• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Daya Perangkat Daerah 1.Sumber Daya Aparatur

Dalam dokumen 2) Subbag Umum dan Kepegawaian (Halaman 115-121)

BAB VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN BAB VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

6. JABATAN FUNGSIONAL

2.2. Sumber Daya Perangkat Daerah 1.Sumber Daya Aparatur

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya organisasi Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta TataSasana) Kabupaten Bantul.

didukung dengan sumberdaya manusia dengan jumlah pegawai per Desember 2020 sejumlah 39 orang dengan perincian sebaran menurut jenis kelamin, dan golongan per bidang / sekretariat adalah sebagai berikut

Tabel 2.1. Data Kepegawaian Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul Menurut Jenis Kelamin dan Golongan

Bidang / Sekretariat

Jenis kelamin Golongan

L P I II III IV

Kepala dinas 1 - - - - 1

Sekretariat 8 5 - 5 7 1

Pertanahan 4 4 - 1 6 1

Tata Ruang 9 1 - 3 6 1

Pengendalian dan

Pengawasan 6 1 - 3 3 1

Jumlah 28 11 - 12 22 5

Sumber : DPTR, 2020

Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

Ukuran dalam melihat kualitas SDM salah satunya dengan menggunakan data pendidikan formal pegawai. Data pegawai Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul berdasarkan pendidikan dapat dilihat di tabel 2.2.

Tabel 2.2. Data Kepegawaian Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul Menurut Pendidikan

Bidang / Sekretariat

Pendidikan

SD SLTP SLTA Diploma Sarjana Magister

Kepala dinas - - - - - 1

Sekretariat - 2 3 3 3 2

Pertanahan - - 2 - 6 -

Tata Ruang - - 4 - 2 4

Pengendalian dan

Pengawasan - - 3 - 2 2

Jumlah - 2 12 3 13 9

Dari total 39 pegawai, sebesar 33,3% memiliki latar belakang pendidikan sarjana; 30,7% SLTA; 23,1% magister dan sisanya pendidikan lain.

Untuk penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien, SDM dituntut bekerja secara profesional. Namun hal ini terkendala kompetensi pegawai dengan jabatan yang diduduki karena komposisi keahlian atau keterampilan pegawai yang belum proporsional. Masih dibutuhkan diklat dalam meningkatkan kompetensi keahlian dan ketrampilan pegawai. Demikian pula pendistribusian pegawai saat ini masih belum mengacu pada kebutuhan perangkat daerah yang sebenarnya, dalam arti belum didasarkan pada beban kerja yang ada. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan perencanaan kepegawaian melalui analisa beban kerja.

Analisa beban kerja dalam perangkat daerah erat kaitannya dengan susunan kebutuhan karyawan atau pegawai. Metode analisa beban kerja merupakan perhitungan beban kerja dari suatu posisi atau sub posisi serta kebutuhan orang-orang untuk bisa mengisinya. Analisa beban kerja dilakukan untuk mendapatkan seberapa besar jumlah beban kerja relatif seorang karyawan, suatu jabatan, bagian, bidang hingga perangkat daerah itu sendiri secara menyeluruh. Perhitungan kebutuhan pegawai terhadap ketersediaan melalui analisa beban kerja sesuai tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul dalam tabel 2.3.

Tabel 2.3. Perhitungan Kebutuhan Pegawai Dinas Pertanahan dan Tata Ruang No Nama Jabatan

Jumlah Kebutuhan

Pegawai

Jumlah Pegawai

yang ada Selisih

1 Kepala Dinas 1 1 0

2 Sekretaris 1 1 0

3 Kepala Sub Bagian Umum dan

Kepegawaian 1 1 0

4 Pengadministrasi Umum 1 1 0

5 Pengadministrasi Kepegawaian 1 1 0

6 Analis SDM Aparatur 0 0 0

7 Pengemudi 1 1 0

8 Petugas Keamanan 1 3 2

9 Pramu Kebersihan 1 2 1

10 Pramu Bakti 2 3 1

11 Teknisi Sarana dan Prasarana 0 0 0

12 Analis Tata Laksana 1 0 -1

13 Pemelihara Sarana dan Prasarana

1 0 -1

16 Kepala Sub Bagian Program

dan Keuangan 1 1 0

17 Pengadministrasi Umum 1 0 -1

18 Pengelola Data Pelaksanaan Program dan Anggaran

0 0 0

19 Analis Perencanaan, Evaluasi

dan Pelaporan 1 1 0

20 Bendahara 1 1 0

21 Verifikator Keuangan 1 0 -1

22 Pengadministrasi Keuangan 1 0 -1

23 Kepala Bidang Pertanahan 1 1 0

24 Kepala Seksi Inventarisasi dan

Identifikasi Pertanahan 1 1 0

23 Pengadministrasi Umum 1 1 0

24 Pengelola Data 1 0 -1

25 Analis Survei, Pengukuran, dan

Pemetaan 2 0 -2

26 Kepala Seksi Pemanfaatan Pertanahan

1 1 0

27 Pengelola Pengendalian

Pertanahan 1 0 -1

28 Analis Pertanahan 1 1 0

29 Kepala seksi Penanganan Permasalahan Pertanahan

1 1 0

30 Analis Hukum Pertanahan 2 1 -1

31 Kepala Bidang Tata Ruang 1 1 0

32 Kepala Seksi Pengaturan Tata Ruang Wilayah dan Tata Ruang Rinci

1 1 0

33 Pengadministrasi Umum 1 2 1

34 Pengelola Tata Ruang 1 1 0

35 Analis Tata Ruang 2 0 -2

36 Kepala Seksi Pengaturan Tata Bangunan dan Tata

Lingkungan

1 1 0

37 Pengadministrasi Umum 1 0 -1

38 Pengelola Tata Ruang dan Tata Guna Bangunan

1 0 -1

39 Analis Tata Ruang 1 0 -1

No Nama Jabatan Jumlah Kebutuhan

Pegawai

Jumlah Pegawai

yang ada Selisih 40 Kepala Seksi Pembinaan Tata

Ruang 1 1 0

41 Pengadministrasi Umum 1 1 0

42 Analis Tata Ruang 1 0 -1

43 Kepala Bidang Pengendalian

dan Pengawasan 1 1 0

44 Kepala Seksi Pengendalian dan

Pengawasan Pertanahan 1 1 0

45 Pengadministrasi Umum 1 1 0

46 Pengawas Pemanfaatan

Pertanahan 1 0 -1

47 Kepala Seksi Pengendalian dan

Pengawasan Tata Ruang 1 1 0

48 Pengadministrasi Umum 1 1 0

49 Pengawas Tata Ruang 2 0 -2

50 Kepala Seksi Data dan

Informasi 1 1 0

51 Pengadministrasi Umum 1 1 0

52 Pengelola Data 1 0 -1

53 Analis Data dan Informasi 2 0 -2

54 Arsiparis Pelaksana 0 0 0

55 Arsiparis Pelaksana Lanjutan 1 0 -1

56 Arsiparis Penyelia 1 0 -1

57 Pranata Komputer Pelaksana

Pemula 0 0 0

58 Pranata Komputer Pelaksana 0 0 0

59 Pranata Komputer Pelaksana

Lanjutan 0 0 0

60 Pranata Komputer Penyelia 0 0 0

61 Pranata Komputer Pertama 0 0 0

62 Pranata Komputer Muda 0 0 0

63 Penata Ruang Pertama 0 0 0

64 Penata Ruang Muda 0 0 0

65 Penata Ruang Madya 0 0 0

58 39 -19

Pengisian jabatan disesuaikan dengan kualifikasi minimal pendidikan yang mampu untuk melaksanakan beban pekerjaan jabatan tersebut. Dari perhitungan diketahui hanya 67,24% kebutuhan pegawai yang terisi, artinya dari 58 orang dengan kebutuhan pegawai hanya terisi 39 orang dan masih memerlukan 19 orang untuk ketugasan atau jabatan tertentu.

Keadaan ini menjadi lebih buruk dengan banyaknya jumlah ASN yang akan memasuki batas usia pensiun antara tahun 2020 sampai dengan 2026.

ASN Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul yang akan memasuki batas usia pensiun sebanyak 11 orang. Jumlah yang sangat signifikan karena mencapai lebih dari 25% dari total ASN yang ada saat ini yang apabila tidak diimbangi dengan penerimaan ASN baru sesuai kebutuhan

dalam Analisa Beban Kinerja pada tabel 2.3 berdampak pada pencapaian target kinerja Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul.

2.2.2. Sarana dan Prasarana

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) Kabupaten Bantul didukung dengan sarana prasarana sebagai berikut:

Tabel 2.4. Data Aset Sarana dan Prasarana Dinas Pertanahan dan Tata Ruang No Jenis Barang Sarana

Prasarana Saldo Akhir

1 Tanah -

2 Peralatan dan mesin 2.767.377.277,-

➢ > Rp 300.000 2.760.125.137,-

< Rp 300.000 9.7.252.140,-

3 Gedung dan bangunan 2.234.706.150,-

4 Jalan, irigasi dan jaringan -

5 Aset tetap lainnya 3.242.500,-

6 Konstruksi dalam

pengerjaan -

Jumlah 5.005.325.927,-

Sumber : DPTR, 2020

Ketersediaan aset sebagai sarana prasarana pendukung pelaksanaan tugas fungsi Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kaupaten Bantul, khususnya untuk peralatan dan mesin serta gedung dan bangunan menjadi perhatian utama. Ruang kerja gedung kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang terhadap jumlah pegawai kurang dianggap tidak memadai dan perlu dilaksanakan pembangunan unit gedung kantor baru berupa tambahan unit dari gedung yang sudah ada untuk mengatasinya. Kebutuhan unit tambahan dimaksud untuk mengakomodir kebutuhan ruang rapat, ruang arsip yang memiliki retensi yang panjang (lebih dari 10 tahun), ruang penyimpanan aset dan persediaan, ruang pelayanan, rumah genset, tempat parkir, dan ruang kerja pegawai. Kebutuhan jumlah dan jenis ruangan ini perlu didukung sarana lainnya seperti jaringan listrik, jaringan internet, mebelair, peralatan dan mesin kamtor dalam penataannya serta pemeliharaan selama tahun operasional.

Kewajiban Pemerintah Daerah untuk menyelenggarakan perizinan melalui OSS (Online Single Submission) membuat kebutuhan perangkat lunak aplikasi otomatisasi pelayanan yang mampu terintegrasi dengan sistem OSS, dan perangkat keras berupa komputer serta server yang memadai menjadi kebutuhan yang tak terelakan dan penting untuk segera direalisasikan.

Dalam dokumen 2) Subbag Umum dan Kepegawaian (Halaman 115-121)