• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh berbasis IT (Information Technology)

4.2.2.3 Subjek III

Menurut saya sebagai dosen pelaksanaan pembelajaran jarak jauh berbasis IT ini memberikan nilai tambah yang positif, jadi dengan PJJ ini pembelajarannya jadi lebih enak, dosen jadi lebih praktis dan simpel dalam menyampaikan materi-materi itu. Sosialisasi dalam penggunaan teknologi internet untuk pembelajaran jarak jauh yaitu dimulai sejak dari awal masuk sudah dibekali dengan pelatihan menggunakan E-learningnya, dan cara mengupload tugas-tugas kuliah.

Pelaksanaan pembelajaran berbasis IT yang dilakukan oleh mahasiswa secara benar saya rasa baru 80%, hanya problemnya itu mungkin dari jaringan internetnya yang kadang-kadang tidak bisa maksimal dalam pelaksanaan pembelajarannya. Kendala yang dihadapi selama ini dengan mahasiswa biasanya kendala masalah jaringan internetnya. Solusinya yaitu saya sarankan kalau misalnya E-learningnya macet itu bisa melalui E-mail

atau lewat blog juga bisa kalau mau mengirim tugas. Tapi kalau blog itu sifatnya lebih pribadi.

Pemebelajaran berbasis IT dengan memanfaatkan teknologi internet memberikan dampak positif, dalam arti biasanya dosen dalam menyampaikan materi tugas itu kan ada batas waktunya jadi misalkan mahasiswa terlambat jadi tidak bisa mengupload tugas-tugas tersebut, jadi pelaksanaannya itu bisa tepat waktu dan lebih efektif. Kemahiran dalam mengakses internet oleh dosen memang terbatas, hanya dosen-dosen yang masih muda saja yang mahir dalam hal teknologi internet. Begitu juga sebaliknya dengan para mahasiswanya.

Media lain yang digunakan dalam PJJ ini selain dengan media internet yaitu biasanya melalui residensial atau tatap muka secara langsung pada saat tutor kunjung biasanya dilakukan 1 semester itu 2 kali. Dengan media internet tidak bisa 100% menggantikan peran pengajar, hanya kalau PJJ ini semua materi sudah ada di data base jadi mahasiswa tinggal mempelajari atau mengerjakan tugas-tugas yang sudah ada, kalau tatap muka biasanya berinteraksi secara langsung.

Interaksi antara dosen dan mahasiswa memakai banyak cara yaitu melalui E-learning itu kan ada ruang chatting atau kalau tidak ya lewat Yahoo Massanger, kadang ada juga yang lewat Facebook karena kebanyakan mahasiswa itu banyak yang punya Facebook kadang pada saat jam-jam tertentu bisa online bareng. Proses monitoring dalam pelaksanaan PJJ ini sangat perlu dilakukan, karena monitoring itu tidak hanya untuk memonitor

mahasiswa saja tapi biasanya juga untuk melakukan konsultasi tentang pembelajarannya selama ini apakah ada kendala-kendala yang dihadapi.

Respon dari masyarakat dalam pelaksaan PJJ ini secara keseluruhan belum begitu antusias, karena mereka belum yakin kalau dengan E-learning

itu bisa berjalan dengan baik karena biasanya mereka itu masih awam dengan teknologi seperti itu.

4.2.2.4Subjek IV

Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi memang saat ini guru-guru mau tidak mau harus menguasai apa namanya teknologi informasi yaitu internet, sehingga pembelajaran seperti ini memang inovasi yang bagus. Sosialisasi penggunaan media internet dalam pembelajaran jarak jauh ini dilakukan melalui daerah-daerah, jadi ada sentral yang dijadikan pusat untuk layanan internet, dan juga ada perkuliahan tentang ICT untuk lebih memperdalam lagi.

Sejauh ini sebagian besar mahasiswa sudah melaksanakan pembelajaran jauh dengan baik, tapi juga masih ada beberapa yang belum menguasai terutama mahasiswa yang sudah tua-tua. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan PJJ ini yaitu, pada saat inisiasi itu hambatannya tidak bisa tepat waktu artinya karena mahasiswa masih belajar jadi kadang-kadang masih salah kirim. Disamping itu juga kesibukan dosen itu sendiri yang tidak bisa langsung merespon jawaban dari mahasiswa mungkin bisa 1 sampai 2 hari. Solusinya yaitu kita perlu ada jaringan disetiap tempat untuk bisa mengakses internet setiap saat.

Pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media berbasis internet memberikan dampak sangat positif, karena dapat memberikan nilai lebih kepada guru-guru supaya tidak gagap teknologi dan di sisi lain bisa menjembatani waktu mereka. Kemahiran dosen dan mahasiswa dalam mengakses media internet sangat bervariasi, sebagian dosen maupun mahasiswa yang masih muda-muda itu memang mahir dalam penguasaan teknologi. Tapi kalau yang sudah tua memang agak kurang pengetahuan dalam bidang ITnya.

Media yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selain menggunakan media internet yaitu menggunakan laptop, LCD. Ketika

online mereka biasanya diberikan buku bahan ajar dan CD. Dengan menggunakan media internet tidak bisa menggantikan peran pengajar, karena media internet itu hanya untuk mendukung proses pembelajaran supaya bisa berjalan lebih efektif. Keuntungan mengikuti program pembelajaran jarak jauh berbasis IT ini yaitu guru sebagai mahasiswa bisa melakukan pembelajaran tanpa harus meninggalkan tugas pokoknya sebagai pengajar di sekolah masing-masing.

Interaksi antara dosen dan mahasiswa berjalan dengan baik, yaitu melalui e-mail untuk mengirim tugas-tugas kadang juga mahasiswa biasa berkomunikasi melalui sms atau telepon untuk konfirmasi masalah tugas. Proses monitoring memang dilakukan tetapi tidak bisa setiap hari, kecuali pada saat residensial.

Respon dari masyarakat dalam pelaksanaan PJJ ini sangat baik, terbukti banyak mahasiswa yang masuk program pembelajaran jarak jauh S1 PGSD ini.

4.2.3 Analisis Data Penelitian Tiap Subjek

4.2.3.1Subjek I

Program PJJ S1 PGSD dikembangkan berdasarkan seperangkat kemampuan yang dipersyaratkan di dalam melaksanakan tugas-tugas mengajar yang harus dikuasai oleh guru. Berkenaan dengan hal itu, tujuan yang ingin diwujudkan melalui penyelenggaraan Program PJJ S1 PGSD adalah yang pertama untuk menyiapkan calon guru supaya berkompeten menjadi guru 5 bidang ke-SD-an, kemudian yang kedua meningkatkan kemampuan mereka dalam penguasaan IT karena pembelajarannya biasa di lakukan dengan menggunakan media internet. (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 2-5). Mengacu pada tujuan tersebut, subjek menyatakan dengan media internet dapat membantu tujuan pelaksaan pembelajaran jarak jauh, karena dengan internet materi yang di sampaikan itu bisa sampai ke mahasiswa yang diluar salatiga, disamping itu juga supaya meningkatkan penguasaan IT (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 8-11).

Seleksi calon mahasiswa Program PJJ S1 PGSD dilakuakan melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan calon mahasiswa, Dinas Pendidikan Propinsi/Kabupaten/Kota/Cabang Dinas Kecamatan dan Perguruan tinggi penyelenggara. Kriteria calon mahasiswa Program PJJ S1 PGSD yaitu harus sudah D2 PGSD yang terakreditasi, lulus kemampuan akademik, lulus tes

wawancara, lulus tes penguasaan IT dasar (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 42-44). Metode yang digunakan dalam Program PJJ S1 PGSD yaitu, ada yang melalui online text yaitu mengerjakan tugas-tugas dengan cara online secara langsung, single file upload yaitu tugas bisa dikerjakan diluar nanti tinggal mengupload saja, ada juga forum diskusi dan quis (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 19-24).

Menurut subjek, model yang digunakan dalam pelaksanaan Program PJJ S1 PGSD yaitu menggunakan web enchanced course atau yang biasa disebut dengan hylite yaitu pembelajaran yang berbasis web (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 14-16). Sebelum melaksanakan tutorial online dan tatap muka, untuk mahasiswa baru dibekali dengan pelatihan ICT selama 1 bulan penuh melalui kelas-kelas (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 71-73). Interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan PJJ yaitu melalui online atau lewat e-mail kadang juga ada yang beberapa lewat blog tetapi yang utama yaitu melalui moodle atau hylite (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 58-60). Kemampuan dosen dan mahasiswa rata-rata mahir, mungkin ada 1-2 dosen maupun mahasiswa yang belum mahir (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 90-95).

Subjek menyatakan bahwa antusiasme para mahasiswa dalam mengikuti program PJJ S1 PGSD yaitu sangat antusias sekali karena pada umumnya mereka menganggap IT itu merupakan hal yang baru yang pada awalnya mereka pada bingung, tetapi setelah mengikuti perkuliahaan di UKSW mereka jadi banyak tahu hal-hal yang berkaitan dengan internet (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 53-56). Rata-rata mahasiswa sudah

melaksanakan pembelajaran berbasis IT ini dengan benar (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 105). Kompetensi yang diharapkan, secara umum yaitu harus mempunyai kompetensi profesional, kompetensi sosial, kompetensi personal, kompetensi paedagogik serta mempunyai kemampuan di bidang IT (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 63-64). Adapun syarat kelulusannya yaitu harus lulus semua mata kuliah yang ditempuh, IPK harus 2,75, lulus ujian skripsi atau ETA lalu mengumpulkan ETA tersebut dalam bentuk CD (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 66-68).

Subjek menyatakan, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh berbasis IT ini tentu mengalami hambatan yang dialami selama pelaksaan PJJ ini antara lain yaitu dosen maupun mahasiswa dalam mengupload tugas-tugas maupun mengirim tugas biasanya masih mengalami kendala dalam hal penguasaan IT yang masih kurang (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 32-35). Dampak dari pelaksanaan PJJ berbasis IT ini bagi masyarakat terutama bagi guru sangat baik, dengan kemampuan penguasaan IT semakin bertambah maka pengetahuaannya juga semakin bertambah, kemudian dia juga akan lebih percaya diri karena tidak dianggap “gaptek” (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 108-111). Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini juga melakukan proses monitoring biasanya dilakukan pada saat pengiriman tugas-tugas saja atau melalui tutor kunjung 2 kali dalam 1 semester yaitu pada awal dan akhir, atau kalau proses monitoring secara langsung kalau pas di ICT center saja (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 76-81).

Masyarakat menilai pelaksanaan pembelajaran jarak jauh berbasis IT ini merupakan suatu kemajuan terutama bagi masyarakat guru, terbukti banyak dari alumni yang di Kab/Kota biasanya jadi pemandu kegiatan-kegiatan kelompok belajar IT karena lulus dari PJJ mereka dianggap kemampuan IT nya lebih baik dari pada teman-teman yang lain (Lamp. Subjek 1/Dt. 1/Pt. 1 b. 114-118).

4.2.3.2Subjek II

Pelaksanaan program PJJ S1 PGSD ini menggunakan media internet yang diharapkan mahasiswa mahir menggunakan internet, karena salah satu tujuan perkuliahaannya yaitu supaya mahasiswa mahir dibidang ICT. Tujuan program PJJ S1 PGSD yaitu, Meningkatkan kemampuan guru dalam hal penguasaan IT, karena pembelajarannya menggunakan fasilitas internet (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 2-4).

Model pembelajaran yang digunakan dalam pelaksanaan PJJ S1 PGSD yaitu secara online dengan menggunakan hylite dan tatap muka pada saat liburan sekolah (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 13-14). Metode pembelajaran yang digunakan bervariasi, misalnya dengan pembelajaran secara langsung ada juga dengan dengan forum diskusi kadang juga ada quis (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 17-18).

Hambatann yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yaitu banyak tugas-tugas yang diberikan oleh dosen kadang berbenturan dengan tugas yang ada disekolah, jadi sering terlambat dalam mengirim tugas-tugas tersebut, kadang juga internetnya sering error. Solusinya yaitu

dosen dalam memberikan tugas-tugas hendaknya harus memberi jangka waktu yang sekiranya cukup untuk mahasiswa dalam menyelesaikan tugas tersebut disela-sela tugas pokok yang harus mereka kerjakan sebagai pengajar (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 26-31).

Kriteria untuk mengikuti program PJJ S1 PGSD yaitu, guru tetap atau PNS yang sudah lulus D2 PGSD, kemudian melakukan pendaftaraan secara langsung. Prosedur penerimaan mahasiswanya yaitu dengan cara mahasiswa mendaftar, mengikuti seleksi yang sudah dijadwalkan, kemudian melakukan daftar ulang apabila sudah diterima (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 37-39). Subjek menyatakan, prosedur penerimaan calon mahasiswa program PJJ S1 PGSD yaitu dengan cara mahasiswa mendaftar,kemudian mengikuti seleksi yang sudah dijadwalkan serta melakukan daftar ulang apabila sudah diterima (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 42-44). Subjek menyatakan syarat kelulusan untuk pelaksanaan PJJ S1 PGSD ini antara lain yaitu, harus lulus semua mata kuliah yang ditempuh, lulus ETA (elektronik tugas akhir), kemudian lulus ujian skripsi.(Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 58-60).

Persiapan pelaksanaan pembelajaran pada tahap awal yaitu, mahasiswa harus mengikuti pelatihan atau pembekalan mengenai IT selama 1 bulan penuh melalui kelas-kelas yang sudah disediakan oleh koordinator PJJ (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 63-65). Selama pelaksanaan PJJ ini media yang digunakan yaitu, menggunakan internet. Selain itu juga menggunakan modul atau buku paket, kadang ada juga copy file (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 33-34).

Antusiasme mahasiswa PJJ S1 PGSD bisa dikatakan sangat antusias, terbukti dengan banyaknya jumlah pendaftar yang ingin menempuh pendidikan PJJ S1 PGSD ini (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 47), tetapi tidak semua dapat diterima karena harus lolos seleksi yang sudah ditetapkan. Interaksi antara dosen dan mahasiswa biasanya dilakukan melalui sms, telepon atau kadang ada juga yang mengirim pesan melalui e-mail (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 50-51).

Kompetensi yang diharapkan secara umum yaitu harus mempunyai kompetensi profesional, kompetensi sosial, kompetensi personal, serta kompetensi paedagogik plus IT (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 54-56). Sejauh ini ketrampilan dosen menggunakan internet secara umum sudah banyak yang mahir, karena ditunjang dengan fasilitas yang memadai (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 81-82). Proses monitoring biasanya dilakukan pada saat tutor kunjung 2 kali dalam 1 semester yaitu pada awal dan akhir (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 68-70).

Dampak yang diperoleh setelah mengikuti program PJJ S1 PGSD ini yaitu yang pada awalnya banyak mahasiswa yang belum bisa menggunakan IT kini menjadi bisa karena sudah terbiasa menggunkannya pada saat mengikuti perkuliahan (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 95-97). Respon dari masyarakat terhadap pelaksaan PJJ ini yaitu sangat senang, karena mereka tidak hanya mengikuti perkuliahan tetapi saja, tetapi juga mendapat pengetahuan tentang IT yang secara bersamaan (Lamp. Subjek 2/Dt. 1/Pt. 1 b. 100-103).

4.2.3.3Subjek III

Universitas Kristen Satya Wacana dalam program PJJ S1 PGSD sangat mendukung sekali karena program PJJ S1 PGSD berbasis IT ini memberikan nilai tambah yang positif, jadi dengan PJJ ini pembelajarannya jadi lebih enak, dosen jadi lebih praktis dan simpel dalam menyampaikan materi-materi itu, dalam arti biasanya dosen dalam menyampaikan materi tugas itu memberi batas waktu jadi misalkan mahasiswa terlambat jadi tidak bisa mengupload tugas-tugas tersebut, jadi pelaksanaannya itu bisa tepat waktu (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 25-29). Sosialisasi dalam penggunaan teknologi internet untuk pembelajaran jarak jauh yaitu dimulai sejak dari awal masuk sudah dibekali dengan pelatihan menggunakan E-learningnya, dan cara mengupload tugas-tugas kuliah (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 11-14).

Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis IT yang dilakukan oleh mahasiswa secara benar saya rasa baru 80%, hanya problemnya itu mungkin dari jaringan internetnya yang kadang-kadang tidak bisa maksimal dalam pelaksanaan pembelajarannya (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 18-21). Metode yang digunakan yaitu melalui E-learning (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 65-66). Untuk kemampuan peserta didik itu sendiri dari awal memang sudah dibekali cara menggunakan komputer, tapi pada saat awal-awal itu juga masih mengalami kesulitan karena kebanyakan dari mereka masih awam, tapi setelah semester 2 atau 3 sudah banyak yang bisa jadi tidak ada masalah cuma kadang jaringannya yang bermasalah (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 70-76). Kendala yang dihadapi selama ini dengan mahasiswa biasanya kendala

masalah jaringan internetnya. Solusinya yaitu saya sarankan kalau misalnya

E-learningnya macet itu bisa melalui E-mail atau lewat blog juga bisa kalau mau mengirim tugas. Tapi kalau blog itu sifatnya lebih pribadi (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 100-105).

Subjek menyatakan, kemahiran dalam mengakses internet oleh dosen memang terbatas, hanya dosen-dosen yang masih muda saja yang mahir dalam hal teknologi internet, begitu juga sebaliknya dengan para mahasiswanya (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 85-88). Media yang digunakan dalam PJJ ini selain dengan media internet yaitu biasanya melalui residensial atau tatap muka secara langsung pada saat tutor kunjung yang biasanya dilakukan 1 semester itu sebanyak 2 kali (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 32-35). Dengan media internet ini tidak bisa 100% menggantikan peran pengajar, hanya kalau PJJ ini semua materi sudah ada di data base jadi mahasiswa tinggal mempelajari atau mengerjakan tugas-tugas yang sudah ada, kalau tatap muka biasanya berinteraksi secara langsung (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 48-52).

Interaksi antara dosen dan mahasiswa memakai banyak cara yaitu melalui E-learning itu kan ada ruang chatting atau melalui Yahoo Massanger,

kadang ada juga yang lewat Facebook karena kebanyakan mahasiswa itu banyak yang punya Facebook kadang pada saat jam-jam tertentu bisa online

bareng (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 56-62). Proses monitoring dalam pelaksanaan PJJ ini sangat perlu dilakukan, karena monitoring itu tidak hanya untuk memonitor mahasiswa saja tapi biasanya juga untuk melakukan

konsultasi tentang pembelajarannya selama ini apakah ada kendala-kendala yang dihadapi (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 92-96).

Respon dari masyarakat dalam pelaksaan PJJ ini secara keseluruhan belum begitu antusias, karena mereka belum yakin kalau dengan E-learning

itu bisa berjalan dengan baik karena biasanya mereka itu masih awam dengan teknologi seperti itu (Lamp. Subjek 3/Dt. 1/Pt. 1 b. 108-112).

4.2.3.4Subjek IV

Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi memang saat ini guru-guru mau tidak mau harus menguasai apa namanya teknologi informasi yaitu internet, sehingga pembelajaran seperti ini memang inovasi yang bagus (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 4-8). Sosialisasi penggunaan media internet dalam pembelajaran jarak jauh ini dilakukan melalui daerah-daerah, jadi ada sentral yang dijadikan pusat untuk layanan internet, dan juga ada perkuliahan tentang ICT untuk lebih memperdalam lagi (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 12-16).

Subjek menyatakan, sampai sejauh ini sebagian besar mahasiswa sudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan baik, tapi juga masih ada beberapa yang belum menguasai terutama mahasiswa yang sudah tua-tua (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 20-22). Kendala atau hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan PJJ ini yaitu, pada saat inisiasi itu hambatannya tidak bisa tepat waktu artinya karena mahasiswa masih belajar jadi kadang-kadang masih salah kirim. Disamping itu juga kesibukan dosen itu sendiri yang tidak bisa langsung merespon jawaban dari mahasiswa mungkin bisa 1 sampai 2

hari. Solusinya yaitu kita perlu ada jaringan disetiap tempat untuk bisa mengakses internet setiap saat (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 88-95).

Pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media berbasis internet memberikan dampak sangat positif, karena dapat memberikan nilai lebih kepada guru-guru supaya tidak gagap teknologi dan di sisi lain bisa menjembatani waktu mereka (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 26-29). Kemahiran dosen dan mahasiswa dalam mengakses media internet sangat bervariasi, sebagian dosen maupun mahasiswa yang masih muda-muda itu memang mahir dalam penguasaan teknologi. Tapi kalau yang sudah tua memang agak kurang pengetahuan dalam bidang ITnya (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 75-78).

Media yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selain menggunakan media internet yaitu menggunakan laptop, LCD. Ketika

online mereka biasanya diberikan buku bahan ajar dan CD (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 32-34). Dengan menggunakan media internet tidak bisa menggantikan peran pengajar, karena media internet itu hanya untuk mendukung proses pembelajaran supaya bisa berjalan lebih efektif (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 44-46). Keuntungan diperoleh selama mengikuti program pembelajaran jarak jauh berbasis IT ini yaitu guru sebagai mahasiswa bisa melakukan pembelajaran tanpa harus meninggalkan tugas pokoknya sebagai pengajar di sekolah masing-masing (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 37-40).

Interaksi antara dosen dan mahasiswa berjalan dengan baik, yaitu melalui e-mail untuk mengirim tugas-tugas kadang juga mahasiswa biasa berkomunikasi melalui sms atau telepon untuk konfirmasi masalah tugas (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 50-53). Proses monitoring selama pelaksanaan pendidikan jarak jauh memang dilakukan, tetapi tidak bisa setiap hari kecuali pada saat residensial (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 82-84). Respon dari masyarakat dalam pelaksanaan PJJ ini sangat baik, terbukti banyak mahasiswa yang masuk program pembelajaran jarak jauh S1 PGSD ini (Lamp. Subjek 4/Dt. 1/Pt. 1 b. 98-99).

4.3 Pembahasan Mengenai Pelaksanaan Pembelajaran