• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbaharui

SSWP V Desa Menanga sumber mata air:

PETA 2.15 PETA PERMASALAHAN TRANSPORTASI KABUPATEN FLORES TIMUR

B. Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbaharui

Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui umumnya berupa hasil tambang mineral atau Sumber Daya Alam lain harus dimanfaatkan secara bijaksana dengan berorientasi pemanfaatan dalam jangka panjang. Strategi untuk mengatasi permasalahan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui antara lain :

• Bagi setiap eksploitasi Sumber Daya Alam harus disertai dengan AMDAL dan dikontrol pemanfaatannya.

• Eksploitasi Sumber Daya Alam harus berorientasi pada peningkatan nilai tambah, sehingga secara ekonomis memberikan pendapatan lebih tinggi

• Pembatasan semaksimal mungkin penggunaan alat bantu dalam eksploitasi seperti: bahan peledak, untuk menjaga penurunan kualitas lingkungan dan gangguan terhadap satwa.

• Pemanfaatan bahan alam yang memerlukan pengolahan dengan proses pembakaran seperti: batu kapur harus menggunakan bahan secara efisien maupun bahan bahan alternatif yang tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dalam skala yang lebih luas.

• Penggalian Sumber Daya Alam (misalnya: memperoleh pasir mempengaruhi pemanfaatan penggalian tanah) harus dilakukan secara terbatas tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan keselamatan penduduk misalnya: memperhitungkan kemungkinan longsor, banjir, genangan yang membayakan manusia itu sendiri.

• Perlu dilakukan pembinaan secara menerus untuk memanfaatkan Sumber Daya Alam secara terintegrasi sehingga dapat diperoleh nilai tambah yang lebih tinggi. Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan membentuk kawasan industri pengolah hasil tambang.

• Perlu diupayakan eksploitasi dan pengolahan hasil Sumber Daya Alam yang melibatkan masyarakat secara langsung sehingga masyarakat dapat diajak untuk

melakukan kontrol terhadap daya dukung alam dan kualitas lingkungan bagi penopang kehidupan mereka sendiri.

• Melakukan sisten perekonomian terpadu melalui sistem bapak angkat di dalam pengelolaan Sumber Daya Alam.

• Perlunya penetapan lokasi-kawasan eksploitasi Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga daya dukung alam secara keseluruhan tidak terganggu atau setidaknya berbagai masalah yang muncul dapat diminimalkan. • Eksploitasi Sumber Daya Alam supaya lebih mengutamakan pelestarian

lingkungan dan minimalisasi dampak perubahan pemanfaatan tanah diatas bahan galian tersebut.

3.7. STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS

Kawasan strategis adalah kawasan yang dianggap perlu diprioritaskan pengembangannya atau penanganannya serta memerlukan dukungan penataan ruang segera dalam kurun waktu rencana. Kawasan strategis tersebut mencakup kawasan-kawasan yang cepat tumbuh, kawasan-kawasan-kawasan-kawasan kritis, kawasan-kawasan-kawasan-kawasan terbelakang dan kawasan yang menunjang sektor-sektor strategis. Kawasan strategis dengan kriteria kawasan yang tumbuh cepat dikaitkan dengan kepentingan adanya sektor-sektor strategis untuk dikembangkan. Selain itu dianggap sebagai pengejawantahan sektor-sektor strategis ke dalam ruang, sehingga sangat menunjang perkembangan sektor strategis lebih

lanjut dan agar dapat mengakomodasikan perkembangan sektor strategis yang diharapkan dapat memacu perkembangan wilayah yang lebih luas.

Dasar penetapan kawasan strategis adalah sebagai berikut :

• Pengembangan sektor di wilayah tersebut mempunyai dampak yang luas, baik secara

regional mapupun nasional;

• Pengembangan sektor di wilayah tersebut membutukan ruang kegiatan dalam skala

luas;

• Pengembangan sektor yang akan dikembangkan di atasnya mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional maupun nasional;

• Kawasan yang mempunyai prospek ekonomi yang tinggi sehingga membutuhkan penanganan yang mendesak;

• Kawasan kritis yang diperkirakan akan segera membawa dampak negatif, karenanya perlu dikendalikan dengan segera;

• Kawasan dengan fungsi khusus misalnya kawasan prioritas, kawasan agropolitan, kawasan cepat tumbuh, maupun kawasan strategis untuk pertahanan dan keamanan.

Penataan kawasan strategis meliputi kawasan yang diprioritaskan, kawasan agropolitan, kawasan cepat tumbuh, kawasan khusus militer, strategi masing-masing kawasan adalah:

• Kawasan yang diprioritaskan merupakan suatu daerah yang mempunyai potensi

sosial ekonomi untuk dikembangkan yang berbasis pada sumber daya alam serta

melalui pusat-pusat pengembangan penduduk, dengan diterapkan teknologi dan modal maka daerah tersebut akan menjadi fungsi dan peran khusus bagi daerah sekitarnya (hinterland) guna mencapai tujuan pengembangan wilayah.

• Kawasan tubuh cepat dilakukan dengan peningkatan akses menuju kota-kota

pesisir yang menjadi orientasi utama di wilayah. Pengembangan pelayanan penunjang kegiatan perdagangan berskala kecil hingga besar. Peningkatan prasarana dan sarana penunjang kegiatan sosial – ekonomi masyarakat, Pengembangan kegiatan ekonomi dengan sebesar-besarnya memanfaatkan sumber daya lokal (SDM, SDA, dan SDB), Meningkatkan industri di kawasan pesisir dan kelautan

• Kawasan agropolitan dilakukan arahan untuk: peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar akan pangan, peningkatan produktifitas dalam pendayagunaan lahan dan sumberdaya alam setempat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam, peningkatan sumber daya manusia, dan pelestarian lingkungan hidup

• Kawasan khusus militer diarahkan agar lokasinya jauh dari kegiatan umum

perkotaan dan masyarakat umum tidak diijinkan memakai atau menempati lahan yang ada dan telah ditetapkan sebagai kawasan khusus. Kawasan khusus tertutup digunakan sebagai kepentingan pertahanan keamanan nasional (TNI), dan kawasan yang digunakan dengan fungsi kegiatan militer dikategorikan sebagai kawasan khusus mencakup daerah pangkalan, lokasi latihan, obyek vital, basis dan daerah demobilisasi.

• Kawasan rawan bencana dilakukan melalui berbagai antisipasi terhadap munculnya bahaya: letusan gunung api, gempa bumi, aliran lahar, tsunami, banjir, longsor atau yang merupakan fenomena alam lainnya. Pada wilayah yang potensial rawan bencana ini diarahkan untuk tidak digunakan sebagai kawasan permukiman, penyediaan lahan untuk penampungan bila terjadi bencana, dan pemberian informasi penanggulangan dini.

• Penataan kawasan perbatasan ini meliputi perbatasan antar kabupaten. Penataan ini dilakukan secara bersama dengan prinsip tidak saling merugikan dan dapat dikelola secara bersama melalui program kerjasama antar wilayah. • Kawasan pengendalian ketat (High Control Zone) merupakan kawasan yang

memerlukan pengawasan secara khusus dan dibatasi pemanfaatannya untuk mempertahankan daya dukung, mencegah dampak negatif, menjamin proses pembangunan yang berkelanjutan. Kawasan ini harus dikendalikan sesuai dengan peruntukan yang ada dengan tetap mengutamakan aspek kelestarian dan fungsi dasar kawasan.

3.8. STRATEGI PENATAAN KAWASAN PERDESAAN DAN KAWASAN

PERKOTAAN

Penataan kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan terutama ditujukan untuk menunjang program pembangunan berkelanjutan. Kawasan perdesaan sebagai kawasan

permukiman diarahkan memiliki dan dilengkapi dengan pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Selanjutnya untuk mendorong pengembangan perdesaan dilakukan pembentukan kawasan agropolitan melalui keterkaitan kawasan perkotaan – perdesaan.

Penataan kawasan perkotaan dilakukan sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing yakni sebagai pusat kegiatan ekonomi wilayah, pusat pengolahan dan distribusi hasil pertanian, perdagangan, jasa, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta transportasi, pergudangan dan sebagainya.

3.9. STRATEGI PENATAAN SISTEM PUSAT PERMUKIMAN