BAB II LANDASAN TEORI
3. Sumber Penerimaan Paroki
Menurut Petunjuk Pelaksana Akuntansi Paroki (2018:53-57), Penerimaan yaitu “arus kas masuk bruto/kotor dari manfaat yang timbul dari aktivitas normal Paroki selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan aset bersih”. Penerimaan yang mengakibatkan kenaikan aset bersih, berdasarkan keberadaan pembatasan, dikelompokkan menjadi:
a. Penerimaan Tidak Terikat – Program dan Kegiatan Rutin
Penerimaan tidak terikat – program dan kegiatan rutin yaitu penerimaan arus masuk bruto/kotor dari manfaat yang penggunaannya tidak dibatasi dan mengakibatkan kenaikan asset bersih tidak terikat. Penerimaan tidak terikat berkaitan dengan program rutin, kegiatan rutin dan tugas bidang dan tim kerjanya. Penerimaan tidak terikat – program dan kegiatan rutin terdiri dari:
1) Penerimaan kolekte dan persembahan yaitu penerimaan yang berasal dari kolekte dan persembahan umat diantaranya:
a) Kolekte Umum dan Persembahan Bulanan yaitu penerimaan yang berasal dari kolekte misa mingguan dan persembahan bulanan dari umat
b) Kolekte Misa dan Persembahan Paskah yaitu penerimaan yang berasal dari kolekte misa Rabu Abu dan Tri Hari Suci serta persembahan Paskah
c) Kolekte Misa dan Persembahan Natal yaitu penerimaan kolekte yang berasal dari Misa Natal dan persembahan Natal. d) Kolekte Novena/Devosi yaitu penerimaan kolekte yang
diterima dalam penyelenggaraan novena/devosi
e) Kolekte Jumat Pertama yaitu penerimaan yang berasal dari kolekte yang diterima dalam penyelenggaraan misa Jumat Pertama
f) Kolekte Misa Sabtu Imam yaitu penerimaan kolekte yang diterima dalam penyelenggaraan misa Sabtu Imam
g) Misa Kenaikan Tuhan yaitu penerimaan yang berasal dari kolekte yang diterma dalam penyelenggaraan misa kenaikan Tuhan
h) Kolekte Misa Lain-lain yaitu penerimaan yang berasal dari kolekte yang diterima selain kolekte diatas
2) Penerimaan bantuan Bebas yaitu bantuan yang diterima dari penyumbang yang penggunaanya tidak dibatasi. Bantuan bebas umat yaitu bantuan dari umat yang penggunaannya tidak dibatasi
atau tidak memiliki intensi tertentu yang terdiri dari bantuan perkawinan, pemakaian gereja, pemakaian aula Paroki, cetak lembaran misa dan bantuan bebas lain-lain
3) Penerimaan Devosionalia yaitu penerimaan yang sember dananya berasal dari penyedeiaan benda devosi diantaranya:
a) Bantuan dari umat sebagai pengganti ongkos perolehan barang-barang devosi
b) Bantuan dari umat sebagai pengganti perolehan lilin devosi ditempat doa
c) Bantuan dari umat sebagai pengganti ongkos cetak, dan bantuan lain yang terkait dengan buku misa pada hari besar. d) Penerimaan devosional selain penerimaan diatas
4) Penerimaan Bantuan yaitu penerimaan untuk mendanai program dan kegiatan rutin Paroki dengan rincian berdasarkan asal sumber dananya yaitu:
a) Bantuan Program dan Kegiatan Rutin KAS yaitu peenerimaan bantuan dari KAS untuk mendanai program dan kegiatan rutin b) Bantuan Program Visioner KAS yaitu penerimaan bantuan dari
KAS untuk mendanai program visioner
c) Bantuan Lain-lain dari KAS yaitu penerimaan bantuan dari KAS untuk mendanai program dan kegiatan lain-lain
d) Bantuan lain-lain yaitu penerimaan bantuan untuk mendanai program dan kegiatan rutin selain bantuan di atas
5) Penerimaan lain-lain digunakan untuk mencatat penerimaan tidak terikat selain diats dengan rincian sebagai berikut:
a) Penerimaan dari bunga dan jasa giro bank setelah dikurangi pajak
b) Penerimaan bantuan parkir dari umat saat kegiatan gereja. c) Penerimaan dari pengelolaan kantin Paroki
d) Penerimaan dari bunga dan jasa giro bank dana cinta kasih setelah dikurangi pajak
e) Penerimaan selisih kurs
f) Penerimaan dari laba penjualan aset
g) Penerimaan tidak terikat selain penerimaan tidak terikat di atas h) Penerimaan Umum Pengurus Gereja/Kapel Wilayah yaitu
penerimaan yang diterima oleh pengurus gereja/kapel wilayah yang tidak dibatasi penggunaannya yaitu kolekte dan bantuan dari umat, donatur atau hasil yang lain yang tidak memiliki maksud tertentu yang diterima oleh pengurus gereja/kapel wilayah
i) Penerimaan Karena Berakhirnya Pembatasan (KBP) digunakan untuk mencatat penerimaan dari terikat sementara (TS) yang berakhir pembatasannya. Penerimaan tidak terikat dapat dikembangkan atau ditambah sesuai dengan kebutuhan masing-masing Paroki
b. Penerimaan Terikat Sementara – Non Pembangunan
Penerimaan terikat sementara – non pembangunan adalah penerimaan arus masuk bruto/kotor dari manfaat yang penggunaannya dibatasi samapi dengan periode waktu tertentu atau sampai dipenuhinya keadaan tertentu dan mengakibatkan kenaikan asset bersih terikat sementara dan tidak berkaitan dengan pembangunan. Penerimaan terikat sementara – non pembangunan terdiri dari:
1) Penerimaan Dana Papa Miskin yaitu penerimaan yang merupakan alokasi dari penerimaan Kolekte Umum dan Persembahan Bulanan yang besarnya ditetapkan sebesar persembahan bulanan yang diterima oleh Paroki setiap bulan 2) Penerimaan Bantuan Pendidikan yaitu penerimaan bantuan dari
umat yang hanya digunakan untuk mendanai pogram dan kegiatan dalam bidang pendidikan seperti bea siswa dan pemberian bantuan untuk mendanai pendidikan yang lain
3) Penerimaan Bantuan Dana Kesehatan yaitu penerimaan bantuan dari umat dan atau sumber penerimaan lain
4) Penerimaan Bantuan Dana Seminari yaitu penerimaan bantuan dari umat yang hanya digunakan untuk pemberian bantuan kepada seminari
5) Penerimaan dana APP Paroki, yaitu penerimaan yang merupakan alokasi dari penerimaan dana APP dan Kolekte Minggu Palma yang besarnya ditetapkan sebesar prosentase tertentu
6) Penerimaan Pangrutilaya yaitu penerimaan bantuan dan atau sumber penerimaan lain yang digunakan untuk kepentingan bantuan atau Pangkrutilaya
7) Penerimaan Program Visioner Paroki yaitu penerimaan bantuan atau sumber penerimaan lain yang digunakan untuk mendanai program visioner
8) Penerimaan Solidaritas BKSY (Berkat Santo Yusuf) yaitu penerimaan bantuan dan atau sumber penerimaan lain digunakan untuk solidaritas BKSY
9) Penerimaan Pending Coffee BKSY yaitu penerimaan dana atau sumber penerimaan lain yang digunakan untuk kepentingan
Pending Coffee BKSY
10) Penerimaan Tempat Ziarah yaitu penerimaan bantuan dan atau sumber penerimaan lain yang digunakan untuk kepentingan tempat ziarah
11) Penerimaan Unit Karya yaitu penerimaan bantuan dan atau sumber penerimaan lain yang digunakan untuk kepentingan unit karya.