Studi ketiga pada penelitian ini merupakan uji untuk menganalisis proses perubahan niat ayah atau ibu remaja untuk menikahkan anak secara dini mengacu pada Transtheoretical Model yang secara simultan bersama-sama dengan faktor determinan intensi dari TPB. Uraian studi ketiga akan dijabarkan sebagai berikut.
a. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah menguji peran proses perubahan niat berdasarkan Transtheoretical Model bersama-sama dengan sikap, norma subjektif dan kontrol yang dirasakan berpengaruh dalam menurunkan niat ayah atau ibu remaja di masyarakat pesisir untuk menikahkan anak secara dini.
b. Hipotesis Penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini adalah proses perubahan niat menikahkan anak secara dini sesuai Transtheoretical Model bersama-sama dengan sikap, norma subjektif, dan kontrol yang dirasakan mempengaruhi niat ayah atau ibu remaja untuk menikahkan anak secara dini.
commit to user
Gambar 11. Dua tahap dari Bagan Alur tahap RnD Borg dan Gahl (1989) c. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian dilaksanakan di empat Kecamatan yang berada di derah Pesisir Kabupaten Probolinggo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Agustus 2020.
d. Alat dan Bahan
Alat atau bahan yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut.
1) Kuesioner sikap terhadap pernikahan dini
2) Kuesioner norma subjektif terhadap pernikahan dini 3) Kuesioner kontrol perilaku terhadap pernikahan dini 4) Kuesioner niat menikahkan anak secara dini
5) Kuesioner proses perubahan niat menikahkan anak secara dini sesuai Transtheoretical Model
e. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
Uji validitas dan reliabilitas ini dilakukan sebelum pengambilan data dengan melibatkan 40 ayah atau ibu remaja di pesisir Kabupaten Situbondo.
Validitas diuji dengan corrected item-total correlation, reliabilitas dengan membandingkan cronbach alpha.
f. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1) Variabel Independen Penelitian
Variabel independen penelitian ini ada empat yaitu sikap terhadap pernikahan dini, norma subjektif terhadap pernikahan dini, kontrol perilaku yang dirasakan terhadap pernikahan dini, dan proses perubahan niat menikahkan anak secara dini.
Sikap terhadap pernikahan dini definisi operasionalnya adalah tanggapan dari ayah atau ibu remaja untuk mendukung atau menolak pernikahan dini. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur sikap terhadap pernikahan dini kuesioner sikap terhadap niat menikahkan anak secara dini. Aspek pengembangan alat ukur meliputi aspek kognitif yakni pengetahuan tentang pernikahan dini, dampak, dan penyebab dari
Revisi produk Produk masal
commit to user
pernikahan dini, aspek afektif yakni menyangkut menyukai atau tidak menyukai dengan kenyataan tentang pernikahan dini, aspek konasi yakni arah perilaku yang menunjukkan kecenderungan mendukung pernikahan dini serta menganggap bahwa menikah secara dini merupakan hal yang biasa. Jenis data pada sikap terhadap pernikahan dini adalah data interval dengan skor 1 untuk sangat tidak setuju, skor 2 untuk kategori tidak setuju, skor 3 untuk kategori setuju dan skor 4 untuk kategori sangat setuju.
Norma subjektif terhadap pernikahan dini definisi operasionalnya adalah persepsi ayah atau ibu remaja dalam menilai pernikahan dini. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur norma subjektif terhadap pernikahan dini kuesioner keyakinan terhadap niat menikahkan anak secara dini dengan aspek pengembangan alat ukur meliputi aspek tingkat kesulitan yang akan dialami oleh ayah atau ibu remaja terhadap keyakinan bahwa menikah dini adalah merupakan warisan dari nenek moyang atau leluhur mereka yang harus dilestarikan. Aspek lainnya adalah kekuatan yang membuat ayah atau ibu remaja yakin untuk mampu menghadapi gunjingan dari masyarakat jika anak perempuan mereka tidak menikah sampai berumur 16 tahun dan disebut sebagai perawan tua. Jenis data norma subjektif terhadap pernikahan dini adalah data interval dengan skor 1 untuk kategori sangat tidak setuju, skor 2 untuk kategori tidak setuju, skor 3 untuk kategori setuju dan skor 4 untuk kategori sangat setuju.
Kontrol perilaku yang dirasakan terhadap pernikahan dini definisi operasionalnya adalahkemampuan ayah atau ibu remaja untuk mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri atau dari luar agar dapat menghasilkan sesuatu yang diinginkan dari pernikahan dini dan menghindari akibat yang tidak diinginkan dari pernikahan dini. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kontrol perilaku yang dirasakan terhadap pernikahan dini adalah kuesioner kontrol perilaku terhadap niat menikahkkan anak secara dini. Aspek pengembangan alat ukur meliputi keterbukaan yaitu kemampuan ayah atau ibu remaja untuk dapat commit to user
menerima informasi atau masukan tentang mencegah pernikahan dini, serta aspek keputusan, yaitu pilihan ayah atau ibu remaja untuk menunda menikahkan anak secara dini. Jenis data Kontrol perilaku yang dirasakan terhadap pernikahan dini adalah data interval dengan skor 1 untuk kategori sangat tidak setuju, skor 2 untuk kategori tidak setuju, skor 3 untuk kategori setuju dan skor 4 untuk kategori sangat setuju.
Proses perubahan niat menikahkan anak secara dini definisi operasionalnya adalah tahapan yang harus dilalui oleh ayah atau ibu remaja dimulai dari tahap precountemplation yang merupakan tahap ketika ayah atau ibu remaja tetap ingin menikahkan anak secara dini karena kurangnya informasi tentang dampak pernikahan dini, tahap countemplation yaitu tahap ketika mulai mempertimbangkan dampak pernikahan dini, tahap preparation yaitu ketika telah mulai meninggalkan niat lama dengan perubahan kecil, tahap action yaitu ketika benar-benar meninggalkan niat lama dan tahap maintenance yaitu ketika ayah atau ibu remaja telah menjadikan niat baru sebagai kebiasaan dan akan diterapkan dalam waktu lebih dari 6 bulan. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur proses perubahan niat menikahkan anak secara dini Kuesioner proses perubahan niat menikahkan anak secara dini sesuai Transtheoretical Model. Aspek pengembangan alat ukur tersebut meliputi aspek precountemplation yaitu ayah atau ibu dari remaja tetap ingin menikahkan anak mereka secara dini. aspek countemplation yaitu ayah atau ibu mulai mempertimbangkan bahwa dengan menikahkan anak secara dini maka akan menimbulkan banyak masalah, aspek preparation yaitu ayah atau ibu remaja mulai melakukan perubahan-perubahan kecil, aspek action yaitu ayah atau ibu remaja sudah benar-benar melakukan perubahan niat menikahkan anak secara dini dan aspek maintenance, ayah atau ibu remaja sudah meninggalkan niat lama dalam beberapa waktu serta menjadikan niat yang baru sebagai sebuah kebiasaan. Jenis data proses perubahan niat menikahkan anak secara dini adalah data interval dengan skor 1 untuk kategori tahap precontemplation, skor 2 untuk kategori tahap contemplation, skor 3 untuk kategori tahap commit to user
preparation, skor 4 untuk kategori tahap action , dan skor 5 untuk kategori tahap maintenance
2) Variabel Dependen Penelitian
Variabel dependen penelitian dalam penelitian ini adalah niat ayah atau ibu menikahkan anak secara dini yang definisi operasionalnya adalah keinginan menikahkan anak secara dini mencakup aspek dari perilaku orang tua yang lebih percaya bahwa menikahkan anak secara dini akan mendatangkan manfaat, aspek sasaran yaitu seseorang yang mampu secara ekonomi, aspek situasi yaitu anak berada pada kondisi tidak aman karena akan berusia 16 tahun, dan aspek waktu yaitu ingin secepatnya dinikahkan karena rasa takut bahwa orang yang menjadi sasaran akan memilih anak gadis dari orang lain.
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur niat ayah atau ibu menikahkan anak secara dini kuesioner niat menikahkan anak secara dini dengan pengembangan alat ukur yang meliputi perilaku, sasaran, situasi dan waktu. Perilaku dari orang tua yakni orang tua yang lebih percaya bahwa menikahkan anak secara dini akan mendatangkan manfaat. Sasaran yang akan dinikahkan dengan anak gadis yakni orang tua telah memilih pria untuk dinikahkan dengan anaknya, yaitu seseorang yang mampu secara ekonomi. Situasi yang dimaksud adalah situasi yang menuntut segera menikahkan anak secara dini yakni anak gadis berada dalam situasi yang tidak aman karena akan berusia 16 tahun. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang tepat untuk menikahkan anak secara dini yakni ingin segera menikahkan anaknya dalam waktu singkat karena rasa takut bahwa orang yang menjadi sasaran akan memilih anak gadis dari orang lain.
Jenis data niat ayah atau ibu menikahkan anak secara dini adalah data ordinal dengan skor 1-13 untuk kategori niat rendah, skor 14-27 utnk kategori niat sedang dan skor 28-40 untuk kategori niat tinggi.
3) Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah ayah atau ibu yang memiliki anak gadis remaja (14-16 tahun) yang berada di daerah pesisir Kabupaten Probolinggo. commit to user
4) Teknik Sampling
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling. Responden yang digunakan untuk penelitian tahap ini sama dengan responden yang digunakan pada tahap pengukuran niat ayah atau ibu remaja menikahkan anak secara dini. Pengambilan Situbondo dan Kabupaten Probolinggo yang berada pada kelompok intervensi yaitu 80 ayah atau ibu remaja.
Tabel 15. Jumlah sampel ayah atau ibu remaja Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Probolinggo
Kabupaten Situbondo
Kecamatan Desa Jumlah Ayah atau Ibu Remaja
Kelompok Intervensi
Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi ayah atau ibu yang bersedia menjadi sampel penelitian, ayah atau ibu yang memiliki anak remaja commit to user
perempuan yang masih aktif bersekolah di sekolah menengah pertama, penduduk asli yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), ayah atau ibu kandung yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK).
6) Uji Statistik
Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis proses perubahan niat menikahkan anak secara dini adalah regresi linier berganda apabila memenuhi uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas data, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas
commit to user