Berdasarkan hasil pembobotan dan scoring analisis SWOT untuk subsektor air limbah domestic menunjukan bahwa di Kabupaten PALI terdapat beberapa kelemahan. Namun demikian, Kabupaten Kemering Ilir juga mempunyai peluang yang cukup signifikan untuk diraih dengan merubah beberapa strategi yang ada pada saat ini.Berdasarkan hasil analisa SWOT, posisi pengelolaan sanitasi kabupaten PALI khususnya subsector air limbah domestic menunjukan bahwa faktor internal menjadi kekuatan khususnya keteersediaan anggaran untuk program air limbah domestic. Namun demikian ada faktor eksternal yang menjadiancaman seperti buang air besar sembarangan, pencemaran septic tenk dan septic tank tidak memenuhi syarat.
Berdasarkan analisa SWOT, diperoleh beberapa isu strategis terkait dengan air limbah domestic di kabupaten PALI yaitu :
1) Perlunya penyusunan perda tentang pengelolaan air limbah domestic dengan dilengkapi dengan kewajiban dan sanksi dalam pengelolaan air limbah domestic serta adanya biaya retribusi pengelolaan air limbah.
2) Perlunya peningkatan kemampuan SDM bidang pengelolaan air limbah domestic baik kuantitas maupun kualitas disertai pengaturan job description dalam pengelolaannya.
3) Perlu pembangunan IPAL dan IPLT khususnya di desa/kelurahan yang memiliki karakteristik perkotaan.
Sementara itu permasalahan yang timbul dalam pengelolaan air limbah domestic di kabupaten PALI meliputi beberapa aspek. Secara lebih rinci aspek yang dimaksud dapat dilihat pada tabel 5.1
Tabel 3.1
Tujuan, Sasaran, dan Tahap Pencapaian Pengembangan air limbah domestik
Tujuan Sasaran Strategi
Pernyataan sasaran Indikator Sasaran
1. Mewujudkan prasarana dan sarana air limbah domestic yang memenuhi syarat dan mampu mengakses seluruh penduduk
Peningkatan sarana air limbah domestik dari 12% menjadi 80%
Meningkatkan sarana air limbah domestik hingga 80% di tahun 2017
a). Menambah jumlah jamban individual (on-site) khususnya di perdesaan yang berbasis masyarakat
b). Menambah MCK (komunal) khususnya di perdesaan yang mayoritas penduduk miskin yang berbasis masyarakat
c). Membangun IPAL, IPLT dan jaringannya di kawasan perkotaan (kelurahan/desa yang tumbuh cepat)
d). Mendorong pembiayaan sendiri bagi setiap keluarga untuk pembangunan jamban individual.
e). Meningkatkan pola koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam mengembangkan sistem air limbah domestic
f). Meningkatkan akses masyarakat terhadap prasarana dan sarana air limbah sistem terpusat (jangka panjang)
g). Merubah perilaku dan meningkatkan pemahaman masyarakat dan dunia usaha terhadap pentingnya pengelolaan air limbah
permukiman
h). Mendorong partisipasi masyarakat dan usaha dalam
penyelenggaraan pengembangan dan pengelolaan air limbah permukiman
i). Menyusun perangkat perturan baik dalam bentuk perda maupun peraturan bupati yang mendukung penyelenggaraan pengelolaan air limbah.
j). Mensosialisasikan peraturan terkait penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukiman
k). Memperkuat kelembagaan pengelolaan air limbah l). Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar lembaga m). Mendorong dan meningkatkan komitmen para pemangku kepentingan untuk memprioritaskan pembangunan sanitasi termasuk pengelolaan air limbah
A. Pelayanan Air Limbah
b). Meningkatkan cakupan pelayanan air limbah domestic baik dikelola oleh pemerintah maupun oleh masyarakat.
c). Meningkatkan kinerja penyelenggara pengelolaan air limbah domestic
d). Memprioritaskan pembangunan air limbah domestik pada masyarakat daerah miskin dan rawan penyakit terkait air. e). Mendorong kerja sama antar kota/kabupaten dalam upaya
melindungi badan air dari pencemaran air limbah domestic
1. PROGRAM PELAYANAN
1.1) Program peningkatan pelayanan air limbah melalui sistem terpusat ( sewerage ) di perkotaan
1.2) Program pembangunan prasarana dan sarana air limbah untuk masyarakat berpenghasilan rendah diperkotaan
1.3) Program pembinaan & bimbingan teknis dalam peningkatan kinerja PS Air limbah
1.4) Program pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam bidang pengolahan air limbah
1.5) Program pembinaan % bimbingan teknis dalam peningkatan PS air limbah untuk daerah tertentu : daerah endemi, daerah bencana daerah terpencil, pulau – pulau kecil dan kawasan perbatasan.
B. PEMBIAYAAN AIR LIMBAH
a. mendorong peningkatan alternatif sumber pembiayaan yang murah dan berkelanjutan
b. mendorong peningkatan prioritas pendanaan pemerintah dalam pengembangan sistem
c. meningkatan pembiayaan melalui kemitraan pemerintah dan swasta
d. pembangunan dan pengelolaan berbasis masyarakat.
2. PROGRAM PEMBIAYAAN
1. program peningkatan pembiayaan pengelolaan air limbah 2 .program peningkatan kerjasama pemerintah dan swasta (KPS)
dalam penyelenggara PS air limbah
C. PERAN SERTA MASYARAKAT
a. Penyelenggaraan sosialisasi perlunya perilaku hidup bersih dan sehat
2. Mengembangkan
pengelolaan dan pelayanan air limbah domestik
Berkembangnya pelayanan air limbah domestic hingga 80% di tahun 2017
Jumlah penduduk yang terlayani meningkat dari 12% menjadi 80%
pengolaan air limbah, melalui pemberian penghargaan dan saksi. c. melibatkan peran serta badan usaha swasta dan koperasi dalam
pembangunan dan pengelolaan air limbah.
d. sosialisasi untuk merubah perilaku supaya tidak membuang tinja di sembarang tempat
3. PROGRAM PERAN SERTA MASYARAKAT
3.1) Program sosialisasi dan kampanye dalam pendidikan lingkungan dan kepedulian lingkungan
3.2) Program pembangunan PS air limbah berbasis masyarakat 3.3) Deseminasi dan sosialisasi Norma, standar, Pedoman dan
Manual bidang air limbah
3.4) Bantuan teknis pembangunan air limbah berbasis masyarakat
D. KELEMBAGAAN
a. meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar wilayah dalam pembangunan air limbah
b. fasilitas peningkatan manajemen pembangunan air limbah didaerah
c. fasilitas peningkatan pengelolaan air limbah melalui pelatihan dan pendidikan SDM yang kompeten
4. PROGRAM KELEMBAGAAN
4.1) Program bantuan teknis penyelenggara kelembagaan PS air Limbah
4.2) Program Bantuan teknis pembentukan badan pengelola Air limbah
4.3) Program peningkatan koordinasi dengan sektor lain 4.4) Program peningkatan kemauan politik (political will) dalam
penanganan Air limbah
4.5) Program peningkatan pengawasan kualitas air limbah permukiman
4.6) Program peningkatan kapasitas Kelembagaan dan SDM
E. PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN
Peraturan yang melakukan pengaturan terhadap yang bergerak dalam pembangunan dan pengolalaan air limbah .
Sumber : Permen PU No. 16/PRT/M/2008,RPJMD
Tabel 3.1 Tujuan ,Sasaran, dan tahap pencapaian pengembangan air limbah dolmestik merupakan pernyataan tujuan yang ingin dicapai dalam pengelolaan pengembangan air limbah domestic di kabupaten PALI dengan target sasaran dalam pernyataan sasaran dan indikantor sasaran untuk mencapai strategi penanganan permasalahan air limbah domestic di kabupaten PALI .
Dalam rangka untuk memperkecil kelemahan/kendala dan mengatasi tantangan/ ancaman dalam pembangunan subsector air limbah domestic di kabupaten PALI ke depan diperlukan upaya sebagai berikut :
1) Menciptakan kesadaran seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap pentingnya penanganan dan peningkatan pelayanan air limbah.
2) Peningkatan peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran pembangunan air limbah.
3) Menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha (swasta) untuk turut berperan serta secara aktif dalam memberikan pelayanan air limbah dengan kemitraan pemerintah-swasta.
4) Peningkatan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah melalui restrukturisasi kelembagaan dan membentuk BUMD yang mengelola air limbah.
5) Peningkatan partisipasi media untuk kempanye edukasi dan advokasi sanitasi air limbah
6) Peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelolaan pelayanan air limbah melalui uji kompetensi, pendidikan, pelatihan, dan perbaikan pelayanan kesehatan.
Berdasarkan kekuatan dan ancaman, isu strategis, permasalahan dan upaya untuk mengatasi permasalahan, dapat dirumuskan tujuan dan sasaran serta strategi untuk mencapai visi dan misi sanitasi yang dirumuskan berdasarkan kondisi terkini
dari pengelolaan air limbah domestik. Secara lebih jelas tujuan, sasaran dan strategi yang diperlukan dalam rangka pengembangan pengelolaan air limbah domestik di kaabupaten PALI .