• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Penyebab Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan….48

Menurut Hasil Penelitian Marudut Hasugian (Hasoloan Sianturi 2001 : 59) pencemaran erat kaitannya dengan berbagai aktivitas manusia lain berupa :

1. Kegiatan-kegiatan industri, dalam bentuk limbah, zat zat buangan berbahaya seperti logam-logam, zat radioaktif air buangan panas, juga dalam bentuk kepulan asap.

2. Kegiatan pertambangan, berupa terjadinya kerusakan instalasi kebocoran, pencemaran buangan penambangan, pencemaran udara.

3. Kegiatan transportasi, berupa kepulan asap, naiknya suhu udara kota, kebisingan dan kendaraan bermotor, tumpahan-tumpahan bahan baku terutama minyak bumi dari kapal-kapal, tanker, dan lain-lain.

4. Kegiatan pertanian terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang memberantas binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan pengganggu seperti insektisida, pestisida, herbisida, dan fungsida.

Pencemaran yang disebabkan oleh kegiatan atau usaha yang disebut akan menimbulkan pencemaran pada :

a. Pencemaran tanah

1). Pencemaran tanah, misalnya karena menggunakan pupuk secara berlebihan, timbunan pestisida atau insilotisida dan pembuangan limbah yang tidak dapat didaur ulang seperti plastik

2). Pencemaran tanah melalui air, air yang mengandung bahan pencemaran akan mengubah susunan kimia tanah sehingga mengganggu jasad hidup di dalam atau di permukaan tanah.

49

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

3). Pencemaran tanah melalui udara. Udara yang tercemar akan menurunkan hujan yang mengandung bahan pencemar, ini membawa akibat tanah akan tercemar juga.

b. Pencemaran air

1). Pencemaran air hujan oleh beberapa sebab misalnya oleh limbah industri. 2). Limbah domestik, dan lain-lain.

c. Pencemaran udara

Pencemaran udara dapat bersumber dari berbagai macam sebab misalnya :

1). Pembakaran batu-bara

2). Kepulan asap dari pabrik-pabrik

3). Kepulan asap kendaraan bermotor dan lain-lain. 2. Sumber Penyebab Kerusakan Lingkungan

a. Kerusakan Fungsi Hutan

1. Penebangan liar oleh masyarakat

2. Penebangan hutan oleh pemegang hak pengelolaan hutan (HPH) yang tidak terkontrol.

b. Kerusakan Lingkungan Tanah

1. Penambangan pasir di sungai-sungai yang mengakibatkan sungai menjadi rusak dan terkikis

2. Penggalian tanah untuk membuat batu bata yang dapat mengubah fungsi lahan dari persawahan menjadi danau-danau kecil.

c. Pembuangan Sampah

Pembuangan sampah yang sembarangan dalam jumlah yang banyak dapat merusak fungsi tanah.

51

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

BAB III

ANALISIS MASALAH

A. Peranan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Dalam Bidang Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup

Sebagaimana diketahui perangkat Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 1974 sebagai berikut :

1. Perangkat Pemerintah Pusat di daerah terdiri dari : a. Bupati Kepala Daerah Tingkat II

b. Sekretaris Wilayah atau Daerah Tingkat II c. Lembaga Asisten (Non Esalon)

d. Instansi Vertikal Tingkat Kabupaten e. Unit Pelaksana Wilayah Kabupaten

2. Perangkat Pemerintah Daerah yang terdiri dari : a. Bupati Kepala Daerah Tingkat II

b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

c. Badan Pertimbangan Daerah (BPD) Tingkat II d. Sekretaris Wilayah Daerah

e. Dinas Daerah Tingkat II f. Unit Pelaksana Tingkat II

3. Sekretariat Wilayah atau Daerah Tingkat II Tapanuli Utara meliputi : a. Bagian Pemerintah

b. Bagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana c. Bagian Keuangan

d. Bagian Pembangunan

e. Bagian Kesejahteraan Rakyat

f. Bagian Umum, Hubungan Masyarakat dan Protokol g. Bagian Kepegawaian

4. Dinas-dinas Daerah Tingkat II Kabupaten Tapanuli Utara terdiri dari : a. Dinas Pendapatan b. Dinas Pertanian c. Dinas Kesehatan d. Dinas PU Daerah e. Dinas Perindustrian f. Dinas Peternakan g. Dinas Pasar 5. Instansi Vertikal

a. Komando Distrik Militer b. Kepala Kepolisian Resort c. Pengadilan Negeri

d. Kejaksaan Negeri e. Unit-unit Kerja Lainnya

6. Pembagian Wilayah Administratif Kecamatan terdiri dari :

53

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

a. Kecamatan Parmonangan b. Kecamatan Adian Koting c. Kecamatan Sipoholon d. Kecamatan Tarutung e. Kecamatan Siatas Barita f. Kecamatan Pahae Julu g. Kecamatan Pahae Jae h. Kecamatan Purbatua i. Kecamatan Simangumban. j. Kecamatan Pangaribuan h. Kecamatan Garoga l. Keramatan Sipahutar m. Kecamatan Siborong-borong n. Kecamatan Pagaran o. Kecamatan Muara 7. Desa atau Lurah

Dari perangkat Kabupaten Tapanuli Utara di atas tidak terlihat posisi badan yang menangani lingkungan hidup.

Berdasarkan pedoman penyusunan organisasi Sekretaris Daerah berdasarkan Perda No. 45 Tahun 1992, posisi bagian yang mengelola lingkungan hidup adalah di bawah Asisten II Sekda yaitu Asisten yang membidangi Administrasi Pembangunan.

B. Pelimpahan Wewenang di Bidang Lingkungan Hidup

Peranan Pemerintah Daerah dalam pengawasan lingkungan hidup sesuai ketentuan dalam Pasal 22 Undang-Undang No. 23 Tahun 1991 tentang Pengelolaan lingkungan Hidup atau UU PLH menyatakan :

1. Menteri melakukan pengawasan terhadap peraturan penanggung jawab usaha atan kegiatan atas ketentuan yang telah diterapkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.

2. Untuk melakukan pengawasan sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1), Menteri dapat menetapkan pejabat yang berwenang melakukan pengawasan. 3. Dalam hal wewenang pengawasan diserahkan kepada pemerintah daerah

menetapkan pejabat yang berwenang melakukan pengawasan.

Sebelum UUPLH No. 23 Tahun 1997 terbentuk sudah berlaku Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, disingkat dengan UULH.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tugas pengawasan di bidang lingkungan hidup tidak diatur dalam undang-undang tersebut, waktu itu pengawasan lingkungan hidup dilaksanakan oleh berbagai instansi secara struktur, tetapi dengan terbentuknya UUPLH pengawasannya secara terpadu.

55

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

Berdasar ketentuan pasal 23 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Pemerintah membentuk lembaga khusus yang disebut dengan BAPEDAL, lembaga ini adalah merupakan lembaga yang melakukan pengawasan di bidang lingkungan hidup.

Dalam melaksanakan pengawasan, Menteri Lingkungan dibantu oleh suatu Lembaga yang disebut BAPEDAL, sesuai Pasal 24 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 BAPEDAL mempunyai tugas :

1. Pengawas berwenang melakukan pemantauan, meminta keterangan, membuat salinan dari dokumen atau membuat catatan yang diperlukan, memasuki tempat bertentu, mengambil lontar, memeriksa penelitian, memeriksa instalasi atau alat tranportasi serta meminta keterangan dari pihak yang bertanggung jawab atas usaha atau kegiatan.

Kewenangan yang dimiliki oleh menteri tersebut sesuai dengan Pasal 1, dapat diserahkan sebagian urusan kepada Pemerintah Daerah untuk menjadi urusan rumah tangganya sendiri.

Wewenang yang diserahkan kepada Pemerintah Daerah, akan dilaksanakan dengan menetapkan pejabat yang berwenang melakukan pengawasan dan membentuk lembaga pada tingkat daerah.

Di daerah tingkat II, kepala daerah membentuk BAPEDALDA dan menetapkan pejabat-pejabat untuk melaksanakan tugas pengawasan.

Sesuai dengan UndangUndang Nomor 22 tahun 1999, tentang pemerintah daerah, pemerintah daerah mempunyai wewenang

menyelenggarakan otonomi daerah memiliki kewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan, kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama dan kewenangan bidang lain.

Landasan hukum pemberitahuan BAPEDALDA yaitu Kepres Nomor 77 Tahun 1994, Undang-Undang No. 23 tahun 1997 pasal 22, 23, Undang-undang No.22 Tahun 1997, Perda No. 3 Tahun 2001 tertanggal 26 Februari 2001 tentang Organisasi Lembaga . Teknis Daerah Kabupaten Tapanuli Utara dan berlaku secara efektif sejak diundangkan.

Sejak terbentuknya susunan organisasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tanggal 26 Februari 2001, sejak diundangkan terbentuk lembaga baru yaitu BAPEDALDA Kabupaten Tapanuti Utara, bagian lingkungan hidup seperti dalam Perda 45 Tahun 1992 pada susunan Organisasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara ditempatkan pada Setwilda Tingkat II, statusnya berada di bawah Sekretaris Daerah.

Dengan terbentuknya BAPEDALDA Kabupaten Tapanuli Utara bagian Lingkungan Hidup pada Setwilda dihapus, dan seluruh tugas, fungsi dan aparaturnya digabung ke dalam BAPEDALDA. Statusnya tidak berada di bawah Sekretaris Daerah tetapi terpisah merupakan badan tersendiri yang terpisah dari setwilda dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati Kepala Daerah. Hal ini sesuai dengan petunjuk pelaksanaan ketentuan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 1996 tanggal 24 Maret 1997 yang dituangkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 1997.

57

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

Dari dua ketentuan tersebut terdapat petanjnk, agar daerah yang dapat membentuk BAPEDALDA bagian linglmngan hidup pada setwdda dihapus, sedangkan yang behun dapat membentuk bagiaa lmgkungan tetap berlakn.

2. Bidang pekerjaan yang disebut dengan organisasi ditentukan dalam susunan organisasi BAPEDALDA Kabupaten Tapanuli Utara.

Susunan organisasi badan pengendalian dampak lingkungan daerah Kabupaten Tapanuli Utara sesuai dengan Pasal 3 Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2001 terdiri dari : (1).a. Kepala Badan :

b. Sekretariat

c. Bidang Analisis Pencegahan Dampak Lingkungan d. Bidang Pengawasan dan Pengendalian

e. Bidang Pemantauan dan Pemulihan f. Unit Pelaksana Teknis

g. Kelompok Jabatan Fungsional (2). Sekretariat membawahi :

a. Sub Bagian Umum

b. Sub Bagian Pengawasan Peraturan Perundang-undangan c. Sub Bagian Bina Program

(3). Bidang Analisis Pencegahan Dampak Lingkungan membawahi : a. Sub Bidang Pembinaan Analisis Dampak Lingkungan

b. Sub Bidang Pengkajian Pemanfaatan Limbah c. Sub Bidang Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan

(4). Bidang Pengawasan dan Pengendalian membawahi : a Sub Bidang Pencemaran Air dan Udara

b. Sub Bidang Kerusakan Lingkungan

c. Sub Didang Pengendalian dan Pemberian Rekomendasi Izin Pembangunan Limbah (5). Bidang Pemantauan dan Pemulihan membawahi :

a Sub Bidang Pengolahan data Kualitas Lingkungan b. Sub Bidang Pemantauan Kualitas Lingkungan c. Sub Bidang Pemulihan Kualitas Lingkungan Perda.

Berdasarkan Perda No. 3 Tahun 2001 tentang struktur organisasi dan tata kerja badan pengendalian dampak lingkungan

Berdasarkan Keputusan Bupati Tapanuli Utara Nomor 18.8.45/6330 Tahun 2001 tertanggal 30 Juli 2001 Dampak Lingkungan Daerah sebagai berikut : berdasarkan Pasal 6, Sekretariat BAPEDALDA merupakan unsur staf yang dipimpin oleh seorang Sekretaris yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala BAPEDALDA.

Sesuai ketentuan Pasal 6, Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program pembinaan administrasi meliputi kepegawaian keuangan dan perlengkapan, humasy dan kerumahtanggaan, memberi pelayanan tehnis dan administratif kepada kepala dan seluruh satuan organis di lingkungan BAPEDALDA serta melakukan proses

59

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

administrasi dalam rangka penegakan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan. (1). Sekretaris mempunyai fungsi :

a. Mengkoordinasikan penyusunan program dan laporan pengendalian dampak lingkungan dan menyusun informasi lingkungan.

b. Mengkoordinasikan proses administrasi, penegakan peraturan perundang-undangan di bidang pengendalian dampak lingkungan

c. Melaksanakan pembinaan administrasi dan melaksanakan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan dan perlengkapan, kehumasan dan kerumahtanggaan di lingkungan BAPEDALDA.

d. Mengembangkan ketatalaksanaan dan organisasi BAPEDALDA.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan. (2). Sub Bagian Umum mempunyai tugas :

a. Melaksanakan konsep-konsep surat dinas b. Pengelolaan atau penyiapan surat-surat rahasia c. Pelaksanaan tugas-tugas kearsipan

d. Pengkoordinasian urusan tata usaha badan e. Penyusunan rencana anggaran kebutuhan barang f. Menyusun data inventaris badan

g. Melaksanakan urusan administrasi barang atau inventaris badan h. Melaksanakan urusan keamanan dalam

i. Penyusunan bahan usulan formasi, pengadaan, pendidikan serta latihan pegawai

j. Penyiapan bahan usulan mutasi dan kenaikan pangkat, mutasi pemindahan kenaikan gaji berkala dan penyesuaian masa kerja

k. Penyiapan bahan usulan dalam rangka peningkatan disiplin dan kesejahteraan pegawai l. Penyusunan administrasi pegawai, urusan pangkat, cuti, memelihara dokumen

administrasi pegawai

m. Penyusunan administrasi anggaran rutin, pembangunan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku

n. Melaksanakan pengelolaan keuangan BAPEDALDA meliputi penerimaan, penyimpanan, penyaluran, pertanggungjawaban dan pembukuan

o. Mengkoordinasikan penerimaan laporan informasi tentang lingkungan kepada pihak-pihak tertentu

p. Penyusunan rencana rumah tangga BAPEDALDA meliputi administrasi perjalanan dinas dan angkutan, pembayaran telepon, air, listrik dan kebersihan

q. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan yang berhubungan dengan kedinasan. (3). Sub Bagian Pengawasan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas :

61

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

a Menyiapkan bahan dan melaksanakan proses administrasi dalam rangka penegakan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup

b. Memberikan saran dan pendapat terhadap proses penerbitan rekomendasi izin usaha atau kegiatan yang dilakukan badan hukum atau perorangan dan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang lingkungan hidup

c. Memfasilitasi penyelesaian permasalahan sengketa lingkungan hidup dan berkoordinasi dengan organisasi, instansi dan LSM

d. Menghimpun peraturan perundaag-undangan dan peraturan lainnya yang menyangkut lingkungan hidup

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan

(4). Sub Bagian Program mempunyai tugas :

a Menyiapkan bahan koordinasi menyusun program pengendalian dampak lingkungan dan menyusun informasi lingkungan dan bekerjasama dengan bidang terkait

b. Penyiapan bahan inventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah di bidang lingkungan hidup

c. Survey kelapangan atas informasi lingkungan dari Kecamatan atau Desa adanya ekosistim yang rentan terbadap kerusakan lingkungan

dan bekerjasama atau koordinasi dengan bidang terkait untuk menyusun program d. Menyusun dan menghimpun program dari masing-masing bidang

e. Memonitoring pelaksanaan program-program yang dilaksanakan oleh masing-masing bidang

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

(5). Bidang Analisis Pencegahan Dampak Lingkungan

a. Bidang analisis pencegahan dampak lingkungan merupakan unsur pelaksana yang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala BAPEDALDA

b. Bidang pencegahan dampak lingkungan mempunyai tugas melaksanakan pengendalian tehnis pelaksanaan AMDAL, melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan pengendalian dampak lingkungan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut di atas Bidang Analisis Pencegahan Dampak Lingkungan mempunyai tugas :

1. Pengendalian tehnis pelaksanaan AMDAL

2. Pengembangan kapasitas dan kelembagaan pengendalian dampak lingkungan

3. Pengawasan penerapan RKL dan RPL serta analisa evaluasi pelaksanaan pengendalian dampak lingkungan

63

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

(1). Sub Bidang Pembinaan Analisis Dampak Lingkungan mempunyai tugas: a. Menganalisa dokumen AMDAL, Ka.Andal, RKL, dan RPL, PIL b. Membahas dokumen AMDAL

c. Penilaian atau persetujuan dokumen AMDAL

d. Melaksanakan analisis terhadap jenis usaba atau kegiatan yang wajib AMDAL

e. Melaksanakan kegiatan hari lingkungan hidup dan mengkoordinasikan kepada PPKAN f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan

kedinasan

(2) Sub Bidang Pengkajian Pemanfaatan Limbah mempunyai tugas :

a. Melaksanakan monitoring terhadap penyelenggaraan atau kegiatan yang potensial memproduksi limbah

b. Melakukan pengkajian terhadap limbah padat

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

(3) Sub Bidang Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan mempunyai tugas : a. Melaksanakan survey investigasi terhadap calon lokasi kegiatan

b. Melakukan identifikasi sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang diperkirakan mengalami pencemaran dan kerusakan

c. Melaksanakan studi dan penelitian dalam upaya mengantisipasi permasalahan lingkungan

d. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pencegahan dampak lingkungan

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

Bidang Pengawasan Pengendalian

(1).Bidang pengawasan dan pengendalian merupakan unsur pelaksana, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BAPEDALDA.

(2).Bidang pengawasan dan pengendalian mempunyai tugas melaksanakan pengendalian dampak lingkungan, pengendalian pencemaran air dan tanah serta pengendalian kerusakan lingkungan dengan pengawasan dan pengendalian perijinan pembuangan limbah.

Untuk melaksanakan tugas tersebut di atas, bidang pengawasan dan pengendalian mempunyai fungsi :

a. Pengawasan pelaksanaan pengendalian dampak lingkungan b. Pengawasan dan pengendalian pencemaran air, udara dan tanah c. Pengawasan dan pengendalian kerusakan lingkungan

d. Pengawasan dan pengendalian perijinan pembuangan limbah

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

65

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

(1). Sub Bidang Pencemaran air dan udara mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pencegahan pencemaran air, udara dan tanah

b. Melaksanakan pengawasan secara periodik setiap 3 (tiga) bulan sekali dengan cara mengambil sampel limbah dan meneliti setiap sampel limbah air, padat dan gas

c. Melaksanakan pengawasan kepada pengusaha (pemrakarsa) yang membuang limbah di atas pengawasan batas ke badan penerima

d. Melaksanakan pengawasan terhadap pengusaha yang memproduksi air mineral

e. Melakukan koordinasi di sub bidang sektor di lingkungan BAPEDALDA dan instansi terkait

f. Melaksanakan pengukuran udara secara periodik di perusahaan dan kendaraan yang memproduksi emisi udara

g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

(2). Sub Bidang Kerusakan Lingkungan mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pengawasan kerusakan lingkungan

b. Melaksanakan pengukuran beban pencemaran atas dasar Effluent Standard dan beban pencemaran secara Zero Discharge

c.Melaksanakan kerjasama dalam hal pengawasan dan pengendalian kerusakan lingkungan Kabupaten atau Kota terdekat

d. Menginventarisasi kegiatan atau usaha yang menimbulkan dampak lingkungan e. Melaksanakan pengawasan terhadap sumber kerusakan lingkungan

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

(3). Sub Bidang Pengendalian dan Pemberian Rekomendasi Izin Pembuangan Limbah mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian limbah P3 (penghasil, pengangkutan, pembuangan)

b. Mempersiapkan naskah rekomendasi penerbitan izin tentang pembuangan limbah dan HO

c. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian jenis kegiatan yang potensial menimbulkan sumber-sumber bahan pencemar

d. Melaksanakan audit lingkungan

e. Melaksanakan penyuluhan (sosialisasi) tentang perijinan pembuangan limbah dan HO f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan

kedinasan.

Bidang Pemantauan dan Pemulihan

(1). Bidang pemantauan dan pemulihan merupakan unsur pelaksana yang dipimpin oleh seorang kepala bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada dan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BAPEDALDA.

67

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

(2). Bidang pemantauan dan pemulihan mempunyai tugas melaksanakan usaha-usaha pemantauan dan pemulihan kualitas lingkungan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut di atas bidang pemantauan dan pemulihan mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pemantauan lingkungan b. Melaksanakan pemulihan kualitas lingkungan

c. Penyuluhan dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam pemantauan dan pemulihan lingkungan.

d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

(1). Sub Bidang Pengolahan Data Kualitas Lingkungan mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pengumpulan data dan informasi dari Desa, Kecamatan, Kabupaten dan instansi atau non instansi di Kabupaten Tapanuli Utara tentang lingkungan sosial buatan dan alam.

b. Mengolah dan menganalisa data kualitas lingkungan untuk kepentingan pengisian buku NKLD dan NSDASD guna petunjuk/pedoman informasi keberadaan lingkungan di Kabupaten Tapanuli Utara.

c. Melaksanakan penyuluhan dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam pemantauan dan pemulihan kualitas lingkungan.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

(2). Sub Bidang Pemantauan Kualitas Lingkungan mempunyai tugas :

a. Memfasilitasi berbagai upaya pemulihan dan rehabilitasi kerusakan sumber daya alam dan Lingkungan.

b. Melaksanakan program inventarisasi dan evaluasi sumber daya alam (SDA) dan lingkungan.

c. Melaksanakan program penyelamatan hutan, tanah, air, udara dan mineral d. Memonitoring tentang kualitas lingkungan.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

(3). Sub Bidang Pemulihan Kualitas Lingkungan mempunyai tugas :

a. Melaksanakan program langit biru dengan melibatkan anggota masyarakat dan bekerjasama dengan instansi terkait.

b. Melaksanakan program kota bersih dengan gerakan penanggulangan sampah dan penataan lingkungan, pemukiman, kantor instansi pemerintah dan swasta.

c. Melaksanakan pembinaan dan penyuluhan untuk menumbuh kembangkan peran serta masyarakat dalam rangka pemulihan kualitas lingkungan bekerjasama dengan instansi terkait.

d. Memonitoring kualitas lingkungan yang rusak. e. Melaksanakan reklamasi lingkungan yang rusak

69

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

f. Membentuk kelompok-kelompok yang cinta dan sadar lingkungan. g. Pemulihan dan pelestarian daerah aliran sungai (DAS).

h. Pemulihan pelestarian flora dan fauna

i. Mempertahankan dan mengembangkan tanaman dan satwa langka.

j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan yang berhubungan dengan kedinasan.

Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok jabatan fungsional di lingkungan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan tehnis sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.

Bahwa dalam rangka melaksanakan uraian tugas jabatan pada badan pengendalian dampak lingkungan daerah Kabupaten Tapanuli Utara mempunyai tata aliran kerja sebagai berikut :

(1). Dalam melaksanakan tugas, Kepala Badan, Sekretariat, Bidang dan Sub Bidang harus diselenggarakan atas hubungan fungsional dengan cara yang sebaik-baiknya.

(2). Kepala badan pengendalian dampak lingkungan dalam melaksanakan tugasnya harus menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan BAPEDALDA maupun antar satuan organisasi di lingkungan pemerintah daerah serta dengan instansi di luar pemerintah daerah.

(3). Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan perundangan yang berlaku.

(4). Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

(5). Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyiapkan laporan berkala tepat pada waktunya.

(6). Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

(7) Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

(8). Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.

71

Theresia Simatupang : Peranan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Pengawasan di Bidang Lingkungan Hidup…,2006

C. Pejabat dan Staf yang Mengisi Setiap Bidang Pekerjaan atau Tugas di BAPEDALDA

Dokumen terkait