• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

2.10. Metode Pengembangan sistem

3.1.3. Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari teori-teori terkait. Sumber-sumber bahan penulisan yaitu:

• Library Research (penelitian kepustakaan), dalam hal ini penulis mengumpulkan bahan-bahan yang berasal dari buku-buku atau teori-teori yang dapat mendukung penulisan skripsi ini. Meliputi : 1.Studi Kepustakaan yakni pengumpulan data dari buku – buku yang sesuai dengan tema permasalahan.

2.Studi Dokumentasi yakni pengumpulan data dari literatur – literatur dan dokumentasi dari Internet, diktat, dan sumber informasi lain.

• Field Research (Penelitian lapangan), dalam hal ini penelitian dilakukan dilapangan untuk memperoleh informasi serta data.

3.2. metode pengembangan system

Penulis menggunakan model Sekuel Linear. Model ini juga disebut dengan “siklus kehidupan klasik” atau “model air terjun”, dimana sekuel linier mengusulkan sebuah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang sistematik. Penulis menerapkan beberapa tahap siklus pengembangan Sekuel Linier, terdiri dari:

   

1. Tahap Analisa (Analysis)

Pada tahap pertama ini, penulis melakukan tahapan sebagai berikut :

a. Analisis Kebutuhan Pengguna

Anilisis kebutuhan pengguna adalah analisis mengenai kebutuhan end user yang harus diterapkan pada sistem atau perangkat lunak. Tahap analisis ini melakukan pengumpulan data, melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap calon pengguna (user), sehingga dapat diidentifikasikan kebutuhan-kebutuhan yang meliputi :

- Perlu adanya perangkat lunak yang dapat digunakan mahasiswa secara langsung dan mampu melayani pengelolaan data mahasiswa oleh mahasiswa sendiri.

- Pelayanan data meliputi data pribadi mahasiswa, Kartu Rencana Studi dan Kartu Hasil Studi mahasiswa harus dapat digunakan kapan saja dan di mana saja.

- Perangkat lunak harus dapat digunakan oleh pengguna sesuai dengan tingkat kewenangannya.

b. Analisis Unjuk Kerja

Analisis unjuk kerja adalah analisis mengenai kemampuan apa saja yang dapat ditampilkan oleh sistem registrasi dan pengelolaan data mahasiswa UIN berbasis web. Unjuk kerja secara umum menyatakan bahwa system adalah sebuah web database sehingga untuk menggunakannya skrip program harus terpasang pada web server dan database server dan diperlukan web browser untuk menampilkannya.

   

Analisis unjuk kerja dalam penelitian ini dikategorikan menjadi beberapa bagian yaitu bagian halaman utama, bagian mahasiswa, bagian petugas, dan bagian administrator.

c. Analisis kebutuhan sistem

Analisis kebutuhan sistem adalah analisis mengenai data apa saja yang akan digunakan atau diproses dalam sistem yang dirancang. Menganalisis system yang sudah berjalan dan mengolah system yang akan diajukan, guna menyelesaikan masalah yang ada.

2. Tahap perancangan Sistem

Dalam penelitian ini tahap desain meliputi beberapa hal yang diuraikan sebagai berikut :

a. Desain Arsitektur

Desain arsitektur ini menentukan hubungan antar elemen struktural utama dari program.

1. Diagram konteks merupakan suatu model yang menjelaskan secara global bagaimana data digunakan dan ditransformasikan untuk proses

2. Desain diagram alir data (Data Flow Diagram) Level 1

Adalah desain yang menggambarkan alur data dalam beberapa item atau titik modul yang akan diimplementasikan menjadi program atau system yang sebenarnya. DFD level 1 merupakan penjabaran lebih komplek dari DFD level 0 (Context Diagram) yang telah disusun pada tahap analisis Sebelumnya

   

3. Desain diagram alir program (Flowchart)

Adalah desain bagan atau simbol-simbol khusus yang menyatakan aliran proses dalam program dan hubungan antar proses dalam program yang dibangun

b. Desain Data

Desain data mentransformasikan model domain informasi yang dibuat selama analisis ke dalam struktur data yang akan diperlukan untuk mengimplematansi perangkat lunak. Pada tahap ini dilakukan perancangan tabel database dan pembuatan diagram hubungan antar entiti (ERD) berdasarkan tahap analisis data, pembuatan Normalisasi berguna untuk membantu dalam mengidentifikasi relasi- relasi dan strusktur database.

c. Desain Interface

Langkah desain ini adalah untuk menggambarkan bagaimana perangkat lunak berkomunikasi dalam dirinya sendiri, dengan sistem yang berinteroperasi dengannya dan dengan yang menggunakannya (user). Desain interface yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi :

1. State Transition Diagram

State transition diagram bertujuan untuk menggambarkan aktifitas dan interaksi yang ada di dalam sistem.

2. Desain Menu

Desain menu dibuat dengan model Hierarchy Input Process Output (HIPO) dengan tujuan untuk mengetahui hubungan masing-masing modul dalam program.

   

3. Kode

Tahap ini adalah generasi kode dimana desain yang telah dibuat harus diterjemahkan ke dalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Jika desain yang dilakukan dengan cara yang lengkap, maka pembuatan kode dapat diselesaikan secara mekanis.

4. Pengujian

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan apakah system berjalan sesuai tujuan yang diinginkan. Pada tahap ini dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Black-box Testing

Metode ini disebut juga functional testing, yaitu teknik pengujian software dimana tidak mementingkan pengujian fungsi internal (source code) pada software.

Pada teknik ini yang menjadi dasar pengujian adalah kesesuaian hasil keluaran software untuk input tertentu. Suatu software dikatakan telah benar apabila hasil keluaran telah sesuai dengan tujuan pembentukan software untuk input tertentu. Kelebihan dari black-box testing adalah :

- Pengujian ini tidak berat sebelah, karena perancang/pembuat dan penguji adalah pihak yang berbeda.

- Penguji sebagai user tidak memerlukan pengetahuan tentang bahasa program yang spesifik.

- Hasil pengujian dilihat berdasarkan hasil dari pemakaian user bukan pembuat software.

   

- Pengujian dapat dilaksanakan sesegera mungkin setelah spesifikasi software telah lengkp.

Kekurangan dari black-box testing adalah :

- Karena penguji biasanya adalah user maka langkah pengujian yang sistematik sulit untuk dipersiapkan sebelumnya.

- Ada kemungkinan beberapa bagian dari software terlewatkan pada saat pengujian.

Sistem pengelolaan data mahasiswa berbasis web yang dibangun ini diuji dengan metode black-box testing dengan pertimbangan bahwa software bukan merupakan program aplikasi yang executable, namun lebih diarahkan pada user.

Dengan metode ini juga membuka kemungkinan adanya peningkatan atau pengembangan software di kemudian hari.

5. Implementasi

Implementasi adalah tahap untuk menerjemahkan modul-modul yang dihasilkan tahap desain ke dalam bahasa program. Sesuai dengan tujuan penelitian ini maka implementasi yang dilakukan adalah komponen apa saja yang dibutuhkan sehingga dapat membentuk skrip-skrip PHP untuk mendapatkan sebuah web database yang dapat digunakan untuk aplikasi pelaporan pembayaran perkuliahan mahasiswa UIN berbasis web.

   

a. Komponen Aplikasi 1. Perangkat Lunak

Menjelaskan perangkat lunak apa saja yang dapat mendukung aplikasi ini.

2. Perangkat keras

Menjelaskan perangkat keras apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi ini.

b. Implementasi Tampilan Web.

Tahap selanjutnya adalah membuat tampilan atau antar muka halaman-halaman website yang disesuaikan dengan tahapan desain.

   

3.3 Kerangka Penelitian

   

Pengamatan(observasi)

Diagram 1 kerangka penelitan Wawancara (interview)

Study Pustaka

Desain Arsitektur

Desain data 

Desain interface

Metode Pengumpulan data 

 

Metode Terstruktur  dengan  metode Waterfall  Analisa (Analysis)  Rancangan (Design)  Penerapan (Implementasi)  Pengujian  Komponen Aplikasi Implementasi Tampilan Web Analisis Kebutuhan Pengguna

Analisis Unjuk Kerja  

Analisis kebutuhan sistem

Kode  Tahap pemrograman

Aplikasi Pelaporan pembayaran perkuliahan mahasiswa berbasis web pada

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dibangun melalui lima tahapan

utama, yaitu tahap analisis, tahap desain, tahap kode, tahap pengujian, dan tahap

implementasi.

Dokumen terkait