• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

3.8 Sumber dan Jenis Data

Adapun jenis data yang dipergunakan untuk penulisan skripsi ini adalah data primer dan data sekunder.

1. Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuisioner yang biasa dilakukan oleh penulis.

2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari unit atau lembaga dimana data itu dihasilkan dan sumber buku bacaan yang menjadi landasan teori yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti.

3.9 Metode Analisis Data

Menganalisis gaya kepemimpinan dalam pengaruhnya terhadap Semangat Kerja karyawan, maka penulis menggunakan metode statistik.

Metode statistik yang digunakan adalah analisis Koefisien Korelasi. Analisis Koefisien Korelasi ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

n (∑XY ) - (∑X) (∑Y) r =

n : (∑X 2)– (∑X)2 . n (∑Y2) – (∑Y)2

Dimana :

r = Koefisien Korelasi antara variabel X dan variabel Y X = Gaya Kepemimpinan

Y = Semangat Kerja n = Jumlah Sampel

Kuat atau tidaknya pengaruh antara X terhadap Y diukur dengan suatu nilai yang disebut koefisien korelasi dilambangkan dengan ‘r’. Nilai koefisien korelasi ini paling sedikit -1 dan paling besar +1. Jadi nilai r dapat dinyatakan sebagai berikut :

-1 ≤ r ≤ 1, artinya :

r = 1, pengaruh X terhadap Y sempurna dan positif (mendekati 1, pengaruh sangat kuat dan positif) r = -1, pengaruh X terhadap Y sempurna dan negative (mendekati -1, pengaruh sangat kuat dan negatif)

r = 0, pengaruh X terhadap Y lemah sekali atau tidak ada pengaruh sama sekali.

BAB IV

ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Profil Responden

Pada bab ini penulis akan membahas data yang telah dikumpulkan berdasarkan hasil penelitian terhadap para responden, sehingga dapat diketahui bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Aren Internasional. Untuk memperoleh gambaran yang jelas pada pembahasan ini, penulis telah memberikan kuisioner kepada 36 responden sebagai sampel yang menjadi pegawai staff pada PT. Aren Internasional.

Di bawah ini disajikan data responden berdasarkan hasil penyebaran kuisioner yang kemudian dikelompokkan menjadi profil responden berdasarkan jenis kelamin, usia dan pendidikan terakhir. Selanjutnya agar lebih mudah, penulis membuatnya kedalam bentuk tabel, kemudian dianalisis yang hasilnya adalah sebagai berikut :

Tabel 1

Jenis Kelamin Responden

No Jenis kelamin Jumlah responden Persentase 1

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah terbanyak berdasarkan jenis kelamin responden adalah Pria sebanyak 89,5 % atau

dengan jumlah 29 orang dan Wanita sebanyak 19,4 % atau dengan jumlah 7 orang. Berdasarkan hasil persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa

minat pria untuk bekerja lebih tinggi di bandingkan dengan wanita.

Tabel 2 Usia Responden

No Usia Jumlah responden Persentase

1

Sumber : Data Hasil Kuisioner

Pada tabel diatas menunjukkan bahwa, tingkat usia responden terbanyak adalah pada tingkat usia 25 s.d. 30 tahun dengan jumlah 17 orang dengan persentase 47,2 %, tingkat usia kurang dari 25 tahun sebanyak 38,9 % dengan jumlah 14 orang dan tingkat usia 31 s.d. 36 tahun sebanyak 5,6 %

dengan jumlah 2 orang, sedangkan ditingkat usia lebih dari 36 tahun sebanyak 8,3 % dengan jumlah 3 orang.

Berdasarkan hasil persentase tersebut dapat di simpulkan bahwa dengan usia karyawan dibawah 36 tahun menunjukkan bahwa karyawan pada PT. Aren Internasional memiliki semangat dan kegairahan kerja yang tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan Aren Internasional mempunyai karyawan dengan tenaga kerja yang memiliki tenaga, kemampuan yang kuat, dan pemikiran yang matang untuk melangkah kearah tujuan yang ingin dicapai untuk dapat lebih baik, dan mereka masih mempunyai waktu untuk dapat lebih berprestasi.

Tabel 3

Pendidikan Terakhir Responden

No Pendidikan terakhir Jumlah responden Persentase 1

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa tingkat pendidikan karyawan yang bekerja pada PT. Aren Internasional sebagian besar adalah berpendidikan Akademi/sederajat (D1-D3) serta Strata Satu (S1) yaitu sebanyak 44,4 % atau dengan jumlah 16 orang. Tingkat pendidikan S2 dan S3 sebesar 8,3% atau dengan jumlah 3 orang, dan ditingkat pendidikan

SMU/sederajat sebesar 2,8% atau dengan jumlah 1 orang. Dengan lebih banyak menggunakan tenaga kerja yang berpendidikan tinggi, maka dapat meningkatkan kualitas dan sumber daya manusia pada perusahaan tersebut yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas bagi perusahaan itu sendiri.

Tabel 4

Jenis Kelamin dan Usia

Usia

<25 tahun 25 s.d. 30 tahun 31 s.d. 36 tahun > 36 tahun Total Jenis Pria Jumlah 8 16 2 3 29 Kelamin % 22,2% 44,4% 5.6% 8,3% 80.6%

Wanita Jumlah 6 1 7

% 16,7% 2,8% - -

19.4%

Total Jumlah 14 17 2 3 36

% 38,9% 47,2% 5,6% 8,3% 100%

Sumber : Data Hasil SPSS

Pada tabel diatas menunjukkan bahwa jenis kelamin pria pada PT. Aren Internasional sebagian besar berusia 25 s.d. 30 tahun yaitu sebanyak

16 orang (44,4%), pada usia < 25 tahun sebanyak 8 orang (22,2%), kemudian pada usia 31 s.d. 36 tahun sebanyak 2 orang (5,6%) dan pada usia > 36 tahun sebanyak 3 orang (8,3 %) dengan total keseluruhan sebanyak 29 orang (80,6%).

Jenis kelamin wanita pada PT. Aren Internasional sebagian besar berusia < 25 sebanyak 6 orang (16,7%), pada usia 25 s.d 30 tahun sebanyak 1 orang (2,8%), dengan total keseluruhan sebanyak 7 orang (19,4%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan staff pada PT. Aren Internasional secara keseluruhan adalah pria.

Tabel 5

Jenis Kelamin dan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir

SMU/

sederajat

D1-D3 S1 S2 dan S3 Total Jenis Pria Jumlah 1 11 15 2 29 Kelamin % 2,8% 30,6% 41,7% 5,6% 80,6%

Wanita Jumlah 5 1 1 7

% 13,9% 2.8% 2.8% 19,4%

Total Jumlah 1 16 16 3 36

% 2,8% 44,4% 44,4% 8,3% 100%

Sumber : Data Hasil SPSS

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa jenis kelamin pria pada PT. Aren Internasional sebagian besar berpendidikan S1 sebanyak 15 orang (41,7%), pada tingkat pendidikan D1-D3 sebanyak 11 orang (30,6%), kemudian pada tingkat pendidikan S2 dan S3 sebanyak 2 orang (5,6%), kemudian pada tingkat pendidikan SMU/sederajat sebanyak 1 orang (2,8%) dengan total keseluruhan sebanyak 29 orang (80,6 %).

Jenis kelamin wanita pada PT. Aren Internasional sebagian besar berpendidikan D1-D3 sebanyak 5 orang (13,9 %), pada tingkat pendidikan S1 sebanyak 1 orang (2,8 %), kemudian pada tingkat pendidikan S2 dan S3 sebanyak 1 orang (2,8 %), dengan total keseluruhan sebanyak 7 orang (19,4

%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan pada PT. Aren Internasional secara keseluruhan berpendiddikan D1-D3 serta S1 yang didominasi oleh pria.

Tabel 6

Usia dan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir

Sumber : Data Hasil SPSS

Pada tabel diatas diketahui bahwa tingkat usia pada PT. Aren Internasional sebagian besar adalah berusia 25 s.d. 30 tahun dengan pendidikan terakhir D1-D3 sebanyak 9 orang (25%), S1 sebanyak 7 orang (19,4%), S2 dan S3 sebanyak 1 orang (2,8%) dengan total keseluruhan 17 orang (47,2%).

Pada tingkat usia < 25 tahun dengan pendidikan terakhir D1-D3 sebanyak 6 orang (16,7%), S1 sebanyak 6 orang (16,7%), S2 dan S3 sebanyak 1 orang (2,8%), dan SMU/sederajat sebanyak 1 orang (2,8%) dengan total keseluruhan 14 orang (38,9%), kemudian pada tingkat usia 31 s.d 36 tahun dengan pendidikan terakhir D1-D3 sebanyak 1 orang (2,8%), S1 sebanyak 1 orang (2,8%) dengan total keseluruhan 2 orang (5,6%) dan pada tingkat usia

> 36 tahun dengan pendidikan terakhir S1 sebanyak 2 orang (5,6%), S2 dan S3 sebanyak 1 orang (2,8%) dengan total keseluruhan 3 orang (8,3%).

4.2 Analisis Gaya Kepemimpinan PT. Aren Internasional

Analisis kepemimpinan ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana tingkat hubungan dan tingkat tugas pimpinan terhadap bawahannya dalam melaksanakan pekerjaan, maka untuk mengetahui hal tersebut di bawah ini disajikan data hasil penyebaran kuisioner kepada 36 responden tentang tingkat hubungan dan tugas pimpinan kepada bawahannya.

Tabel 7

Persentase Jawaban Responden

Tentang Keikutsertaan Atasan Dalam Menetapkan Tujuan Yang Perlu Dicapai

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Dari tabel di atas menunjukklan bahwa sebagian besar responden menilai setuju terhadap keikutsertaan atasan dalam menetapkan tujuan yang perlu dicapai, yaitu sebanyak 17 orang dengan persentase 47,2%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 14 orang dengan persentase 38,9%, sedangkan yang menilai kurang sebanyak 5 orang dengan persentase 13,9%.

Berdasarkan hasil persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan atasan terhadap bawahan dalam menetapkan tujuan cukup baik.

Tabel 8

Persentase Jawaban Responden

Tentang Keikutsertaan Atasan Dalam Mengatur Situasi Atau Keadaan Dalam Menyelesaian Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Setuju

Kurang setuju

12 22 2

33,3%

61,1%

5,6%

Total 36 100%

Sumber : Kuesioner

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju, yaitu sebanyak 22 orang dengan persentase 61,1%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 12 orang dengan persentase 33,3%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 2 orang dengan persentase 5,6%. Berdasarkan hasil persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan atasan terhadap bawahan dalam mengatur situasi atau keadaan cukup baik guna meningkatkan prestasi kerja karyawan.

Tabel 9

Persentase Jawaban Responden

Tentang Atasan Memberikan Arahan Yang Spesifik Dalam Melaksanakan Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa atasan selalu memberikan arahan yang spesifik dalam melaksanakan pekerjaan, dimana sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 19 orang dengan persentase 52,8%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 14 orang dengan persentase 38,9%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 3 orang dengan persentase 8,3%.

Tabel 10

Persentase Jawaban Responden

Tentang Keikutsertaan Atasan Dalam Menetapkan Batas Waktu Bagi Penyelesaian Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 21 orang dengan persentase 58,3%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 27,8%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 5 orang dengan persentase 13,9%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa atasan dalam memberikan tugas kepada bawahan untuk melaksanakan pekerjaannya cukup baik.

Tabel 11

Persentase jawaban responden

Tentang atasan Menetapkan dan Mensyaratkan Adanya Laporan Rutin Terhadap Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai sangat setuju yaitu sebanyak 25 orang dengan persentase 69,4 %, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 9 orang dengan persentase 25

%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 2 orang dengan persentase 5,6 %. Hal ini dapat disimpulkan bahwa atasan membuat laporan rutin agar pekerjaan dapat dikerjakan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Tabel 12

Persentase jawaban responden

Tentang Atasan Sering Memberikan Kebebasan Untuk Menyelesaikan Suatu Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 19 orang dengan persentase 52,8 %, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 16 orang dengan persentase 44,4 %, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 1 orang dengan persentase 2,8 %. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kebebasan yang diberikan atasan membuat karyawan lebih semangat dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Tabel 13

Persentase Jawaban Responden

Tentang Atasan Sering Memberikan Pujian Dan Kritikan Yang Membangun Mengenai Hasil Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai sangat setuju yaitu sebanyak 19 orang dengan persentase 52,8 %, kemudian yang menilai setuju sebanyak 15 orang dengan persentase 41,7 %, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 2 orang dengan persentase 5,6 %. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pujian dan kritikan yang diberikan atasan dianggap positif oleh para karyawan.

Tabel 14

Persentase Jawaban Responden

Tentang Memberikan Dukungan Dan Dorongan Dalam Pelaksanaan Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Setuju

Kurang setuju

16 17 3

44,4%

47,2%

8,3%

Total 36 100%

Sumber : Kuisioner

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 17 orang dengan persentase 47,2 %, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 16 orang dengan persentase 44,4 %, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 3 orang dengan persentase 8,3 %, Hal ini dapat disimpulkan bahwa atasan ikut berperan serta dalam kemajuan perusahaan dan kemajuan para karyawannya.

Tabel 15

Persentase Jawaban Responden

Tentang Saran Dan Kritikan Yang Diberikan Berpengaruh Bagi Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 22 orang dengan persentase 61,1 %, dan yang menilai sangat setuju sebanyak 14 orang dengan persentase 38,9 %. Hal ini dapat disimpulkan bahwa saran dan kritikan yang diberikan atasan dapat mempengaruhi karyawan dalam melakukan pekerjaannya.

Tabel 16

Persentase Jawaban Responden

Tentang Atasan Mempunyai Sikap Hubungan Kerja Yang Ramah Dan Harmonis Di Dalam Lingkungan Perusahaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 18 orang dengan persentase 50 %, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 12 orang dengan persentase 33,3 %, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 6 orang dengan persentase 16,7 %, hal ini dapat disimpulkan bahwa hubungan yang baik antara karyawan dan atasan perlu dilakukan agar tercipta hubungan kerja yang ramah dan harmonis.

4.3 Analisis Semangat Kerja Karyawan PT. Aren Internasional

Untuk mengetahui sejauhmana kepemimpinan perusahaan dapat meningkatkan semangat kerja karyawan di bawah ini disajikan data hasil kuisione rmengenai semangat kerja karyawan.

Tabel 17

Persentase Jawaban Responden

Tentang Masuk Kerja Pada Hari Kerja Terjepit

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Setuju

Kurang setuju

17 18 1

47,2 % 50 % 2,8 %

Total 36 100 %

Sumber : Kuisioner

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 18 orang dengan persentase 50 %, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 17 orang dengan persentase 47,2 %, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 1 orang dengan persentase 2,8 %. Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa mempunyai tanggungjawab yang harus dilakukan untuk melakukan pekerjaan yang telah menjadi pekerjaannya.

Tabel 18

Persentase Jawaban Responden

Tentang Atasan Membuat Bapak/Ibu Rajin Untuk Masuk Kerja Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Setuju

Kurang setuju

16 18 2

44,4%

50%

5,6%

Total 36 100%

Sumber : Kuisioner

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 18 orang dengan persentase 50%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 16 orang dengan persentase 44,4%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 2 orang dengan persentase 5,6%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sikap atasan terhadap karyawan cukup baik sehingga karyawan memiliki semangat kerja yang tinggi.

Tabel 19

Persentase Jawaban Responden

Tentang Atasan Membuat Bapak/Ibu Tidak Ingin Keluar Dari Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 20 orang dengan persentase 55,6%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 16 orang dengan persentase 44,4%, hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan memiliki tanggungjawab terhadap pekerjaannya dan sikap atasan yang membuat karyawan tidak ingin keluar dari pekerjaannya.

Tabel 20

Persentase Jawaban Responden

Tentang Atasan Membuat Bapak/Ibu Tidak Ingin Bolos Dari Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 21 orang dengan persentase 58,3%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 15 orang dengan persentase 41,7%, hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan memiliki semangat kerja yang tinggi.

Tabel 21

Persentase Jawaban Responden

Tentang Lebih Senang Berada Dalam Ruang Kerja Lebih Awal Sebelum Jam Istirahat Habis

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Setuju

Kurang setuju

10 19 7

27,8%

52,8%

19,4%

Total 36 100%

Sumber : Kuisioner

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 19 orang dengan persentase 52,8%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 27,8%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 7 orang dengan persentase 19,4%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan ingin lebih awal berada dalam ruang kerja sehingga tidak mengganggu pekerjaan nantinya.

Tabel 22

Persentase Jawaban Responden

Tentang Menyelesaikan Pekerjaan Sesuai Dengan Waktu Yang Telah Dijadwalkan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 24 orang dengan persentase 66,7%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 11 orang dengan persentase 30,6%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 1 orang dengan persentase 2,8%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan memiliki tanggungjawab yang besar dan semangat kerja yang tinggi.

Tabel 23

Persentase Jawaban Responden

Tentang Mengambil Kebijaksanaan Cuti Yang Diberikan Perusahaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 26 orang dengan persentase 72,2%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 6 orang dengan persentase 16,7%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 4 orang dengan persentase 11,1%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan tidak akan mengambil cuti jika cuti tersebut tidak begitu penting.

Tabel 24

Persentase Jawaban Responden

Tentang Pekerjaan Lembur Akan Diikuti Sesuai Dengan Waktu YangDitetapkan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Setuju

Kurang setuju

16 18 2

44,4%

50%

5,6%

Total 36 100%

Sumber : Kuisioner

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 18 orang dengan persentase 50%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 16 orang dengan persentase 44,4%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 2 orang dengan persentase 5,6%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan menerima kerja lembur dikarenakan mendapat kompensasi dari pekerjaan mereka.

Tabel 25

Persentase Jawaban Responden

Tentang Petunjuk Dari Atasan Membuat Semangat Dalam Melaksanakan Pekerjaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 26 orang persentase 72,2%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 7 orang dengan persentase 19,4%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 1 orang dengan persentase 2,8%, dan yang menilai tidak setuju sebanyak 2 orang dengan persentase 5,6%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa petunjuk dari atasan diterima oleh sebagian besar karyawan karena dapat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan.

Tabel 26

Persentase Jawaban Responden

Tentang Tidak Akan Berniat Untuk Pindah Dari Perusahaan

Jawaban Jumlah responden Persentase (%) Sangat setuju

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai setuju yaitu sebanyak 16 orang dengan persentase 44,4%, kemudian yang menilai sangat setuju sebanyak 14 orang dengan persentase 38,9%, sedangkan yang menilai kurang setuju sebanyak 6 orang dengan persentase 16,7%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa betah dikarenakan pemberian kompensasi dan fasilitas yang sesuai.

4.4 Analisis Pengaruh Kepemimpinan

Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan penulis menggunakan analisis koefisien korelasi dan uji distribusi t. Analisis koefisien korelasi menunjukkan keeratan pengaruh antara dua variabel atau lebih. Korelasi diperoleh berdasarkan hasil penyebaran kuisioner yang dapat dilihat pada data hasil kuisioner (Terlampir).

Berikut ini penulis menyajikan nilai hasil korelasi pengaruh gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Aren Internasional sebagai berikut :

4.5 Analisis Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Berdasarkan hasil korelasi yang terdapat pada data SPSS sebagai berikut :

Tabel 27

Dari hasil perhitungan korelasi di atas, diperoleh korelasi (r) sebesar 0,716% dimana r = 0,716 > 0 dan positif. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa antara gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan terdapat pengaruh yang kuat dan positif.

4.6 Analisis Uji Hipotesis

Dalam analisis ini diuji pengaruh gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Aren Internasional. Analisis ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui apakah hipotesis awal yang merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang diteliti benar ada atau sebaliknya.

Sebelum melakukan analisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan maka perlu dibuat hipotesis terlebih dahulu yaitu : Ho : rxy = 0, tidak ada Pengaruh

Ha : rxy, ≠ 0, ada Pengaruh

Adapun nilai uji hipotesis dari kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut :

4.7 Uji Hipotesis Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Semangat Kerja Karyawan

Untuk menguji hasil korelasi kedua variabel tersebut maka dilakukan uji hipotesis, dimana uji hipotesisnya adalah terdapat pengaruh yang positif antara kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan. Adapun nilai uji hipotesis dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

r n - 2 t hitung =

1 - ( r )2

0,716 . 34 t hitung =

1 - (0,716)2

0,716 . 5.830951895 t hitung =

1 - 0,512656

4,174961557 t hitung =

0,487344

4,174961557 t hitung =

0,6981

t hitung = 5,9805

0 ttabel

= 1,691

thitung

= 5,9805

t α = 0,05

Dengan mengambil taraf signifikan (α) sebesar 5 % dan derajat bebas (df) = 36 – 2, maka dari tabel distribusi t didapat nilai t tabel untuk t 0,05 (34) = 1,691. Dikarenakan dari perhitungan uji hipotesis tersebut t hitung = 5,9805 lebih besar dari ttabel = 1,691 maka H0 ditolak. Artinya dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Aren Internasional.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Profil Responden penelitian ini didominasi oleh laki-laki (80,6%) dengan usia yang dominan antara 25 s.d. 30 tahun (47,2 %) dan dengan pendidikan terakhir mayoritas D1 - D3 serta Strata Satu (S1) 44,4%.

2. Ada korelasi yang kuat dan positif antara kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Aren Internasional. Hal ini di buktikan dengan korelasi kepemimpinan dan semangat kerja karyawan sebesar r=0,716.

3. Uji hipotesis antara kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t

hitung terhadap kepemimpinan dan semangat kerja = t hitung (5,9805) > t tabel (1,691).

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut :

1. Dengan adanya pengaruh yang kuat dan positif antara kepemimpinan terhadap semangat kerja dan prestasi kerja karyawan, sebaiknya perusahaan meningkatkan tingkat semangat dan prestasi kerja karyawan yang sudah baik sekarang dengan cara mempertahankan dan dapat memberikan perhatian yang lebih besar lagi kepada karyawannya terhadap apa yang menjadi kebutuhan setiap karyawan.

2. Pemimpin harus lebih sering lagi berkomunikasi untuk mendengarkan dan mengetahui keinginan karyawannya, agar jangan sampai terjadi rasa tidak senang dan tidak puas para karyawannya yang dapat mengganggu kelangsungan jalannya perusahaan.

3. Dalam menerapkan kepemimpinan, sebaiknya pimpinan harus mengetahui situasi dan keadaan bawahan, agar dalam memberi arahan atau petunjuk nantinya karyawan dapat menerima arahan dan petunjuk itu dengan senang dan penuh tanggung jawab

DAFTAR PUSTAKA

Alex S. Nitisemito. 1982. Manajemen Sumber Daya Manusia

Blanchard. 1992. Kepemimpinan terhadap Organisasi dan Tujuan Organisasi Gibson. 2003. Motivasi Kepemimpinan

H. Hadari Nawawi. 2003. Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi Henry Pratt Fair Child. 1998. Kepemimpinan dan Pemimpin

J. Supranto. 1998. Statistik Teori dan Aplikasi

Keith Davis dan John W. Newsfrom. 1994. Perilaku dan Organisasi Malayu S.P. Hasibuan. 1980. Manajemen Sumber Daya Manusia Robert Tannembaun. 2003. Kepemimpinan Demokrasi

Sondang P. Siagian. 2003. Fungsi-fungsi Kepemimpinan

Dokumen terkait