• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Daya Manusia

Dalam dokumen TIM PENYUSUN LAPORAN TAHUNAN 2020 (Halaman 38-200)

BAB II KEADAAN UMUM DAN LINGKUNGAN

2.2 Lingkungan Internal

2.2.2 Sumber Daya Manusia

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya BBPOM di Jayapura didukung oleh sumber daya manusia sejumlah 105 orang dengan berbagai macam kualifikasi yang seluruhnya merupakan pegawai negeri sipil pusat. Dari 105 orang pegawai tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan :

➢ Penempatan

➢ Strata Pendidikan :

Unit/Pendidikan Kepala

Bagian Tata Usaha

Bidang Pengujian

Bidang Pemeriksaan

Bidang Penindakan

Bidang Infokom Balai Besar POM di Jayapura

S2 1

Apoteker 1 2 10 9 3 3

S1 Biologi 1 2 1

S1 Lain 7 7 4 3 1

D3 Farmasi/Lain 6 7

SMF 3

SLTA Umum 2 1

SLTA Kejuruan 1

Loka POM di Kabupaten Mimika

Apoteker 1 5

S1 Biologi 1

S1 Lain 8

5 6

14

18

31 16

15

Bidang Infokom Bidang Penindakan Bidang Pemeriksaan Bagian Tata Usaha Bidang Pengujian Loka POM di Mimika Loka POM di Merauke

D3 Farmasi/Lain 1 Loka POM di Kabupaten Merauke

Apoteker 1 4

S1 Biologi 1

S1 Lain 8

D3 Farmasi/Lain 1

Dari 105 orang pegawai tersebut, terdapat 45 orang Pengawas Farmasi dan Makanan di BBPOM di Jayapura, 12 orang Pengawas Farmasi dan Makanan di Loka POM di Kabupaten Merauke, serta 12 orang Pengawas Farmasi dan Makanan di Loka POM di Kabupaten Mimika

2.2.3 Pengembangan Kompetensi SDM

Pada tahun 2020, BBPOM di Jayapura telah melaksanakan beberapa kegiatan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja pegawai baik melalui pelatihan teknis maupun pelatihan manajerial. Profil pegawai BBPOM di Jayapura berdasarkan riwayat pengembangan kompetensi dapat dilihat pada Lampiran Tabel 29.

2.2.4 Profil Kemampuan Kerja Tenaga Penguji a. Laboratorium Obat dan NAPZA

Jumlah penguji sebanyak 5 orang dengan kemampuan kerja per orang dalam satu tahun adalah sebanyak 71 sampel dan 205 parameter uji.

b. Laboratorium Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan

Jumlah penguji sebanyak 4 orang dengan kemampuan kerja per orang dalam satu tahun adalah sebanyak 85 sampel dan 791 parameter uji.

c. Laboratorium Kosmetik

Jumlah penguji sebanyak 6 orang dengan kemampuan kerja per orang dalam satu tahun adalah sebanyak 122 sampel dan 335 parameter uji.

d. Laboratorium Pangan dan Air

Jumlah penguji sebanyak 7 orang dengan kemampuan kerja per orang dalam satu tahun adalah sebanyak 94 sampel dan 465 parameter uji.

e. Laboratorium Mikrobiologi

Jumlah penguji sebanyak 6 orang dengan kemampuan kerja per orang dalam satu tahun adalah sebanyak 125 sampel dan 617 parameter uji.

2.2.5 Jumlah Ruang Lingkup dan Peta Kemampuan Pengujian

Persentase pemenuhan ruang lingkup pengawasan Balai Besar POM di Jayapura terhadap standar ruang lingkup PPPOMN adalah sebagai berikut :

Laboratorium SRL RLP Persentase (%)

Obat 300 198 66

Obat Tradisional dan

Suplemen Kesehatan 118 84 71,2

Kosmetik 111 61 55

Pangan 100 77 77

Mikrobiologi 120 74 61,7

2.2.6 Pelatihan Uji Profisiensi

Pada tahun 2020 laboratorium pengujian BBPOM di Jayapura telah berpartisipasi dalam uji profisiensi yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN). Ada sebanyak 14 uji profisiensi yang telah diikuti, dengan hasil 13 uji dinyatakan inlier (Lampiran Tabel 31).

2.2.7 Jumlah Peralatan Laboratorium Pengujian

Peralatan laboratorium merupakan sarana penunjang utama dalam pengujian. Jumlah peralatan laboratorium pengujian BBPOM di Jayapura belum sesuai dengan persyaratan standar minimal peralatan laboratorium di lingkungan Badan POM RI yang ditetapkan. Daftar peralatan laboratorium yang ada saat ini di BBPOM di Jayapura dapat dilihat pada lampiran Tabel 32A, Tabel 32B dan Tabel 32C.

2.2.8 Daftar Inventaris Kantor

Seluruh kegiatan di di BBPOM di Jayapura tidak terlepas dari adanya peralatan pendukung yang berupa inventaris kantor. Daftar inventaris kantor yang dimiliki oleh BBPOM di Jayapura dapat dilihat pada lampiran Tabel 26.

2.2.9 Sertifikat / Akreditasi / Penghargaan

Pada tahun 2020, BBPOM di Jayapura berhasil mempertahankan sertifikat SNI ISO 9001:2015 oleh TuVRheinland dalam rangka Surveilance dan sertifikat SNI ISO/IEC 17025:2008 atau 17025:2017. Selain itu, pada tahun 2020, BBPOM di Jayapura juga memperoleh penghargaan sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik BPOM Tahun 2020, Indeks Pelayanan Publik Kategori "Sangat Baik".

2.2.10 Kerja Sama (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama

Pada tahun 2020, BBPOM di Jayapura dan Loka POM di Merauke mengadakan kerja sama lintas sektor dan organisasi yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan melindungi masyarakat terhadap obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan. Bukti dukungan Pemerintah Daerah Provinsi Papua dalam pengawasan obat dan makanan adalah dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama / Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Puncak dan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke. Selain itu, BBPOM di Jayapura juga mengadakan kerja sama dengan sekolah yang bertujuan untuk mendukung program pendidikan, vokasi industri dan pembinaan.

2.2.11 Pengadaan Barang / Jasa

Pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan oleh BBPOM di Jayapura pada tahun 2020 adalah Pengadaan Reagen dan Media Pengujian Sampel Obat yang menggunakan metode pengadaan Lelang Sederhana dan Pengadaan Alat Labotorium yang menggunakan metode pengadaan Lelang Umum Pascakualifikasi. Informasi lebih rinci mengenai pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Balai Besar POM di Jayapura dapat dilihat pada Lampiran Tabel 35.

2.2.12 Anggaran

Anggaran untuk melaksanakan kegiatan BBPOM di Jayapura bersumber dari APBN yang meliputi Rupiah Murni. Sesuai dengan DIPA Tahun Anggaran 2020, pagu anggaran total BBPOM di Jayapura adalah sebesar Rp 28.649.087.000,- dan telah terealisasi sebesar Rp 27.328.343.048,- atau sebesar 95,39% dari nilai pagu yang dianggarkan.

2.2.13 Laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Pada Tahun Anggaran 2020 terdapat penerimaan yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yakni penerimaan jasa pengujian obat dan makanan dari pihak ketiga. Target PNBP Balai Besar POM di Jayapura tahun 2020 adalah sebesar Rp 249.998.000,- dengan realisasi pencapaian PNBP sebesar Rp 223.530.000,- (89,41%).

BAB III

HASIL KEGIATAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN

3.1 Pengawasan Mutu, Keamanan, dan Kemanfaatan Obat

3.1.1 Sampling dan Pengujian Laboratorium Obat

Sesuai pedoman sampling obat tahun 2020, jumlah obat yang disampling oleh BBPOM di Jayapura sebanyak 498 sampel dan sampel yang dikirim ke laboratorium sejumlah 497 sampel karena terdapat 1 sampel kategori TIE/Ilegal/Palsu sehingga tidak perlu dilakukan pengujian.

Hasil sampling dan pengujian terhadap 498 sampel menunjukkan 481 sampel (96,59%) Memenuhi Syarat (MS) dan 17 sampel (3,41%) Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dengan perincian 1 sampel TMS TIE/Ilegal/Palsu dan 16 sampel TMS penandaan.

481

1 16

17

Profil Pengujian Produk Obat Tahun 2020

MS TIE/Ilegal/Palsu TMK Label Penandaan

3.1.2 Pemeriksaan Fasilitas Produksi Obat

Sampai saat ini, di Provinsi Papua tidak terdapat fasilitas produksi obat sehingga pengawasan hanya dilaksanakan pada tingkat fasilitas distribusi obat dan fasilitas pelayanan kefarmasian.

3.1.3 Pemeriksaan Fasilitas Distribusi Obat dan Fasilitas Pelayanan Kefarmasian

Secara terperinci hasil pemeriksaan fasilitas distribusi obat dan fasilitas pelayanan kefarmasian tahun 2020 di wilayah kerja Balai Besar POM di Jayapura sebagai berikut:

a. Pedagang Besar Farmasi (PBF)

Dari 39 PBF yang ada di wilayah kerja BBPOM di Jayapura telah dilakukan pemeriksaan terhadap 28 sarana dengan hasil pemeriksaan 14 sarana (50,00%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 14 sarana (50,00%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian:

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 25 sarana dengan hasil 14 sarana MK dan 11 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 2 sarana dengan hasil 2 sarana tersebut TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 1 sarana dengan hasil 1 sarana tersebut TMK

b. Apotek

Jumlah apotek yang ada di wilayah kerja BBPOM di Jayapura adalah 372 sarana. Dari 372 sarana tersebut telah dilakukan pemeriksaan terhadap 233 sarana dengan hasil pemeriksaan 179 sarana (76,82%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 54 sarana (23,18%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian:

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 186 sarana dengan hasil 162 sarana MK dan 24 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 19 sarana dengan hasil 6 sarana MK dan 13 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 28 sarana dengan hasil 11 sarana MK dan 17 sarana TMK

c. Toko Obat

Dari 34 Toko Obat yang ada di wilayah kerja BBPOM di Jayapura telah dilakukan pemeriksaan terhadap 15 sarana dengan hasil pemeriksaan 6 sarana (40,00%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 9 sarana (60,00%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian:

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 6 sarana dengan hasil 2 sarana MK dan 4 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 6 sarana dengan hasil 3 sarana MK dan 3 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 3 sarana dengan hasil 1 sarana MK dan 2 sarana TMK

d. Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP)

Jumlah IFP di wilayah kerja BBPOM di Jayapura adalah 30 sarana. Pada tahun 2020 telah dilakukan pemeriksaan pada 21 sarana dengan hasil pemeriksaan 13 sarana (61,90%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 8 sarana (38,10%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian :

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 15 sarana dengan hasil 12 sarana MK dan 3 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 2 sarana dengan hasil 1 sarana MK dan 1 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 4 sarana dengan hasil 4 sarana tersebut TMK

e. Rumah Sakit

Jumlah rumah sakit di wilayah kerja BBPOM di Jayapura adalah 41 sarana.

Pada tahun 2020 telah dilakukan pemeriksaan pada 23 sarana dengan hasil pemeriksaan 16 sarana (69,57%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 7 sarana (30,43%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian :

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 12 sarana dengan hasil 11 sarana MK dan 1 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 5 sarana dengan hasil 3 sarana MK dan 2 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 6 sarana dengan hasil 2 sarana MK dan 4 sarana TMK

f. Puskesmas

Jumlah Puskesmas di wilayah kerja BBPOM di Jayapura adalah 459 sarana.

Pada tahun 2020 telah dilakukan pemeriksaan pada 64 sarana dengan hasil pemeriksaan 47 sarana (73,44%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 17 sarana (26,56%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian :

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 44 sarana dengan hasil 44 sarana tersebut MK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 9 sarana dengan hasil 1 sarana MK dan 8 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 11 sarana dengan hasil 2 sarana MK dan 9 sarana TMK

g. Klinik

Dari 63 klinik yang ada di wilayah kerja Balai Besar POM di Jayapura telah dilakukan pemeriksaan terhadap 25 sarana dengan hasil pemeriksaan 12 sarana (48,00%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 13 sarana (52,00%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian:

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 8 sarana dengan hasil 7 sarana MK dan 1 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 7 sarana dengan hasil 3 sarana MK dan 4 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 10 sarana dengan hasil 2 sarana MK dan 8 sarana TMK

3.2 Pengawasan NAPPZA (Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif)

Pada tahun 2020, BBPOM di Jayapura menerima barang bukti kasus NAPPZA dari pihak kepolisian sebanyak 195 sampel yang terdiri dari :

a) Sampel yang diduga Ganja sebanyak 145 sampel, dengan hasil uji 145 sampel positif mengandung Ganja

b) Sampel yang diduga Metamfetamin/Shabu sebanyak 49 sampel, dengan hasil uji 49 sampel positif mengandung Metamfetamin/Shabu

c) Sampel yang diduga Dekstrometorphan HBr sebanyak 1 sampel, dengan hasil uji 1 sampel positif mengandung Dekstrometorphan HBr

145 49

1

0 20 40 60 80 100 120 140 160

Ganja Metamfetamin Dekstrometorphan HBr

Pengujian NAPPZA tahun 2020

28

233

15 21 23

64 14 25

179

6 13 16 47

14 12

54

9 8 7 17 13

0 50 100 150 200 250

PBF Apotek Toko Obat IFP RS Puskesmas Klinik

Hasil Pemeriksaan Fasilitas Distribusi Obat dan Fasilitas Pelayanan Kefarmasian Tahun 2020

Diperiksa MK TMK

3.3 Pengawasan Mutu, Keamanan, dan Kemanfaatan Obat Tradisional

3.3.1 Sampling dan Pengujian Laboratorium Obat Tradisional

Jumlah obat tradisional yang disampling oleh BBPOM di Jayapura sebanyak 354 sampel. Dari 354 sampel tersebut, jumlah sampel yang dikirim ke laboratorium sejumlah 353 sampel karena terdapat 1 sampel kategori TIE/Ilegal/Palsu sehingga tidak perlu dilakukan pengujian.

Hasil sampling dan pengujian terhadap 354 sampel menunjukkan 327 sampel (92,37%) Memenuhi Syarat (MS) dan 27 sampel (7,63%) Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dengan perincian 1 sampel kategori TIE/Ilegal/Palsu dan 26 sampel TMS penandaan.

3.3.2 Pemeriksaan Fasilitas Produksi Obat Tradisional

Sampai tahun 2020, tidak terdapat fasilitas produksi obat tradisional di Provinsi Papua sehingga pengawasan hanya dilaksanakan pada tingkat fasilitas distribusi obat tradisional.

3.3.3 Pemeriksaan Fasilitas Distribusi Obat Tradisional

Jumlah fasilitas distribusi obat tradisional di wilayah kerja BBPOM di Jayapura sebanyak 143 sarana. Pada tahun 2020 telah dilakukan pemeriksaan pada 19 sarana dengan hasil pemeriksaan 18 sarana (94,74%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 1 sarana (5,27%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian :

327

1 354 26

Profil Pengujian Produk Obat Tradisional Tahun 2020

MS TIE/Ilegal/Palsu TMK Label Penandaan

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 14 sarana dengan hasil 14 sarana tersebut MK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 2 sarana dengan hasil 2 sarana tersebut MK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 3 sarana dengan hasil 2 sarana MK dan 1 TMK

3.4 Pengawasan Mutu, Keamanan, dan Kemanfaatan Suplemen Kesehatan

3.4.1 Sampling dan Pengujian Laboratorium Suplemen Kesehatan

Jumlah suplemen kesehatan yang disampling oleh BBPOM di Jayapura sebanyak 120 sampel dari target sebesar 120 sampel sesuai pedoman sampling.

Hasil sampling dan pengujian terhadap 120 sampel menunjukkan 117 sampel (97,50%) Memenuhi Syarat (MS) dan 3 sampel (2,50%) Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dengan perincian 3 sampel TMS penandaan.

18 1

Hasil Pemeriksaan Fasilitas Distribusi OT Tahun 2020

MK TMK

117 3

120

Profil Pengujian Produk Suplemen Kesehatan Tahun 2020

MS TMK Label Penandaan

3.4.2 Pemeriksaan Fasilitas Produksi Suplemen Kesehatan

Sampai tahun 2020, tidak terdapat fasilitas produksi suplemen kesehatan di Provinsi Papua sehingga pengawasan hanya dilaksanakan pada tingkat fasilitas distribusi suplemen kesehatan.

3.4.3 Pemeriksaan Fasilitas Distribusi Suplemen Kesehatan

Jumlah fasilitas distribusi suplemen kesehatan di wilayah kerja Balai Besar POM di Jayapura sebanyak 25 sarana. Pada tahun 2020 telah dilakukan pemeriksaan pada 10 sarana dengan hasil pemeriksaan 10 sarana (100,00%) Memenuhi Ketentuan (MK), dengan rincian :

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 5 sarana dengan hasil 5 sarana tersebut MK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 2 sarana dengan hasil 2 sarana tersebut MK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 3 sarana dengan hasil 3 sarana tersebut MK

3.5 Pengawasan Mutu, Keamanan, dan Kemanfaatan Kosmetik

3.5.1 Sampling dan Pengujian Laboratorium Kosmetik

Sesuai pedoman sampling kosmetik tahun 2020, jumlah kosmetik yang disampling oleh BBPOM di Jayapura sebanyak 731 sampel dan sampel yang dikirim ke laboratorium sejumlah 730 sampel karena terdapat 1 sampel kategori kedaluwarsa sehingga tidak perlu dilakukan pengujian.

10 0

Hasil Pemeriksaan Fasilitas Distribusi SK Tahun 2020

MK TMK

Hasil sampling dan pengujian terhadap 731 sampel menunjukkan 501 sampel (68,54%) Memenuhi Syarat (MS) dan 230 sampel (31,46%) Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dengan perincian 1 sampel TMK kedaluwarsa, 225 sampel TMK penandaan, 3 sampel TMS berdasarkan pengujian, serta 1 sampel TMK penandaan dan TMS pengujian.

3.5.2 Pemeriksaan Fasilitas Produksi Kosmetik

Sampai saat ini, di Provinsi Papua tidak terdapat fasilitas produksi kosmetik sehingga pengawasan hanya dilaksanakan pada tingkat fasilitas distribusi kosmetik.

3.5.3 Pemeriksaan Fasilitas Distribusi Kosmetik

Jumlah fasilitas distribusi kosmetik di wilayah kerja BBPOM di Jayapura sebanyak 749 sarana. Pada tahun 2020 telah dilakukan pemeriksaan pada 138 sarana dengan hasil pemeriksaan 118 sarana (85,51%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 20 sarana (14,49%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian :

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 109 sarana dengan hasil 92 sarana MK dan 17 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 27 sarana dengan hasil 25 sarana MK dan 2 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 2 sarana dengan hasil 1 sarana MK dan 1 sarana TMK

501

1 225

13 230

Profil Pengujian Produk Kosmetik Tahun 2020

MS Kedaluwarsa

TMK Label Penandaan TMS Hasil Uji TMK Penandaan-TMS Hasil Uji

3.6 Pengawasan Mutu dan Keamanan Produk Pangan dan Kemasan Pangan

3.6.1 Sampling dan Pengujian Laboratorium Produk Pangan dan Kemasan Pangan

Jumlah produk pangan yang disampling oleh BBPOM di Jayapura sebanyak 658 sampel. Dari 658 sampel tersebut, jumlah sampel yang dikirim ke laboratorium untuk diperiksa dan diuji sesuai standar adalah sejumlah 655 sampel karena terdapat 3 sampel kategori kedaluwarsa sehingga tidak perlu dilakukan pengujian

Hasil sampling dan pengujian terhadap 658 sampel menunjukkan 518 sampel (78,72%) Memenuhi Syarat (MS) dan 140 sampel (21,28%) Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dengan perincian 3 sampel kedaluwarsa, 56 sampel TMS penandaan, 79 sampel TMS berdasarkan pengujian, serta 2 sampel TMS penandaan dan TMS pengujian.

Pada tahun 2020, telah dilakukan pengujian bahan berbahaya pada sampel kemasan pangan cup AMDK sejumlah 2 sampel dan sampel kemasan pangan berupa melamin dan keramik sejumlah 3 sampel. Terhadap sampel kemasan pangan cup AMDK dilakukan uji ekstraksi n-heksan, sedangkan terhadap kemasan pangan berupa melamin dan keramik dilakukan uji migrasi Formaldehid, uji migrasi melamin, serta uji migrasi logam Pb, Cd, dan Hg.

118 20

Hasil Pemeriksaan Fasilitas Distribusi Kosmetik Tahun 2020

MK TMK

3.6.2 Pemeriksaan Fasilitas Produksi Produk Pangan a. Industri Pangan

Jumlah industri pangan di wilayah kerja BBPOM di Jayapura sebanyak 26 sarana. Pada tahun 2020 telah dilakukan pemeriksaan pada 17 sarana dengan hasil pemeriksaan 9 sarana (52,94%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 8 sarana (47,06%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian :

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 12 sarana dengan hasil 7 sarana MK dan 5 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 3 sarana dengan hasil 1 sarana MK dan 2 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 2 sarana dengan hasil 1 sarana MK dan 1 sarana TMK

8 9

Hasil Pemeriksaan Industri Pangan Tahun 2020

MK TMK 518

3

56 79

2 137

Profil Pengujian Produk Pangan Tahun 2020

MS Kedaluwarsa

TMK Label Penandaan TMS Hasil Uji TMK Penandaan-TMS Hasil Uji

b. Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP)

Jumlah IRTP di wilayah kerja BBPOM di Jayapura sebanyak 797 sarana. Pada tahun 2020 telah dilakukan pemeriksaan pada 62 sarana dengan hasil pemeriksaan 29 sarana (46,77%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 33 sarana (53,23%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian :

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 50 sarana dengan hasil 27 sarana MK dan 23 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 7 sarana dengan hasil 1 sarana MK dan 6 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 5 sarana dengan hasil 1 sarana MK dan 4 sarana TMK

Jumlah Industri Rumah Tangga (IRTP) yang telah mengikuti penyuluhan keamanan pangan pada tahun 2020 sebanyak 897 IRTP dan 842 diantaranya telah mendapatkan sertifikat SPP-IRT.

3.6.3 Pemeriksaan Fasilitas Distribusi Produk Pangan Olahan

Jumlah fasilitas distribusi produk pangan olahan di wilayah kerja BBPOM di Jayapura sebanyak 4.470 sarana. Pada tahun 2020 telah dilakukan pemeriksaan pada 372 sarana dengan hasil pemeriksaan 308 sarana (82,79%) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 64 sarana (17,20%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan rincian :

29 33

Hasil Pemeriksaan Industri Rumah Tangga Pangan Tahun 2020

MK TMK

- BBPOM di Jayapura : Jumlah yang diperiksa 281 sarana dengan hasil 251 sarana MK dan 30 sarana TMK

- Loka POM di Merauke : Jumlah yang diperiksa 64 sarana dengan hasil 41 sarana MK dan 23 sarana TMK

- Loka POM di Mimika : Jumlah yang diperiksa 27 sarana dengan hasil 16 sarana MK dan 11 sarana TMK

3.6.4 Data Kasus Keracunan

Pada tahun 2020, diperoleh data kasus keracunan sebanyak 143 kasus.

Penyebab keracunan paling banyak disebabkan oleh Pangan (125 kasus), diikuti oleh Obat (15 kasus) dan Obat Tradisional (3 kasus). Kasus keracunan terbanyak dilaporkan di Kota Jayapura. Secara detail data kasus keracunan di Provinsi Papua dapat dilihat pada Lampiran Tabel 20A sampai Lampiran Tabel 20D.

3.6.5 Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD)

Program GKPD adalah program yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat/komunitas desa di bidang keamanan pangan, meningkatkan akses keamanan pangan desa berbasis kearifan lokal untuk peningkatan ekonomi keluarga dan mengembangkan produk pangan unggulan desa berbasis keamanan pangan.

Pada tahun 2020, BBPOM di Jayapura bersama Pemerintah Daerah Provinsi Papua dan Pemerintah Daerah Kabupaten melaksanakan intervensi keamanan pangan di 2 desa di Kabupaten Sarmi, yaitu Kelurahan Sarmi Kota dan Kelurahan

308 64

Hasil Pemeriksaan Fasilitas DIstribusi Pangan Olahan Tahun 2020

MK TMK

Mararena, serta di 2 desa di Kabupaten Kepulauan Yapen, yaitu di Kelurahan Serui Kota dan Kelurahan Serui Jaya.

3.6.6 Intervensi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS)

Kegiatan Intervensi Keamanan PJAS bertujuan untuk mewujudkan keamanan pangan di Provinsi Papua melalui kantin-kantin sekolah. Pada tahun 2020, BBPOM di Jayapura melaksanakan Bimtek Intervensi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah di 2 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. Bimtek tersebut dilaksanakan dengan mengundang 9 sekolah di Kabupaten Sarmi dan 10 sekolah di Kabupaten Kepulauan Yapen sesuai target intervensi Kegiatan Keamanan PJAS di Provinsi Papua.

3.6.7 Pasar Aman dari Bahan Berbahaya

Pelaksanaan program pasar aman dari bahan berbahaya bertujuan untuk menjamin keamanan produk pangan yang beredar di pasar. Program ini diawali dengan pelaksanaan bimtek dan pelatihan pasar aman dari bahan berbahaya kepada petugas pasar terkait cara pengujian dan pelaporan hasil uji sampel yang telah disampling, dan kemudian akan dilakukan monitoring dan evaluasi pasar aman dari bahan berbahaya.

Pada tahun 2020 telah dilaksanakan bimtek dan pelatihan pasar aman dari bahan berbahaya kepada 10 petugas di Pasar Sentral Mararena Sarmi (Kabupaten Sarmi) dan 10 petugas di Pasar Serui (Kabupaten Kepulauan Yapen). Keberhasilan kegiatan ini dievaluasi melalui sampling dan pengujian 50 sampel pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya.

3.7 Sertifikasi Produk dan Fasilitas Produksi dan/atau Distribusi Obat dan Makanan

Sertifikasi fasilitas produksi dan/atau distribusi obat dan makanan bertujuan untuk menjamin fasilitas tersebut memenuhi persyaratan dalam melakukan kegiatan produksi dan/atau distribusi obat dan makanan sesuai standard dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Balai Besar POM di Jayapura akan menerbitkan rekomendasi bagi fasilitas yang memenuhi persyaratan.

Pada tahun 2020, BBPOM di Jayapura telah menerbitkan 9 rekomendasi (4 rekomendasi CPPOB dan 5 rekomendasi CDOB), Loka POM di Merauke menerbitkan 5 rekomendasi, dan Loka POM di Mimika menerbitkan 3 rekomendasi.

3.8 Pemantauan Iklan dan Label

3.8.1 Pemantauan Iklan

Hasil pemantauan/pengawasan iklan selama tahun 2020 oleh BBPOM di Jayapura sebagai berikut:

1. Dari 97 iklan obat yang diawasi (terdiri dari 97 iklan media cetak), ditemukan 28 iklan (28,87%) yang Memenuhi Ketentuan (MK) dan 69 iklan (71,13%) yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

2. Dari 152 iklan obat tradisional yang diawasi (terdiri dari 16 iklan media cetak dan 136 iklan media elektronik), ditemukan 63 iklan (41,45%) yang Memenuhi Ketentuan (MK) dan 89 iklan (58,55%) yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

3. Dari 62 iklan suplemen kesehatan yang diawasi (terdiri dari 6 iklan media cetak dan 56 iklan media elektronik), ditemukan 39 iklan (62,90%) yang Memenuhi Ketentuan (MK) dan 23 iklan (37,10%) yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

4. Dari 345 iklan kosmetik yang diawasi (terdiri dari 6 iklan media cetak dan 339 iklan media elektronik), ditemukan 240 iklan (69,57%) yang Memenuhi Ketentuan (MK) dan 105 iklan (30,43%) yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

5. Dari 120 iklan pangan yang diawasi (terdiri dari 120 iklan media elektronik), ditemukan 85 iklan (70,83%) yang Memenuhi Ketentuan (MK) dan 35 iklan (29,17%) yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

6. Dari 281 iklan rokok di media luar ruang yang diawasi, ditemukan 98 iklan (34,88%) yang Memenuhi Ketentuan (MK) dan 183 iklan (65,12%) yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

3.8.2 Pemantauan Label

Dalam rangka perlindungan konsumen, BBPOM di Jayapura juga melakukan pengawasan terhadap label untuk menjamin bahwa konsumen memperoleh informasi yang benar, lengkap, dan tidak menyesatkan. Hasil pemantauan/

pengawasan label selama tahun 2020 sebagai berikut:

1. Dari 359 label produk obat yang diawasi, ditemukan 354 label (97,77%) yang

1. Dari 359 label produk obat yang diawasi, ditemukan 354 label (97,77%) yang

Dalam dokumen TIM PENYUSUN LAPORAN TAHUNAN 2020 (Halaman 38-200)

Dokumen terkait