• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.6.1 Pengadaan Bahan Baku (Input)

Pengadaan input dilakukan secara kontinyu oleh perusahaan TF. Perusahaan telah memiliki beberapa pemasok untuk mendukung kegiatan produksi perusahaan. Pemasok tersebut meliputi pemasok tetap dan pemasok tidak tetap. Pemasok input tetap antara lain pabrik tahu untuk input pakan

tambahan dan obat-obatan ternak yang didatangkan langsung oleh distributor ke perusahaan. Sedangkan pemasok domba bakalan termasuk pemasok tidak tetap. 1) Domba Bakalan

Pemilihan bakalan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha penggemukan domba. Hal ini bertujuan untuk memperoleh bakalan yang memberikan PBB tinggi pada rentang waktu pemeliharaan. PBB merupakan parameter keberhasilan usaha penggemukan domba. Kriteria pertama yang digunakan TF dalam pemilihan bakalan adalah kesehatan domba karena merupakan salah satu kunci kesuksesan awal dalam proses penggemukan. Hanya domba dengan kondisi badan sehat yang mampu mengonversi pakan menjadi daging secara efisien. Selain itu, kerangka tubuh yang besar atau luas agar jumlah daging yang diproduksi lebih banyak sehingga karkasnya akan meningkat dan keseragaman juga menjadi kriteria berikutnya. Keseragaman yang dimaksud adalah dalam bobot badan, jenis kelamin, dan bangsa atau tipe domba.

Bangsa domba yang digunakan sebagai bakalan pada perusahaan TF adalah domba lokal dan domba garut, umur antara 6-8 bulan, gigi masih rapat dan belum tanggal, serta bobot badan antara 18-20 kg per ekor. Apabila bakalan berumur 12 bulan atau sedang tanggal gigi, biasanya domba tersebut mengalami masa stress dan bobotnya juga turun sehingga mengganggu proses penggemukan.

Penetapan harga pada saat pembelian domba bakalan tidak berdasarkan bobot badan, tetapi dengan sistem tongkrongan (taksiran) sesuai dengan kesepakatan antara pembeli/pemilik perusahaan dengan pedagang. Harga beli domba bakalan tipe ekor tipis berkisar antara Rp 500.000 – Rp 550.000 per ekor dan tipe garut dengan kisaran harga Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000 per ekor.

Perusahaan memperoleh domba bakalan dengan cara membeli langsung dari peternak yang terletak di Bogor, Cianjur, dan Sukabumi serta dari pedagang pengumpul yang membawa domba bakalan dari peternak di berbagai daerah seperti : Cianjur, Pelabuhan Ratu, Garut, Cicurug, dan Karawang. Tidak semua domba bakalan yang ditawarkan langsung dimasukkan ke dalam kandang, melainkan melalui proses penyortiran dimana domba yang lolos proses penyortiran akan dimasukkan ke dalam kandang. Proses penyortiran dilakukan

62

dilakukan untuk menghindari domba yang cacat yang dapat mempengaruhi PBB dan kualitas domba. Bila terdapat domba bakalan yang tidak sesuai dengan kriteria pemilik perusahaan, maka domba tersebut dikembalikan lagi ke pedagang pengumpul. Jangka waktu penggemukan domba selama satu periode penggemukan adalah 3-8 bulan, tergantung pada tujuan segmen pasar yang akan dimasuki. Untuk segmen pasar aqiqah dan kurban, periode penggemukan adalah sekitar 6-8 bulan, sementara untuk segmen pasar restoran dan warung sate serta pasar daging, biasanya domba digemukkan selama 3-4 bulan dengan PBB sebesar 3,7 kg per bulan atau rata-rata sebesar 123,33 gram per harinya.

2) Pakan Hijauan

Pakan hijauan yang diberikan oleh TF adalah rumput lapang. Rumput lapang merupakan campuran dari berbagai jenis rumput lokal yang tumbuh secara alami dengan daya produksi dan kualitas nutrisi yang rendah. Rumput lapang merupakan hijauan yang mudah didapat dan biaya untuk pengelolaannya pun sangat minim. Hingga saat ini, perusahaan belum memiliki lahan hijauan sendiri. Pakan hijauan didapat dari lapangan di sekitar kawasan TF seperti Lido, Pancawati, dan Bojongkoneng. Jumlah total rumput sebagai pakan hijauan yang harus disediakan setiap harinya sebanyak 108 karung dengan proyeksi harga rumput per karung Rp 5.000,00 dan bobot masing-masing karung sebanyak 30 kg. 3) Pakan Konsentrat

Penambahan bahan pakan sumber protein akan mempercepat waktu pemeliharaan. Ampas tahu merupakan pakan tambahan yang diberikan pada usaha penggemukan domba perusahaan TF. Pengadaan ampas tahu dilakukan secara kontinyu oleh perusahaan. Ampas tahu diperoleh dari pemasok tetap yang berasal dari daerah Cimande Hilir, Batu tulis, Cipopokol, Maseng, Ranji, Cikereteg, Cisempur, dan Cisalopa dengan kuantitas tiap pemasok yang berbeda-beda. Pabrik tahu menetapkan harga ampas tahu sebesar Rp 10.000,00 per karung dengan bobot masing-masing karung sebanyak 25 kg.

4) Obat-Obatan dan Vitamin

Perusahaan telah menggunakan obat-obatan kimia untuk mencegah dan mengobati penyakit pada domba. Penyakit yang diderita domba TF pada umumnya adalah : penyakit mata, kembung, mencret, kudis, dan orf. Kegiatan

pengobatan dilakukan oleh kepala kandang, namun penyuntikan vitamin dilakukan sendiri oleh pemilik perusahaan. Jenis obat-obatan dan vitamin yang digunakan oleh perusahaan TF dapat dilihat pada Tabel 19.

Tabel 19. Jenis Obat-Obatan dan Vitamin yang Digunakan Perusahaan Peternakan Domba Tawakkal Farm Tahun 2010

Jenis Obat dan

Vitamin Fungsi

Jenis Obat dan

Vitamin Fungsi

Kalbazen Pembasmi cacing Busanex Pencegah jamur

Oxitetracyclin Mengobati luka pada

mulut Ivomex Obat scabies

Tertracyclin Obat sakit mata Betadine Antiseptik luar

Antero Obat mencret Vitamin B12 Penambah stamina

Timpanol Obat perut kembung Vitamin B kompleks Penambah nafsu makan Entrostop Sakit perut/anti diare

Sumber: Data Primer Peternakan Tawakal Farm (2010)

5.6.2 Teknis Produksi

1) Pemberian Pakan

Pemberian pakan yang terdiri dari pakan hijauan yang dicampur dengan garam dan ampas tahu sebagai bahan stimulant atau perangsang selera makan dan sumber mineral yang dibutuhkan oleh domba dilakukan dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore hari. Dosis garam yang diberikan adalah 15 gram per 1500 ml air. Pemberian pakan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan (Tabel 20).

Tabel 20. Jadwal Pemberian Pakan pada Perusahaan Peternakan Domba Tawakkal Farm Tahun 2010

Waktu Kegiatan

06.00 – 06.15 Memberikan rumput/hijauan pertama 14.00 – 15.00 Mempersiapkan pakan ampas tahu 15.00 – 15.15 Memberikan hijauan kedua 15.15 – 15.45 Memberikan ampas tahu 15.45 – 16.00 Memberikan hijauan ketiga

2) Perawatan Kesehatan Ternak

Berikut perawatan kesehatan ternak pada perusahaan TF meliputi : a) Pemeliharaan Kandang

Pemeliharaan kandang dilakukan setiap hari yaitu dibersihkan setiap pagi dan setelah pemberian pakan agar kandang tetap bersih dan memberikan suasana nyaman bagi domba dan karyawan.

64

b) Memandikan Domba

Domba dimandikan agar tidak kotor dan menjadi sarang penyakit. Domba dimandikan setiap dua minggu sekali saat cuaca cerah secara bergiliran. Air yang digunakan untuk memandikan adalah air yang bersih dan mengalir. Tiap bagian tubuh domba dibersihkan kemudian disikat dengan sabun krim, lalu dibilas kembali dengan air bersih.

c) Mencukur Bulu

Pencukuran domba dilakukan minimal tiga bulan sekali atau sekali dalam masa penggemukan domba. Biasanya pencukuran domba dilakukan pada saat awal penggemukan. Domba yang bulunya tidak dicukur menyebabkan bulu tersebut kotor dan menggumpal. Kondisi ini akan menyebabkan kuman penyakit dan parasit mudah bersarang di tubuh domba. Ukuran bulu yang harus dicukur adalah bila bulu domba telah mencapai 2-5 cm. Bulu yang telah digunting dibuang dan dibakar karena perusahaan belum dapat memanfaatkannya lebih lanjut.

d) Merawat dan Memotong Kuku

Pemotongan kuku dilakukan agar tidak mempengaruhi aktivitas domba di dalam kandang. Kuku yang panjang akan mengganggu domba pada saat berdiri ataupun berjalan. Hal ini disebabkan karena keempat kaki domba tidak mendapatkan titik berat yang sama sehingga akan terasa sakit. Kuku yang panjang juga akan menjadi sarang kotoran dan penyakit sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Pemotongan kuku hanya dilakukan pada domba yang kukunya terlihat panjang, dan pada umumnya pada domba jantan.

3) Pencegahan Penyakit dan Pemberian Vaksin

Langkah pencegahan penyakit dilakukan dengan menjaga sanitasi kandang dan lingkungan. Selain itu, untuk mencegah terjadinya wabah penyakit dilakukan vaksinasi pada seluruh domba yang dipelihara setiap enam bulan sekali atau sekali dalam satu periode penggemukan. Vaksin yang biasa diberikan adalah vaksin spora (max sterne), vaksin AE, vaksin SE (Septichaemia Epizootica), dan vaksin antraks yang diberikan oleh Dinas Peternakan setempat. Sementara pemberian obat-obatan dilakukan jika terdapat domba yang terserang penyakit seperti mencret, sakit mata, cacingan, perut kembung, kurang nafsu makan, dan luka-luka pada kulit karena adanya virus yang menyerang domba.

5.6.3 Output Produksi

Produk yang dihasilkan TF dari usaha penggemukan domba terdiri dari

output utama dan sampingan. Output utama yang dihasilkan berupa domba lokal dan domba garut yang digemukkan selama periode 3-8 bulan sesuai PBB yang ditargetkan perusahaan untuk masing-masing segmen pasarnya. Untuk kebutuhan kurban pada saat Idul Adha, TF memilih domba jantan yang sehat, memiliki postur tubuh dan tanduk yang bagus, kerangka besar dan tampak menonjol, kokoh, dan tidak cacat atau terserang penyakit. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat dan acara-acara khusus lainnya, domba yang dijual umumnya merupakan domba lokal betina dengan bobot antara 25-35 kg. Selain itu, output sampingan yang dihasilkan TF berupa kotoran domba (sludge). Jumlah kotoran yang dihasilkan dari kandang penggemukan ini selalu berbeda tiap tahunnya, tergantung jumlah domba yang ada di kandang pada tahun tersebut. Menurut data di lapang, satu ekor domba rata-rata menghasilkan kotoran sebesar 0.5 karung per bulannya (asumsi 1 karung = 25 kg).

Dokumen terkait