• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Sumber Data

Mengingat penelitian skripsi ini adalah peneltian deskriptif normatif yang sumber datanya adalah kepustakaan, maka untuk mencapai hasil yang optimal, sumber data dibedakan sesuai dengan kedudukan data tersebut, yaitu sumber data primer, dan sumber data sekunder.

a. Sumber data primer

Data primer adalah data yang langsung memberikan pada pengumpul data yang menjadikan sumber pokok penelitian.65 Berdasarkan dari penelitian yang peneliti buat, maka data primer yang peneliti lakukan merupakan data yang bersumber dari kitab-kitab karya Wahbah az-Zuhaili yang relevan dengan penelitian, baik dalam kitab tafsir, fiqh, dan sebagainya seperti kitab Fiqh Islam wa Adillatuhu dan Kitab Tafsir al-Munir.

65 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2014), Cet. Ke-20, h. 225

b. Sumber data sekunder

Data sekunder merupakan data yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum data primer.66 Bahan-bahan data sekunder yang penulis ambil adalah bersumber dari buku-buku yang menunjang penelitian penulis seperti buku Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, buku Fiqih Munakahat, buku Fiqh, Ushul Fiqh, buku Metodologi Penelitian, dan lain-lain.

c. Sumber data tersier

Data tersier merupakan data pelengkap dari data-data primer dan sekunder, seperti kamus-kamus, jurnal, Undang-Undang, dan sebagainya.

Agar diperoleh informasi yang terbaru dan berkaitan erat dengan permasalahannya, maka kepustakaan yang dicari dan dipilih harus relevan dan mutakhir.67

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah metode library research, yaitu studi kepustakaan.

Metode kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku atau jurnal-jurnal dengan sumber data lainnya dalam perpustakaan.68 Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan menghimpun data

66 Bambang Sunggono, Metode Penelitian Hukum. Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003), h. 116

67 Ibid., h. 117.

68 Ibid.

dari berbagai literatur.

Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian dikumpulkan dengan melakukan penelusuran (searching) dan dokumentasi, baik melalui perpustakaan, media internet, dan tempat-tempat lainnya yang mengeluarkan serta menyimpan arsip (dokumen) yang berkaitan dengan penelitian.69

G. Teknik Analisa Data

Setelah data dari hasil pengumpulan data primer dan sekunder terkumpulkan, maka perlu adanya teknik analisis data. Teknik analisis data yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.70 Maka data yang dianalisis dengan menguraikan dalam bentuk kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dibaca dan diberi arti (interpretasi) terhadap bahan-bahan hukum yang telah diolah.71 Penggunaan metode interpretasi ini bertujuan untuk menafsirkan hukum, apakah terhadap bahan hukum tersebut khususnya bahan hukum primer terdapat kekososngan norma hukum.72

Selain itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis atau disebut dengan istilah “teks” atau wujud dari represntasi simbolik yang direkam atau didokumentasikan. Secara umum content analysis menunjuk kepada integratif dan cara konseptual cenderung

69 Muhaimin, Metode Penelitian Hukum. (Mataram: Mataram University Press, 2020), h.

65

70 Ibid. h. 68

71 Ibid.

72 Ibid.

diarahkan untuk menemukan, mengidentifikasikan, mengelola, dan menganalisis dokumen untuk memahami makna dan signifikasinya.73 Oleh karena itu, data-data yang diperoleh melalui data primer, data sekunder, dan data tersier, selanjutnya dilakukan dengan proses:

1. Deskriptif, dalam hal ini membuuat gambaran atau lukisan secara sistematis dan akurat yang mengenai fakta-fakta dan juga untuk mengetahui sifat-sifat serta hubungan fenomena yang diteliti.

2. Analisis (Analyzing), yaitu mengurai data-data yang telah diperoleh oleh peneliti untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini.

3. Editing, data yang telah dikumpulkan perlu dibaca lagi dan diperbaiki serta diperiksa kembali mengenai kejelasan, kelengkapannya, keserasian serta hubungan antara kelompok data satu dengan data yang lain.

4. Classifiying, penulis membaca dan menelaah kembali secara mendalam seluruh data yang diperoleh, kemudian mengklasifikasikan berdasarkan kategori dan mengelompokkan data dari hasil temuan yang terdapat dalam buku, jurnal, artikel, kitab-kitab fiqh dan tafsir, terutama kitab karya Wahbah az-Zuhaili mengenai nusyuz.

5. Verifying, atau mengecek data-data dan informasi-informasi yang telah diperoleh untuk menjaga kevalidannya.

6. Concluding, artinya penelitian ini memuat kesimpulan dari data-data yang

73 Burhan Bugian, Metode Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke Arah Varian Kontemporer, (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2007), h. 203.

telah di susun unutuk menjawab rumusan masalah secara ringkas dan jelas agar mudah dipahami.

67 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis paparkan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa:

1. Menurut Wahbah az-Zuhaili bahwasanya nusyuz tidak hanya berlaku untuk istri saja akan tetapi suami juga bisa berbuat nusyuz, bahkan suami berpotensi lebih masif dalam berbuat nusyuz. Hal ini karena Wahbah az-Zuhaili menafsirkan lafaz

اًزْوُشُن

ditafsirkan dengan lafaz

اعفرت

dan

ابَكت

yang

berarti merasa tinggi, memandang rendah, angkuh, meremehkan.

2. Dalam menetapkan hukum mengenai nusyuz suami, Wahbah az-Zuhaili menggunakan metode ijtihad bayani dalam mengeluarkan istinbath hukumnya mengenai nusyuz suami. Wahbah az-Zuhaili menjadikan QS An-Nisa‟ ayat 128 sebagai landasan dalil tentang nusyuz suami. Adapun hadist-hadist yang diriwayatkan oleh at-Timidzi tentang kasus Saudah binti Zam‟ah yang merelakan hari gilirnya kepada Aisyah asalkan Rasulullah tidak menceraikannya.

B. SARAN

Dalam hal ini adapun saran yang ingin penulis sampaikan dalam skripsi ini demi mendukung perkembangan pengetahuan pada umumnya terkhusus kepada penulis adalah sebagai berikut:

1. Kepada para pasangan suami istri, terkhusus suami yang akan menjadi qawwamah agar selalu memperdalam ilmu agama dan menerapkan ajaran yang telah disampaikan Rasul kepada umatnya.

2. Kepada pasangan suami istri agar memahami setiap hak dan kewajiban masing-masing dalam menjalankan kehidupan rumah tangga agar terwujudnya rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.

As-Saharanfury, Khalil Ahmad. Bazdl al-Majhud Fii Halli Abi Daud, Juz III, Di akses di al-Maktabah al-WaqfIyah

As-subki, Ali Yusuf. Fiqh Keluarga; Pedoman Berkeluarga dalam Islam, Jakarta:

Amzah, 2010

As-Suyuti, Jalaluddin. Asbabun Nuzul: Sebab-Sebab Turunnya ayat al-Qur‟an, Jakarta: Gema Insani, 2008.

Az-Zuhaili, Wahbah Tafsir Al-Munir, Jakarta: Gema Insani, 2006.

______________. al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus: Darul Fikr, 1433H. Di akses di Maktabah Syamilah

______________. al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus: Darul Fikr, 1433H.

______________. al-Wajiz fi Fiqh al-Islami

______________. al-Wajiz fi Ushul al-Fiqh, Damaskus: Darul Fikr, 1999.

______________. at-Tafsir al-Munir, Beirut: Darul Fikr, 1991.

______________. Fiqih Islam wa Adillatuhu Jilid 1, alih bahasa oleh: Abdul Hayyie al-Kattani, dkk. Jakarta: Gema Insani, 2011

Dahlan, Abd. Rahman Ushul Fiqh. Jakarta: Amzah, 2010.

Ghanim, Shaleh Jika Suami Istri Berselisih;Bagaimana Mengatasinya? Jakarta:

Gema Insani Press, 1998.

Hamka, Tafsir Al-Azhar, Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD, 2007.

Ibnu Jarir al-Thabari, Abu Ja’far Muhammad. Jamiul Bayan „an Ta‟wili ay Al-Qur‟an, di akses di Maktabah Syamilah.

______________, Tafsir ath-Thabari Jilid 7, alih bahasa oleh Ahmad Abdulrazik al-Bakri, dkk, Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.

Ismail bin Ibrahim ibnu al-Mughiroh Bukhori, Imam Abi Abdillah Muhammad.

Shahih al-Bukhori. jilid 7, di akses di al-Maktabah al-Waqfiyah.

Muslim bin al-Hujaj, Abu al-Husain, Shahih Muslim, juz 8 (Turki: Dar ath-Thabaah), 1334 H.

Nashir as-Sa’di, Syaikh Abdurrahmahman bin. Tafsir As-Sa‟di Jilid 2, alih bahasa oleh Muhammad Iqbal dkk, Jakarta: Pustaka Sahifa, 2007.

Noor, Syafri Muhammad. Ketika Istri Berbuat Nusyuz, Jakarta: Rumah Fiqih Publishing, 2018.

Qal’aji, Muhammad Rawas. Mu‟jam Lughat al-Fuqaha, Beirut: Darun Nafais,1988. Sumber dari Maktabah Syamilah.

Quthb, Sayyid. Tafsir Fi Zhilalil Qur‟an: Di Bawah Naungan Al-Qur‟an Jilid 2, alih bahasa oleh As’ad Yasin dkk, Jakarta: Gema Insani Press, 2001.

Subhan, Zaitunah. Al-Qur‟an dan Perempuan, Jakarta: Prenadamedia Group, 2015.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung:

Alfabeta, 2014, Cet. Ke-20.

Sunggono, Bambang Metode Penelitian Hukum. Metodologi Penelitian Hukum.

Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003.

Syafri Muhammad Noor, Ketika Istri Berbuat Nusyuz, Jakarta: Rumah Fiqih Publishing, 2018.

Syarifuddin, Amir Ushul Fiqh Jilid 2. Jakarta: Kencana, 2008.

______________. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia; Antara Fiqih Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan, Jakarta: Kencana, 2006.

B. Jurnal/kamus/makalah

Alifi, Muhammad Ihfal. “Metode Istinbath Hukum Wahbah Zuhaili dalam Perkawinan Beda Agama”. Skripsi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019.

Basyiroh, Marwa Atina “Metode Istinbath Imam Syafi‟I dan Imam Hanafi dalam Penetapan Hukum tentang Ba‟I al-Mu‟athoh”, Skripsi: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2018

Haswir, “Penyelesaian kasus Nusyuz Menurut Perspektif Ulama Tafsir”, Volume 11., No. 2., (2012), h. 257-258.

Ilma, Mughniatul “Kontekstualisasi Konsep Nusyuz di Indonesia”, Volume 30., Indonesia,

Kawakib, “Konsep Nusyuz Suami Istri Pandangan Wahbah Az-Zuhaili Perspektif Gender”. Tesis: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017.

Muhammadun,

Nikmah, Rif’atun “Nusyuz Suami terhadap Istri Menurut Fiqh Berspektif Gender dan Hukum Positif di Indonesia (Studi Terhadap Suami yang Melakukan Nusyuz Di Desa Wates Kabupaten Blitar)”, Skripsi: UIN Satu Tulungagung, (2014). Amaliah, Husnul “Hikmah Penyelesaian Nusyuz Istri menurut Ulama Klasik dan Kontemporer”, Skripsi: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2019.

Pebriyanti, Yovi. “Nusyuz menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah”

Skripsi: IAIN Bengkulu, 2019.

Sabri Fazil, 2020, “ Sikap Suami terhadap Istri yang Nusyuz ditinjau Menurut Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Mengkapan Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak”. https://repository.uin-suska.ac.id.

Syahbiq (2021) yang berjudul “Nusyuz dan relevansinya dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Perspektif Hukum Islam”. https://repository.uin-suska.ac.id.

Wildayati, Konsep Nusyuz Dalam Qur‟an: Studi Komparatif Tafsir Al-MaraghiI dan Tafsir Al-Misbah. Skripsi: Universitas Islam Negeri Jambi, 2020.

C. Peraturan Perundang-Undangan

Indonesia, Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, Pasal 31.

D. Website

https://fimadani.com/Syaikh-Wahbah-az-Zuhaili

Dokumen terkait