Sumber belajar adalah salah satu komponen penting yang menentukan suksesnya proses pembelajaran. Sumber belajar yang dipakai dalam satu proses pembelajaran hendaknya beraneka ragam sebagai upaya memperkaya informasi yang didapat oleh siswa. Sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam proses belajar mengajar (Enco Mulyasa, 2006:48). Salah satu alternatif sumber belajar yang dapat dipakai untuk memperkaya informasi adalah modul hasil penelitian.
Modul menurut Enco Mulyasa (2006:148) merupakan paket belajar mandiri yang meliputi serangkaian pengalaman belajar yang direncanakan dan dirancang secara sistematis untuk membantu peserta didik mencapai tujuan belajar. Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang disusun secara sistematis, operasional, dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai pedoman penggunaannya oleh para guru. Tujuan utama sistem modul adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran di sekolah, baik waktu, dana, fasilitas, maupun tenaga guna mencapai tujuan secara optimal.
Made Wena (2008:231) berpendapat modul adalah paket pembelajaran mandiri berisi satu topik atau unit materi pelajaran dan memerlukan ketentuan waktu untuk mempelajari modul.
Sistem pembelajaran dengan modul (modular instruction) menurut Winkel (2007:472) merupakan strategi tertentu dalam menyelenggarakan pengajaran individual secara menyeluruh. Pembelajaran dengan menggunakan modul merupakan salah satu bentuk pengajaran individual sebab tingkat pemahaman dalam mempelajari modul yang dimiliki oleh tiap siswa berbeda-beda. Pembelajaran individual ini biasanya dilaksanakan secara mandiri antara lain dengan metode diskusi untuk
17
memperjelas materi-materi yang belum dipahami oleh sebagian siswa melalui pembahasan bersama.
Vembriarto (1985:22) mendefinisikan bahwa modul merupakan paket pembelajaran dari guru untuk peserta didik yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara khusus dan dalam waktu yang telah ditentukan.
Modul dapat dirumuskan sebagai suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas (Nasution, 1988:203).
Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik seperti yang diungkapkan Enco Mulyasa (2004:148) sebagai berikut:
1) Setiap modul harus memberikan informasi dan memberikan petunjuk pelaksanaan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang peserta didik, bagaimana melakukannya, dan sumber belajar apa yang harus digunakan.
2) Modul merupakan pembelajaran individual, sehingga mengupayakan untuk melibatkan sebanyak mungkin karakteristik peserta didik. Dalam hal ini setiap modul harus: memungkinkan peserta didik mengalami kemajuan belajar sesuai dengan kemampuannya; memungkinkan peserta didik mengukur kemajuan belajar yang telah diperoleh; dan memfokuskan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang spesifik dan dapat diukur.
3) Pengalaman belajar dalam modul disediakan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran seefektif dan seefisien mungkin, serta memungkinkan peserta didik untuk melakukan pembelajaran secara aktif tidak sekedar mebaca dan mendengar, tetapi lebih dari itu, modul memberikan kesempatan untuk bermain peran (role playing), simulasi, dan berdiskusi.
4) Materi pembelajaran disajikan secara logis dan sistematis, sehingga peserta didik dapat mengetahui kapan dia memulai dan kapan mengakhiri suatu modul, dan tidak menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan, atau dipelajari.
5) Setiap modul memiliki mekanisme untuk mengukur pencapaian tujuan belajar peserta didik, terutama untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik dalam mencapai ketuntasan belajar. Pengukuran ini juga merupakan suatu kriteria atau standard kelengkapan kelengkapan modul.
Tugas seorang guru dalam sistem pembelajaran dengan modul adalah mengatur dan mengorganisasi proses belajar agar berjalan baik. Guru sebagai penyusun modul harus membimbing siswa agar mudah memahami isi dari modul tersebut dengan memberikan petunjuk yang jelas. Hal ini untuk menghindari kesulitan peserta didik dalam memahami modul karena Kesulitan mempelajari modul yang dihadapi akan dapat mengakibatkan menurunnya motivasi belajar peserta didik. Motivasi belajar yang menurun akan dapat pula berpengaruh pada tingkat keberhasilan belajar peserta didik (Sudirman Siahaan, 2006:93).
Materi pembelajaran disajikan secara logis dan sistematis, sehingga siswa dapat mengetahui saat memulai dan mengakhiri sebuah modul. Setiap modul memiliki mekanisme untuk mengukur pencapaian tujuan belajar peserta didik, yaitu untuk mengukur pencapaian tujuan belajar peserta didik dalam mencapai ketuntasan belajar serta dapat mengukur tingkat keterampilan siswa dalam proses belajar mengajar.
Pada umumnya pembelajaran dengan sistem modul menurut E. Mulyasa (2006:149) akan melibatkan beberapa komponen sebagai berikut :
1) Lembar kegiatan peserta didik, 2) Lembar kerja,
3) Kunci lembar kerja, 4) Lembar soal,
5) Lembar jawaban, dan 6) Kunci jawaban.
Berbagai komponen penyusun modul seperti yang disebutkan di atas selanjutnya dikemas dalam format modul sebagai berikut :
19
1) Pendahuluan
Bagian ini berisi deskripsi umum, seperti materi yang disajikan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan dicapai setelah belajar; termasuk kemapuan awal yang harus dimiliki untuk mempelajari modul tersebut.
2) Tujuan Pembelajaran
Bagian ini berisi tujuan-tujuan pembelajaran khusus yang harus dicapai oleh setiap peserta didik setelah mempelajari modul. Dalam kegiatan ini dimuat pula tujuan terminal dan tujuan akhir, serta kondisi untuk mencapai tujuan.
3) Tes Awal
Tes ini berguna untuk menetapkan posisi peserta didik, dan mengetahui kemampuan awalnya, untuk menentukan dari mana ia harus memulai belajar, dan apakah perlu untuk mempelajari modul tersebut atau tidak.
4) Pengalaman belajar
Bagian ini merupakan rincian materi untuk setiap tujuan pembelajaran khusus, yang berisi sejumlah materi, diikuti dengan penilaian formatif sebagai balikan bagi peserta didik tentang tujuan belajar yang dicapainya.
5) Sumber belajar
Pada bagian ini disajikan tentang sumber-sumber belajar yang dapat ditelusuri dan digunakan oleh peserta didik. Penetapan sumber belajar ini perlu dilakukan dengan baik oleh pengembang modul, sehingga peserta didik tidak kesulitan memperolehnya.
6) Tes akhir
Tes akhir ini instrumennya sama dengan isi tes awal, hanya lebih difokuskan pada tujuan terminal setiap modul.
Penyusunan modul dengan memperhatikan komponen-komponen yang telah diuraikan di atas dilakukan agar diperoleh modul yang lengkap dan terstruktur sehingga mempermudah peserta didik dalam mempelajari materi pembelajaran yang terdapat dalam modul tersebut.
Penggunaan modul dalam pembelajaran bermanfaat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan prestasi belajar siswa. Pembelajaran dengan modul juga berpengaruh positif terhadap aktivitas belajar siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya ketekunan dan rasa percaya diri siswa (Acelajado, 2005:310)