AKUNTABILITAS KINERJA
C. SUMBER DAYA
3. Sumber Daya Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang ada di KKP Kelas II Probolinggo, meliputi :
a. Sarana Kerja / Bangunan
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 70 1) Bangunan gedung kantor milik sendiri, ada 4 lokasi :
a) Di kantor induk Pelabuhan Probolinggo ada 5 unit (639 m2);
b) Di wilayah kerja Tanjung Wangi – Banyuwangi 1 unit (220 m2);
c) Di wilayah kerja Pasuruan 1 unit (250 m2);
d) Di wilayah kerja Malang 1 unit (220 m2).
2) Bangunan gedung disiapkan/sewa pengelola pelabuhan : a) Kantor wilayah kerja Panarukan sewa milik PT.
Pelabuhan Indonesia III dengan luas 115 m2 ;
b) Kantor wilayah kerja Paiton menempati ruangan milik PLTU Paiton yang dipakai bersama instansi lain, yaitu perwakilan dari Administrator Pelabuhan dengan luas 58,5 m2 ;
c) Pos Penyeberangan Ketapang Banyuwangi menempati ruangan milik PT. Indonesia Ferry (ASDP) dengan luas
± 24 m2 ;
3) Bangunan rumah negara ada 2 unit :
1. Di kantor induk Pelabuhan Probolinggo 1 unit (Gol. I jabatan tipe C permanen) ;
2. Di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Wangi – Banyuwangi 1 unit (Gol. I non jabatan tipe C permanen).
b. Kendaraan
1) Kendaraan Roda 4 (empat) 13 unit : a) Ambulance Ford Ranger
Diterima Desember 2011, keadaan baik dan berada di kantor induk Probolinggo ;
b) Pick Up Kijang tahun 1995 Bantuan Kanwil Depkes Jatim ; c) Isuzu D-Max
Merupakan transfer dari Pusat, diterima Tahun 2010 ;
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 71 d) Kijang Station tahun 1996
Bantuan dari Kanwil Kemenkes Jatim ; e) Ambulance L 300
Diterima Tahun 2005, keadaan masih baik dan berada di Wilker Tanjung Wangi ;
f) Avanza Station tahun 2005 ;
g) Isuzu Panther Touring tahun 2007 ;
h) Ambulance Isuzu ELF tahun 2008 (kendaraan khusus);
i) Mobil Vector Control Suzuki APV ;
j) All New Nissan Grand Livina 1.5 tahun 2014 ; k) Ambulance Chevrolet Colorado tahun 2014 ; l) Mitsubishi Outlander Sport GL A/T tahun 2014 ; m) Toyota New Hilux Pickup STD m/t tahun 2014.
2) Kendaraan roda 2 (dua) 12 unit :
a) 2 (dua) unit Honda Win tahun 1995 dan Tahun 1996 ; b) 1 (satu) Unit Karisma Tahun 2003 ;
c) 2 (dua) Unit Supra X 100 cc tahun 2004 ; d) 3 (tiga) Unit Supra X 125 cc tahun 2005 ; e) 2 (dua) Unit Supra X 125 cc tahun 2006 ; f) 3 (tiga) Unit Honda Revo 110 cc tahun 2012.
3) Kendaraan Roda Tiga sejumlah 2 (dua) unit : a) Viar Long Karya 150 cc tahun 2012 ; b) Viar Long Karya 200 cc tahun 2012 ;
4) Peralatan dan Mesin (Alat Kesehatan dan Pengolah Data) Terlampir.
Sarana kantor berupa beberapa alat transportasi (roda dua dan roda empat), dan peralatan penunjang kegiatan teknis maupun perkantoran sebagai dukungan dalam pencapaian program yang telah ditetapkan. Dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap dan baik, tentunya akan mempermudah dalam mencapai target di tahun 2015 ini.
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 72 D. PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA DENGAN TAHUN
SEBELUMNYA
Didalam perencanaan kinerja tahun 2014 terdapat 4 sasaran strategis dengan 17 indikator kinerja sedangkan pada tahun 2015 terdapat 6 sasaran strategis dengan 22 indikator kinerja.
Perbandingan capaian indikator tahun 2014 dan 2015 tercantum pada tabel 26 dibawah ini.
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 73 Tabel 26
Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014 dan 2015
2014 2015
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Keterangan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Keterangan Meningkatnya
standar kekarantinaan 104% Tercapai
2. Persentase alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan
kesehatan
85,9% Tidak tercapai 3. Penerbitan dokumen
kesehatan
116% Tercapai
3.Persentase lingkungan sehat, aman, dan terkendali dari faktor risiko KKM di pintu masuk negara
1. Masyarakat pelabuhan yang memanfaatkan
pelayanan kesehatan 101,5% Tercapai
4.Persentase rencana kontinjensi kedaruratan kesehatan masyarakat di pintu masuk dan wilayah
100% Tercapai
2. Terlayaninya jemaah haji dan umroh dengan
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 74
2014 2015
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Keterangan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Keterangan 3. Terlayaninya kesehatan
kerja di pelabuhan
sebesar 85% 96,5% Tidak tercapai
2. Cakupan skrining
1. Persentase desa yang melaksanakan kegiatan Area(House Index < 1) di lingkungan pelabuhan, bandara dan pos lintas batas darat dini kanker servik dan payudara (IVA dan atau Pap smear untuk CA Serviks dan CBE untuk Ca Payudara)
82% Tidak
tercapai
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 75
2014 2015
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Keterangan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Keterangan 2. Meningkatnya
pengendalian nyamuk di
pelabuhan sebesar 90% 100% Tercapai
3. Persentase fasyankes primer yang
melaksanakan upaya deteksi dini, tindak lanjut dini, rehabilitasi dan atau paliatif PTM dan cedera
100% Tercapai
3. Kasus penyakit menular bersumber binatang dikendalikan di pelabuhan / bandara / PLBD
5. Peningkatan kualitas air bersih / air minum di
pelabuhan 96% Tidak tercapai
2. Jumlah Kab/Kota dengan API <1/1000 penduduk pada tahun 2019
100% Tercapai
6. TTU memenuhi syarat
kesehatan di pelabuhan 100 % Tercapai
3. Persentase Kabupaten/
Kota dengan IR DBD kurang dari target nasional
100% Tercapai
7. Pemeriksaan sanitasi alat angkut dalam rangka penerbitan dokumen SSCEC dan SSCC
85% Tidak tercapai
Meningkatnya
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 76
2014 2015
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Keterangan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Keterangan 8. Pelayanan kesehatan
lingkungan pada situasi
matra di pelabuhan 100% Tercapai
2. Persentase
3. Jumlah Kabupaten / Kota yang Pusat dan Daerah yang ditingkatkan sarana / prasarananya untuk memenuhi standar
121,3% Tercapai
Kumulatif capaian kinerja : 100,8% Kumulatif capaian kinerja : 97,8%
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 77 Dari tabel 26 diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2014 terdapat 17 indikator dengan hasil 14 indikator mencapai target dan 3 indikator tidak mencapai target, sedangkan tahun 2015 terdapat 22 indikator dengan hasil 19 indikator mencapai target dan 3 indikator tidak mencapai target. Kumlatif capaian kinerja tahun 2014 sebesar 100,8% dan tahun 2015 sebesar 97,8% sehingga terdapat penurunan capaian kinerja sebesar 3%.
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 78 BAB IV
SIMPULAN
Berdasarkan paparan tentang kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Probolinggo, bahwa 6 (enam) sasaran strategis telah dilaksanakan sesuai dengan indikator yang ada. Indikator pada tahun 2015 sebanyak 22 indikator. Indikator seksi PRL terdiri dari 8 indikator, seksi UKLW terdiri dari 8 indikator, Indikator seksi PKSE terdiri dari 4 indikator, dan sub bagian tata usaha terdiri dari 2 indikator.
Untuk melihat hasil kinerja pada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Probolinggo di bagi menjadi 2 kriteria yaitu indikator yang mencapai 100% dan yang kurang dari 100%. Indikator yang mencapai/diatas 100% sebanyak 19 indikator, sedangkan Indikator yang pencapaiannya dibawah 100% terdapat 3 indikator, diantaranya : 1).Persentase alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan;
2).Cakupan Kab/Kota dengan angka keberhasilan pengobatan TB paru BTA positif (SR) minimal 85%; 3). Persentase jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang dideteksi dini kanker serviks dan payudara (IVA dan atau Pap smear untuk Ca serviks dan CB untuk Ca payudara).
Indikator kinerja pada Seksi yang indikator keseluruhan mencapai 100% atau lebih adalah seksi PRL dan Sub Bagian Tata Usaha.
Sedangkan pada seksi PKSE dan seksi UKLW masih ada beberapa indikator yang belum mencapai 100%. Pada seksi PKSE, indikator persentase alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan tidak tercapai 100% dari target yang ditetapkan. Hal ini disebabkan kegiatan tersebut dipengaruhi oleh jumlah kedatangan kapal dari luar negeri dan jumlah tindakan penyehatan yang dilaksanakan selama satu tahun sehingga berpengaruh terhadap jumlah penerbitan dokumen Cop dan SSCC.
LAKIP KKP Kelas II Probolinggo Tahun 2015 79 Pada seksi UKLW indikator cakupan Kab/Kota dengan angka keberhasilan pengobatan TB paru BTA positif (SR) minimal 85% tidak mencapai 100%. Hal ini dikarenakan tidak semua ABK kapal dari luar negeri yang terjaring dan bersedia mengisi kuesioner deteksi dini TB paru.
Indikator seksi UKLW yang tidak mencapai 100% juga adalah Persentase jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang dideteksi dini kanker serviks dan payudara (IVA dan atau Pap smear untuk Ca serviks dan CB untuk Ca payudara). Hal ini disebabkan tidak semua peserta sosialisasi bersedia untuk dilakukan pemeriksaan deteksi dini Ca serviks dan Ca payudara.
Tahun 2015 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) lima tahunan yang tertuang di dalam Rencana Aksi Kegiatan (RAK) 2015-2019. Guna meningkatkan akuntabilitas kinerja KKP Kelas II Probolinggo, maka kecermatan dan ketepatan dalam melakukan perencanaan kegiatan harus ditingkatkan saat penyusunan RAK 2015-2019 dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas indikator kinerja beserta target yang ditetapkan.
Probolinggo, Februari 2015 Kepala Kantor
Rahmat Subakti, S.KM, MHM NIP 196507131988031002
PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA TINGKAT SATUAN KERJA
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Rahmat Subakti, S.KM, MHM Jabatan : Kepala KKP Kelas II Probolinggo selanjutnya disebut pihak pertama.
Nama : dr. H. M. Subuh, MPPM
Jabatan : Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan selaku atasan pihak pertama, selanjutnya disebut pihak kedua
Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.
Pihak Kedua,
dr. H. M. Subuh, MPPM NIP 196201191989021001
Probolinggo, Februari 2015 Pihak Pertama,
Rahmat Subakti, S.KM, MHM NIP 196507131988031002
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015 KANTOR KESEHATAN KELAS II PROBOLINGGO
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
(1) (2) (3) (4)
1 Menurunkan angka kesakitan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, peningkatan surveilans, karantina kesehatan, dan kesehatan matra
1 Persentase upaya pengendalian faktor risiko pada wilayah dengan kondisi matra
86 %
2 Persentase alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan
100 %
3 Persentase lingkungan sehat, aman, dan terkendali dari faktor risiko KKM di pintu masuk negara
100 %
4 Persentase rencana kontinjensi kedaruratan kesehatan masyarakat
di pintu masuk dan wilayah 17 %
2 Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular langsung
1 Persentase angka penemuan baru kasus HIV dan pengobatan sesuai standar
16,5 %
2 Cakupan skrining penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada populasi berisiko
33,3 %
3 Cakupan kab/kota dengan angka keberhasilan pengobatan TB paru BTA positif (SR) minimal 85%
25 %
4 Persentase kab/kota yang melaksanakan kegiatan pemantauan tifoid pada kelompok masyarakat paling berisiko
28 Orang
3 Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular
1 Persentase desa yang melaksanakan kegiatan posbindu
PTM dan cedera 100 %
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
(1) (2) (3) (4)
2 Persentase jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang dideteksi dini kanker servik dan payudara (IVA dan atau Pap smear untuk CA Serviks dan CBE untuk Ca Payudara)
100 orang
3 Persentase fasyankes primer yang melaksanakan upaya deteksi dini, tindak lanjut dini, rehabilitasi dan atau paliatif PTM dan cedera
80 %
4 Persentase fasyankes primer melaksanakan layanan upaya
berhenti merokok 33,3 %
4 Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit bersumber binatang
1 Persentase Kab/Kota yang melakukan pengendalian vektor terpadu
100 %
2 Jumlah Kab/Kota dengan API
<1/1000 penduduk pada tahun 2019
100 %
3 Persentase Kab/Kota dengan IR
DBD kurang dari target nasional 100 %
5 Meningkatnya penyehatan dan pengawasan kualitas
lingkungan
1 Persentase pengawasan kualitas
air minum 100 %
2 Persentase Tempat-Tempat Umum
yang memenuhi syarat kesehatan 100 % 3 Jumlah Kab / Kota yang
menyelenggarakan kawasan sehat 33,3 % 4 Persentase Tempat Pengelolaan
Makanan yang memenuhi syarat
kesehatan 66,6 %
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
(1) (2) (3) (4)
5 Jumlah rekomendasi kajian analisis dampak kesehatan
lingkungan 100 %
6 Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
1 Persentase Satker Program PP dan PL yang memperoleh penilaian SAKIP dengan hasil minimal AA
80 %
2 Persentase Satker Pusat dan Daerah yang ditingkatkan sarana / prasarananya untuk memenuhi standar
75 %
Kegiatan Anggaran
1. Pembinaan Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra
Rp. 1.401.080.000,-
2. Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Rp. 242.800.000,- 3. Pengendalian Penyakit Menular Langsung Rp. 125.762.000,- 4. Pengendalian Penyakit Tidak Menular Rp. 191.780.000,-
5. Penyehatan Lingkungan Rp. 301.218.000,-
6. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Rp. 7.188.087.000,-
Direktur Jenderal PP dan PL,
dr. H. M. Subuh, MPPM NIP 106201191989021001
Probolinggo, Februari 2015 Kepala KKP Kelas II Probolinggo,
Rahmat Subakti, S.KM,MHM NIP 196507131988031002
RENCANA KINERJA TAHUNAN UNIT PELAKSANA TEKNIS
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN
Unit Pelaksana Teknis : Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Probolinggo Tahun Anggaran : 2015
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
(1) (2) (3) (4)
1 Menurunkan angka kesakitan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, peningkatan surveilans, karantina kesehatan, dan kesehatan matra
1 Persentase upaya pengendalian faktor risiko pada wilayah dengan kondisi matra
86 %
2 Persentase alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan
100 %
3 Persentase lingkungan sehat, aman, dan terkendali dari faktor risiko KKM di pintu masuk negara
100 %
4 Persentase rencana kontinjensi kedaruratan kesehatan masyarakat
di pintu masuk dan wilayah 17 %
2 Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular langsung
1 Persentase angka penemuan baru kasus HIV dan pengobatan sesuai standar
16,5 %
2 Cakupan skrining penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada populasi berisiko
33,3 %
3 Cakupan kab/kota dengan angka keberhasilan pengobatan TB paru BTA positif (SR) minimal 85%
25 %
4 Persentase kab/kota yang melaksanakan kegiatan pemantauan tifoid pada kelompok
masyarakat paling berisiko 28 Orang
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
(1) (2) (3) (4)
3 Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular
1 Persentase desa yang melaksanakan kegiatan posbindu PTM dan cedera
100 %
2 Persentase jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang dideteksi dini kanker servik dan payudara (IVA dan atau Pap smear untuk CA Serviks dan CBE untuk Ca Payudara)
100 orang
3 Persentase fasyankes primer yang melaksanakan upaya deteksi dini, tindak lanjut dini, rehabilitasi dan atau paliatif PTM dan cedera
80 %
4 Persentase fasyankes primer melaksanakan layanan upaya
berhenti merokok 33,3 %
4 Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit bersumber binatang
1 Persentase Kab/Kota yang melakukan pengendalian vektor terpadu
100 %
2 Jumlah Kab/Kota dengan API
<1/1000 penduduk pada tahun 2019
100 %
3 Persentase Kab/Kota dengan IR
DBD kurang dari target nasional 100 %
5 Meningkatnya penyehatan dan pengawasan kualitas
lingkungan
1 Persentase pengawasan kualitas
air minum 100 %
2 Persentase Tempat-Tempat Umum
yang memenuhi syarat kesehatan 100 % 3 Jumlah Kab / Kota yang
menyelenggarakan kawasan sehat
33,3 %
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
(1) (2) (3) (4)
4 Persentase Tempat Pengelolaan Makanan yang memenuhi syarat kesehatan
66,6 %
5 Jumlah rekomendasi kajian analisis dampak kesehatan
lingkungan 100 %
6 Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
1 Persentase Satker Program PP dan PL yang memperoleh penilaian SAKIP dengan hasil minimal AA
80 %
2 Persentase Satker Pusat dan Daerah yang ditingkatkan sarana / prasarananya untuk memenuhi standar
75 %
Probolinggo, Febuari 2015 Pihak Pertama
Rahmat Subakti, S.KM,MHM NIP 196507131988031002