BAB III. METODE PENELITIAN
C. Sumber Data
Sumber data dari penelitian ini ada dua yakni:
1. Data primer
yakni data yang di peroleh secara langsung dari informan yang benar-benar tahu dan menguasai langsung masalah penelitian dengan cara wawancara untuk mendapatkan informasi atau jawaban yang berkaitan dengan penelitian.
2. Data sekunder
yang bersumber dari literatur dan dokumen yang relevan dengan judul penelitian seperti, makalah, artikel, buku-buku, peraturan-peraturan, waktu, jadwal, dan
lain-lain yang berkaitan dengan penelitian.
D. Informan.
Dalam penelitian ini informannya adalah orang atau pelaku yanag benar- benar tahu dan terlibat serta menguasai masalah yang ada, atau pihak yang mengetahui langsung keadaan desa tersebut dan memberikan informasi mengenai objek penelitian tersebut. Prosedur pengambilan informasi pada awalnya dilakukan secara purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan mempertimbangkan hal tertentu. Informasi selanjutnya dengan teknik snowball sampling, yaitu mengambil satu orang untuk diwawancarai selanjutnya bergulir kepada informan lain secara berantai hingga diperoleh sejumlah informasi sesuai kebutuhan.
Adapun informan diantarannya:
Tabel 3.1 Informan Peneliti
NO Nama Informan Inisial Jabatan
1. Arsyad Manaba AM Kepala Desa Bonerate
2. Sorea SR Sekretaris Desa Bonerate
3. Aenuddin AD Kepala Dusun Ero Ihu
Barat
4. Hasanah HN Masyarakat Desa Bonerate
5. Alfian AF
6. Nur Edah NE Kasi Pelayanan
7. Andi Mansyur AM Kepala Dusun Waikomba
8. Nur Laela NL Staf urusan TU & Umum 9. Sitti Annisa SA Staf Urusan Perencanaan
10. Wawan WA Anggota Karang Taruna
Desa Bonerate
11. Maungi MU Staf Desa Bonerate
12. Muhamad Irham MI Ketua BPD Desa Bonerate Sumber : Diolah Peneliti
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data yang di perlukan adalah data primer dan data sekunder.
Yang dimana termasuk data primer adalah data yang di dapatkan dilapangan dan data itu diperoleh melalui:
1. Observasi.
Observasi merupakan pengamatan secara langsung di tempat penelitian agar kita dapat mengetahui objek apa yang akan kita teliti, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh Implementasi Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dalam Pembangunan di Desa Bonerate Kecamatan Pasimarannu Kabupaten Kepulauan
Selayar.
2. Wawancara(interview)
Wawancara adalah teknik mengumpulkan data dengan cara melakukann tanya jawab langsung dan mengajukan pertanyaan kepad informan yang dijadikan objek penelitian untuk menghasilkan data sesuai dengan permasalahan yang diteliti.
3. Dokumentasi.
Dokumentasi adalah teknik mengumpulkan data dengan melakukan dokumentasi atau mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian serta, mempelajari catatan-catatan mengenai data pribadi responden.
Sedangkan data sekunder yaitu: data yang di dapatkan baik data yang belum di olah atau data yang sudah terolah baik dalam bentuk uraian atau angka, Yang dimana data penelitian ini yang termasuk data sekunder yang di perlukan yakni literatus yang relevan dengan judul penelitian, makalah, artikel, buku-buku, peraturan-peraturan, waktu, jadwal, dan lain-lain yang berkaitan dengan penelitian.
F. Teknik Analisis Data.
Kegiatan analisis data terdiri dari tiga yaitu sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti dengan proses penelitian, penyederhanaan, di lapangan dan pemusatan data dari hasil wawancara yang dilakukan di lapangan, dengan tujuan untuk memudahkan penulis dalam melihat hasil wawancara dari berbagai narasumber dan memudahkan pembaca melihat hasil wawancara dengan
hasil yang akurat dan sederhana.
2. Penyajian Data
Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti dengan memperhatikan data-data informan hasil dari wawancara dengan para narasumber yang memiliki kesimpulan dalam setiap pembahasan, sehingga dapat mempermudah peneliti melihat hal yang akan dilakukan kedepannya.
3. Penarikan kesimpulan.
Kegiatan ketiga yang dimana penarikan kesimpulan dilakukan peneliti berdasarkan hasil data yang di dapatkan di lapangan dan dari hasil penjelasan informan yang telah di wawancarai dan kemudian di simpulkan dan dilihat bahwa data tersebut akurat dan dapat dipercaya sesuai kenyataan yang terjadi di lapangan.
G. Teknik Pengabsahan Data
Cara yang digunakan dalam proses pengabsahan data hasil penelitian yaitu dengan hasil triagulasi, sebagai pengecekan data dari sumber-sumber yang diperoleh melalui berbagai cara dan waktu menurut William dan Sugiyono (2015).
1. Triagulasi Sumber
Hal ini dilakukan peneliti untuk melakukan uji kredibilitas data yang telah dilakukan dengan cara memeriksa data melalui beberapa sumber yang telah didapatkan di lapangan.
2. Triagulasi Teknik
Hal ini dilakukan peneliti untuk menguji data yang dilakukan dengan memeriksa
data kepada sumber dengan metode yang berbeda-beda disetiap lokasi penelitian.
3. Triagulasi Waktu
Kredibilitas data biasa juga dipengaruhi oleh waktu Sehingga dalam memperoleh waktu yang ideal dalam meneliti, peneliti yang sudah melakukan observasi terlebih dahulu harus mengetahui waktu-waktu yang tepat untuk melakukan wawancara dengan narasumber.
43
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Gambaran Umum Desa Bonerate
a. Letak Geografis
Sumber :profil Desa Bonerate
Gambar 4.1 Peta Wilaya Desa Bonerate
Desa Bonerate merupakan salah satu dari 8 Desa di wilayah Kecamatan Pasimarannu yang letak wilayahnya:
Sebelah Utara : Desa Lamantu Sebelah Timur : Desa Batu Bingkung Sebelah Selatan : Desa Majapahit Sebelah Barat : Laut/Desa Lambego
Secara administratif Desa Bonerate terdiri dari 3 (tiga Dusun ), Desa ini tergolong salah satu daerah pantai yang datar dengan ketinggian tanah dari
permukaan laut 22 m, Dengan rata-rata suhu udara 16-13 ˚C yang keadaan musimnya sebagaimana desa-desa lainnya di wilayah Indonesia yang memiliki dua musim yakni musim kemarau dan musim penghujan. Jarak Kecamatan Pasimarannu dari Desa Bonerate ± 1 km², jarak Kecamatanm Pasimarannu ke Ibu kota Kabupaten 148 km² dan ditempu melalui transpotasi kapal/perahu, dengan jarak tempuh 12-13 jam dari ibu kota Kabupaten menuju Kecamatan Pasimarannu.
b.Luas Wilayah
Secara geografis wilayah Desa Bonerate memiliki luas wilayah ± 407 km² c.Kependudukan
Jumlah penduduk Desa Bonerate Tahun 2019 adalah sebanyak 1.521 jiwa yang terdiri atas 744 jiwa penduduk laki - laki dan 777 jiwa penduduk perempuan, yang tersebar dalam 3 Dusun yaitu: Dusun Ero Ihu Barat (524 Jiwa), Dusun Ero Ihu Timur : (520 Jiwa), Dusun Waikomba : (477 Jiwa.)
d. Data Penduduk
bahwa jumblah penduduk yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak dibanding penduduk yang berjenis kelamin laki-laki, dimana perempuan berjumblah 777 orang sedangkan laki-laki hanya 744 orang. Dimana di Dusun Ero Ihu Barat Jumblah penduduk laki-laki sebanyak 526 orang dan perempuan sebanyak 268 orang total penduduk Dusun Ero Ihu Barat sebanyak 524 orang. Di Dusun Ero Ihu Timur Jumblah penduduk laki-laki sebanyak 259 orang dan perempuan sebanyak 261 orang total penduduk Dusun Ero Ihu Timur sebanyak 520 orang. Dan di Dusun Waikomba penduduk laki-laki sebanyak 229 orang dan perempuan sebanyak 248
orang total 477 orang.
a. Kepemilikan Air Sumber
Tabel. 4.1 Kepemilikan sumur Air minum
Dusun
Berdasarkan tabel 4.1 jumlah pengguna air minum sumur lebih banyak bahkan dapat dikategorikan bahwa sumber air di Desa Bonerate hanya mengunakan air sumur dan tidak menggunakan mata air lainnya.
b.Tingkat Pendidikan
Tabel. 4.2 Tingkat Pendidikan
Pra Sekolah SD SMP SLTA Sarjana
92 462 114 114 54
Sumber: Profil Desa Bonerate
Berdasarkan table tersebut dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan di Desa Bonerate lebih banyak hanya sampai tingkat pendidikan Sekolah Dasar, di banding SMP,SMA, dan Sarjana . Hal ini disebabkan karena kurangnya tingkat kesadaran terhadap pendidikan,selain itu adanya keterbatasan ekonomi masyarakat.
c. Mata pencaharian
Tabel.4.3 Mata Pencaharian
Petani Pedagang PNS Tk.
Kayu Tk.
Jahit
Montir Tk.
Bat u
Sopir/
angkutan
Peternak Nela yan
150 64 29 97 8 1 52 11 16 70
Sumber: Profil Desa Bonerate
Pada table 4.3. menunjukkan bahwa jumblah penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai petani lebih tinggi dari jenis mata pencaharian yang lain, hal ini dikarenakan masyarakat Desa Bonerate lebih menguasai pertanian dibanding jenis mata pencaharian yang lain, dan masyarakat disana mayoritas petani jagung dan kacang hijau.
d. Kepemilikan ternak
Berdasarkan table tersebut jumlah hewan ternak yang paling tinggi yaitu hewan ternak kambing, hal ini di karenakan masyarakat dalam kategori meningkatkan kualitas taraf hidup dan ekonomi, masyarakat lebih mahir mengembal kambing dan lebi memilih kambing untuk di pelihara, dengan alasan harga jual kambing tinggi dan tidak rumit untuk di pelihara di daerah kepulauan.
e. Prasaranan Desa
Pada table tersebut prasarana Desa/Dusun di Desa Bonerate sudah hampir terpenuhi semua namun, masih ada prasarana belum sesuai, hal ini dikarenakan masih kurangnya prasaran batas Dusun yang dimana dalam tiap dusunya harusnya di peradakan satu pembatas antar tiap dusunya namun yang ada hanya satu.
2.Gambaran Umum Kantor Desa Bonerate a. Letak geografis
Kantor Desa Bonerate terletak di Jalan Kesehatan No.98 Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. Lokasi kantor Desa Bonerate sangat strategis karena mudah diakses oleh masyarakat sebab lokasinya berada dekat dengan Puskesmas Pasimarannu, dekat kantor BPD Desa Bonerate, dekat Kantor Camat Pasimarannu dan dekat dengan akses pendidikan SD, SMP, SMA
Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Bonerate
Gambar 4.2: Struktur Organisasi Desa Bonerate
Kepala Desa
Kedudukan, Fungsi dan Tugas Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan.
Kepala Desa mempunyai wewenang:
1. Memimpin penyelenggaraan pemerintahan Desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD.
2. Mengajukan rancangan peraturan Desa.
3. Menentukan Peraturan Desa yang telah mendapat pertsetujuan bersama PBD.
4. Menyusun dan mengajukan rencana Peratura Desa mengenai APBDesa untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD.
5. Membina kehidupan Masyarakat Desa.
6. Membina perekonomian Desa.
7. Mengkoordinasi pembangunan desa secara partisipatif.
Fungsi Sekretasis Desa.
1. Sekretaris Desa berkedudukan sebagai unsur pembantu pimpinan dibidang ketata usahan dalam memimpin sekretaris desa
2. Sesuai dengan kedudukan tersebut, sekretaris desa mempunyai tugas pokok untuk menyelenggarakan pelaksanaan administrasi pemerintahan, administrasi
pembangunan, dan administrasi kemasyarakatan serta memberikan pelayanana dibidan ketatausahaan kepada kepala Desa.
3. Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud, sekretaris desa mempunyai fungsi untuk menyelenggarakan urusan surat menyurat, kearsipan, dan laporan, melaksanakan urusan keuangan, administrasi umum, dan melaksanakan tugas kepala desa dalam hal kepala desa berhalangan melaksanakan tugasnya.
Sedangkan penjabaran tugas pokok dari sekretaris Desa adalah sebagai berikut:
a. Memberikan pendapat dan saran kepada kepala desa
b. Memimpin, mengendalikan dan mengkoordinasikan serta mengawasi urusan/
kegiatan sekretaris.
c. Memberikan informasi terkait keadaan umum di wilayah dan keadaan sekretaris.
d. Merumuskan Program kerja
e. Melakukan urusan kearsipan dan laporan surat-menyurat, Mengadakan, melaksanakan persiapan rapat dan mencatat hasil rapat.
f. Menyusun belanja, rencana anggaran dan penerima desa.
g. Mengadakan kegiata inventarisasi
h. Melaksanakan kegiatan pencatatan mutasi tanah dan pencatatan administrasi pertanahan.
i. Melaksanakan administrasi kependudukan, administrasi kemasyarakatan, administrasi pembangunan,
j. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh kepala desa.
fungsi kepala urusan
1. Kepala urusan berkedudukan sebagai pembantu sekretaris desa untuk memberikan pelayanan ketatausahan kepada kepala desa sesuai dengan bidang tugasnya masing – masing.
2. Sesuai dengan kedudukanya, maka kepala urusan mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan ketata usahaan dalam bidang tugasnya masing – masing.
3. Untuk melaksanakan tugas pokoknya tersebut, kepala urusan mempunyai fungsi mengumpulkan, melaksanakan pencatatan, dan mengelolah data/
informasi yang menyangkut bidang tugasnya masing – masing.
Sedangkan penjabaran tugas pokok kepala urusan yang dapat dibagi dalam beberapa urusan yaitu:
a. Kepala Urusan Pemerintahan.
b. Kepala Urusan Kesejahteraan Masyarakat.
c. Kepala Urusan Ekonomi dan Pembangunan fungsi kepala Dusun :
1. Kepala dusun berkedudukan sebagai unsur pelaksana tugas kepala desa dalam wilayah kerjanya
2. Sesuai dengan kedudukanya Kepala Dusun mempunyai tugas pokok untuk menjalankan pemerintahan desa dalm kepemimpinan Kepal Desa di wilaya kerjanya.
3. Untuk melakukan tugas pokok, maka Kepala Dusun mempunyai Fungsi dan melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah kerjanya, melaksanakan kebijaksanaan kepala desa dan melaksanakan keputusan desa .
dapun visi dan Misi VISI
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan Visi Desa Bonerate pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di Desa Bonerate seperti pemerintah Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, tokoh agama, lembaga masyarakat desa dan masyarakat desa pada umumnya, serta Pertimbangan Visi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Maka Berdasarkan Pertimbangan diatas Visi Desa Bonerate adalah:
“ Menjadikan Desa Bonerate Sebagai Desa Mandiri”
(MANDIRI adalah Maju, Aman, Nyaman, Dibawah Ridho Ilahi).
MISI
Selain penyusunan Visi juga telah ditetapkan Misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh Desa agar tercapainya visi desa tersebut.
Visi berada di atas Misi. Pernyataan Visi kemudian diajabarkan ke dalam misi agar dapat di operasionalkan/dikerjakan. Sebagaimana penyusunan Visi, misipun dalam penyusunan menggunakan pendekatan partisipatif dan pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa Bonerate, sebagaimana proses yang dilakukan maka misi Desa Bonerate adalah:
1. Memberikan Pelayanan secara maksimal, merata dan adil.
2. Memberdayakan masyarakat dan kelembagaan untuk bias hidup mandiri.
3. Meningkatkan profesionalisme dan kualitas Aparat Pemerintah Desa.
4. Meningkatkan pendapatan asli desa dan ekonomi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia.
5. Membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan
6. Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamatan Pancasila dan UUD 1945 menuju masyarakat yang tertib dan beretika.
c. Struktur Organisasi BPD Desa Bonerate
STRUKTUR ORAGANISASI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BONERATE KEC. PASIMARANNU
KETUA:
MUH.IRHAM
WAKIL KETUA:
SAPARUDDIN
SEKRETARIS:
IDA MASRI
Sumber: Profil BPD
Gambar 4.3 : Struktur Organisasi BPD Desa Bonerate
Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Sesuai dengan undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah yakni perlunya dibentuk Badan Permusyawaratan Desa yang biasa disingkat dengan BPD. Badan perwakilan yang terdiri atas pemuka-pemuka masyarakat yang di desa dengan fungsi mengayomi adat istiadat, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintah desa, membuat peraturan desa iyalah BPD. Selain memberikan masukan kepada kepala desa, BPD juga bisa membatalkan kebijakan yang akan dibuat menjadi keputusan serta mengawasi pelaksanaan kebijakan tersebut, BPD dapat meminta pertanggungjawaban kepada kepala desa sebagai pelaksana.
Kedudukan BPD
1. BPD berkedudukan sejajar dan menjadi mitra pemerintah desa ANGGOTA:
SAPARUDDIN SAMARUDDIN
ANGGOTA:
IDA MASRI MAHYUDDIN
2. BPD sebagai badan perwakilan desa dan merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945
Fungsi BPD
BPD berfungsi menetapkan peraturan desa bersama kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
Wewenang BPD
3. Membahas rancangan peraturan desa bersama kepala desa
4. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa dan peraturan kepala desa
5. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala desa 6. Membentuk panitia pemilihan kepala desa
7. Menggali, menampung, merumuskan, dan menyelenggarakan aspirasi masyarakat.
8. Menyusun tatatertib BPD
Hak BPD
1. Meminta pertanggungjawaban kepada kepala desa 2. Hak anggaran
3. Hak mengajukkan pertanyaan bagi masing-masing anggota 4. Hak meminta keterangan kepala desa
5. Hak menggandakan prakarsa atau perubahan rancangan peraturan desa 6. Hak mengajukkan pendapat
7. Hak penyelidikan
8. Hak menetapkan tata tertib BPD
9. Hak mengajukkan usul pengangkatan/pemberhentian kepala desa
3. GambaranUmum Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) dalam Pembangunan Desa
Rencana Pembangunan Jangka Menegah Desa ( RPJMDesa) adalah suatu kerangka dalam rangka mewujutkan tujuan pembangunan lima tahun yang dimulai dari Januari 2014 sampai dengan Desember 2019. Yang dimana RPJM-Desa merupakan perencanaan tingkat menegah desa yang harus dipahami dan disosialisaikan oleh semua komponen termasuk masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta Pemerintah Desa sebagai dokumen untuki melaksanakan pembangunan dan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan.
Dokumen RPJMDesa yaitu merupakan Rencana Pembangunan Desa Bonerate yang pelaksanaan oprasionalnya dijabarkan melalui Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa).
Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) dalam pembangunan Desa Merupakan suatu dokumen perencanaan yang dimana isinya memuat poko-poko
kebijakan pembangunan di desa dan mengarah kepada pencapaian tujuan, baik visi dan misi desa. Secar teknis RKPDesa sebagi pedoman untuk mewujutkan kesatuan arah pembangunan dalam janka satu tahun. Denagan RKPDesa ini pembanguna desa akan terarah dan untuk mencapai suatau tujuan bersama, baik Negara, daeraha taupun
desa, RKPDesa juga memiliki tujuan yakni terwujutnya perencanaan desa dalam usaha mewujutkan pengembangan jangka menegah desa, dan tercapainya pemanfaatan potensi desa menuju desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) dalam pembangunan desa tidak sertamerta dilakukan begitu saja tanpa adanya langkah-langkah atau tahap penyusunan RKPDesa dan daftar usulan RKPDesa yaitu diantarannya :
1. Musdes penyusunan perencanan pembangunan Desa Pembentukan Tim penyususn RKPDesa
2. Pencermatan Pagu Indikatif Desa dan penyelarasan program/kegiatan masuk ke Desa.
3. Pencermatan Ulang dokumen RPJDesa.
4. Penyusunan rancangan RKPDesa dan Rancangan Usulan RKPDesa 5. Penyususnan dan penetapan RKPDesa dan Daftar Usulan RKPDesa.
6.
RAPB Desa.7. Pengajuan daftar usulan RKPDesa.
B. Hasil Penelitian
Implementasi Kebijakan merupakan sustau tahapan pengambilan keputusan, seperti undag-undang legislatif, pasal-pasal, dan keluaran sebuah peraturan eksekutif, atau keluarnya standar konsekuensi dan peraturan dari kebijakan bagi masyrakat yang dapat mempengaruhi aspek kehidupannya.
Meskipun kebijakan telah diambil secara tepet masih adanya kemungkinan bahwa
masih bisa terjadi kegagalan dalam suatu kebijakan tersebut, jika implementasinya tidak tepat. Dalam hal ini implementasi kebijakan menurut Jan Marse dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
1. Informasi
Informasi merupaka indikator pertama yang merupakan faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan, yang digunakan untuk mengetahu tingkat informasi dalam pembangunan Desa Bonerate.
Saat ini informasi sangat berpengaruh dalam pembangunan Desa, oleh karena itu dalam pembangunan penginformasian seperti informasi yang akurat, yang dimaksut disini informasi jelas harus memang nyata dan sesuai fakta atau bebas dari kesalahan, kemudian informasi harus bersifat mudah di mengerti bahwa masyarakat dalam hal ini memahami isi informasi dengan jelas, serta informasi yang tepat waktu yang dimana informasi harus sampai pada masyarakat harus tepat karena apabaila terlamabat maka tidak akan menghasilkan nilai guna lagi atau tidak bermanfaat lagi bagi masyarakat, dan apabilan kesemuanya berjalan dengan baik maka otomatis informasi yang ada pasti akan menghasilkan nilai yang positif bagi pembangunan Desa. Oleh karena itu di harapkan informasi yang memadai merupakan hal yang sangat menunjang dan sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan desa, terutama dalam hal implementasi Rencana Kerja Pemerintah Desa dalam Pembangunan di Desa Bonerate. Dalam hasil Wawancara dengan masyarakat Desa Bonerate:
“jika ada informasi atau pemberi tahuan di mesjid atau dalam rapat pemerintah setempat menyampaikan, akan ada pembangunan sepserti
baru-baru ini pembangunan lapangan futsal, atau ada jalan tani, memang betul memang di laksanakan.” ( Wawancara dengan masyrakat AF,29 Juni 2020) Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat Desa Bonerate bahwa.
Informasi dalam pembangunan Desa Bonerate sesuai dengan fakta atau kenytaan dilapangan. Hal tersebut di perkuat oleh pak sekretaris Desa Bonerate bahwa:
“jika ada rapat atau pertemuan mengenai kemajuan atau pembangunan Desa kami pasti sampaikan ke pada masyarakat, dengan memberi undanagn, atau pengumuman di Mesjid, selainitu dalam penginformasian tentang pembangunan desa kami memasang baliho di depan kantor terkait program kerja pembangunan desa.” (Wawancara dengan Sekretaris Desa SR, 12 Juni 2020)
Berdasarkan wawancara dengan sekretaris Desa Bonerate bahwa. Pemerintah setempat berusaha memberikan informasi dengan berbagai bentuk alternatif dengan tujuan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas.
Hal tersebut juga didukung dengan hasil wawancara pada salah satu masyarakat Desa Bonerate bahwa:
“penyampaian yang diberikan sudah bagus karna melalui undangan, jadi kami masyarakat bisa menghadiri rapat dan mengetahui bantuan apa lagi yang akan diberikan pemerintah desa kepada masyarakat karena biasanya ada bantuan berupa WC dan ada juga bantuan berupa sumur dan lain. ( wawancara dengan masyarakat HS,16 Juni 2020)
Berdasarkan pemaparan di atas amenunjukkan bahwa, masyarakat disini selaku
stekholder masi kurang paham apa itu rencana pembangunan desa dan masi adanya perbedaan prespektif, yang dimana masyarakat beranggapan bahwa setiap rapat yang diadakan mengenai perencanan desa itu terkait pembagian bantuan untuk dimiliki pribadi oleh masyarkat.
Wawancara dengan Kepala Dusun Ero Ihu Barat mengungkapkan bahwa:
“ Bagus sekali jika ada undangan rapat begini, karena dengan adanya undangan kita bisa tau jelas waktu dilaksanakannya rapat, jadi kita selaku masyarakat yang di undang bisa hadir sesuai waktu yang di tentukan dan apabila masyarakat hadir dalam rapat musdes atau musrembang desa begini masyarakat akan tau bagaiaman penyususnan pembangunan desa sendiri.”(
wawancara dengan Kepala Dusun Ero Ihu Barat AN,16 juni 2020)
Berdasarkan pemaparan tesebut dapat disimpulkan bahwa penginformasian dalam proses perencanan pembangunan Desa Bonerate tepat waktu. Hal tersebut di perkuat oleh kepala Desa Bonerate.
“kami selaku pemerintah setempat selalu mengusahakn agar informasi selalu tepat waktu sampai di masyarakat, agar masyarakat mengetahui semua program atau kegiatan yang akan di lakukan di Desa Bonerate. (Wawancara dengan Kepala Desa AM,12 Juni 2020)
Pemaparan nara sumber tersebut dapat ditarik benag merahnya bahwa secara keseluruhan terkait Implementasi Rencana Kerja Pemerintah Desa dalam Pembangunan di Desa Bonerate, dalam hal informasi masih belum bisa dikategorikan sebagai informasi yang memadai dikarenakan masih adanya beberapa kendala yang dimana
masyarakat yang kurang mengerti serta salah persepsi menegenai apa sebenarnya rencan kereja dalam pembangunan Desa.
2. Isi Kebijakan
Isi kebijakan merupakan indikator kedua yang mempengaruhi impelementasi,
Isi kebijakan merupakan indikator kedua yang mempengaruhi impelementasi,