• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEBAGAI SUMBER ASAM FOLAT ALAM

Sri Mulyani Sabang

Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP Universitas Tadulako Palu

Abstrak :

Tanaman gedi (Abelmoschus manihot (L) Medik, suku Malvaceae, merupakan tumbuhan tahunan yamg berbatang tegak. Secara tradisional telah lama dikenal sebagai tanaman sayuran yang banyak tumbuh dan dikonsumsi oleh masyarakat. Daun gedi kaya akan vitamin A, Fe, dan serat yang baik untuk pencernaan. Secara tradisional daun gedi biasa digunakan bagi wanita hamil untuk memperlancar kelahiran anak. Olehnya itu dilakukan suatu penelitian untuk mengtahui kandungan asam folat dari daun gedi, yang dapat dijadikan sebagai sumber asam folat alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) untuk menganalisis kadar asam folat dari kedua jenis daun Gedi yaitu daun gedi merah (Abelmoschus manihot (L) Medica) (forma platidactylus, Bakh)) dan daun gedi putih (Abelmoschus manihot (L) Medica) (forma leptodaktylus, Bakh). Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa kadar asam folat daun gedi putih 54,65 ppm lebih tingga dari dari pada daun gedi merah 20,69 ppm.

Kata kunci: daun gedi, asam folat

1. PENDAHULUAN

Tanaman Gedi(Abelmoschusmanihot) merupakan tumbuhan atau pohon yang dimanfaatkan sebagai sayuran dan obat paling favorit di Sulawesi pada umumnya. Tanaman Gedi ini terdiri daridua jenis yaituGedi merah dan Gedi putih. Daun Gedi ternyata dipercaya memiliki khasiat obat antara lain untuk menyembuhkan asam urat, diabetes, darah tinggi, susah buang air besar, maag dan lain- lain. Bagi wanita hamil, sayur ini sangat disarankan untuk memperlancar kelahiran anak.Daun Gedi kaya akan vitamin A, Fe, dan serat yang baik untuk pencernaan. Kolagen dalam daun Gedi berkhasiat sebagai antioksidan, dan menjaga kesehatan kulit. Serat daun akan menyerap kolesterol dan lemak, hingga tanaman ini dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan hipertensi.

Kandungan serat yang tinggi pada daun gedi dapat memberikan manfaat yang besar

terutama dalam melancarkan

pencernaan.Penyerapan serat tinggi dapat meningkatkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit saat buang air besar. Serat

membantu mempercepat sisa-sisa makanan melalui saluran pencernaan untuk disekresikan keluar.Serat juga berfungsi untuk mengikat kolesterol didalam saluran pencernaan sehingga kolesterol tersebut tidak dapatdiserap kembali oleh tubuh. Selain itu daun gedi adalah adalah tanaman yang berhijau daun. Tanaman atau sayuran hijau yang berwarna hijau merupakan sumber asam folat yang potensial. Tanaman yang mengandung asam folat bermanfaat bagi kesehatan tubuh wanita hamil. Asam folat tidak hanya dapat mencegah anemia tetapi juga mempercepat pengembangan sistem saraf untuk janin. Menurut penelitian medis, asam folat berlimpah terkandung dalam vegetarian dan hewani. Ibu hamil dapat mengkonsumsi sayuran hijau dan hati hewan untuk suplemen asam folat.

Folasin atau asam folat termasuk vitamin yang jarang dikenal masyarakat Indonesia meskipun peranannya sangat penting bagi tubuh manusia. Bahan-bahan pangan yang menjadi sumber folat masih belum banyak dikenal dan diteliti. Penentuan kandungan folat dalam makanan merupakan masalah analitik yang sulit karena bentuk biologi aktif vitamin

52 ini sangat beragam yang secara alami berada dalam ikatan poliglutamat. Folat sensitive terhadap panas, asam kuat, oksidasi dan cahaya. Karena itu komponen ini susah untuk diekstrak dari makanan tanpa teroksidasi atau terdekonyugasi.

2. METODE PENELITIAN 2.1.1 Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah tanaman Gedi merah (AbelmoschusmanihotL. Medica Forma Platidactylus, Bakh)dan Gedi putih (AbelmoschusmanihotL. Medica Forma Leptodactylus, Bakh) yang tumbuh di daerah kota Palu, Sulawesi Tengah.

2.2 Alat dan Bahan Yang Digunakan 2.2.1 Alat yang digunakan

Alat sokletasi, baskom, batang pengaduk, botol vial, cawan petri, cawan porselin, corong Buchner (Scott), eksikator, erlenmeyer (Pyrex), gelas piala (Pyrex), gelas ukur (Pyrex), labu ukur (Pyrex), KCKT, neraca analitik (Sartorius), pendingin balik, pipet volume, rak tabung, sendok tanduk, sentrifus, spatula, syringe filter, tabungsentrifus, water bath

2.2.2 Bahan yang digunakan

Aquadest, Etanol 96%, Asam folat, Asam askorbat, Buffer Na-asetat 0,1 M pH 4,5 yang mengandung asam askorbat 0,25%, Buffer Na-fosfat 0,1 M pH 7,0 yang mengandung 0,25% asam askorbat., Fase Gerak : Kalium fosfat 0,033 M pH 2,3 : Asetonitril (9:1), Sampel daun Gedi Merah dan daun Gedi putih, ketas saring.

2.3 Prosedur Penelitian 2.3.1 Pengolahan sampel

Sampel daun gedi disortasi terlebih dahulu untuk selanjutnya dicuci dengan air yang mengalir, lalu disortasi kembali. Sampel kemudian dipotong-potong menjadi bagian- bagian kecil untuk mempercepat p[reses pengeringan, selanjutnya dikeringanginkan untuk menghilangkan air dalam sampel sehingga dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Sampel yang telah kering

diblender kemudian diayak untuk mendapatkan serbuk daun gedi.

2.3.2 Pembuatan larutan standar folat

Menimbang dengan saksama Kristal asam folat sebanyak 5 mg, kemudian dilarutkan dengan sempurna dalam 5 ml buffer Na-fosfat 0,1 M pH 7,0 yang mengandung 0,25% asam askorbat. Pengenceran yang dilakukan adalah 10x dan 100x.

2.3.3 Ekstraksi folat

Prosedur ekstraksi komponen folat dari jaringan tanaman diawali dengan homogenisasi masing-masing sampel (daun Gedi merah dan daun Gedi putih) sekitar 25 gram dengan 125 ml buffer Na-asetat 0,1 M pH 4,5 yang mengandung 0,25% asam askorbat sebagai antioksidan pada suhu 10oC. larutan kemudian dipanaskan pada penangas air pada suhu 100oC selama 10 menit. Filtrate yang diperoleh diukur volumenya untuk pengukuran konsentrasi.

2.3.4 Penetapan kadar asam folat

Penyaringan selalu dilkukan terhadap ekstrak sampel dengan syringe filter yang mempunyai ukuran membrane 0,22 mikron, sebelum ekstrak sampel diinjeksikan ke KCKT. Kemudian ekstrak yang sudah disaring diambil secukupnya dan dimasukkan ke dalam botol vial khusus yang ditempatkan di dalam alat injector otomatis, selanjutnya sampel tersebut siap untuk dianalisis. Jumlah ekstrak sampel yang diinjeksikan sebanyak 10 l (harus sama dengan jumlah larutan standar yang diinjeksikan).

Kolom yang dipakai untuk analisis KCKT adalah kolom TSK-GEL ODS 80 TM (25 cm x 4,6 mm) dengan kolom pengaman jenis filter Novapak C-18. Fase gerak yang digunakan adalah Kalium fosfat 0,033 M pH 2,3 : acetonitril (9:1) dengan laju aliran 0,8 ml/menit. Deteksi diperoleh pada panjang gelombang UV 280 nm.

3.

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1

Hasil Analisis

Dari hasil penelitian analisis kadarasam folat daun gedi merah dan daun

gedi putih

53 yang telah dilakukan diperolah data sebagai berikut :

Tabel 3.1 Hasil Analisis Asam Folat Daun Gedi Merah dan Daun Gedi Putih Sampel Sampel Brt. (gram) Hasil Perolehan Asam Folat (µg/mL) mg/100g Gedi Merah 2,51270 20,69 164,683 Gedi Putih 2,51580 54,65 1086,14 3.2 PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah daun gedi merah (Abelmoschus manihot L. Medica (forma platidactylus, Bakh)) dan daun gedi putih (Abelmoschus manihot L. Medica (forma leptodactylus, Bakh)).

Untuk analisis asam folat diperoleh hasil untuk gedi merah 20,69 µg/mL dan gedi putih 54,65 µg/mL. Dari data tersebut diperoleh hasil kadar asam folat (mg/100g) gedi merah adalah 164,683 mg/100g dan gedi putih 1086,14 mg/100g. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa dari data yang diperoleh daun gedi putih memiliki kadar asam folat lebih besar dari pada daun gedi merah. Tingginya asam folat yang terkandung dalam daun gedi putih kemungkinan dikarenakan perbedaan warna daunnya, dimana warna hijau daun gedi putih lebih nampak dibandingkan dengan daun gedi merah yang penampakannya agak coklat kemerahan, berdasarkan literatur umumnya asam folat terdapat dalam sayuran hijau.

Asam folat merupakan salah satu dari beberapa jenis vitamin B yang sangat penting bagi tubuh. Asupan asam folat dapat diperoleh dari makanan, sayuran hijau, serta buah- buahan. Asam folat memiliki fungsi sebagai kofaktor enzim untuk sintesis deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA) yang berperan dalam replikasi sel dan juga dibutuhkan untuk mengubah homosistein menjadi metionin.Folat terutama terdapat dalam sayuran hijau (istilah folat berasal dari kata latin folium, yang berarti daun hijau), hati, daging tanpa lemak, serealia utuh, biji-bijian, kacang-kacangan, dan jeruk. Vitamin C dalam jeruk menghambat kerusakan folat.

Menurut anjuran WHO, orang dewasa membutuhkan 400 mikrogram asam folat per hari, sedangkan wanita hamil membutuhkan minimal 800 mikrogram asam folat per hari karena asupan asam folat memang sangat penting bagi wanita hamil. Folat berperan untuk mencegah terjadinya neural tube defect (NTD), yaitu cacat bawaan yang sering terjadi pada bayi yang kekurangan folat sejak masih janin dalam kandungan ibunya. Sebuah penelitian memperlihatkan bahwa konsumsi asam folat 0,4 miligram sebelum hamil dapat menurunkan risiko NTD sebesar 50%. Sementara itu, penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa risiko NTD dapat turun hingga 85% dengan cara mengonsumsi asam folat 0,4 miligram sebelum dan juga di awal kehamilan.

Tubuh kita memang sangat tergantung pada konsumsi makanan sebagai sumber asam folat. Walaupun kita sudah memiliki bakteri yang mampu memproduksi folat dalam sistem pencernaan, namun kontribusinya relatif kecil. Selain itu konsumsi asam folat dari makanan alami sehari-hari juga cukup kecil bahkan hanya 50% dari total kebutuhan harian. Sementara itu, daya serap untuk asam folat dalam bentuk sintetis bisa mencapai 85-100%. Dalam tubuh, cadangan asam folat akan di simpan dalam hati. Bila kita mengkonsumsi asam folat secara berlebihan, maka tubuh akan membuangnya melalui sistem urine. Karena keterbatasan serapan asam folat dari makanan sehari-hari, maka disarankan untuk menambahkan folat dari sumber makanan lainnya. Sumber tersebut dapat diperoleh darisayuran daun gedi yang mudah tumbuh dipekarangan rumah. Kekurangan asam folat menyebabkan gangguan metabolisme DNA. Akibatnya terjadi perubahan dalam morfologi intisel terutama sel-sel yang cepat membelah, seperti sel darah merah,sel darah putihserta sel- sel epitel lambung danusus, vagina, dan servik rahim. Kekurangan folat menghambat penyembuhan,menyebabkan anemia megalo blastik dangan gguan darah lain, pera dan gan lidah (glositis) dangan gguansaluran cerna.

Alkohol mengganggu absorbsi dan

meningkatkan ekskresi folat. Kekurangan folat dapat terjadikarena kurangnya konsumsi, terganggunya absorbsi, kebutuhan

metabolisme yang meningkat akan vitamin ini atau pada pembelahan sel

yang berjalan