• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asam agak manis

4.2 Analisis Data

4.2.5 Sudut Istirahat

Tabel 4.18 Hasil analisis regresi linier Sudut Istirahat

Coefficientsa probabilitas/signifikasi 0.060 > 0.05 sehingga H0 ditolak, H1 diterima, yang berarti Perbedaan komposisi effervescent mix mempengaruhi kualitas formula sudut istirahat granul efervesen kulit buah manggis (Garcinia mangostanae L.).

Dari Tabel Koefisien maka dapat diberikan persamaan regresi linier untuk kadar air :

Y = 23.443 + 2.630X

4.3 Pembahasan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui formulasi granul efervesen kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dan juga untuk mengetahui komposisi perbandingan effervescent mix yang paling baik dari formulasi granul efervesen kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) serta untuk mengetahui stabilitas dipercepat dari formulasi granul efervesen kulit buah

manggis (Garcinia mangostana L.) selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu.

Penelitian ini dimulai dari determinasi tanaman buah manggis terlebih dahulu menggunakan buku flora untuk sekolah di Indonesia C.G.G.J Van Steenis (1978) dengan hasil bahwa tanaman buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang di gunakan sesuai hasil determinasi yaitu bagian kulit buah.

Pembuatan ekstrak kulit buah manggis menggunakan metode maserasi dengan cairan penyari alkohol 70%. Penggunaan Etanol karena merupakan pelarut yang baik untuk alkaloida, glikosida, damar-damar, minyak atsiri tetapi bukan untuk jenis-jenis gom, gula dan albumin. Etanol juga menyebabkan enzym-enzym tidak bekerja termasuk peragian dan menghalangi pertumbuhan jamur dan kebanyakan bakteri.

Perendaman dilakukan selama 5 hari dalam keadaan tertutup rapat dan sambil sesering mungkin diaduk, setelah 5 hari kemudian diserkai dengan menggunakan kain flanel, tambahkan cairan penyari melalui ampasnya. Maserat dimasukkan kembali kedalam maserator dan diamkan selama 2 hari sambil sesering mungkin diaduk, setelah 2 hari kemudian diserkai kembali didapat cairan sebanyak 41 ml, lalu uapkan sampai 1/3 nya hingga didapat ekstrak kental sebanyak 15.37 gram.

Ketiga formula granul yang sudah jadi kemudian di uji fisik nya meliputi, kadar air, pengamatan organoleptis, uji kesukaan pada 20 koresponden, uji waktu larut, kompressibilitas, kecepatan alir dan sudut istirahat. Ketiga formula granul

juga di uji stabilitas nya dengan dipercepat selama 28 hari (4 minggu) pada 3 perlakuan suhu, suhu 0, 25 dan 40° C. Setelah 28 hari masing-masing perlakuan suhu tersebut diuji kembali fisik granulnya meliputi uji kadar air, pengamatan organoleptis, uji waktu larut, kompressibilitas, waktu alir dan sudut istirahat.

Sebagai pembanding kontrol positif yang digunakan adalah granul efervesen adem sari.

Berdasarkan hasil penelitian uji fisik granul evaluasi kandungan kadar air, dari ketiga formula berkisar antara 7.46-8.49% dan untuk kontrol positif 4.26%.

Kadar air granul pada ketiga formula tidak ada yang memenuhi syarat, syarat kadar air granul yaitu 2 - 5%. Kadar air yang besar pada ketiga formula dapat disebabkan karena penggunaan larutan pengikat yang terlalu banyak ataupun hal yang lainnya. Pada analisis menggunakan anova dengan regresi linier dapat diketahui bahwa perbedaan komposisi Natrium Bikarbonat pada effervescent mix berpengaruh terhadap besarnya kadar air granul. Karena nilai probabilitas yang didapat > 0.05.

Pada pegujian kadar air stabilitas dipercepat Formula granul 2 memiliki kadar air paling besar pada semua suhu stabilitas dipercepat dan pada hari ke-0.

Sedangkan kontrol positif memiliki kadar air paling rendah. Kemudian rata-rata kadar air paling tinggi terletak pada penyimpanan pada suhu penyimpanan 0°C sebesar 8.90%.

Evaluasi waktu larut dalam formula granul efervesen dalam penelitian berkisar 1.90-2,82 menit. Waktu larut dalam penelitian memenuhi persyaratan karena waktu larut ≤ 5 menit.

Pengujian waktu larut granul pada formula 1 memiliki waktu larut paling cepat 1.90 menit. Sedangkan kontrol positif menjadi waktu larut paling lama dengan 2.82 menit. Pengujian waktu larut tepat dimulai ketika granul mulai dimasukkan kedalam gelas berisi air putih sampai semua busa didalam air habis tidak ada sisa.

Pada analisis menggunakan spss dengan regresi linier dapat diketahui bahwa perbedaan komposisi Natrium Bikarbonat pada effervescent mix berpengaruh terhadap kualitas fisik waktu larut granul. Karena nilai probabilitas yang didapat > 0.05.

Pada pengujian stabilitas dipercepat suhu 0, 25 dan 40°. Kontrol positif memiliki waktu larut paling lama. Waktu larut paling lama yaitu 2.98 Menit pada kontrol positif hasil stabilitas dipercepat pada suhu 0° C.

Indeks kompresibilitas ketiga formula dan kontrol positif yang ditunjukan Tabel berkisar antara 9.56%-16.19%. Indeks kompresibilitas pada formulasi tersebut memiliki aliran yang baik (12-16%) dan baik sekali 5-15% (Siregar, 2007).

Semakin kecil nilai kompresibilitas, makin besar daya mengalir dari granul (Lachman, 1994). Nilai kompresibilitas juga dapat mengetahui baik tidaknya granul saat akan dibuat tablet, sehingga dapat dijadikan referensi apabila sediaan akan dibuat tablet.

Kompressibilitas granul formula 1 menjadi yang paling besar dengan 16.19%. sedangkan kompressibiltas terkecil terdapat pada kontrol positif dengan 9.56%. Pada analisis menggunakan anova dengan regresi linier dapat diketahui

bahwa perbedaan komposisi Natrium Bikarbonat pada effervescent mix berpengaruh terhadap kompressibilitas granul. Karena nilai probabilitas yang didapat > 0.05.

Pengujian kecepatan alir granul yang ditujukkan pada pengujian berkisar antara 4.93-6.82 g/detik, memiliki sifat alir yang baik sekali dengan indek alir 5-15 (Charles, 2007). Hasil evaluasi dari ketiga formulasi memiliki sifat alir yang baik sekali. Selain kecepatan alir, sifat alir juga ditentukan oleh sudut istirahat dan indeks kompresibilitas. Semakin kecil sudut istirahat yang terbentuk maka semakin baik sifat alirnya (Lacman, 1994).

Uji kecepatan alir granul formula 1 menjadi yang paling besar diantara formula lainnya (6.82 g/detik). Kontrol positif memiliki waktu alir paling kecil pada suhu 0°C stabilitas dipercepat (4.93 gram/detik). Pada analisis menggunakan anova dengan regresi linier dapat diketahui bahwa perbedaan komposisi Natrium Bikarbonat pada effervescent mix berpengaruh terhadap waktu alir granul. Karena nilai probabilitas yang didapat > 0.05.

Sudut istirahat yang ditunjukan pada tabel berkisar antara 30.09ᵒ-32.72ᵒ, menunjukan dari ketiga formulasi tersebut memiliki aliran yang cukup baik. Dengan sifat alir yang baik sekali dan sudut istirahat yang cukup baik akan memudahkan granul mengalir jika akan dicetak pada mesin cetak dan mengisi ruang cetak secara kontinyu sehingga bobot tablet memiliki ketepatan takaran yang tinggi.

Pada pengamatan organoleptis granul, yang dilakukan setiap minggu tidak ada perbedaan yang berarti pada bentuk, warna dan bau pada formula 1,2 dan 3.

Sedangkan pada rasa granul formula 1 memiliki rasa paling nyata asam nya dibandingkan formula lainnya.

Dari hasil pengujian uji kesukaan yang dilakukan pada 20 koresponden untuk ketiga formula menunjukkan bahwa bau dan rasa dari formula masih belum begitu disukai karena masih berkisar di angka 1 dan 2. Sedangkan untuk warna dan bentuk berkisar pada angka 2 dan 3. Kontrol positif memiliki indeks paling besar untuk rasa, bau, bentuk dan warna dimana berkisar antara angka 3-5.

Dari hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa perbedaan formula effervescent mix mempengaruhi kualitas fisik granul.

Dibuktikan dari analisis menggunakan regresi linier, dimana pada pengujian kadar air, waktu larut, kompressibilitas, kecepatan alir, sudut istirahat dan uji kesukaan, semua probabilitas/signifikasi > 0.05, Probabiltas > 0.05, H0 ditolak, H1 dterima.

Sehingga dapat dikatakan bahwa perbedaan komposisi effervescent mix mempengaruhi kualitas evaluasi fisik formula granul efervesen kulit buah manggis

(Garcinia mangostanae L.).

BAB V

Dokumen terkait