BAB I TUJUAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU SEBAGAI KOMPONEN
1. Sumber Historis tentang Pendidikan Agama Khonghucu
Pendidikan Agama Khonghucu yang Anda pelajari ini adalah berdasarkan ajaran Nabi Kongzi atau Confucius. Zhong Ni (nama kecil Nabi Kongzi) dilahirkan di negeri Lu (Provinsi Shandong di Tiongkok sekarang ini) pada tahun 551 SM dalam keluarga bangsawan. Namun, pada masa itu banyak keluarga kaum bangsawan yang hidupnya miskin karena terjadi peperangan dan perubahan keadaan sosial. Keluarga Kongzi
Melihat demikian pentingnya Pendidikan Agama di sekolah dan perguruan tinggi, maka Pendidikan Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu memainkan peran yang sangat besar dalam ikut serta mewujudkan tujuan pendidikan nasional, terutama untuk mempersiapkan peserta didik dalam memahami ajaran-ajaran agama dan berbagai ilmu yang dipelajari serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah Pendidikan Agama Khonghucu penting bagi Anda? Bagaimana cara Anda mengamalkan ajaran-ajaran agama Khonghucu di dalam rumah dan luar rumah?
Gambar 1.5Zhi Sheng Kongzi. Gambar 1.6Kongzi sebagai penyedar hidup manusia Mu Duo, melambangkan Nabi kembali ke dalam Dao (Jalan Suci).
Ayahnya wafat ketika Nabi Kongzi berusia tiga tahun sehingga kehidupan bersama ibunya sangatlah berat. Ia berusaha dan berjuang untuk mempelajari berbagai segala hal sendiri. Pada waktu muda, Nabi Kongzi telah memperoleh banyak pengetahuan. Pada masa dewasa, ia menduduki jabatan dalam pemerintahan. Ia pernah memikul tanggung jawab terhadap hasil panen dan peternakan sapi dan domba. Pekerjaan ini memerlukan keahlian di bidang ilmu hitung dan pembukuan. Tentu saja, Nabi Kongzi sudah mempelajari keahlian itu sejak kecil. Namun, ia telah belajar lebih banyak daripada itu. Terlebih lagi, Nabi Kongzi bukan hanya melatih kemampuan intelektualnya, melainkan juga sikap moralnya. Hal ini ditunjukkan Nabi Kongzi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan cermat.
Nabi Kongzi merasa tidak puas dengan keadaan kehidupan pada masa itu. Ia ingin merubah dunia ke dalam tatanan moral yang sebenarnya. Ia percaya bahwa pendidikan adalah cara untuk menyelesaikan masalah pada masa itu dan itu adalah merupakan jalan keluar yang paling efektif. Pendidikan harus tersedia bagi semua orang dan semua kalangan.
Kongzi mempelajari tata upacara (li) dan menjadi seorang pendidik li pada usia sekitar tiga puluh tahun. Ia mengajarkan tentang enam seni yaitu tata upacara, musik, ilmu memanah, berkereta kuda, menulis dan ilmu hitung. Selain itu, Kongzi juga memberikan latihan untuk bersikap baik, latihan upacara, latihan tata cara kehidupan, dan dan keahlian lainnya. Pada masa itu para pendidik li mendapat dukungan dari keluarga bangsawan dan hanya orang-orang yang mempunyai kedudukan saja yang mempunyai kesempatan untuk mempelajari Li tersebut. Kongzi berusaha untuk mengubah keadaan tersebut. Nabi Kongzi hanya mengenakan biaya yang sangat
murah. Bahkan, orang miskin pun mampu menjangkaunya. Nabi Kongzi membuat ajarannya berguna bagi semua orang yang rajin dan pandai. Berkat kepandaian dan kemampuannya sebagai seorang pendidik itulah, Nabi Kongzi pada usia tiga puluh empat namanya sudah sangat terkenal.
Gambar 1.7Nabi Kongzi berdiskusi dengan murid-muridnya.
Sumber:www.history.cultural-china.com
Untuk memperbaiki pemerintahan dan masyarakat agar kembali ke dalam jalan suci (dao), Nabi Kongzi ingin memangku jabatan dalam pemerintahan. Ia ingin memberikan nasihat kepada para penguasa pada zaman itu untuk berbuat kebajikan dan memperhatikan kehidupan rakyat sehingga mereka akan menjadikan rakyat setia dan dapat dipercaya.
Menurut catatan sejarah, Nabi Kongzi menjadi terkenal dan bahkan pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Kehakiman di negeri Lu tempat kelahirannya. Namun, banyak para pejabat yang merasa iri dan jahat yang menentangnya. Para pejabat tersebut suka menentang dan menolak semua nasihatnya. Ketika menyadari bahwa ia tidak mungkin berbuat banyak untuk memperbaiki keadaan Negeri Lu, Nabi Kongzi memilih untuk mengundurkan diri dan melepaskan jabatan daripada membuang waktu.
Pada usia 55 tahun, Nabi Kongzi meninggalkan negeri Lu. Nabi Kongzi mulai mengembara ke seluruh negeri Tiongkok untuk menyebarkan ajarannya. Nabi Kongzi berharap akan dapat mempengaruhi para penguasa dan membantu memperbaiki negara dengan cara yang lebih praktis. Ketika ditanya apakah seseorang yang menyimpan mestikanya yang berharga dan membiarkan negerinya berantakan, dapatkah ia dinamai seorang yang berperi cinta kasih? Nabi Kongzi menjawab ”Tidak”
Anda dipersilakan menggali informasi dari perpustakaan dan internet untuk memperkaya pengetahuan tentang sumber historis dalam hal Pendidikan Agama Khonghucu di Indonesia dari dahulu sampai sekarang.Apa yang diajarakan Nabi Kongzi kepada rakyat Tiongkok pada zamannya?Apakah ajarannya masih relevan dengan keadaan Indonesia pada saat ini?
Wu Jing Five Classics Chun Qiu Jing
(Lunyu XVII:1). Nabi Kongzi menyadari bahwa membagi “mestika” atau ajarannya ke seluruh negeri Tiongkok adalah firman atau kehendak Tian.
Setelah tiga belas tahun berkelana dari negeri ke negeri untuk membagi “mestika” atau ajarannya, Nabi Kongzi kembali ke negeri Lu dan mengabdikan sisa hidupnya untuk mengajar dan menyusun kitab-kitab suci. Nabi Kongzi menyusun kitab-kitab kuno dan catatan sejarah yang akhirnya menjadi Kitab Yang Lima (Wu Jing). Dengan demikian, Nabi Kongzi telah meninggalkan warisan yang dapat dipahami oleh generasi mendatang.
Nabi Kongzi wafat pada tahun 479 SM saat berusia 72 tahun. Meskipun kehidupan politiknya kurang berhasil, pengaruhnya telah menyebar ke seluruh negeri Tiongkok. Setelah Nabi Kongzi wafat, ajaran Khonghucu terus menyebar. Para peserta didiknya mengumpulkan dan menyusun ajarannya ke dalam kitab yang dikenal dengan Kitab Sabda Suci (Lunyu). Jalan kehidupan dan ajarannya telah mempengaruhi kehidupan masyarakat di negeri Tiongkok dan Asia Timur. Etika kehidupan bangsa Tiongkok sangat dipengaruhi oleh ajaran Nabi Kongzi. Selanjurnya, ajarannya telah menjadi dasar pendidikan di Tiongkok.
Anda dipersilakan menggali informasi dari perpustakaan dan internet untuk memperkaya pengetahuan tentang sumber historis dalam hal Pendidikan Agama Khonghucu di Indonesia dari dahulu sampai sekarang.Apa yang diajarakan Nabi Kongzi kepada rakyat Tiongkok pada zamannya?Apakah ajarannya masih relevan dengan keadaan Indonesia pada saat ini?
Gambar 1.8Empat dari Lima Kitab Suci Wu Jing(Five Classics), Kitab Suci yang mendasari dalam agama Khonghucu telah diterjemahkan oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu