BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Subyek Penelitian
Subjek yang akan di teliti telah dinyatakan memenuhi syarat baik secara administrasi maupun ketetentuan yang lain. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa SD Negeri Babarsari Tahun Ajaran 2011/2012 dan sampel yang diambil adalah siswa kelas V A sebagai subyek uji coba penelitian dan sampel kelas VB sebagai subyek penelitian. Peneliti tidak menggunaka sistem acak/random sehingga keseluruhan dari siswa baik VA atau VB diikut sertakan dalam uji coba atau penelitian.
Tabel 3.1 Jumlah Siswa
Kelas Jumlah Siswa
V A 32
V B 32
Jumlah Siswa Seluruhnya 64
E. Instrumen Penelitian/Alat Ukur 1. Alat Pengumpulan Data
Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner minat. Kisi-kisi yang digunakan untuk penyusunan angket atau kuesioner mengacu dari indikator yang disusun Nindya Ayu Wulandari dalam skripsinya yang berjudul Hubungan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011. Pada kuesionernya peneliti membuat beberapa perbedaan yang
disesuaikan dengan keadaan di SD tempat peneliti akan melakukan penelitian.
Peneliti mengacu pada indikator tersebut karena ada kesejalanan antara penelitian yang disusun oleh Nindya Ayu Wulandari dengan penelitian yang akan di lakukan oleh peneliti. Peneliti sendiri telah menyusun sebanyak 48 item yang terdiri dari 24 item positif dan 24 item negatif.
Cara pengisian angket adalah dengan melakukan checklist (√) atau tanda silang (x). Untuk angket uji coba bisa dilihat pada lampiran 1 halaman 93
Angket ini memuat pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan minat belajar / alternatif jawaban yang disediakan yaitu “sangat setuju” (SS), „Setuju” (S), “Kurang Setuju” (KS), “Tidak Setuju” (TS). Setiap jawab tersebut memiliki nilai masing-masing.
a. Item-item positif dengan nilai/skornya : (1) Sangat Setuju (SS) : Skor 4
(2) Setuju (S) : Skor 3
(3) Kurang Setuju (KS) : Skor 2 (4) Tidak Setuju (TS) : Skor 1 b. Item-item negatif dengan nilai/skornya :
(1) Sangat Setuju (SS) : Skor 1
(2) Setuju (S) : Skor 2
(4) Tidak Setuju (TS) : Skor 4
Berikut ini akan disajikan indikator minat belajar siswa Tabel 3.2 Indikator Minat Belajar Siswa
INDIKATOR + (POSITIF) - ( NEGATIF)
Menunjukan minat terhadap pelajaran Saya selalu menyiapkan pelajaran pada malam sebelumnya
Saya sudah berada di kelas sebelum pelajaran di mulai Saya tanpa paksaan dari siapapun Belajar merupakan hal yang menyenangkan
Saya lebih suka bermain daripada belajar
Saya asik berbicara dengan teman ketika guru sedang menjelaskan
Saya bermain sendiri/dengan teman ketika guru sedang menjelaskan Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari lagi Saya selalu mengulang pelajaran di rumah Saya enggan mengulang pelajaran dirumah
Waktu luang seringkali saya gunakan untuk belajar
Saya mudah ingat tentang pelajaran
Saya belajar hanya untuk menghadapi ulangan
Tekun menghadapi tugas Saya mengerjakan PR dengan semangat Saya selalu mengerjakan tugas dari guru Saya sering mengabaikan PR
Saya tidakk pernah mengerjakan tugas dari guru Ulet menghadapi kesulitan belajar Saya selalu berusaha menyelesaikan tugas dari guru
Ketika ada tugas yang sulit saya senantiasa bertanya pada teman/guru
Saya mudah putus asa jika ada tugas yang sulit
Saya diam saja ketika ada tugas yang sulit
Saya enggan
berpikir keras untuk pelajaran yang sulit Perasaan hati setelah
belajar
setelah mengikuti pelajaran di kelas Saya merasa senang setelah mengikuti pelajaran bosan setelah pelajaran berakhir
Saya merasa tidak mendapat tambahan pengalaman setelah belajar Senang menghadapi kesulitan Saya senantiasa terpacu untuk belajar demi masa depan
Jika saya belajar dengan rajin, saya akan mendapat nilai yang memuaskan Saya tertantang untuk mengerjakan soal-soal atau tugas dari guru
Saya tidak tertarik untuk mengerjakan soal yang sukar
Saya enggan mengerjakan soal yang belum di jelaskan oleh guru
Mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas
Saya selalu aktif mengajukan pertanyaan
Saya lebih suka mengerjakan hal-hal yang saya senangi
Saya selalu aktif untuk meminta soal tambahan daripada mengerjakan soal dari gru
Bagi saya belajar di kelas tidak
menyenangkan dan cenderung
membosankan
Saya merasa sangat senang jika ada pelajaran kosong
Saya lebih suka diam dan pasif selama belajar di kelas
Senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran
Jika ada kesulitan yang tidak mampu saya pecahkan sendiri, saya akan mendiskusikan dengan teman
Saya aktif dan senang dalam
Jika ada tugas diskusi saya lebih senang
membicarakan topik yang lain
Diskusi merupakan hal yang tidak perlu bagi saya
diskusi baik di kelas atau di luar kelas
Keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan
Saya berusaha untuk memperoleh nilai yang baik untuk setiap mata pelajaran
Saya mengikuti pelajaran
tambahan atau les di luar sekolah
Saya jarang belajar di rumah
Saya merasa malas untuk mengikuti pelajaran tambahan
Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreatifitas dan cita-cita
Saya menyadari pentingnya belajar dan bersekolah
Saya berusaha tumbuh sebagai siswa yang kreatif
Bagi saya belajar tidak menunjang cita-cita di masa depan
Saya tidak suka mengerjakan hal-hal baru yang
bermanfaat bagi perkembangan belajar
Berikut merupakan susunan Indikator dan sebaran item minat belajar siswa
Tabel 3.3 Indikator dan sebaran item minat belajar siswa
INDIKATOR + (POSITIF) -(NEGATIF) + - Total
Menunjukan minat terhadap pelajaran 1, 20, 21 35 2 19 38 4 3 7 Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari lagi 4, 14, 37 13, 33 3 2 5 Tekun menghadapi tugas 11 ,29 3 ,9 2 2 4 Ulet menghadapi kesulitan belajar 17, 32 42, 44, 46 2 3 5 Perasaan hati setelah belajar 5, 45 41 ,43 2 2 4 Senang 16, 10 ,48 3 2 5
menghadapi kesulitan 34, 47 Mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas 6 ,27 22 ,36, 39, 40 2 4 6 Senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran 23 ,26 7 ,24 2 2 4 Keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan 12 ,28 18, 25 2 2 4 Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju 15 ,31 8, 30 2 2 4
kreatifitas dan cita-cita
Total Item 24 24 48
2. Uji Coba Instrumen
Sebelum angket ini digunakan untuk penelitian, maka angket di uji cobakan di SD Negeri Babarsari pada tanggal 22 Maret 2012
a. Uji Validitas : uji validitas merupakan langkah pengukuran yang bertujuan mengetahui sejauh mana alat ukur dinyatakan sahih atau tepat dan cermat. Validitas menunjuk pada sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Arief Furchan, 2004 : 293). Dibawah ini merupakan kisi-kisi yang akan digunakan untuk uji coba .
Tabel 3.4 Kisi-kisi item untuk mencari validitas item
INDIKATOR + - Total
Menunjukan minat terhadap pelajaran
4 3 7
Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari lagi
Tekun menghadapi tugas
2 2 4
Ulet menghadapi kesulitan belajar
2 3 5
Perasaan hati setelah belajar
2 2 4
Senang menghadapi kesulitan
3 2 5
Mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas
2 4 6
Senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran
2 2 4
Keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan
2 2 4
Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreatifitas dan cita-cita
2 2 4
Angket tersebut kemudian diuji validitasnya denga rumus Product Moment dari Pearson. Rumusnya sebagai berikut :
𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 𝑥𝑦 − 𝛴𝑋 (𝛴𝑌) {𝑁 𝑥2−( 𝑋)²}{𝑁𝛴𝑌2−(𝛴𝑌)²}
rxy : koefisien korelasi
∑x : jumlah skor dalam sebaran x (skor butir) ∑y :jumlah skor dalam sebaran y (skor total)
∑xy : jumlah hasil kali skor x dan skor y berpasangan ∑x2
: jumlah skor yang dikuadratkandalam sebaran x ∑y2
: jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N : banyaknya subjek
Pada signifikansi 5% dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 32, maka didapat r tabel sebesar 0,349. Sehingga data dengan nilai di bawah rtabel dinyatakan tidak valid sedangkan data dengan nilai lebih besar dari r tabel dinyatakan valid. Hasil validitas uji coba angket dapan dilihat pada lampiran 6 halaman 105 dan rtabel bisa dilihat pada lampiran 17 halaman 126 . Dari 48 angket yang di uji cobakan terdapat 32 item yang dinyatakan valid dan 16 item tidak valid. Berikut tabel indikator dan sebaran item minat setelah uji coba. Tabel ini dapat dilihat di lampiran 8 halaman 109.
Tabel 3.5 Tabel Indikator dan Sebaran Item Minat
INDIKATOR Nomer item
positif Nomer item negatif + _ Total
terhadap pelajaran Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari lagi 4, 14, 37 13, 33 3 2 4 Tekun menghadapi tugas 11 1 - 1 Ulet menghadapi kesulitan belajar 17 42, 44, 1 2 3
Perasaan hati setelah belajar 45 43 1 1 2 Senang menghadapi kesulitan 16, 47 10, 2 1 3 Mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas
6, 27 22, 36, 39, 40 2 4 6
Senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran
23, 26 7, 2 1 3
Keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan
Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreatifitas dan cita-cita
15, 1 - 1
Total 16 16 32
Dari semua indikator yang diuji cobakan tidak ditemukan salah satu indikator yang keseluruhan itemnya tidak valid. Oleh karena itu peneliti tidak melakukan revisi indikator sebaran item minat dan menggunakan 32 item dari 10 indikator.
Setelah dilakukan pengujian validitas maka dapat dibuat kisi-kisi Item setelah uji coba. Berikut merupakan kisi-kisi item setelah uji coba.
Tabel 3.6 Kisi-Kisi Item Setelah Uji Coba
NO INDIKATOR + _ Total
`1 Menunjukan minat terhadap pelajaran
2 3 5
2 Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari lagi
3 2 4
3 Tekun menghadapi tugas 1 - 1
5 Perasaan hati setelah belajar 1 1 2
6 Senang menghadapi kesulitan 2 1 3
7 Mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas
2 4 6
8 Senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari matap elajaran
2 1 3
9 Keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan
1 2 3
10 Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju
kreatifitas dan cita-cita
1 - 1
TOTAL 16 16 32
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas berasal dari kata reliability yang berarti nyata. Reliabilitas mengacu pada sejauh mana suatu alat ukur secara ajeg atau konsisten mengukur apa saja yang di ukur ( Arief Fuchan 2004 : 293).
Dalam penelitian ini, reliabilitas di hitung dengan metode belah dua ( split-half method). Hasil dari suatu angket dibagi menjadi dua dengan ketentuan nomer gasal di pisah dengan
nomer genap. (Masidjo 1995 :218). metode belah dua paling tepat digunakan untuk data yang berjumlah genap. Untuk mengetahui tingkat koefisien korelasi reliabilitas suatu tes yaitu sebagai berikut (Masidjo, 1995 :218).
Tabel 3.7 klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas alat ukur
Koefisien korelasi Kualifikasi
± 0,91 ± 1,00 Sangat tinggi
± 0,71 ± 0,90 Tinggi
± 0,41 ± 0,70 Cukup
± 0,21 ± 0,40 Rendah
0 ± 0,20 Sangat rendah
Peneliti menentukan taraf reliabilitas dengan metode belah dua (split-half method). Metode ini dianggap lebih efisien karena dalam penentuan taraf reliabilitas suatu tes hanya mempergunakan satu tes untuk satu kali pengukuran. Metode ini sering disebut juga metode gasal genap. Hasil dari satu tes dibagi atau dibelah menjadi dua bagian, yakni bagian pertama yang berupa hasil atau skor yang berasal dari item-item bernomor gasal, dan bagian kedua berupa hasil atau skor yang berasal dari item-item bernomor genap
(Masidjo, 2010 : 218-232). Skor-skor pada bagian pertama dan bagian kedua ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) langkah pertama :
Menghitung koefisien korelasi Product-Moment dari Pearson dengan rumus angka kasar sebagai berikut :
rxy =
} 2 ) ( 2 )}{ 2 ( 2 { ) )( ( Y Y N X X N Y X XY N Keterangan : rxy : koefisien korelasi∑x : jumlah skor dalam sebaran x skor belahan genap ∑y :jumlah skor dalam sebaran y skor belahan ganjil ∑xy : jumlah hasil kali skor x dan skor y berpasangan ∑x2
: jumlah skor yang dikuadratkandalam sebaran x ∑y2
: jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N : banyaknya subjek
2) langkah kedua
Hasil perhitungan yang menggunakan rumus Product Moment dari Pearson kemudian dihitung ulang dengan menggunakan rumus Spearman Brown. Rumus yang digunakan sebagai berikut :
rtt = rgg rgg 1 2 Keterangan : rtt = koefisien reliabilitas rgg = koefisien gasal-genap
tabel 3.8 hasil perhitungan koefisien reliabilitas uji coba
Angket
Koefisien Reliabilitas
Uji Coba Keterangan
Minat belajar
0,88 TINGGI
Hasil uji coba ini menyatakan bahwa minat belajar sesuai dengan angket dari siswa SDN Babarsari kelas VA tinggi. Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 7 halaman 107.
3. Waktu dan tempat Uji Coba Instrumen
Instrumen di uji cobakan di kelas VA SDN Babarsari pada hari Selasa, 27 Maret 2012.