BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2. Nilai Tambah Industri Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta 45
5.2.1.2 Sumbangan Input Lain
Selain bahan baku biji kopi, dalam pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta juga dibutuhkan sumabngan input lain yaitu bahan penunjang dan investasi modal asing atau biaya penyusutan.
1. Bahan Penunjang
Beberapa bahan penunjang seperti ongkos Roasting, kemasan plastik alumunium foilstanding pouch, BBM, dan listrik. Secara rinci bahan penunjang yang digunakan dalam pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta dapat dilihat pada Tabel 5.2 berikut:
Tabel 5.2. Bahan Penunjang PerProses Pengolahan Kopi Bubuk Robusta Peaberry diPengolahan Kopi Pinabar Sipirok Tahun 2020
No.
Uraian Volume
Per Produksi Satuan Harga Satuan (Rp)
Bahan Penunjang (Rp/Kg) 32.650
Sumber: Lampiran 3(diolah), 2020
Dari Tabel 5.2 dapat diketahui bahwa bahan penunjang dalam pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta dalam satu kali proses produksi adalah Rp. 653.000 untuk 20 Kg kopi biji. Dimana sumbangan input lain untuk 1 Kg kopi biji adalah sebesarRp. 32.650. Biaya sumbangan input lain yang paling besar adalah ongkos roasting yaitu sebesar Rp. 500.000. Sedangkan biaya input lain yang paling kecil adalah biaya BBM, yaitu sebesar Rp. 15.000.
2. Penggunaan Modal Investasi
Ketersediaan modal yang mencukupi dalam menjalankan suatu usaha sangat diperlukan demi keberlangsungan usaha yang dijalankan. Besar atau kecilnya modal yang digunakan tergantung skala usahanya. Semakin besar usaha yang dijalankan semakin besar modal yang digunakan dan demikian sebaliknya.
Adapun penggunaan modal investasi dalam pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta di daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel 5.3 berikut
47
Tabel 5.3. Biaya Penyusutan Peralatan Per Proses Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok Tahun 2020
No. Jenis Alat Jumlah Biaya Penyusutan (Rp/Bulan)
1 Jaring Kawat 1 4.166,6
Total Biaya Penyusutan 143.458.1
Bahan Penunjang 653.000
Total Sumbangan Input Lain 796.485,1
Penggunan Bahan Baku 20
Biaya Penyusutan Alat per Kg (Rp) 7.172,9 Total Sumbangan Input Lain per Kg (Rp) 39.822,9 Sumber: Lampiran 4 (diolah), 2020
Tabel 5.3 di atas memperlihatkan bahwa biaya penyusutan peralatan yang harus
dikeluarkan dalam pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta adalah Rp. 143.458.1/bulan. Adapun biaya penyusutan yang paling tinggi adalah biaya
mesin penggiling (grinder) yaitu sebesar Rp. 125.000. Sedangkan biaya penyusutan yang paling rendah adalah biaya timbangan yaitu sebesar Rp. 583,3 Biaya penyusutan alat per Kg nya untuk 20 Kg adalah Rp. 7.172,9. Sumbangan input lain adalah total biaya penyusutan ditambah dengan bahan penunjang. Jadi total sumbangan input lain adalah Rp 796.485.
5.2.1.3 Penggunaan Tenaga Kerja
Dalam proses produksi tenaga kerja merupakan faktor yang sangat penting dalam menunjang kegiatan suatu usaha. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, pada usaha pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta tenaga kerja diperlukan untuk mengerjakan hanya pada kegiatan sortasi biji. Dimana jumlah
tenaga kerja yang digunakan sebanyak 2 orang pria yang merupakan tenaga kerja luar keluarga.
Dalam proses penyortiran biji kopi digunakan tenaga kerja sebanyak 2 orang pria.
Upah yang dikeluarkan untuk menyortir 1 Kg biji kopi peaberry sebesar Rp.
40.000. Dalam waktu 1 hari dengan jam kerja selama 7 jam menghasilkan sekitar 4 Kg biji kopi peaberry. Untuk proses sortasi hanya dilakukan 5 kali (hari) dalam sekali proses pengolahan biji kopi peaberry. Maka upah yang dikeluarkanuntuk 1 orang tenaga kerja yaitu sebesar Rp. 80.000/ hari atau sebesar Rp. 400.000/ 5 hari.
Cara menghitung HKP adalah:
Untuk lebih jelasnya penggunaan tenaga kerja dan biaya tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 5.4 berikut:
Tabel 5.4 Kebutuhan dan Upah Tenaga Kerja Per Proses Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok
49
Tabel 5.4 diatas memperlihatkan bahwa penggunaan tenaga kerja dalam satu kali proses produksi pembuatan kopi bubuk Peaberry Robusta membutuhkan tenaga kerja sebanyak 2 orang. Jadi, hari kerja orang yang digunakan dalam satu kali produksi adalah sebanyak 1,75 HKP dengan rata-rata upah/HKP sebesar Rp.
457.142,85 Jadi, total upah yang dikeluarkan dalam satu kali produksi adalah Rp.
800.000.
5.2.2. Perhitungan Nilai Tambah yang Diperoleh dari Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta
Metode analisis data yang digunakan untuk menghitung besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta adalah Metode Hayami. Kelebihan Metode Hayami adalah dapat diketahui besarnya nilai tambah, nilai output, dan produktivitas, serta dapat diketahui besarnya balas jasa terhadap pemilik-pemilik faktor produksi. Berikut ini merupakan tabel perhitungan nilai tambah usaha pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta menggunakan Metode Hayami:
Tabel 5.5 Nilai Tambah yang Diperoleh dari Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok Tahun 2020
Variabel Keterangan Nilai
I Output, Input dan Harga
1. Output/Produk Total (Kg/Proses Produksi) A 16
2. Input Bahan Baku (Kg/Proses Produksi) B 20
3. Input Tenaga Kerja (HOK/Proses Produksi) C 1,75 4. Faktor Konversi (Kg Output/Kg Bahan Baku) D = A/B 0,8 5. Koefisien Tenaga Kerja (HOK/Kg Bahan Baku) E = C/B 0,0875
6. Harga Output (Rp/Kg) F 350.000
7. Upah Rata – Rata Tenaga Kerja (Rp/HOK) G 457.142,85 II Penerimaan Dan Keuntungan
8. Harga Input Bahan Baku (Rp/Kg) H 100.000
9. Sumbangan Input Lain (Rp/Kg) I 39.822,9
10. Nilai Output (Rp/Kg) J = D x F 280.000
11. Nilai Tambah (Rp/Kg) K = J – H – I 126.897,1
III Balas Jasa Untuk Faktor Produksi
14. Marjin (Rp/Kg) Q = J – H 180.000
- Pendapatan Tenaga Kerja (%) R% = M/Q x 100 22,22%
- Sumbangan Input Lain (%) S% = I/Q x 100 22,12%
- Keuntungan Pengusaha (%) T% = O/Q x 100 48,27%
Sumber:Lampiran 7, 2020 1. Output, Input danHarga
Tabel 5.6 menjelaskan bahwa dalam usaha pengolahan kopi biji Peaberry Robusta menjadi kopi bubuk Peaberry Robusta dengan mengunakan bahan baku kopi biji sebanyak 20 kg dapat menghasilkan output 16 kg kopi bubuk. Sehingga menghasilkan faktor konversi sebesar 0,8. Nilai konversi ini menunjukkan bahwa setiap pengolahan 1 kg kopi biji dapat menghasilkan 0,8 kg kopi bubuk Peaberry Robusta. Proses pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta menggunakan tenaga kerja sebanyak 0,0875HOK. Sehingga koefisien tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi 1 kg kopi bubuk Peaberry Robusta digunakan sebanyak 0,0875HOK.
2. Penerimaan dan Keuntungan
Dari tabel dapat diuraikan bahwa harga bahan baku yang digunakan untuk pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta di daerah penelitian adalah Rp.
100.000,00/Kg. Sedangkan sumbangan input lain dalam pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta adalah Rp. 39.822,9/Kg bahan baku. Harga output produk kopi bubuk Peaberry Robusta adalahRp. 350.000,00/Kg dan nilai output adalah Rp.
280.000/Kg.
51
Dapat diketahui bahwa nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan kopi biji Peaberry Robusta menjadi kopi bubuk Peaberry Robusta adalah sebesar Rp.
126.897,1/Kg yang diperoleh dari nilai output dikurang harga input bahan baku dan sumbangan input lain, dengan rasio nilai tambah sebesar 50,06% yang artinya 50,06% dari nilai output merupakan nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan kopi biji Peaberry Robusta menjadi kopi bubuk Peaberry Robusta.
Pendapatan tenaga kerja yang diperoleh dari hasil kali antara koefisien tenaga kerja dengan upah rata-rata tenaga kerja yaitu sebesar Rp. 457.142,85/Kg dengan bagian tenaga kerja sebesar 31,52%. Keuntungan yang diperoleh dari usaha pengolahan kopi biji menjadi kopi bubuk Peaberry Robusta adalah sebesar Rp.
86.897,11/Kg, dengan tingkat keuntungan sebesar 31,03%.
3. Balas Jasa Untuk Faktor Produksi
Dari tabel analisis nilai tambah Metode Hayami dapat dilihat bahwa margin yang diperoleh dari nilai output dikurangi dengan harga input bahan baku adalah sebesar Rp. 180.000/Kg, dengan persentase pendapatan tenaga kerja sebesar 22,22%, sumbangan input lain sebesar Rp. 22,12%, dan keuntungan pengusaha sebesar 48,27%..
Dari hasil penelitian diperoleh besarnya nilai tambah pada usaha pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta di Industri Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok adalah Rp.
126.897,1/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 50,06% (>50%). Jika nilai tambah >50 maka nilai tambah dinyatakan tinggi, maka hipotesis 1 dapat diterima.
5.3. Pendapatan yang Diperoleh dari Pengolahan Kopi Bubuk Robusta Peaberry
5.3.1 Penerimaan
Penerimaan adalah besarnya produksi dikalikan dengan harga jual produk Penerimaan dalam pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta merupakan sejumlah uang yang diterima atas penjualan kopi bubuk Peaberry Robusta dalam satu kali proses produksi. Jumlah penerimaan dari pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta dapat dilihat padaTabel 5.6 berikut ini :
Tabel 5.6. Penerimaan yang Diperoleh Per Proses Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok Tahun 2020
No. Uraian Jumlah Satuan Penerimaan standing pouch 100 gr
b. Kemasan Alumunium foil standing pouch 200 gr
96 32
Bungkus Bungkus 4 Harga Jual
a. 35.000/ Kemasan100 gr
b. 70.000/ Kemasan 200 gr 3.360.000
2.240.000
Total Penerimaan 5.600.000
Sumber: Lampiran 8 (diolah), 2020
Tabel 5.6 di atas memperlihatkan bahwa output yang dihasilkan dalam satu kali proses pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta adalah sebanyak 16 Kg kopi bubuk, yang dikemas dalam kemasan 100 gr sebanyak 96 bungkus dengan harga Rp. 35.000, dan kemasan 200 gr sebanyak 32 bungkus dengan harga sebesar Rp.
53
70.000. Maka penerimaan yang diperoleh Industri Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok untuk kopi bubuk Peaberry Robusta per proses produksi adalah sebesar Rp. 5.600.000.
5.3.2 Biaya Produksi
Biaya produksi adalah semua biaya yang berkaitan dengan proses pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta di pengolahan kopi pinabar Sipirok. Adapun biaya produksi pada proses pengolahan adalah biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya penyusutan peralatan dan biaya variabel (variable cost) yaitu biaya bahan baku, biaya input lain dan biaya upah tenaga kerja. Jumlah biaya produksi dari pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta dapat dilihat padaTabel 5.7 berikut ini :
Tabel 5.7. Biaya Produksi Pengolahan Per Proses Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok
Tahun 2020
No. Uraian Total (Rp)
Biaya Produksi 1. Biaya Tetap
- Biaya Penyusutan Peralatan 143.458.1
2. Biaya Variabel
- Biaya Bahan Baku 2.000.000
- Biaya Input Lain 653.000
- Biaya Upah Tenaga Kerja 800.000
Total Biaya (TC) 3.596.458,1
Sumber: Lampiran 2,3,4,6&8 (diolah), 2020
Tabel 5.7 di atas menunjukkan bahwa total biaya produksi dalam pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta sebesar Rp. 2.796.458,1. dengan biaya produksi terbesar adalah biaya upah tenaga kerja yaitu sebesar Rp. 800.000 dan biaya terendah adalah biaya penyusutan peralatan yaitu sebesar Rp. 143.458.1
5.3.3 Pendapatan
Pendapatan dalam pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta adalah total penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan kopi bubuk Peaberry Robusta dikurangi total biaya produksi yang dikeluarkan dalam proses produksi. Besarnya pendapatan yang diperoleh dari pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta dapat dilihat pada Tabel 5.8 berikut:
Tabel 5.8. PendapatanBersih dari Hasil Pengolahan Per Proses Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar
- Biaya Penyusutan Peralatan 143.458.1 Biaya Variabel
Tabel 5.8 memperlihatkan bahwa penerimaan yang diperoleh Industri Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok per proses produksi yaitu sebesar Rp. 5.600.000. Biaya yang
dikeluarkan per proses produksi kopi bubuk Peaberry Robusta adalah sebesar Rp. 3.596.458,1yang terdiri dari biaya tetap yaitu biaya penyusutan peralatan
sebesar Rp. 143.458.1, dan biaya variabel yaitu biaya bahan baku sebesar Rp.
2.000.000, biaya input lain sebesar Rp. 653.000, dan biaya upah tenaga kerja sebesar Rp. 800.000. Dengan demikian pendapatan yang diperoleh dari pengolahan kopi biji Peaberry Robusta menjadi kopi bubuk Peaberry Robusta adalah Rp. 2.003.541.9 satu kali proses produksi.
55
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa industri pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta memperoleh keuntungan karena penerimaan yang didapat lebih besar daripada total biaya produksi yang dikeluarkan. Artinya, produsen mendapatkan keuntungan dari pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah
1. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kopi biji Peaberry Robustamenjadi kopi bubuk Peaberry Robustapada Industri Pengolahan tergolong tinggi, yaitu sebesar Rp. 126.897,1/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 50,06%.
2. Pendapatanyang diperoleh dari usaha pengolahan kopi biji Peaberry Robustamenjadi kopi bubuk Peaberry Robusta pada Industri Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok tergolong menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 2.003.541,9 per proses produksi.
6.2. Saran
1. Kepada Pengolah Kopi Bubuk Peaberry Robusta
Kepada pengolah khususnya Industri Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok diharapkan agar terus mengembangkan usahanya dibidang pengolahan kopi bubuk Robusta dan terus berupaya dalam memperluas jangkauan pemasaran produk serta lebih mengefisienkan biaya produksi untuk meningkatkan nilai tambah. Dan diharapkan menambah frekuensi proses produksi dalam waktu satu bulan agar dapat meningkatkan pendapatan pengusaha melalui pengolahan kopi bubuk Peaberry Robusta.
57
2. Kepada Pemerintah
Kepada pemerintah diharapkan agar lebih memperhatikan industri rumah tangga, kecil dan menengah. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kebijakan harga dan diharapkan dapat memberikan bantuan seperti memberikan peralatan atau mesin yang akan digunakan dalam usaha, memberikan kredit modal usaha dan pelatihan terkait usaha pengolahan kopi Robusta.
3. Kepada Peneliti Selanjutnya
Kepada peneliti selanjutnya agar meneliti lebih lanjut mengenai strategi pemasaran produk kopi bubuk Peaberry Robusta, agar dapat diketahui strategi yang dapat diterapkan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.
DAFTAR PUSTAKA
Aditya, I.W., Nocianitri, K.A., danYusasrini, N.L.A. 2016. Kajian Kandungan Kafein Kopi Bubuk, Nilai Ph dan Karakteristik Aroma dan Rasa Seduhan Kopi Jantan (Pea Berry Coffee) dan Betina (Flat Beans Coffee) Jenis Arabika dan Robusta. Jurnal Ilmu danTeknologi Pangan. 5(1).
Afriliana A. 2018. Teknologi Pengolahan Kopi Terkini. Penerbit Deepublish.
Yogyakarta
Badan Pusat Statistik. 2017. Statistik Kopi Indonesia 2016. Badan Pusat Statistik.
Jakarta.
Badan Standardisasi Nasional. 1994. SNI 01-3542-1994 Syarat Mutu Kopi Bubuk. Jakarta.
Budhisatyarini, T. 2008. Seminar Nasional Dinamika Pembangunan Pertanian Dan Pedesaan Tantangan dan Peluang Bagi Peningkatan Kesejahteraan Petani; Nilai Tambah Diversifikasi Hasil Usahatani Bawang Merah Menjadi Bawang Goreng. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Departemen Pertanian : Bogor.
Dien, P. 2012. Pilih Kopi Jantan atau Kopi Betina. Diunduh dari
http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2012/02/02/pilih-kopi-jantan-ataukopi-betina-435683.html
Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan. 2019. Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistik: Kabupaten Tapanuli Selatan.
Gusfarina 2014. Mengenal Kopi Liberika Tungkal (Libtukom). Jambi: BPTP Provinsi Jambi.
Haryanto, B. 2012. Prospek Tinggi Bertanam Kopi. Pustaka Baru Press.
Yogyakarta.
Hayami, Y; Kawagoe, T; Morooka, Y; Siregar, M. 1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java A Perspective from a Sunda Village.
CGPRT Centre. Bogor.
Hulupi R. 2014. Libtukom: Varietas Kopi Liberik aAnjuran untuk Lahan Gambut.
Jember: Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, pp. (26)1, 1-6.
ICO. 2017. “Data Negara Produsen Kopi”.diakses12 Desember 2017.
http://www.ico.org/new_historical.asp
59
Lubis, S. N. 2002. Dampak Liberalisasi Perdagangan terhadap Keragaan Industri Kopi Indonesia dan Perdagangan Kopi Dunia. Disertasi Doktor.
Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Lubis, S N. 2017. Model BisnisInklusif Kopi Arabika Mandailing Dan Strategi Pengembangannya Di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Skripsi: Program Sarjana Alih Jenis Manajemen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Najiyati, S dan Danarti. 2001. Kopi Budi Daya dan Penanganan Lepas Panen.
Panggabean, E. 2011. Buku Pintar Kopi. PT AgroMedia Pustaka. Jakarta Prasetyo, D. 2009. AnalisisPengaruh Produktivitas Sumber Daya Manusia
Terhadap Produksi dan Mutu Kopi Bubuk Pada Industri Kopi Bubuk Skala Kecil di Bandar Lampung.Tesis. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Primenta, T. N, R. G. F. Pereira, J.L.G. Correa, and J. R. Silvia. 2009. Roasting Processing Of Dry Coffee Cherry: Influence Of Grain Shape And Temperature On Physical, Chemical And Sensorial Grain Properties.
B.Ceppa, Curitiba. Brasil.
Rahadjo, P. 2012. Kopi: Panduandan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta.
Jakarta: Penebar Swadaya
Retnandari, N.D dan Tjokrowinoto M. 1991. Kopi Kajian Sosial Ekonomi.
Yogyakarta: Penerbit Aditya Media
Ridwansyah. 2003. USU Digital Library 1 Pengolahan Kopi. JurusanTeknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.
library.usu.ac.id/download/fp/tekper-ridwansyah4.pdf. 25 April 2009 Rusastra, I.W., K.M. Noekman, Supriyati, E. Suryanidan M. Suryadi. 2005.
Analisis EkonomiketenagakerjaanSektorPertaniandanPerdesaan di Indonesia. PusatPenelitiandanPengembanganPertanian. Bogor.
Setyani, S. 2002. Teknologi Pengolahan kopi. Buku Ajar JurusanTeknologi Hasil Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung. 60 hlm.
Simatupang, P., danPurwoto. (1990). Pengembangan Agroindustri Sebagai Penggerak Pembangunan Desa. Prosiding Agroindustri FaktorPenunjang Pembangunan Pertanian di Indonesia. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor.
Sitorus, U. M. 2014. Analisis Nilai Tambah Dan Strategi Pengembangan Produk Olahan Kopi Arabika (Coffea Arabica) Di Tingkat Kelompok Tani Simalungun Jaya Desa Sait Buttu Saribu Kabupaten Simalungun. Skripsi:
Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Soekartawi. 2000. Pengantar Agroindustri. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Sudiyono, A. 2004. Pemasaran Pertanian. UMM Press. Malang
Suhandy, D. and Meinilwita, Y. 2017. Peaberry coffee discrimination using UVvisible spectroscopy combined with SIMCA and PLS-DA.
International Journal of Food Properties. 20: S331-S339.
Suprapto. 2006. Proses Pengolahan Dan NilaiTambah. PenebarSwadaya.
Jakarta.
Suratiyah, Ken. 2015. IlmuUsahatani. EdisiRevisi. PenebarSwadaya. Jakarta Timur.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Karakteristik Sampel Industri Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta
No. Nama Umur
(Tahun)
Pendidikan Jumlah Tanggungan
Nama Usaha
Alamat Usaha Lama Usaha (Tahun)
MulaiMela kukanPeng olahan kopi
Peaberry (Tahun)
Produksi/Bulan (Kg)
1 Zulkifli Pardede 35 S1 2 Kopi
Pinabar Sipirok
Jl.Simangambat No.202A Pining Nabaris Kelurahan Pasar Sipirok
Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
24 1 16
36
Lampiran 2. Biaya Bahan Baku Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok Tahun 2020
Sampel
Frekuensi Pembuatan Kopi Bubuk Peaberry
Robusta(kali)
Kebutuhan Kopi Biji (Kg)
Harga Beli (Rp/Kg)
Biaya Penggunaan Kopi Biji (Rp)
1
Bulan Tahun Bulan Tahun Bulan Tahun
1 12 20 240 2.000.000 24.000.000
Total 1 12 20 240 100.000 2.000.000 24.000.000
Lampiran 3. Biaya Bahan Penunjang Dalam Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok Tahun 2020
No Uraian Satuan
Kebutuhan Bahan Penunjang Per Proses Produksi
Harga Beli (Rp/
Satuan)
Total Harga Beli Bahan Penunjang (Rp)
Bulan Tahun Bulan Tahun
1 Ongkos Roasting Kg 20 240 25.000 500.000 6.000.000
2 Kemasan Alumunium foilstanding pouch 100 gr
Bungkus 96 1.152 1.000 96.000 1.152.000
3 Kemasan Alumunium foilstanding pouch 200 gr
Bungkus 32 384 1.000 32.000 384.000
4 BBM Liter 2 24 7.500 15.000 180.000
5 Listrik Watt 10 120 2.500 25.000 300.000
Total 653.000 8.016.000
38
Lampiran 4. Biaya Penyusutan Peralatan Dalam Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok Tahun 2020
Keterangan : Penyusutan peralatan dihitung menggunakan Metode Garis Lurus (Straight Line Method) 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑢𝑠𝑢𝑡𝑎𝑛 =harga awal − harga akhir
umur ekonomis
Lampiran 5. Penggunaan Tenaga Kerja Per Produksi (Hari) Dalam Pengolahan Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar SipirokTahun 2020
𝑯𝑲𝑷 = 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑻𝒆𝒏𝒂𝒈𝒂 𝑲𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒙 𝑾𝒂𝒌𝒕𝒖 𝑲𝒆𝒓𝒋𝒂 (𝑱𝒂𝒎) 𝒙 𝑽𝒂𝒓𝒊𝒂𝒃𝒆𝒍 𝟖
Jumlah Pemakaian Tenaga Kerja Dalam Satu Kali Produksi (HKO)
Sampel
Sortasi Biji Total Tenaga Kerja (HKO) TKLK
HKP HKW
1 1 0 2
40
Lampiran 6. Upah Tenaga Kerja Per Proses Produksi (Hari) dalam Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar SipirokTahun 2020
No. Uraian Pekerjaan Bahan Baku (Kg/Produksi)
Jumlah Tenaga Kerja
(Orang)
Waktu Kerja (Jam)
Waktu yang Dibutuhkan
(Hari)
Upah yang Diterima (Rp/Hari)
HKO Total Upah (Rp)
1 Sortasi Biji 20 2 7 5 160.000 1,75 800.000
Total 2 7 5 160.000 1,75 800.000
Lampiran 7. Perhitungan Nilai Tambah Dengan Metode Hayami
Variabel Keterangan Nilai
I Output, Input dan Harga
1. Output/Produk Total (Kg/Proses Produksi) A 16
2. Input Bahan Baku (Kg/Proses Produksi) B 20
3. Input Tenaga Kerja (HOK/Proses Produksi) C 1,75
4. Faktor Konversi (Kg Output/Kg Bahan Baku) D = A/B 0,8
5. Koefisien Tenaga Kerja (HOK/Kg Bahan Baku) E = C/B 0,0875
6. Harga Output (Rp/Kg) F 350.000
15. Upah Rata – Rata Tenaga Kerja (Rp/HOK) G 457.142,85
II Penerimaan Dan Keuntungan
16. Harga Input Bahan Baku (Rp/Kg) H 100.000
17. Sumbangan Input Lain (Rp/Kg) I 39.822,9
18. Nilai Output (Rp/Kg) J = D x F 280.000
19. Nilai Tambah (Rp/Kg) K = J – H – I 126.897,1
- Rasio Nilai Tambah (%) I% = K/J x 100 50,06%
20. Pendapatan Tenaga Kerja (Rp/Kg) M = EXG 39.999,99
- Bagian Tenaga Kerja (%) N% = M/K x 100 31,52%
21. Keuntungan (Rp/Kg) O = K – M 86.897,11
- Tingkat Keuntungan (%) P% = O/J x 100 31,03%
III Balas Jasa Untuk Faktor Produksi
22. Marjin (Rp/Kg) Q = J – H 180.000
- Pendapatan Tenaga Kerja (%) R% = M/Q x 100 22,22%
- Sumbangan Input Lain (%) S% = I/Q x 100 22,12%
- Keuntungan Pengusaha (%) T% = O/Q x 100 48,27%
42
Lampiran 8. PenerimaanDalam Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar SipirokTahun 2020 Uraian HasilProduksi (Kg) Jumlah Produksi/Bulan Harga Jual (Rp) Total Penerimaan
(Rp) Kemasan Alumunium foilstanding
pouch 100 gr
9,6 96 Bungkus 35.000 3.360.000
Kemasan (Alumunium foilstanding pouch 200 gr
6,4 32 Bungkus 70.000 2.240.000
Total 16 5.600.000
Lampiran 9. Pendapatan Per Bulan Dalam Pengolahan Kopi Bubuk Peaberry Robusta di Pengolahan Kopi Pinabar Sipirok Tahun 2020
Total Penerimaan (Rp) Total Biaya Produksi Total Pendapatan (Rp)
5.600.000 3.596.458,1 2.003.541.9
No. Uraian Total (Rp)
1 Penerimaan (TR) 5.600.000
2 Biaya Produksi Biaya Tetap
- Biaya Penyusutan Peralatan 143.458.1
Biaya Variabel
- Biaya Bahan Baku 2.000.000
- Biaya Input Lain 653.000
- Biaya Upah Tenaga Kerja 800.000
Total Biaya (TC) 3.596.458,1
3 Pendapatan (π = TR-TC) 2.003.541.9