• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan pragmatik dalam kajian sastra untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam cerita novel “Because You Give Me Love” karya Mito Orihara. Penulis mengambil beberapa cuplikan teks yang memiliki nilai di dalam cerita novel tersebut. Pragmatik sastra adalah cabang penelitian ilmu sastra yang mengarah kepada aspek kegunaan sastra. Penelitian ini muncul atas dasar ketidakpuasan terhadap penelitian struktural murni yang memandang karya sastra hanya sebagai teks itu saja. Kajian struktural dianggap hanya mampu menjelaskan makna karya sastra dari permukaannya saja. Maksudnya, kajian struktural sering melupakan aspek pembaca sebagai penerima makna atau pemberi makna terhadap karya sastra. Pragmatik sastra lebih menitikberatkan kajiannya terhadap peranan pembaca dalam menerima,

memahami dan menghayati karya sastra, karena pembaca sangat berperan dalam menentukan sebuah karya itu merupakan karya sastra atau tidak dan sebagai sebuah keutuhan komunikasi sastrawan-karya sastrapembaca, maka pada hakikatnya karya yang tidak sampai kepada pembacanya bukanlah karya sastra, Siswanto dan Roekhan dalam Endraswara (2008: 70).

Pendekatan pragmatik sastra memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca, seperti tujuan pendidikan, moral, agama dan tujuan pendidikan lainnya. Dengan kata lain pragmatik sastra bertugas sebagai pengungkap tujuan yang dikemukakan para pengarang untuk mendidik masyarakat pembacanya. Semakin banyak nilai-nilai, ajaran-ajaran dan pesan-pesan yang diberikan kepada pembaca, maka semakin baik dan bernilai tinggi karya sastra tersebut, Abrams dalam Jabrohim (2012 : 67) . Menurut Selden dalam Endraswara (2008 : 70) karya sastra tidak mempunyai keberadaan sampai karya sastra itu dibaca, pembacalah yang menerapkan kode untuk menyampaikan pesan. Menurut Teeuw dalam Endraswara (2008 : 71) kajian pragmatik selalu memunculkan persoalan yang berkaitan dengan masalah pembaca, yaitu apa yang dilakukan pembaca dengan karya sastra, apa yang dilakukan karya sastra dengan pembacanya serta apakah tugas dan batas kemungkinan pembaca sebagai pemberi makna. Hal ini berhubungan dengan manfaat pragmatik sastra terhadap fungsi-fungsi karya sastra dalam masyarakat, perkembangan dan penyebarluasannya sehingga manfaat karya sastra dapat dirasakan melalui peranan pembaca dalam memahami karya sastra. Dengan indikator

pembaca dan karya sastra, tujuan pendekatan pragmatik adalah memberikan manfaat terhadap pembaca. Dengan mempertimbangkan indikator karya sastra dan pembaca, maka masalah yang dapat dipecahkan melalui pendekatan pragmatik diantaranya adalah berbagai tanggapan masyarakat tertentu terhadap sebuah karya sastra.

BAB III

ANALISIS PRAGMATIK TERHADAP NOVEL “BECAUSE YOU GIVE ME LOVE” KARYA MITO ORIHARA

3.1 Sinopsis Novel

Asuka Masaki adalah seorang gadis remaja 15 tahun yang putus sekolah karena ia sudah tidak mau pergi ke sekolah umum, sehingga ibunya menyarankan dia memasuki free school, yaitu sekolah tidak resmi. Seharusnya saat ini dia kelas 3 SMP, tetapi sejak caturwulan pertama dia memutuskan untuk tidak lagi pergi bersekolah. Dia tidak mau sekolah karena dia sering menjadi bahan ejekan.

Teman-temannya mengucilkan dia karena dia tidak punya ayah. Asuka terlahir tanpa ayah, bukan karena bercerai atau meninggal muda, tetapi karena ayah Asuka adalah pria yang sudah berumahtangga. Ibu dan ayah Asuka menjalin hubungan terlarang sampai ibu Asuka mengandung Asuka. Tetapi Ayah Asuka tidak mau bertanggungjawab dan malah menyuruh ibu Asuka untuk menggugurkan kandungannya. Ibu Asuka lebih memilih untuk mempertahakan Asuka dan melahirkannya, meskipun tanpa seorang suami. Terlahirlah Asuka ke dunia ini tanpa sosok seorang ayah.

Suatu hari Asuka sedang jalan-jalan sore melewati beberapa perumahan, sampai ia menyadari bahwa dia sudah nyasar di perumahan yang tidak dikenalnya. Tetapi karena ia sedang dalam suasana hati yang cerah, ia berpikir untuk tetap jalan-jalan dulu di perumahan tersebut. Lalu ia mendengar suara anak

kecil yang sedang bermain, dan tertarik untuk mendekati suara tersebut. Ternyata di ujung jalan perumahan tersebut ada sebuah taman. Asuka melihat ada anak-anak yang sedang berkumpul menatapi sesuatu, dan dengan penasaran ia mendekati mereka. Ternyata yang mereka lihat adalah seekor anak anjing liar (tidak pumya pemilik) yang sedang terluka. Ketika Asuka ikut melihat, ia malah ditinggal oleh anak-anak tersebut. Asuka bingung apakah ia akan ikut meninggalkan anak anjing itu, atau menolongnya. Setelah berpikir panjang, ia memutuskan untuk menolongnya dengan membawanya ke klinik dekat taman itu.

Ia menggendong anjing kecil itu dan membawanya ke klinik yang terletak di tengah perumahan tersebut. Klinik itu bernama ‘Klinik Hewan Mickey’ yang tampak seperti rumah tinggal biasa. Asuka berpikir untuk meninggalkan anak anjing tersebut di sebuah keranjang yang ada di depan pintu masuk, dengan pikiran bahwa Dokter hewannya pasti pecinta binatang dan akan menolong anjing kecil tersebut. Tapi kemudian ada yang memanggil namanya dari belakang, namanya Hiromu Miki, teman sekelas Asuka waktu di sekolah umum. Hiromu melihat anak anjing yang Asuka gendong dan langsung menyuruhnya masuk ke dalam klinik tersebut. Ternyata klinik tersebut adalah rumah Hiromu, Dokter hewan dan juru rawat hewan di klinik tersebut adalah ayah dan ibu Hiromu.

Dalam keadaan Asuka yang masih bingung dan takut ditagih uang perawatan, Dokter menjelaskan bahwa anak anjing itu dehidrasi dan kalau terlambat sedikit saja mungkin tidak akan tertolong lagi. Asuka berniat kabur, dan langsung berpamitan. Lalu Hiromu bertanya kenapa ia mau meninggalkan anak anjing tersebut, dan Asuka menjelaskan bahwa anak anjing itu bukanlah

kepunyaannya, ia hanya menemukannya di taman dan merasa bahwa ia harus mmenolong anak anjing tersebut. Asuka mengatakan dia tidak mau terlibat lebih jauh karena tidak mempunyai uang. Lalu Dokter yang adalah ayah Hiromu tersebut mengatakan bahwa Asuka tidak perlu memikirkan soal biaya, karena anjing itu akan dirawat disana sampai sembuh dan akan dicarikan pemilik baru.

Mendengar hal itu dari Dokter, Asuka memantapkan hati untuk pulang, namun ketika ia memegang gagang pintu keluar, anak anjing yang terkulai lemas tadi tiba-tiba menggonggong dan memandang kearah Asuka dengan tatapan sedih.

Anak anjing tersebut menganggap Asuka adalah tuannya karena telah menolongnya. Mendengar suara anjing kecil itu, seketika membuat hati Asuka sedih karena mengingat kejadian semasa kecilnya. Sewaktu Asuka kelas 1 SD, ia pernah menemukan anak anjing dan membawanya pulang ke rumah, tetapi ibunya melarang karena mereka tinggal di apartemen. Di apartemen tidak bisa memelihara hewan. Sehingga keesokan harinya, Asuka dan ibunya membawa anak anjing tersebut ke pinggir sungai di kota untuk membuangnya. Meski cuma sehari, Asuka telah memberi anak anjing itu nama, Chibita. Asuka teringat suara Chibita menyalak ketika ditinggalkan, percis seperti anak anjing di klinik ini.

Asuka tidak bisa melupakan suara Chibita dan merasa sangat bersalah. Waktu ia kecil ia hanya bisa mengikuti apa kata ibunya dan merasa telah mengkhianati kepercayaan anak anjing yang telah menaruh harapan padanya. Asuka berpikir sejenak, apakah ia akan mengulang hal yang sama atau tidak, dan ia juga berpikir bahwa sekarang dirinya bukan anak kecil lagi, sudah bisa berdiskusi dengan ibunya untuk memelihara anjing.

Malam harinya Asuka membawa pulang anjing tersebut, dan diluar dugaan ibunya memperbolehkan Asuka memelihara anjing tersebut asalkan bertanggungjawab. Anjing tersebut diberi nama Junta oleh Asuka. Setelah kedatangan Junta, Asuka merasakan hidupnya menjadi lebih berarti, dia merasa memiliki teman, merasa punya tanggung jawab, merasa ada yang membutuhkannya, dan merasa lebih bahagia. Tanpa sepengetahuan ibunya, Asuka bolos free school seminggu karena merasa Junta tidak bisa ditinggal walaupun hanya sebentar. Uang jajan Asuka sebulan pun ternyata sudah ludes untuk membeli makanan dan berbagai perlengkapan Junta. Junta sering membuat berantakan kamar Asuka, pipis dan bahkan buang kotoran sembarangan. Padahal Asuka sudah menyiapkan alas koran tempat dimana seharusnya Junta buang kotoran, tetapi Junta tidak juga mengerti.

Suatu hari ketika sedang mengelap pipis Junta, Asuka terkejut karena warna pipis Junta berbeda, ada warna kemerahan seperti darah. Asuka panik dan bertanya pada Junta, namun Junta hanya menjilat tangan Asuka dengan lemas.

Lalu, ia menggendong Junta dan tanpa pikir panjang membawanya ke klinik yang ia tahu, klinik Mickey. Ketika sampai di klinik, tertulis di pintu masuk ‘hari ini libur’. Asuka tersadar bahwa hari itu adalah hari Minggu. Asuka hampir menangis karena khawatir dan hanya terdiam di depan klinik tersebut. Dia membayangkan bagaimana bila Junta sakit parah, bagaimana jika Junta mati. Asuka tidak mau hal itu terjadi. Lalu tiba-tiba Hiromu memanggil Asuka dari belakang dan membawa 3 ekor anjing berbeda jenis. Asuka menjelaskan keadaan Junta, dan Hiromu mengajak Asuka membawa Junta masuk lewat belakang, karena meskipun klinik

libur, ayah Hiromu ada dirumah. Ayah Hiromu memeriksa Junta dan mendiagnosa bahwa Junta keracunan bawang bombay dan menjelaskan bahwa anjing atau kucing kalau makan bawang akan terkena anemia. Pipisnya akan menjadi merah, karena sel darah merahnya rusak. Asuka teringat, bahwa hari sebelumnya Asuka memberikan Junta makan burger. Tiba-tiba Hiromu memarahi Asuka dan mengatakan bahwa bila ingin memelihara anjing harus belajar, apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. Asuka hanya bisa diam dan membenarkan perkataan Hiromu dalam hati. Asuka merasa bahwa Junta sudah mempercayainya, dan ia bahkan sudah merasa merawatnya dengan benar dalam seminggu tersebut, tetapi kenyataannya tidak begitu.

Ayah Hiromu bertanya apakah Asuka sudah mendaftar keterangan memelihara anjing dan apakah Junta sudah disuntik anti rabies atau belum. Asuka sama sekali tidak tahu hal itu. Lalu Hiromu pun mengatakan bahwa ada beberapa program vaksin untuk mencegah penyakit-penyakit yang sering menyerang anjing. Mendengar hal itu Asuka hanya terdiam, dia tidak tahu serumit itu memelihara anjing dan ia terlalu meremehkan tanggung jawab sebagai pemelihara. Lalu Asuka bertanya berapa kira-kira biaya untuk semua hal itu.

Mendengar Dokter menyebut jumlah perawatan, seketika Asuka menunduk dan membayangkan kalau ibunya akan membuang Junta seperti Chibita dulu.

Akhirnya Asuka menceritakan keadaannya dan ibunya yang hanya tinggal berdua.

Asuka bilang bahwa ia tak mungkin lagi menyusahkan ibunya untuk perawatan Junta, dan bahwa ia telah berjanji bahwa akan bertanggungjawab pada Junta jika ibunya memperbolehkan ia merawat Junta. Setelah beberapa saat mereka dalam

keheningan mendengar perkataan Asuka, tiba-tiba Hiromu menemukan suatu ide, Hiromu mengatakan kepada orangtuanya untuk menyuruh Asuka untuk bekerja di klinik mereka sebagai penggantui biaya program tersebut. Dan mereka semua tersenyum, tanda setuju.

Setiap sore sepulang sekolah free school, Asuka bekerja di klinik tersebut. Pekerjaannya adalah membersihkan ruangan klinik, membawa jalan-jalan hewan peliharaan, memberikan makanan pada hewan, dan sebagainya.

Beginilah sekarang keseharian hidup Asuka yang berubah drastis sejak bertemu dengan Junta, tentu saja perubahan yang positif. Dan semakin hari Asuka dan Hiromu menjadi semakin dekat dan akrab. Suatu hari saat Asuka dan Hiromu membawa anjing-anjing ke taman, mereka bertemu Reina Fujino yang sedang mengejar anjingnya, teman sekelas mereka yang sangat dibenci Asuka karena suka mengucilkan Asuka. Banyak hal yang terjadi antara Asuka dan Reina sehingga sampai sekarang Asuka membenci Reina. Tetapi setelah pertemuan mereka di taman banyak juga hal-hal yang terjadi sehingga membuat mereka menjadi sahabat.

Banyak hal yang terjadi pada Asuka, kehidupan yang berubah drastis dari seseorang yang tidak pernah berharap akan punya masa depan menjadi seorang yang sekarang mempunyai tujuan hidup. Dari seseorang yang merasa tidak dibutuhkan, menjadi seorang yang merasa mempunyai tanggungjawab untuk memberikan kasih sayang. Saat ini Asuka sudah sangat banyak berubah, dia menjadi gadis remaja yang bertanggungjawab dan lebih percaya diri. Suatu hari ia pergi ke toko bernama ‘Pretty Pet’ yang menjual berbagai keperluan hewan,

seperti makanan hewan dan mainan hewan. Pemilik toko tersebut bernama Yuhei Uehara yang sangat menyayangi hewan, sehingga membuka toko tersebut.

Sebelumnya Asuka pernah ke toko tersebut untuk membeli makanan Junta, namun saat ini Auka ingin membeli mainan untuk Junta. Tetapi ketika melihat harganya, ia malah mengutil mainan tersebut. Ia sama sekali tidak merasa bersalah melakukannya, sampai ketika ia pulang membawa mainan tersebut dan memberikannya pada Junta. Rasa bersalah dan malu langsung menghampiri Asuka, karena melihat Junta sangat bahagia memainkan mainan tersebut. Ia merasa sangat bersalah mencuri barang orang dan memberikannya pada Junta.

Akhirnya dia ambil mainan tersebut dari mulut Junta dan langsung saat itu juga lari ke toko tersebut dan mengakui segala perbuatannya kepada pemiliknya, Yuhei Uehara. Setelah mendengar pengakuan dan perasaan Asuka, akhirnya pemilik toko tersebut mengajak Asuka ke kasir. Lalu Asuka berpikir bahwa pemilik toko tersebut sudah memaafkannya dan ingin menjadikannya pembeli dan bukan pencuri. Setelah Asuka membayarnya, pemilik toko tersebut mengatakan bahwa Asuka adalah gadis pemberani dan pasti Junta sangat bangga padanya. Sekarang Asuka juga menjadi gadis pemberani.

Suatu hari Asuka dan Hiromu berjalan di pinggir sungai tempat Asuka membuang Chibita dulu. Sambil berjalan, Asuka menceritakan kejadian tentang Chibita kepada Hiromu. Dan secara kebetulan ternyata Hiromu lah yang menemukan Chibita 8 tahun yang lalu yang sekarang bernama Sakura, anjing peliharaan Hiromu. Ketika suasana haru campur bahagia akan hal itu, tiba-tiba mereka mendengar suara anjing kesakitan. Ternyata mereka melihat beberapa

anak SMU menyakiti dan menyiksa beberapa anjing yang masih sangat kecil, ada yang kaki depannya dipotong, ada yang satu matanya tertutup dan dipenuhi darah, dan ada yang sedang disulut rokok. Melihat hal itu, Asuka dan Hiromu sangat shock dan nekat melawan anak-anak SMU tersebut. Anak-anak SMU tersebut tidak takut menyakiti dan memukuli Asuka dan Hiromu. Hiromu melindungi Asuka dengan memeluknya, sehingga semua tinju dan pukulan dari anak-anak SMU tersebut Hiromu yang merasakannya.

Mereka berdua tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit. Ketika Asuka siuman, ia langsung mencari Hiromu dan menemukannya di ruang ronsen di sebuah kursi roda. Tak pikir panjang Asuka berlari sambil menangis ke pelukan Hiromu. Setelah itu terdengar suara ibu Asuka yang sedang memarahi petugas polisi untuk menghukum anak-anak SMA tersebut. Asuka berlari ke arah ibunya, dan merasakan pelukan hangat ibunya yang sudah lama tidak ia rasakan.

Mendengar ibunya memanggil-manggil namanya sambil menangis dan memeluknya, Asuka memberikan senyuman yang paling indah sebagai tanda terimakasihnya seraya berkata bahwa ia baik-baik saja. Setelah kasus penyiksaan itu Asuka dirawat segari di RS, sedangkan Hiromu dirawat seminggu karena patah tulang dan retak tulang. Para pelakunya pun diberi hukuman untuk remaja karena masih di bawah umur. Dan ketiga anjing korban anak SMU tersebut dirawat dengan baik oleh ayah Hiromu dan akan dicarikan pemilik baru.

Setelah kejadian itu, Asuka dan ibunya jadi bisa ngobrol banyak, bahkan ibunya mengizinkan Asuka untuk menjadikan salah satu anjing korban tersebut menjadi adik Junta. Asuka dan ibunya mulai terbuka satu sama lain, berbicara dari

hati ke hati. Ibunya meminta maaf atas kejadian Chibita yang lalu, dan Asuka pun meminta maaf atas segala sifatnya. Asuka berpikir untuk menjodohkan ibunya dengan pemilik toko ‘Pretty Pet’ yang kebetulan adalah duda berumur 42 tahun.

Asuka membayangkan pasti ia sangat senang sekali mempunyai ayah seperti itu.

Padahal dulu ibu Asuka sempat berpacaran dan ingin menikah dengan rekan kerjanya, tetapi Asuka yang dulu tidak bisa membiarkan hal tersebut karena merasa ibunya akan tambah tidak menyayangi dia. Sekarang Asuka sudah berubah dan merasa kalau kebahagiaan ibunya adalah kebahagiaannya juga.

Suatu sore, Asuka dan Hiromu berjalan-jalan di pinggir sungai tempat kejadian tidak menyenangkan yang mereka alami, tetapi tempat itu juga menyimpan kenangan yang menghubungkan Asuka dan Hiromu serta Chibita (Sakura). Sambil memandang langit Hiromu dan Asuka berbicara mengenai sekolah, cita-cita dan harapan, dan Hiromu berkata bahwa ia bercita-cita jadi Dokter Hewan. Sedangkan Asuka yang dulu tidak punya cita-cita dan tujuan hidup, sekarang ia tahu ingin menjadi apa dan apa yang iaingin lakukan. Setelah lulus SMU ia ingin menjadi perawat binatang atau semacamnya dan ingin memasuki sekolah kejuruan seperti itu. Ia ingin bekerja di tempat yang ada kaitannya dengan dunia hewan. Mereka sama-sama tersenyum mendengar harapan satu sama lain. Sejenak Asuka berpikir dan merasa sangat bahagia. Dulu ia adalah gadis yang tidak punya keberanian dan selalu lari dari kenyataan, selalu tidak bisa jujur, tidak pintar dalam hal apapun. Tapi sekarang semuanya berubah.

Sambil merasakan keajaiban itu, Asuka memandang Hiromu dan menyatakan bahwa ia menyukai Hiromu. Mendengar hal itu, pipi Hiromu memerah seperti anak kecil seraya mengatakan aku juga suka kamu.

3.2 Analisis Pragmatik Terhadap Novel

Untuk dapat mengetahui nilai pragmatik yang terdapat dalam novel

“Because You Give Me Love”, maka penulis melakukan penganalisisan terhadap cuplikan teks novel yang diprediksi mengandung nilai-nilai pragmatik. Berikut adalah cuplikan teks yang akan dianalisis:

Cuplikan 1 (halaman 73-74)

Aku menyadari pikiran yang ada di dalam benak bapak itu dan buru-buru mengeluarkan dompet yang ada di dalam tas. Ia berniat memaafkan aku,dan meminta aku membayar harga mainan itu. Ia menjadikan aku seorang pembeli bukan seorang pencuri.

“Terima kasih.”

“Kembali.”

Saat saling menukar uang dan barang, aku dan bapak itu tersenyum. Kemudian bapak itu mengantar aku sampai ke pintu masuk toko.

“Memang suka banyak yang mencuri tetapi kamu orang pertama yang datang sendiri untuk meminta maaf,” katanya. “Kamu anak yang berani.”

Aku baru pertama kali disebut anak yang berani!

“Terima kasih banyak.”

Analisis:

Cuplikan di atas adalah ketika Asuka berada di sebuah toko bernama

‘Pretty Pet’, toko perlengkapan hewan yang dimiliki oleh seorang pria duda berumur 40 tahunan, untuk mengembalikan mainan anjing yang ia curi sebelumnya. Asuka mengutil sebuah mainan anjing berbentuk tulang yang terbuat dari karet untuk Junta. Ketika ia membawanya untuk Junta, Junta sangat senang dan tidak bisa lepas dari mainan tersebut. Tetapi hal tersebut justru membuat Asuka malu pada Junta dan merasa sangat bersalah pada Junta.

Junta yang tidak tahu apa-apa, dengan polosnya sangat terlihat bahagia memainkan mainan tersebut tanpa tahu itu adalah barang curian. Akhirnya Asuka memutuskan untuk mengembalikannya. Dari cuplikan ini, Asuka mengjarkan kita arti dari sebuah keberanian. Berani berkata jujur, meskipun itu menyakitkan. Berani mengakui kesalahan, meskipun mungkin kita akan merasa malu. Berani meminta maaf karena kita sudah salah, dan tentunya berjanji pada diri sendiri tidak akan mengulanginya lagi.

Cuplikan 2 (halaman 99-100)

“Mama, jangan buang Shery! Tolonglah dia!!” Reina yang ada di hadapanku bukan Reina sang ratu seperti biasanya. Wajah cantiknya berantakan karena air mata.

Mama Reina tidak mendengar perkataan Reina. “Jangan memaksakan sesuatu yang tidak mungkin Kalau mau anjing, mama bisa minta yang baru sama kenalan mama,” ucap mama Reina kemudian.

Apa?

“Itu bakal lebih murah dan lebih baik. Apalagi Shery sudah nggak bisa apa-apa lagi, kan?”

Mata Reina terbuka lebar karena terkejut.

“Jangan bercanda nenek sihir!”

Hah! Suaraku? Aku juga kaget kalau aku bisa berteriak dengan suara seperti itu. Dan aku melanjutkannya, “Anjing lain mana bisa menggantikan Shery! Pakai perasaan, dong!”

Mama Reina tercengang karena dimarahioleh anak yang tidak dikenalnya. Hiromu, pak Miki dan bu Miki juga.

“Asuka,” ucap Reina. Ia melihatku dengan terkejut Tak lama kemudian mulai menangis dengan suara yang keras.

Analisis:

Cuplikan di atas adalah ketika anjing yang bernama Shery kepunyaan Reina, mantan teman sekelas Asuka sedang terbaring di Klinik Mickey karena tertabrak motor. Shery masih ada kemungkinan hidup tetapi lukanya sangat parah. Bisa dioperasi untuk sembuh, tetapi efek samping dari diobati mungkin Shery hanya bisa berjalan dengan menyeret salah satu kakinya. Selain itu, biayanyapun sangat mahal. Karena hal tersebut, ibu Reina menyarankan agar Shery disuntik mati. hal tersebut. Dalam culikan kali ini, Asuka membuktikan, terkadang orang dewasa tidak memikirkan perasaan anaknya, dan bisa saja mengambil keputusan yang salah, yang bisa membuat hubungan dengan anaknya menjadi tidak baik. Asuka berani menyuarakan hal tersebut. Karena kebanyakan anak selalu menuruti kata orangtua tanpa berani menyuarakan apa yang mereka pikir akan lebih baik untuk diri mereka. Hal ini yang secara tidak

Cuplikan di atas adalah ketika anjing yang bernama Shery kepunyaan Reina, mantan teman sekelas Asuka sedang terbaring di Klinik Mickey karena tertabrak motor. Shery masih ada kemungkinan hidup tetapi lukanya sangat parah. Bisa dioperasi untuk sembuh, tetapi efek samping dari diobati mungkin Shery hanya bisa berjalan dengan menyeret salah satu kakinya. Selain itu, biayanyapun sangat mahal. Karena hal tersebut, ibu Reina menyarankan agar Shery disuntik mati. hal tersebut. Dalam culikan kali ini, Asuka membuktikan, terkadang orang dewasa tidak memikirkan perasaan anaknya, dan bisa saja mengambil keputusan yang salah, yang bisa membuat hubungan dengan anaknya menjadi tidak baik. Asuka berani menyuarakan hal tersebut. Karena kebanyakan anak selalu menuruti kata orangtua tanpa berani menyuarakan apa yang mereka pikir akan lebih baik untuk diri mereka. Hal ini yang secara tidak

Dokumen terkait