STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTAPERPUSTAKAAN
Total 32 100.0 Sumber : Data Primer, 2015
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup tentang perkembangan anak usia 3-5 tahun, yaitu sebanyak 29 orang (90,6%).
4. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pengertian Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
No Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 0 0 2 3 Cukup Kurang 6 26 18,8 81,3 Total 32 100.0 Sumber : Data Primer, 2015
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang tentang pengertian perkembangan anak usia 3-5 tahun, yaitu sebanyak 26 orang (81,3%).
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
5. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kebutuhan Dasar Anak Dalam Tumbuh Kembang di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
No Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 3 9,4 2 3 Cukup Kurang 19 10 59,4 31,3 Total 32 100.0 Sumber : Data Primer, 2015
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup tentang kebutuhan dasar anak dalam tumbuh kembang, yaitu sebanyak 19 orang (59,4%).
6. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Tujuan Pemantauan Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
No Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 15 46,9 2 3 Cukup Kurang 15 2 46,9 6,3 Total 32 100.0 Sumber : Data Primer, 2015
Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan baik sebanyak 15 orang (46,9%) dan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 15 orang (46,9%) tentang tujuan pemantauan perkembangan anak usia 3-5 tahun.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
7. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Ciri-Ciri Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
No Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 1 3,1 2 3 Cukup Kurang 25 6 78,1 18,8 Total 32 100.0 Sumber : Data Primer, 2015
Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup tentang ciri-ciri perkembangan anak usia 3-5 tahun, yaitu sebanyak 25 orang (78,1%).
8. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
No Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 22 68,8 2 3 Cukup Kurang 8 2 25,0 6,3 Total 32 100.0 Sumber : Data Primer, 2015
Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak usia 3-5 tahun, yaitu sebanyak 22 orang (68,8%).
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
9. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Tahap-Tahap Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
No Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 8 25,0 2 3 Cukup Kurang 19 5 59,4 15,6 Total 32 100.0 Sumber : Data Primer, 2015
Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup tentang tahap perkembangan anak usia 3-5 tahun, yaitu sebanyak 19 orang (59,4%).
10.Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta
No Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 7 21,9 2 3 Cukup Kurang 24 1 75,0 3,1 Total 32 100.0 Sumber : Data Primer, 2015
Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup tentang stimulasi perkembangan anak usia 3-5 tahun, yaitu sebanyak 24 orang (75,0%).
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
B. Pembahasan
1. Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Anak
Hasil pengukuran tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak usia 3-5 tahun dalam penelitian ini seperti terlihat pada tabel 4.2 di atas menunjukan bahwa dari 32 responden mempunyai tingkat pengetahuan baik sebanyak 3 ibu (9,4%), dan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 29 (90,6%). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan ibu di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta pada tingkat cukup yaitu sebanyak 29 ibu (90,6%).
Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang memecahkan suatu masalah yang dihadapinya (Wawan dan Dewi, 2010). Pengetahuan seseorang didapatkan dari pengalaman yang berasal dari berbagai macam sumber, misalnya : media massa, media elektronik, buku, petugas kesehatan, media poster serta kerabat. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain usia, informasi, sosial, budaya dan ekonomi.
Hasil penelitian pada tabel 4.1 menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki usia yang reproduktif sehat yaitu berumur antara 20-35 tahun sebanyak 28 responden (87,5%). Sehingga mengakibatkan ibu dalam menerima dan mencari informasi berpotensi baik. Seseorang yang berumur produktif lebih mudah menerima pengetahuan dibandingkan dengan seseorang yang tidak berumur produktif karena orang dewasa telah
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
memiliki pengalaman yang mempengaruhi pola pikir sehingga sulit dirubah (Wawan dan Dewi, 2010).
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang. Hasil penelitian pada tabel 4.1 menunjukan bahwa sebagian besar ibu di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul Yogyakarta berpendidikan SMA sebanyak 16 responden (50,0%). Hal ini menunjukan bahwa pendidikan merupakan faktor paling penting dan dapat mempengaruhi tinggi rendahnya pengetahuan seseorang.
Sosial ekonomi adalah tingkat kemampuan untuk memahami kebutuhan hidup. Kemampuan ekonomi seseorang dipengaruhi oleh pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan sebagai mata pencaharian sehari-hari (Budiman, 2013). Sebagian besar pekerjaan ibu adalah sebagai ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 20 responden (62,5%). Hal ini menunjukan bahwa ibu lebih banyak meluangkan waktu untuk bermain dan belajar dengan anaknya dan dapat memberikan rangsangan atau stimulasi agar anaknya berkembang sesuai dengan usianya dan jika terdapat keterlambatan ibu dapat langsung membawanya ke petugas kesehatan setempat.
2. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pengertian Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun
Hasil penelitian di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul, menunjukan bahwa ada 26 responden (81,3%) mempunyai tingkat pengetahuan kategori kurang, dengan mayoritas usia 20-35 tahun,
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
pendidikan terakhir SMP, pekerjaan tani, dan paritas primipara. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak, ibu kurang bisa memahami perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak. Sedangkan dari hasil penelitian Fansiska Endang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian perkembangan pada balita dengan kategori baik, yaitu sebanyak 23 responden (77%) dengan usia 20-35 tahun, mayoritas pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas multipara. Hal itu disebabkan karena ibu telah mendapatkan informasi, pengetahuan, dan pengalaman tentang perkembangan anak dengan baik, ibu juga lebih banyak meluangkan waktunya untuk memantau perkembangan anaknya. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks serta sebagai hasil dari proses pematangan atau maturita (Soetjiningsih, 2013).
3. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kebutuhan Dasar Anak Dalam Tumbuh Kembang
Hasil penelitian di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul, menunjukan bahwa ada 19 responden (59,4%) mempunyai tingkat pengetahuan kategori cukup, dengan mayoritas usia 20-35 tahun, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas primipara. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan, ibu juga kurang memahami tentang kebutuhan apa saja yang harus diberikan kepada anaknya supaya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
sesuai harapan orang tua, ibu memiliki banyak waktu luang untuk memantau perkembangan anaknya. Sedangkan dari hasil penelitian Fansiska Endang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang kebutuhan dasar anak dalam tumbuh kembang dengan kategori baik, yaitu sebanyak 25 responden (83%) dengan usia 20-35 tahun, mayoritas pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas multipara. Hal itu disebabkan karena ibu telah mendapatkan informasi, pengetahuan, serta pengalaman tentang pertumbuhan dan perkembangan anak dengan baik, ibu juga lebih banyak meluangkan waktunya untuk memantau tumbuh kembang anaknya. Kebutuhan dasar pada anak dapat digolongkan menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu meliputi kebutuahn fisik-biomedis (asuh), kebutuhan emosi/kasih sayang (asih), kebutuhan stimulasi mental (asah) (Soetjiningsih, 2013).
4. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Tujuan Pemantauan Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun
Hasil penelitian di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul, menunjukan bahwa ada 15 responden (59,4%) mempunyai tingkat pengetahuan baik dan 15 responden (59,4%) mempunyai tingkat pengetahuan cukup, dengan mayoritas usia 20-35 tahun, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT dan paritas primipara. Hal itu disebabkan karena ibu kurang mendapatkan informasi, namun pengetahuan ibu tentang perkembangan anak cukup baik, ibu banyak meluangkan waktu untuk memantau perkembangan anaknya, sehingga perkembangan anak
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
dapat dipantau secara rutin. Sedangkan dari hasil penelitian Fansiska Endang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang tujuan pemantauan perkembangan pada balita dengan kategori cukup, yaitu sebanyak 18 responden (60%) dengan usia 20-35 tahun, mayoritas pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas primipara. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengalaman dan informasi, ibu hanya mengurus anak semampu dan sebisanya tanpa adanya pengetahuan yang dimiliki oleh ibu. Untuk mengukur perkembangan anak dapat dilakukan dengan menggunakan 4 (empat) parameter perkembangan yaitu meliputi Personal sosial (kepribadian atau tingkah laku sosial), Fine motor adaptif
(motorik halus), Language (bahasa), dan Gross motor (motorik kasar) yang dimaksutnya untuk melihat apakah perkembangan anak normal atau tidak (Andriana, 2012).
5. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Ciri-Ciri Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun
Hasil penelitian di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul, menunjukan bahwa ada 25 responden (78,1%) mempunyai tingkat pengetahuan kategori cukup, dengan mayoritas usia 20-35 tahun, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas primipara. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengalaman, pengetahuan, dan informasi, ibu tidak memantau perkembangan anaknya secara rutin sehingga ibu kurang memahami ciri-ciri perkembangan anak. Sedangkan dari hasil penelitian Fansiska Endang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan ibu
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
tentang ciri-ciri perkembangan pada balita dengan kategori cukup, yaitu sebanyak 19 responden (63%) dengan usia 20-35 tahun, mayoritas pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas multipara. Hal itu disebabkan karena ibu kurang mendapatkan informasi dan pengetahuan, ibu memiliki pengalaman yang cukup tentang pemantauan perkembangan pada anak. Ada beberapa hal yang mempengaruhi ciri perkembangan pada anak yaitu perkembangan melibatkan perubahan, perkembangan awal lebih kritis dari perkembangan selanjutnya, pola perkembangan dapat diramalkan, terdapat perbedaan antara individu dan perkembangan, periode/tahap dalam perkembangan, harapan sosial untuk tiap perkembangan, dan untuk setiap perkembangan mempunyai potensi resiko (Soetjiningsih, 2013).
6. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun
Hasil penelitian di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul, menunjukan bahwa ada 22 responden (68,8%) mempunyai tingkat pengetahuan kategori baik, dengan mayoritas usia 20-35 tahun, pendidikan terakhir DIII dan S1, pekerjaan Swasta, dan paritas multipara. Hal itu disebabkan karena ibu telah mendapatkan informasi, pengetahuan, dan pengalaman tentang perkembangan anak dengan baik, ibu juga lebih banyak meluangkan waktunya untuk memantau perkembangan anaknya. Sedangkan dari hasil penelitian Fansiska Endang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang faktor yang mempengaruhi perkembangan
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
pada balita dengan kategori kurang, yaitu sebanyak 23 responden (77%) dengan usia 20-35 tahun, mayoritas pendidikan terakhir SD, pekerjaan IRT, dan paritas primipara. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengetahuan, pengalaman, dan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak. Dalam perkembangannya ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak yang meliputi pendidikan, informasi/media massa, sosial, budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, dan usia (Budiman, 2013).
7. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Tahap-Tahap Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun
Hasil penelitian di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul, menunjukan bahwa ada 19 responden (59,4%) mempunyai tingkat pengetahuan kategori cukup, dengan mayoritas usia 20-35 tahun, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas primipara. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan, ibu kurang memahami tentang tahapan perkembangan yang harus dipantau, ibu hanya membiarkan anaknya tumbuh dan berkembang begitu saja dengan sendirinya tanpa melakukan pemantauan. Sedangkan dari hasil penelitian Fansiska Endang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang tujuan pemantauan perkembangan pada balita dengan kategori kurang, yaitu sebanyak 11 responden (37%) dengan usia 20-35 tahun, mayoritas pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas multipara. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan informasi. Tahapan
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
pemantauan yang diberikan kepada anak ibu harus tanggap dengan harus mencari informasi mengenai hal tersebut kemudian informasi yang didapat disesuaikan dengan keadaan dan usia anak kemudian dilihat apakah perkembangan anak sudah sesuai umur atau belum dan pertumbuhannya norma atau tidak (Soetjiningsih, 2013).
8. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun
Hasil penelitian di Posyandu Wijaya Kusuma Kasihan Bantul, menunjukan bahwa ada 24 responden (75,0%) mempunyai tingkat pengetahuan kategori cukup, dengan mayoritas usia 20-35 tahun, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas primipara. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengalaman, pengetahuan, dan informasi, ibu kurang memahami tentang pentingnya memberikan rangsangan atau stimulasi kepada anaknya. Sedangkan dari hasil penelitian Fansiska Endang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan pada balita dengan kategori baik, yaitu sebanyak 25 responden (83%) dengan usia 20-35 tahun, mayoritas pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, dan paritas primipara. Hal itu disebabkan karena ibu telah mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang perkembangan anak dengan cukup baik, ibu juga lebih banyak meluangkan waktunya untuk memantau perkembangan anaknya. Stimulasi bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan anak, stimulasi merupakan salah satu cara
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
untuk mencerdaskan anak, stimulasi harus dilakukan sedini mungkin bahkan sejak dalam kandunga (Soetjiningsih, 2013).
Perkembangan yang lambat pada anak dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu faktor genetik yang merupakan modal dasar dan memiliki peran utama dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak, faktor lingkungan yang merupakan penentu tercapai tidaknya potensi genetik, faktor gizi serta budaya yang juga dapat mempengaruhi keterlambatan dalam perkembangan anak. Maka anak harus selalu diberikan rangsangan atau stimulasi agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Anak yang tidak mempunyai kesempatan untuk belajar seperti sering digendong atau diletakkan di baby walker dapat mengalami keterlambatan dalam mencapai perkembangannya (Khoirunisa, 2010).
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
C. Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan penelitian adalah :
1. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup sehingga responden hanya bisa menjawab benar atau salah dan jawaban responden belum bisa untuk mengukur pengetahuan secara lebih mendalam.
2. Ada beberapa balita yang datang ke Posyandu tidak dengan orang tuanya melainkan dengan neneknya sehingga tidak bisa mengisi kuesioner yang diberikan.
3. Variabel penelitian ini adalah variabel tunggal, sehingga hasil penelitian terbatas pada tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak usia 3-5 tahun.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN