• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

3.4. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data

Sumber data dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yang digunakan

antara lain:

3.4.1 Observasi

Pada penelitian ini penulis melakukan pengamatan non partisipasi (non participant observation) yakni melakukan observasi tanpa melibatkan diri atau tidak menjadi bagian dari lingkungan sosial yang diamati (Ruslan, 2003: 36)

Penulis hanya memperhatikan gejala-gejala atau fenomena kemudian mencatatnya

dalam buku observasi. Teknik observasi ini dilakukan penulis untuk memberikan

gambaran awal mengenai Radio Republik Indonesia sebelum penulis melakukan

penelitian lebih lanjut.

3.4.2 Wawancara

Menurut Moh. Nazir, yang dimaksud dengan wawancara adalah proses

memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil

bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau

responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).34

Interview/wawancara, yakni suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan dan langsung. Teknik pengumpulan

data ini dilakukan untuk menggali keterangan lebih dalam berkaitan dengan

permasalahan penelitian.

34

Teknik wawancara yang dilakukan adalah wawancara mendalam (depth interview) yang bertujuan untuk mengetahui pandangan personal subjek penelitian. Wawancara mendalam adalah metode riset dimana periset melakukan

kegiatan wawancara tatap muka secara mendalam dan terus-menerus (lebih dari

satu kali) untuk menggali informasi dari responden. Karena itu responden disebut

juga informan. Karena wawancara dilakukan lebih dari sekali, maka disebut juga

intensive interviews”. Biasanya metode ini menggunakan sampel yang terbatas,

jika periset merasa data yang dibutuhkan sudah cukup maka tidak perlu mencari

sampel (responden) yang lain.35 Penulis menggunakan alat perekam (recorder) untuk meningkatkan akurasi data dalam pencatatan ulang hasil wawancara.

Selain itu penulis juga melakukan wawancara semistruktur. Pada

wawancara semistruktur ini, pewawancara biasanya mempunyai daftar pertanyaan

tertulis tapi memungkinkan untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan secara

bebas, yang terkait dengan permasalahan. Wawancara ini dikenal pula dengan

nama wawancara terarah atau wawancara bebas terpimpin. Artinya, wawancara

dilakukan secara bebas, tapi terarah dengan tetap berada pada jalur pokok

permasalahan yang akan ditanyakan dan telah disiapkan terlebih dahulu.36

Sehingga penelitian yang dilakukan oleh peneliti hasilnya akan maksimal dan

dapat mengetahui secara baik mengenai strategi RRI dalam membangun

eksistensi sebagai lembaga penyiaran publik di Banten.

35

Kriyantono, Rakhmat, Teknik Praktis Riset Komunikasi, 2009, Jakarta: Kencana, hal. 63 36

3.4.2.1 Kriteria dan Teknik Pemilihan Informan

Dalam wawancara, ada seseorang yang diasumsikan mempunyai informasi

penting tentang suatu objek, yaitu informan. Informan adalah orang yang

diwawancarai, diminta informasi oleh penulis, informan adalah orang yang

diperkirakan menguasai dan memahami data, informasi, ataupun fakta dari suatu

objek penelitian.37

Penentuan informan adalah responden penulis yang berfungsi untuk

menjaring sebanyak-banyaknya informasi yang akan bermanfaat untuk bahan

analisis penelitian dan konsep serta proporsi sebagai temuan penulis. Yang

menjadi informan ialah orang memiliki kedekatan dengan subjek penelitian baik

secara profesional partner kerja.

Dalam wawancara mendalam informan tetap menjadi sentral, walaupun

kadang informan berganti-ganti. Tugas pewawancara adalah untuk tetap menjaga

peran informan selalu dapat berfungsi dengan sebagaimana perannya dalam

proses sosial yang sebenarnya. Peran informan yang dimanipulasi oleh informan

sebagai akibat dari kesalahan interaksi di lapangan akan merusak jalannya

wawancara dan untuk memperbaiki perubahan perilaku informan sebagai akibat

dari kesalahan interaksi, membutuhkan waktu yang lama, bahkan terkadang tidak

bisa diperbaiki.38

Penulis menentukan kelompok responden yang akan dijadikan subjek

dan informan kunci (key informan) dan individu-individu subjek serta informan penulis. Hal ini dimaksudkan apabila ada individu berasal dari luar kelompok

37

Bungin, Burhan, Prof. Drs, Penelitian Kualitatif, 2007, Jakarta: kencana. Hal. 108 38

responden maka data dan informasi yang diberikan selalu terbuka untuk diterima

oleh penulis.

Penentuan informan dan key informan dilakukan dengan metode

Purposive Sampling. Teknik ini mencakup orang-orang yang diseleksi atas dasar kriteria-kriteria tertentu yang dibuat periset berdasarkan tujuan riset. Sedangkan

orang-orang dalam populasi yang tidak sesuai dengan dengan kriteria tersebut

tidak dijadikan sampel.39 Dalam penelitian ini yang menjadi informan kunci

adalah Bapak Engkay Karsila selaku Penanggung Jawab RRI Banten. Bapak

Engkay merupakan karyawan senior yang telah bekerja di RRI selama 21 tahun,

dari tahun 1982 hingga sekarang, dan beliau adalah orang yang turut andil dalam

berdirinya RRI Banten. Serta informan lainnya yaitu bapak Zahral Mutzaini yang

menjabat sebagai Kepala Bidang Produksi RRI Jakarta penulis memilih beliau

karena beliau juga merupakan karyawan senior yang sudah lama bekerja di RRI

serta turut andil dalam pengembangan RRI Banten. Dan untuk menambah

berbagai informasi tambahan dibutuhkan penulis, maka penulis membutuhkan

beberapa informan lain, yang menjadi informan tambahan dalam penelitian ini

adalah Pak Ardan selaku bidang layanan usaha. Penulis memilih beliau karena

beliau lebih paham dan mengetahui bagaimana layanan usaha di RRI Banten.

Penentuan key informan dalam penelitian ini diperkuat dengan adanya bukti melaui susunan organigram perusahaan serta data-data valid lainnya yang

dapat mendukung keabsahan key informan sebagai pihak yang berkompeten untuk

39

memberikan keterangan mengenai berbagai informasi yang dibutuhkan penulis

dalam penelitian ini.

3.4.3 Discussion Research (Riset Diskusi)

Menurut Hasibuan dalam (Anugerah, 2011) diskusi adalah sutu proses

penglihatan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan saling

berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara

tukar-menukar informasi, mempertahankan pendapat, atau pemecahan masalah.

Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan,

menjawab pertanyaan, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998).

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dalam (Anugerah, 2011) kelebihan atau

keunggulan dari metode diskusi adalah sebagai berikut: (a) menyadarkan bahwa

masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan, (b) menyadarkan bahwa dengan

berdiskusi dapat saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga

dapat diperoleh keputusan yang lebih baik, dan (c) membiasakan untuk

mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda pendapat dan membiasakan

bersikap toleransi.

Sedangkan kelemahannya adalah sebagai berikut: (a) tidak dapat dipakai

dalam kelompok yang besar, (b) peserta diskusi mendapat informasi yang

terbatas, (c) dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara dan (d) biasanya

orang menghendaki pendekatan yang lebih formal. 40

Adapun tujuan dari riset diskusi adalah untuk mendapatkan informasi

yang berhubungan dengan objek penelitian di RRI Banten. Disana penulis

40

http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/viewFile/668/pdf diakses pada 13 Mei pukul 09.30

melakukan diskusi serta pembahasan secara langsung dengan informan yang telah

ditentukan oleh penulis untuk pemecahan pokok permasalahan dalam hal ini

adalah strategi RRI Banten dalam membangun eksistensi sebagai Lembaga

Penyiaran Publik (LPP). Dengan riset diskusi diharapkan penulis mendapatkan

solusi, pemecahan masalah, penjelasan, jawaban serta data-data yang penulis

butuhkan dalam skripsi ini.

3.4.4 Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik terakhir dalam pengumpulan data sekunder

yang bersifat tercetak (printed) yang bertujuan untuk melengkapi data-data tambahan penelitian, seperti Company Profile (Profil perusahaan), buku-buku, tulisan-tulisan, dan sebagainya. Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari

penggunaan metode wawancara dan observasi dalam penelitian kualitatif. Metode

ini digunakan untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini

yaitu, strategi RRI Banten dalam membangun eksistensi sebagai lembaga

penyiaran publik.

Dokumen terkait