• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Prosedur Underwriting PT. Asuransi Syariah Mubarakah

4.2.3. Sumber Informasi tentang Risiko Jiwa

Beberapa hal yang umumnya dijadikan sebagai sumber informasi dalam industri asuransi jiwa, baik untuk asuransi syariah maupun asuransi konvensional. 1. Aplikasi (The Application)

Aplikasi menyajikan informasi insurability dan informasi dasar yang dibutuhkan perusahaan untuk catatan (records) dan untuk mempersiakan kemungkinan polis dapat diterbitkan.

2. Pemeriksaan Medik atau Paramedikal (The Medical or Paramedical)

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter medis dengan memberikan surat pernyataan tentang kondisi medis tertanggung.

3. Tes Laboratorium (Laboratory Testing)

Terdapat beberapa tes kesehatan yang dapat dimasukkan dalam bagian ini atau diminta sebagai pilihan syarat informasi. Misalnya: tes urin (urinanalysis) dan darah untuk jiwa dan kesehatan yang diasuransikan meningkat secara drastis. Khususnya, karena keprihatinan terhadap klaim yang berlebihan dikarenakan hipertensi, diabetes dan masalah liver akibat penggunaan obat. Peserta menyadar bahwa tes ini membutuhkan biaya, bahkan sampai pada tingkat pertanggungan yang rendah dalam beberapa kasus. Efek samping tes yang terus naik ini adalah naiknya ketersediaan informasi yang berguna untuk tujuan seleksi risiko seperti tingkat enzim, lipid dan glukosa.

4. Pernyataan dokter jaga (Attending Physican Statements)

Pernyataan dokter jaga digunakan ketika aplikasi peserta atau laporan pemeriksaan medik menunjukan kondisi atau situasi dulu atau sekarang mengenai informasi yang lebih diperlukan. Pernyataan dokter jaga menjadi salah satu sumber informasi penting dibanding lainnya untuk underwriting.

4.3.Analisis Pengaruh Pendapatan Premi Bruto, Baban Klaim, Hasil

Investasi dan Hasil Underwriting Terhadap Laba Kotor

Analisis dilakukan untuk melihat pengaruh Pendapatan Premi Bruto, Baban Klaim, Hasil Investasi dan Hasil Underwriting Terhadap Laba Kotor. Data perkembangan jumlah laba yang didapatkan dari tahun 2004 sampai 2008 dapat dilihat pada Tabel.

Tabel 5. Data Premi, Klaim, Hasil Investasi, Hasil Underwriting dan Laba

Tahun Premi Klaim Hasil Investasi Hasil Underwriting Laba 2004 1686 1151 6 -1339 -2858 2004 1201 1171 3495 -426 3430 2004 1532 813 21 524 -1415 2004 2373 737 -1246 2014 -1067 2005 1298 851 59 447 -961 2005 1191 1291 1184 -263 -421 2005 1176 721 9 -172 -2449 2005 1102 402 4 936 -149 2006 789 538 7 537 -153 2006 758 792 889 797 758 2006 764 817 3 819 7 2006 615 719 1176 197 -291 2007 843 625 9 195 -596 2007 1498 510 51 1726 808 2007 15834 1432 47 7498 3614 2007 3974 8753 185 1280 -1794 2008 10712 3471 116 5136 1223

2008 15253 8802 131 6839 1659

2008 23692 10993 47 9995 -281

2008 44527 17852 199 14943 1323

Sumber : Divisi Keuangan PT. Asuransi Syariah Mubarakah

Pada data laba masa lalu (lihat Tabel 5) dapat terlihat pengaruhnya variabel ter sebut terhadap laba perusahaan. Variabel tersebut berpengaruh terhadap laba dari tahun ke tahun. Data perolehan laba diambil berdasarkan hitungan kwartalan selama lima tahun. Data perolehan laba diolah menggunakan software MINITAB 14 untuk mendapatkan persamaan garis trend dan jenis trend yang terjadi. Hasil pengolahan MINITAB14 didapatkan persamaan garis trend yaitu Y = - 904 - 0,2081 X1- 0,243 X2 + 1,39 X3 + 1,00 X4.

Gambar garis trend terhadap laba dapat dilihat pada gambar. Dari gambar dan persamaan di atas dapat diprediksikan bahwa nilai perolehan laba dapat akan meningkat di masa yang akan datang. Gambar tersebut memiliki gerakan yang berbeda pada waktu yang singkat. (5 tahun), mengikuti pola terratur berupa garis lurus yang meningkat.

Tahun L a b a 20 15 10 5 0 4000 3000 2000 1000 0 - 1000 - 2000 - 3000

Scatterplot of Laba vs Tahun

Data pada Tabel 5. diolah menggunakan MINITAB untuk pengujian regresi berganda dimana semua variabel bebas dimasukkan dalam analisis. Pada tahun tahun 2004 kwartal kedua laba perusahaan sangat tinggi karena didorong oleh tingkat hasil investasi yang tinggi pada saat itu. Perolehan premi asuransi secar umum cukup bervariasi antara tahun 2004 sampai tahun 2007. Memasuki tahun

2008 kwaltal pertama laba perusahaan meningkat tajam dan stabil. Hal ini dikarenakan adanya prubahan kepemimpinan menjelang tahun itu.

Besarnya nilai klaim pada setiap kwartal juga bervariasi sepanjang tahun 2004 sampai 2008 dan mencerminkan nilai perolehan premi yang didapat dari setiap kwartal. Semakin besar nilai perolehan premi maka akan membuat besar klaim menjadi semakin tinggi, hal ini cukup logis karena premi yang didapatkan perusahaan mengandung unsur risiko yang memicu terjadinya klaim.

Perolehan laba perusahaan juga menekankan pada hasil investasi yang membantu untuk menutupi kekurangan tarif premi yang didapat. Perolehan hasil investasi yang dicapai cukup memuaskan karena selalu terdapat hasil positif dari investasi yang dilakukan. Pada tahun 2004 kwartal ke empat terdapat pengecualian, dimana hasil investasi yang diperoleh bernilai negatif. Hal ini dikarenakan terlalu banyak dilakukannya penempatan dana pada instrumen-instrumen yang berisiko tinggi seperti saham dan penjualan produk berbasisi unit link. Akan tetapi pengalaman ini dapat menjadi pelajaran bagi departemen investasi perusahaan agar lebih berhati-hati dalam menempatkan dana investasi.

Pencapaian hasil underwriting PT. Asuransi Syariah Mubarakah secara umum memiliki nilai yang positif pada setiap kwartal sepanjang tahun 2004 sampai 2008. Hal ini menunjukan secara umum kinerja underwriting secara umum cukup baik. Walaupun terdapat nilai negatif pada beberapa kwartal, hal itu dapat dianggap wajar karena pada periode tersebut terjadi klaim yang bersifat katastropik. Dimana klaim katastropik yang merupakan klaim yang jumlahnya sangat besar terjadi diluar perkiraan departemen underwriting sebelumnya.

Perolehan laba perusahaan secara keseluruhan menunjukan adanya pertumbuhan yang terjadi setiap kwartalnya. Hal ini menujukan kinerja operasional perusahaan sudah cukup baik. Pertumbuhan yang terjadi cukup siginifikan terjadi pada tahun 2008. Hal ini terjadi karena perusahaan telah mengadakan berbagai perubahan dalam menjalankan bisnisnya. Direksi perusahaan yang baru berhasil membuat perusahaan menjadi semakin efisien dan efektif dalam menjalankan operasional perusahaan.

Hasil uji regresi berganda dihasilkan nilai R, R², adjusted R², standar error dan Durbin Watson (lihat lampiran pada model Model Summary). Nilai R² sebesar

0,847 artinya sumbangan pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3, X4) terhadap Y adalah 84,7 persen selebihnya 15,3 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Nilai signifikan sebesar 0,001 (lihat lampiran pada ANOVA) artinya koefisien regsresi sevara individu berpengaruh (signifikan) secara statistik. Nilai Adjusted R Square adalah besarnya sumbangan Y yang dijelaskan oleh variabel bebas (X1, X2, X3, X4) setelah disesuaikan dengan derajat (df) sebesar 80,6 persen. Rendahnya proporsi variasi disebabkan oleh perhitungan statistik yang tidak memasukkan faktor-faktor lain yang diduga kuat mempengaruhi laba seperti faktor premi reasuransi, premi yang belum menjadi pendapatan dan sebagainya.

Pada bagian hasil uji regresi berganda adalah koefisien regresi (lihat lampiran pada Tabel regresi X dan Y). persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = - 904 - 0,208 X1 - 0,243 X2 + 1,39 X3 + 1,00 X4. Nilai -904 merupakan nilai konstantan (a) yang menunjukan bahwa jika tidak ada pengeluaran dan penerimaan variabel bebas maka tingkat laba perusahaan akan mencapai Rp. -904 (dalam juta). Nilai signifikan sebesar 0,001 menjelaskan bahwa variabel bebas X berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap Y.

Dokumen terkait