• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER KESALAHAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

BAB III

A. SUMBER KESALAHAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Kesalahan yang dapat terjadi selama proses pemeriksaan di laboratorium, terbagi dalam 2 jenis kesalahan, yaitu:

1) Kesalahan teknik, Kesalahan teknik sering terjadi pada tahap analitik 2) Kesalahan non teknik, Kesalahan non teknik sering terjadi pada tahap pra analitik dan pasca analitik.

Kesalahan non teknik merupakan kesalahan yang biasanya dijumpai pada tahap pra analitik atau pasca analitik. Kesalahan pada pra analitik misalnya kesalahan pada pengambilan sampel seperti kesalahan pada persiapan pasien, kesalahan pada pemberian identitas, kesalahan pada pengambilan dan penampungan spesimen, kesalahan pada pengolahan dan penyimpanan spesimen, kerusakan spesimen karena penyimpanan atau transportasi. Kesalahan sering pula terjadi pada penghitungan dan penulisan. Pada pasca analitik kesalahan dapat terjadi berupa penulisan dan penginputan hasil.

BAB IV

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

21

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM B. KESALAHAN TAHAP PRA ANALITIK

Prosedur yang tepat pada tahap pra analitik sangat penting untuk mendapatkan spesimen yang sesuai untuk pemeriksaan. Dalam pengambilan spesimen penting untuk memperhatikan keselamatan pasien. Laboratorium merupakan mitra klinisi dalam mencapai upaya kesembuhan dan kesehatan pasien sehingga keandalan dan kualitas hasil pengujiannya merupakan fokus yang utama.

Tahap pra analitik merupakan langkah pertama dalam proses pengujian spesimen pasien, dimana pada tahap ini dilakukan mulai dari persiapan, pengambilan sampai pengolahan spesimen. Kesalahan pada tahap pra analitik adalah yang terbesar jika dibandingkan dengan tahap analitik maupun pasca analitik. Kesalahannya sampai 68%, dikarenakan tahap pra analitik sulit dikendalikan, contohnya pada persiapan pasien. Laboratorium sulit mengendalikan hal ini, karena banyak faktor yang mempengaruhi kondisi pasien.

1. Ketatausahaan (Clerical)

Kesalahan pada ketatausahaan diantaranya adalah

1. Penulisan identitas pasien pada formulir/blanko permintaan pemeriksaan.

2. Sering terjadi penulisan nama yang salah,

3. data tidak lengkap (misalnya tidak ada nama pasien, umur, jenis kelamin atau nomor rekam medis),

4. tidak adanya diagnosis atau keterangan klinis.

5. Kadang-kadang tulisan tidak dapat dibaca sehingga mempersulit petugas.

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

22

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM Pemberian identitas pasien dan atau spesimen merupakan hal yang penting pada formulir/blanko permintaan pemeriksaan, pendaftaran, penulisan label wadah spesimen, dan pada formulir/blanko hasil pemeriksaan. Kesalahan dalam ketatausahaan ini dapat berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan yang dapat merugikan pasien.

2.Persiapan pasien (Patient Preparation)

Sebelum pengambilan spesimen, harus dilakukan persiapan pasien untuk mendapatkan spesimen yang sesuai dengan jenis pemeriksaannya. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium, sehingga laboratorium wajib menolak spesimen yang tidak memenuhi persyaratan Faktor- faktor pada pasien yang mempengaruhi hasil pemeriksaan

Makanan dan minuman

Pemeriksaan gula darah puasa dan trigliserida dipengaruhi langsung oleh makanan dan minuman, karena zat-zat yang dikonsumsi tersebut akan beredar dalam darah dan ikut terukur pada saat pemeriksaan. Untuk itu pasien harus puasa selama 8-10 jam sebelum darah diambil.

Obat-obatan

Obat-obatan dapat menyebabkan respon tubuh terhadap obat tersebut.

Obat yang diberikan secara intramuskuler dapat menimbulkan jejas pada otot sehingga enzim pada otot akan masuk ke dalam darah, yang selanjutnya akan mempengaruhi pemeriksaan seperti Creatinin Kinase (CK) dan Lactic dehydrogenase (LDH).

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

23

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM Aktivitas fisik

Aktivitas fisik dapat menyebabkan:

a) Peningkatan kadar glukosa darah.

b) Perubahan kadar substrat dan ezim, seperti konsentrasi gas darah, kadar asam urat, kreatinin,CK, LDH, LED, Hb, hitung sel darah dan produksi urine.

Demam

Pada waktu demam akan:

a) Terjadi peningkatan gula darah akibat meningkatnya pelepasan insulin.

b) Terjadi penurunan kadar kolesterol dan trigiserida pada awal demam karena meningkatnya metabolisme lemak. Pada demam yang sudah lama terjadi peningkatan asam lemak bebas dan benda-benda keton karena penggunaan lemak yang meningkat.

c) Lebih mudah menemukan parasit malaria dalam darah.

d) Terjadi reaksi anamnestik yang menyebabkan kenaikan titer widal.

Trauma

Trauma dengan luka perdarahan menyebabkan penurunan kadar substrat maupun aktivitas enzim, termasuk kadar Hb, hematokrit dan produksi urine. Hal ini terjadi karena pemindahan cairan tubuh ke dalam pembuluh darah sehingga darah menjadi encer. Pada tingkat lanjut akan terjadi peningkatan kadar ureum, kreatinin serta enzim-enzim dalam otot.

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

24

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM Variasi harian

Pada tubuh manusia terjadi perbedaan kadar zat-zat tertentu dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh fluktuasi harian (variasi diurnal), seperti:

a) Kadar besi serum yang diambil sore hari akan lebih tinggi daripada pagi hari.

b) Kadar insulin akan mencapai puncaknya pada pagi hari, sehingga bila tes toleransi glukosa dilakukan pada siang hari, maka hasilnya akan lebih tinggi daripada bila dilakukan pada pagi hari.

c) Aktivitas enzim sering berfluktuasi, disebabkan kadar hormon yang berbeda dari waktu ke waktu.

d) Jumlah sel eosinofil lebih rendah pada malam sampai pagi hari, dibandingkan pada siang hari

3.Pengumpulan spesimen (Specimen Collection)

Spesimen yang akan diperiksa di laboratorium haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1)Jenisnya sesuai jenis pemeriksaan 2)Volume mencukupi

3) Kondisi baik : tidak lisis, segar/tidak kadaluwarsa, tidak berubah warna, tidak berubah bentuk, steril (untuk kultur kuman)

4) Pemakaian antikoagulan atau pengawet tepat 5)Ditampung dalam wadah yang memenuhi syarat 6)Identitas benar sesuai dengan data pasien

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

25

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM Beberapa hal yang harus diperhatikan saat pengambilan Spesimen , yaitu:

1.Waktu pengambilan

Pada umumnya pengambilan spesimen dilakukan pada pagi hari, terutama untuk pemeriksaan kimia klinik, hematologi dan imunologi karena umumnya nilai normal berdasarkan nilai pada pagi hari. Namun ada beberapa spesimen yang diambil sesuai dengan perjalanan penyakit dan fluktuasi harian

2. Volume spesimen

Volume spesimen yang diambil harus mencukupi kebutuhan pemeriksaan laboratorium yang diminta atau dapat mewakili objek yang diperiksa.

3. Lokasi pengambilan spesimen

Spesimen darah, Darah vena umumnya diambil dari vena cubiti daerah siku. Darah kapiler diambil dari ujung jari tengah atau jari manis pada tangan kiri atau tangan kanan, atau pada daerah tumit 1/3 bagian tepi telapak kaki, atau cuping telinga pada bayi. Darah arteri diambil dari arteri radialis di pergelangan tangan atau arteri femoralis di daerah lipatan paha.

Spesimen biakan, Diambil pada tempat yang sedang mengalami infeksi.

4. Peralatan pengambilan spesimen

Secara umum peralatan yang digunakan harus memenuhi syarat a) Bersih

b) Kering

c) Tidak mengandung detergen atau bahan kimia

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

26

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM d) Terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat-zat yang ada pada spesimen

(inert)

e) Mudah dicuci dari bekas spesimen sebelumnya

f) Untuk pemeriksaan biakan, harus menggunakan peralatan yang steril g) Pengambilan spesimen yang bersifat invasif harus menggunakan peralatan

yang steril dan disposible.

Wadah spesimen harus memenuhi syarat:

a) Terbuat dari gelas atau plastik b) Tidak bocor atau tidak merembes

c) Harus dapat ditutup rapat dengan tutup berulir d) Besar wadah disesuaikan dengan volume spesimen e) Bersih

f) Kering

g) Tidak mempengaruhi sifat dari zat-zat dalam spesimen

h) Untuk pemeriksaan zat dalam spesimen yang mudah rusak atau terurai karena pengaruh sinar matahari, maka perlu digunakan botol berwarna coklat (aktinis).

i) Untuk pemeriksaan biakan dan uji kepekaan kuman, wadah harus steril j) Untuk wadah spesimen urine, sputum, tinja sebaiknya menggunakan

wadah yang bermulut lebar.

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

27

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM Wadah pengambilan/penampung darah

Wadah penampung feces

.

Wadah penampunng urin

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

28

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM 5. Pengawet spesimen

Kesalahan dalam pemberian pengawet/antikoagulan tersebut dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Bahan pengawet/antikoagulan yang dipakai harus memenuhi persyaratan yaitu tidak mengganggu atau mengubah kadar zat yang akan diperiksa.

6. Kesalahan pengambilan spesimen

Yang melakukan pengambilan sampel darah adalah phelebotomis (Dokter,Perawat/bidan,Analis Laboratorium)

a. Kesalahan Pengambilan Darah Vena

Kesalahan-kesalahan dalam pengambilan darah vena :

a) Mengenakan torniquet terlalu lama dan terlalu keras, sehingga mengakibatkan terjadinya hemokonsentrasi.

b) Kulit yang ditusuk masih basah oleh alkohol.

c) Jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh, sehingga mengakibatkan masuknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah.

d) Mengocok tabung vakum terlalu kuat dapat mengakibatkan hemolisis.

b. Kesalahan Pengambilan darah kapiler

Kesalahan-kesalahan dalam pengambilan darah kapiler

a) Mengambil darah dari tempat yang memperlihatkan adanya gangguan peredaran darah seperti vasokontriksi (pucat), vasodilatasi (oleh radang, trauma, dsb), kongesti atau cyanosis setempat.

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

29

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM b) Tusukan yang kurang dalam sehingga darah harus diperas-peras keluar.

c) Kulit yang ditusuk masih basah oleh alkohol. Bukan saja darah itu diencerkan, tetapi darah juga melebar diatas kulit sehingga sukar diisap ke dalam pipet.

d) Tetes darah pertama dipakai untuk pemeriksaan .

e) Terjadi bekuan pada tetes darah karena terlalu lambat bekerja.

MODUL JAMINAN MUTU LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

30

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM PENGENDALIAN DOKUMENTASI SISTEM

Dokumen terkait