 3.16 Kondisi tailrace PLTMH Beringin Tinggi lokasi 3.

Sedangkan pada lokasi 1 dan 2, tailrace sudah menggunakan konstruksi beton sepanjang kurang lebih 3 m, selebihnya saluran pembuang ini masih terbuat dari saluran tanah seperti terlihat pada gambar 3. berikut.

Gambar 3.17 Kondisi tailrace PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1 dan 2

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil, konstruksi tailrace harus terbuat dari pasangan batu atau beton. Oleh karena itu tailrace pada lokasi 1, 2, dan 3 tidak memenuhi syarat kelayakan teknis, sehingga perlu dilakukan revitalisasi.

CV Bangun Cipta Persada 30 3.3.5 Studi Kelayakan Mekanikal Elektrikal

a. Lokasi 1 PLTMH Beringin Tinggi

Infrastruktur mekanikal elektrikal pada lokasi 1 PLTMH Beringin Tinggi meliputi mesin turbin dan panel box electrical control.

Turbin yang digunakan berjenis crossflow. Bering yang digunakan berjenis MSK berukuran SN 512. Pulley turbin yang digunakan berjenis B3 berukuran 46 cm seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.18.

Gambar 3.18 Turbin cross flow pada PLTMH Beringin Tinggi lokasi 1 berukuran B 110. As turbin yang digunakan berukuran 5,5 cm. Kondisi guidavane, baseframe turbin, adapter, generator, pulley generator, baseframe generator, v-Belt, as turbin dalam keadaan berfungsi. Daya maksimal yang dibangkitkan berdasarkan pemeriksaan lapangan adalah 21 KW.

Dari data turbin dan output daya tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa turbin tidak memenuhi syarat seperti yang direncanakan yaitu menghasilkan daya 30 KW (sesuai dengan

CV Bangun Cipta Persada 31 kapasitas generator). Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi untuk menyesuaikan kapasitas generator dan kemampuan turbin.

Panel control lokasi 1 PLTMH Beringin Tinggi memiliki jaringan distribusi berjenis twisted berukuran 50 x 80 cm dengan dilengkapi ampere meter dan volt meter.

Gambar 3.19 Kondisi jaringan distribusi kelompok 1 di daerah Beringin Tinggi

Tiang listrik berbahan kayu dengan kondisi darurat. MCB yang dimiliki berukuran 2 Ampere dengan kondisi tidak standar seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.20.

Gambar 3.20 Kondisi Tiang Listrik kelompok 1 di daerah Beringin Tinggi

CV Bangun Cipta Persada 32 PLTMH pada lokasi ini tidak memiliki ballast load, penangkal petir, pembumian, accessories tiang, toll kits, dan pengaman ballast.

b. Lokasi 2 PLTMH Beringin Tinggi

Infrastruktur mekanikal elektrikal pada PLTMH lokasi 2 meliputi mesin turbin dan panel box electrical control. Turbin yang digunakan berjenis crossflow seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.21.

Gambar 3.21 Kondisi turbin PLTMH Beringin Tinggi lokasi 2 Pulley turbin yang digunakan berjenis B3 dengan diameter 61 cm. Kondisi turbin, bering, pulley turbin dalam keadaan baik. Adapter yang digunakan berukuran 69 cm. Generator yang digunakan berjenis sincronus berukuran 30 KW 3 fhasa. Pulley generator berdiameter 5

Gambar 3.21 Kondisi turbin PLTMH Beringin Tinggi lokasi 2 Pulley turbin yang digunakan berjenis B3 dengan diameter 61 cm. Kondisi turbin, bering, pulley turbin dalam keadaan baik. Adapter yang digunakan berukuran 69 cm. Generator yang digunakan berjenis sincronus berukuran 30 KW 3 fhasa. Pulley generator berdiameter 5