II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.2. Penelitian Terdahulu
2.2.1. Studi Pustaka Respon Penawaran
Beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan mengenai respon
penawaran, terutama difokuskan pada respon penawaran untuk komoditas
pertanian. Penelitian tersebut diantaranya dilakukan oleh Alemu, et al. (2003),
Awasola, et al. (2006), dan Imai, et al. (2008). Di pihak lain penelitian mengenai
komoditi kelapa sawit sebagian besar membahas tentang perdagangan dan daya
saing kelapa sawit yang terkait dengan ekspor atau pun impor diantaranya
Penelitian dari Alemu et al. (2003) yang berjudul “Grain-Supply Response
in Ethiopia: An Error Correction Approach” dilakukan untuk mengukur respon
produsen teh, gandum (terigu), jagung, dan tebu (gula) di negara Ethiopia dengan
menggunakan metode ECM. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari
tahun 1966 sampai 1994 yang terdiri dari data produksi, harga komoditi, harga
komoditi pesaing dan curah hujan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rencana
penawaran dari komoditi-komoditi tersebut dipengaruhi secara positif oleh harga
komoditi itu sendiri, negatif oleh harga komoditi substitusinya dan structural
breaks yang berhubungan dengan perubahan kebijakan. Pada jangka panjang
elastisitas harga signifikan untuk seluruh komoditas, sedangkan pada jangka
pendek elastisitas harga signifikan hanya pada jagung, dan keduanya bernilai
inelastis.
Awasola, et al. (2006) dalam penelitiannya yang berjudul ”Vector Error
Correction Modelling Of Nigerian Agricultural Supply Response” mempelajari
respon penawaran pada sektor pertanian di Nigeria dengan menggunakan model
Vector Error Correction Model (VECM). Data yang digunakan adalah data
sekunder dari tahun 1978 sampai yahun 2003 yang terdiri dari data indeks
produksi pertanian agregat, indeks rata-rata harga komoditi pertanian dari Nigeria,
Anggaran untuk sektor pertanian, dan kredit untuk sektor pertanian. Penelitian ini
dilakukan untuk menguji jangka panjang produksi pertanian tidak hanya terhadap
harga, tetapi juga investasi pemerintah, dan insentif kredit yang diberikan
pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas harga komoditas
sedangkan perlengkapan (mesin) dan kredit tidak meningkat, maka tidak cukup
untuk meningkatkan respon penawaran untuk mencapai harga yang baik.
Penelitin Imai, et al. (2008) dengan judul ”Supply Response to Changes in
Agricultural Commodity Prices in Asia Countries” meneliti bagaimana
produktifitas beberapa komoditi utama (jagung, gandum, padi, buah-buahan, dan
sayur-sayuran) pada harga domestik, mengontrol efek curah hujan dan harga
minyak mentah. Dengan menggunakan metode panel data terhadap 10 negara
Asia, yaitu Bangladesh, Cina, Kamboja, India, Indonesia, Nepal, Pakistan,
Philipina, Sri lanka dan Thailand, peneliti ingin memperlihatkan seberapa kuat
elastisitas produktivitas untuk komoditas tertentu. Kesimpulan yang diperoleh dari
penelitian ini adalah respon produktivitas yang kuat terhadap harga di 10 negara
Asia, walaupun terjadi variasi yang besar pada kekuatan dan kecepatan respon
produktifitas di antara komoditi yang berbeda.
2.2.2. Studi Pustaka Minyak Kelapa Sawit
Sari (2008) meneliti bagaimana posisi daya saing ekspor minyak kelapa
sawit Indonesia di perdagangan Internasional dari tahun 2002-2005 jika dilihat
dari pangsa pasar dan keunggulan komparatif. Pengolahan data dilakukan secara
kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan
analisis pangsa pasar dan Revealed Comparative Advantages (RCA), sedangkan
analisis kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pangsa pasar Indonesia berada pada posisi teratas kemudian
berfluktuatif tetapi cenderung tetap mengalami kenaikan. Hasil nilai RCA yang
lebih dari satu juga menunjukkan bahwa CPO Indonesia memiliki keunggulan
komparatif yang tinggi.
Kusumawardhana (2008) meneliti bagaimana pengaruh kebijakan pajak
ekspor (PE) CPO terhadap penawaran ekspor CPO Indonesia. Peneliti
menggunakan persamaan simultan dengan metode estimasi yang digunakan
adalah Two Stage Least Square (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
produksi CPO Indonesia, harga ekspor CPO, dan nilai tukar rupiah terhadap dollar
berpengaruh positif dengan penawaran ekspor CPO Indonesia. Pemberlakuan
pajak ekspor akan mengurangi ekspor CPO Indonesia walaupun secara statistik
tidak signifikan. Penawaran CPO Indonesia juga mempunyai hubungan yang
negatif terhadap harga CPO domestik.
2.3. Kerangka Pemikiran
Komoditas minyak kelapa sawit (CPO) merupakan salah satu komoditas
penting bagi perekonomian Indonesia, melalui peningkatan nilai tambah, ekspor,
pengurangan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja baru. Selain sebagai
sumber devisa negara, berbagai manfaat dapat dihasilkan kelapa sawit, termasuk
manfaatnya sebagai salah satu bahan baku biodiesel untuk bahan bakar nabati.
Meningkatnya penggunaan BBN beberapa tahun terakhir membuat permintaan
CPO dunia meningkat sehingga pasar komoditi ini bertambah luas. Adanya
perluasan pasar, menjadikan peningkatan penawaran. Indonesia merupakan
penting dalam menjaga keseimbangan pasar CPO dunia. Ketersediaan CPO
Indonesia masih memiliki peluang yang besar, hal ini dapat dilihat dari luas areal,
produksi dan produktivitas kelapa sawit. Peningkatan penggunaan biodiesel di
dunia sebagai pengganti bahan bakar fosil sangat membuka peluang Indonesia
untuk menjadi produsen biodiesel terbesar di dunia.
Disisi lain tingkat permintaan CPO dalam negeri juga tinggi. CPO
merupakan bahan baku dari minyak goreng yang merupakan salah satu dari
sembilan bahan pokok pangan yang paling dibutuhkan. Kebijakan pemerintah
yang menetapkan penggunaan BBN biodiesel minimal 5 persen dari konsumsi
BBM nasional juga membuat permintaan CPO dalam negeri semakin tinggi.
Harga CPO di dalam negeri sangat ditentukan oleh harga CPO internasional,
karena Indonesia menganut perekonomian terbuka. Harga CPO yang tinggi
merupakan insenstif yang besar bagi para pengusaha domestik untuk mengekspor
CPO dan menghindari diri dari kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan CPO
dalam negeri.
Fokus penelitian ini adalah meneliti bagaimana penawaran minyak kelapa
sawit (CPO) Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Error Correction
Model (ECM) untuk mengetahui hubungan jangka panjang dan jangka pendek
harga komoditi, luas areal, harga komoditi pesaing, harga solar, dan nilai tukar
terhadap penawaran CPO Indonesia. Kerangka penelitian ini dapat dilihat pada
Gambar 2.4. Kerangka Pemikiran Pendugaan penawaran
CPO
Luas areal perkebunan kelapa sawit
Harga domestik CPO Harga solar
Nilai tukar
Analisis jangka pendek dan jangka
panjang Analisis ECM (Error Correction Model) Perkembangan produksi CPO Indonesia
Peningkatan permintaan ekspor CPO Indonesia Bahan Bakar Nabati (biodiesel) dari CPO
Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran CPO Indonesia dan nilai elastisitas penawaran CPO
2.4. Hipotesis
Berdasarkan permasalahan dan tinjauan pustaka yang telah dipaparkan di
atas maka hipotesis dari penelitian ini adalah:
1. Harga domestik CPO akan berpengaruh positif terhadap penawaran.
2. Luas areal perkebunan kelapa sawit berpengaruh positif terhadap penawaran
CPO.
3. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berpengaruh positif
terhadap penawaran CPO.