• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahapan Kegiatan

4. Subsektor Desain Produk

Establishment yang tergolong dalam subsektor desain produk tercakup dalam lapangan usaha jasa perusahaan dan jasa pendidikan. Berikut merupakan metode yang digunakan dalam penghitungan PDB subsektor desain produk.

LAPORAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2014-2016 26

Lapangan Usaha: Jasa Perusahaan

a. NTB ADHB

NTB ADHB subsektor desain produk pada lapangan usaha jasa perusahaan tahun 2016 diestimasi menggunakan indikator industri kemasan.

b. NTB ADHK

NTB ADHK subsektor desain produk pada lapangan usaha jasa perusahaan tahun 2016 diestimasi menggunakan indikator industri kemasan.

c. Sumber Data

1. SUT Indonesia tahun 2010, BPS

2. Statistik Industri Besar dan Sedang, BPS 3. Statistik Industri Mikro dan Kecil, BPS

Lapangan Usaha: Jasa Pendidikan

a. NTB ADHB

Output ADHB subsektor desain produk pada lapangan usaha jasa pendidikan tahun 2016 diestimasi dengan menggunakan pendekatan produksi, yaitu dengan mengalikan indikator produksi berupa jumlah siswa dengan indikator harga berupa output per siswa. Selanjutnya NTB ADHB dihitung dengan mengalikan output ADHB dengan rasio NTB yang bersesuaian.

b. NTB ADHK

NTB ADHK subsektor desain produk pada lapangan usaha jasa pendidikan tahun 2016 diestimasi mengunakan metode delasi, yaitu dengan membagi NTB ADHB subsektor desain produk pada lapangan usaha jasa pendidikan tahun 2016 dengan IHK kursus.

c. Sumber Data

1. SUT Indonesia tahun 2010, BPS

2. Statistik Pendidikan Non-Formal, Kemendikbud 3. Statistik Harga Konsumen, BPS

5. Subsektor Film, Animasi, dan Video

Establishment yang tergolong dalam subsektor ilm, animasi, dan video tercakup dalam lapangan usaha industri pengolahan,

LAPORAN PDB EKONOMI KREATIF TAHUN TAHUN 2014-2016 27

informasi dan komunikasi, dan jasa pendidikan. Berikut merupakan metode yang digunakan dalam penghitungan NTB subsektor ilm, animasi, dan video.

Lapangan Usaha: Industri Pengolahan

a. NTB ADHB

PDB ADHB subsektor ilm, animasi, dan video pada lapangan usaha industri pengolahan tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan produksi. NTB ADHB dihitung dengan mengalikan output ADHB dengan rasio NTB tahun berjalan.

b. NTB ADHK

NTB ADHK subsektor ilm, animasi, dan video pada lapangan usaha industri pengolahan tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan ekstrapolasi. Output ADHK tahun 2016 dihitung dengan menggerakkan output ADHK 2015 dengan suatu indikator produksi yang dihasilkan dari hasil pengolahan SKNP- EK 2017 serta dengan memperhatikan data pendukung lainnya seperti ekspor, tenaga kerja, dan data kualitatif. NTB ADHK diperoleh dengan mengalikan output ADHK dengan rasio NTB tahun dasar.

c. Sumber Data

1. Statistik Industri Besar dan Sedang, BPS 2. Statistik Industri Mikro dan Kecil, BPS 3. SKNP-EK 2017, BPS – Bekraf

4. SUT Indonesia tahun 2010, BPS

Lapangan Usaha: Informasi dan Komunikasi

a. NTB ADHB

NTB ADHB subsektor ilm, animasi, dan video pada lapangan usaha informasi dan komunikasi tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan produksi. Output ADHB diperoleh dengan menggerakan NTB ADHB subsektor ilm, animasi, dan video pada lapangan usaha informasi dan komunikasi tahun 2015 dengan pertumbuhan jumlah penonton lima belas ilm Indonesia peringkat teratas. NTB ADHB diperoleh dengan mengalikan output ADHB dengan rasio NTB.

b. NTB ADHK

LAPORAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2014-2016 28

usaha informasi dan komunikasi tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan delasi, yaitu dengan membagi output ADHB subsektor ilm, animasi, dan video pada lapangan usaha informasi dan komunikasi tahun 2016 dengan IHK umum. NTB ADHK diperoleh dengan mengalikan output ADHK dengan rasio NTB tahun 2010.

c. Sumber Data

1. SUT Indonesia tahun 2010, BPS 2. Statistik Harga Konsumen, BPS 3. Film Indonesia (ilmindonesia.or.id)

Lapangan Usaha: Jasa Pendidikan

a. NTB ADHB

Output ADHB subsektor ilm, animasi, dan video pada lapangan usaha jasa pendidikan tahun 2016 diestimasi dengan menggunakan pendekatan produksi, yaitu dengan mengalikan indikator produksi berupa jumlah siswa dengan indikator harga berupa output per siswa. Selanjutnya NTB ADHB dihitung dengan mengalikan output ADHB dengan rasio NTB yang bersesuaian.

b. NTB ADHK

NTB ADHK subsektor ilm, animasi, dan video pada lapangan usaha jasa pendidikan tahun 2016 diestimasi mengunakan metode delasi, yaitu dengan membagi NTB ADHB subsektor ilm, animasi, dan video pada lapangan usaha jasa pendidikan tahun 2016 dengan IHK kursus.

c. Sumber Data

1. SUT Indonesia tahun 2010, BPS

2. Statistik Pendidikan Non-Formal, Kemendikbud 3. Statistik Harga Konsumen, BPS

6. Subsektor Fotograi

Establishment yang tergolong dalam subsektor fotograi tercakup dalam lapangan usaha jasa perusahaan, jasa pendidikan, dan jasa lainnya. Berikut merupakan metode yang digunakan dalam penghitungan NTB subsektor fotograi.

LAPORAN PDB EKONOMI KREATIF TAHUN TAHUN 2014-2016 29

Lapangan Usaha: Jasa Perusahaan

a. NTB ADHB

NTB ADHB subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa perusahaan tahun 2016 diestimasi menggunakan hasil SKNP-EK 2017.

b. NTB ADHK

NTB ADHK subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa perusahaan tahun 2016 diestimasi menggunakan metode delasi, yaitu dengan membagi NTB ADHB subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa perusahaan tahun 2016 dengan IHK umum.

c. Sumber Data

1. SUT Indonesia tahun 2010, BPS 2. SKNP-EK 2017, BPS-Bekraf 3. Statistik Harga Konsumen, BPS

Lapangan Usaha: Jasa Pendidikan

a. NTB ADHB

Output ADHB subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa pendidikan tahun 2016 diestimasi dengan menggunakan pendekatan produksi, yaitu dengan mengalikan indikator produksi berupa jumlah siswa dengan indikator harga berupa output per siswa. Selanjutnya NTB ADHB dihitung dengan mengalikan output ADHB dengan rasio NTB yang bersesuaian.

b. NTB ADHK

NTB ADHK subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa pendidikan tahun 2016 diestimasi mengunakan metode delasi, yaitu dengan membagi NTB ADHB subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa pendidikan tahun 2016 dengan IHK kursus.

c. Sumber Data

1. SUT Indonesia tahun 2010, BPS 2. Statistik Harga Konsumen, BPS 3. Statistik Pendidikan, Kemendikbud

LAPORAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2014-2016 30

Lapangan Usaha: Jasa Lainnya (Swasta)

a. NTB ADHB

Output ADHB subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa lainnya tahun 2016 diestimasi dengan indikator yang berasal dari SKNP-EK 2017. Nilai tambah bruto ADHB diperoleh dengan mengalikan output dengan rasio NTB.

b. NTB ADHK

Output ADHK subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa lainnya tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan delasi, yaitu dengan membagi output ADHB subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa lainnya tahun 2016 dengan IHK yang bersesuaian. NTB ADHK subsektor fotograi pada lapangan usaha jasa lainnya tahun 2016 diperoleh dengan mengalikan output ADHK dengan rasio NTB.

c. Sumber Data

1. SUT Indonesia tahun 2010, BPS

2. Statistik Pendidikan Non-Formal, Kemendikbud 3. SKNP-EK 2017, BPS-Bekraf

4. Statistik Harga Konsumen, BPS

Lapangan Usaha: Jasa Lainnya (Pemerintah)

a. NTB ADHB

NTB ADHB subsektor seni rupa pada lapangan usaha jasa lainnya (pemerintah) tahun 2016 diestimasi menggunakan indikator jasa lainnya pemerintah berupa realisasi APBN.

b. NTB ADHK

NTB ADHK subsektor seni rupa pada lapangan usaha jasa lainnya (pemerintah) tahun 2016 diestimasi menggunakan indikator jasa lainnya pemerintah berupa realisasi APBN.

c. Sumber Data

1. Realisasi belanja pegawai dan estimasi konsumsi modal tetap APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

7. Subsektor Kriya

LAPORAN PDB EKONOMI KREATIF TAHUN TAHUN 2014-2016 31

lapangan usaha industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor. Berikut merupakan metode yang digunakan dalam penghitungan NTB subsektor kriya.

Lapangan Usaha: Industri Pengolahan

a. NTB ADHB

NTB ADHB subsektor kriya pada lapangan usaha industri pengolahan tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan produksi. NTB ADHB dihitung dengan mengalikan output ADHB dengan rasio NTB tahun berjalan.

b. NTB ADHK

NTB ADHK subsektor kriya pada lapangan usaha industri pengolahan tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan ekstrapolasi. Output ADHK tahun 2016 dihitung dengan menggerakkan output ADHK 2015 dengan suatu indikator produksi yang dihasilkan dari hasil pengolahan SKNP-EK 2017 serta dengan memperhatikan data pendukung lainnya seperti ekspor, tenaga kerja, dan data kualitatif. NTB ADHK diperoleh dengan mengalikan output ADHK dengan rasio NTB tahun dasar.

c. Sumber Data

1. Statistik Industri Besar dan Sedang, BPS 2. Statistik Mikro dan Kecil, BPS

3. Statistik Harga Produsen, BPS 4. SKNP-EK 2017, BPS – Bekraf 5. SUT Indonesia tahun 2010, BPS

Lapangan Usaha: Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor

a. NTB ADHB dan ADHK

Output ADHB maupun ADHK subsektor kriya pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan commodity low, yaitu dengan menghitung besarnya margin perdagangan barang-barang yang diperdagangkan dari industri pengolahan di subsektor kriya. Output utama diperoleh dari perkalian antara output industri dengan rasio margin perdagangan. Output sekunder diperoleh dengan menggunakan rasio dari SUT Ekonomi Kreatif 2010. NTB ADHB

LAPORAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2014-2016 32

diperoleh dengan mengalikan output ADHB dengan rasio NTB.

b. Sumber Data

1. Data output sektor barang, Subdirektorat Neraca Barang BPS

2. SUT Indonesia tahun 2010, BPS 3. Survei Khusus Sektor Jasa (SKSJ), BPS

4. Survei Penyediaan dan Penggunaan Jasa (SPPJ), BPS

8. Subsektor Kuliner

Establishment yang tergolong dalam subsektor kuliner tercakup dalam lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, dan penyediaan akomodasi dan makan minum. Berikut merupakan metode yang digunakan dalam penghitungan PDB subsektor kuliner.

Lapangan Usaha: Industri Pengolahan

a. NTB ADHB

NTB ADHB subsektor kuliner pada lapangan usaha industri pengolahan tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan produksi. NTB ADHB dihitung dengan mengalikan output ADHB dengan rasio NTB tahun berjalan.

b. NTB ADHK

NTB ADHK subsektor kuliner pada lapangan usaha industri pengolahan tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan ekstrapolasi. Output ADHK tahun 2016 dihitung dengan menggerakkan output ADHK 2015 dengan suatu indikator produksi yang dihasilkan dari hasil pengolahan SKNP-EK 2017 serta dengan memperhatikan data pendukung lainnya seperti ekspor, tenaga kerja, dan data kualitatif. NTB ADHK diperoleh dengan mengalikan output ADHK dengan rasio NTB tahun dasar.

c. Sumber Data

1. Statistik Industri Besar dan Sedang, BPS 2. Statistik Mikro dan Kecil, BPS

3. SKNP-EK 2017, BPS – Bekraf 4. SUT Indonesia tahun 2010, BPS

LAPORAN PDB EKONOMI KREATIF TAHUN TAHUN 2014-2016 33

Lapangan Usaha: Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor

a. NTB ADHB dan ADHK

Output ADHB maupun ADHK subsektor kuliner pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor tahun 2016 diestimasi menggunakan pendekatan commodity low, yaitu dengan menghitung besarnya margin perdagangan barang-barang yang diperdagangkan dari industri pengolahan di subsektor kuliner. Output utama diperoleh dari perkalian antara output industri dengan rasio margin perdagangan. Output sekunder diperoleh dengan menggunakan rasio dari SUT Ekonomi Kreatif 2010. NTB ADHB diperoleh dengan mengalikan output ADHB dengan rasio NTB.

b. Sumber Data

1. Data output sektor barang, Subdirektorat Neraca Barang BPS

2. SUT Indonesia tahun 2010, BPS 3. SKSJ, BPS

Dokumen terkait