UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT Saya yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Afina Faza
Nomor Induk Mahasiswa : 111501066
Program Studi : S-1 Reguler Farmasi
Judul Skripsi : Analisis Kandungan Mangan dan Zink pada Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Kering dan Rebus secara Spektrofotometri Serapan Atom
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini ditulis berdasarkan data dan hasil pekerjaan yang saya lakukan sendiri, dan belum pernah diajukan orang lain untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruan tinggi lain, dan bukan plagiat karena kutipan yang ditulis telah disebutkan sumbernya di dalam daftar pustaka.
Apabila di kemudian hari ada pengaduan dari pihak lain karena di dalam skripsi ini ditemukan plagiat akibat kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia menerima sanksi apapun oleh Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dan bukan menjadi tanggung jawab pembimbing.
Demikian surat pernyataan ini saya perbuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan jika diperlukan sebagaimana mestinya.
Medan, Agustus 2016 Yang Membuat Pernyataan
Afina Faza NIM 111501066
ANALISIS KANDUNGAN MANGAN DAN ZINK PADA DAUN
KELOR (Moringa oleifera Lam.) KERING DAN REBUS
SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
ABSTRAK
Kelor atau Moringa oleifera Lam merupakan salah satu dari anggota familia Moringaceae, kelor dalam masyarakat Indonesia pemanfaatannya sudah lama digunakan namun daun kelor merupakan bagian yang sering dimanfaatkan sebagai sayur. Kelor mengandung kandungan nutrisi yang berlebih untuk tubuh salah satunya adalah mineral yang terdiri dari kalsium, kromium, tembaga, fluorin, besi, mangan, magnesium, molibdenum, fosfor, kalium, natrium, selenium, sulfur, dan zink. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar dari mangan dan zink pada daun kelor kering dan rebus.
Sampel daun kering dan rebus terlebih dahulu didestruksi dengan cara destruksi kering, kemudian kedua logam pada masing-masing sampel diuji secara kualitatif. Setelah itu dilakukan penetapan kadar menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA) dengan nyala udara-asetilen pada panjang gelombang 279,5 nm untuk mangan dan 213,9 nm untuk zink. Keuntungan menggunakan metode ini adalah kepekaan yang tinggi (batas deteksi kurang dari 1 ppm), selektif, dan pelaksanaannya relatif sederhana.
Hasil pengujian kualitatif pada daun kelor kering dan rebus menunjukkan terdapat logam mangan dan zink. Hasil penentuan kadar mangan dan zink pada daun kelor kering yaitu, (13,9649 ± 0,0648) mg/100 g dan (12,24744 ± 0,0986) mg/100 g, sedangkan pada daun kelor rebus kadar mangan dan zink adalah (0,9753 ± 0,0104) mg/100 g dan (0,112626 ± 0,00204) mg/100 g. Hasil penentuan kadar mangan dan zink menunjukkan kadar yang lebih tinggi pada daun kelor kering dibandingkan dengan daun kelor rebus.
Kata kunci : Daun kelor kering, Daun kelor rebus, Mangan, Zink, Spektrofotometer Serapan Atom
ANALYSIS OF MANGANESE AND ZINC CONTENT OF
MORINGA (Moringa oleifera Lam.) DRIED AND BOILED
LEAVES USING ATOMIC ABSORPTION
SPECTROPHOTOMETRY
ABSTRACT
Moringa (Moringa oleifera Lam.) is included in the family Moringaceae, the utilizaation of moringa plant in indonesia society has been a long a time, but moringa’s leaves is the most common used to be dietary fiber. Moringa contains excess nutrients for body needed, one of them is mineral such as calcium, cromium, cupri, flour, iron, manganese, magnesium, molybdenum, phosphor, potasium, sodium, selenium, sulphur, and zinc. The aim of this study is to determine the differentiation content of manganese and zinc from moringa dried leaves and boiled.
Sample should be destructed by using dried destruction method, then all metal shard identified by using qualitative method. Afterward measure the concetration of these mineral by using atomic absorption spectrophotometry (AAS) with air-acetylene flame at the wavelength for manganese 279.5 nm and zinc 213.9 nm. The adventage of this method is high sensitivity (detection limit oflessthan 1 ppm), selective, and its implementation is relatively simple.
Identified based on qualitative method, showed manganese and zinc content in moringa dried leaves and moringa boiled leaves. The content of manganese and zinc in moringa dried leaves was (13.9649 ± 0.0648) mg/100 g and (12.24744 ± 0.0986) mg/100 g. While the content of manganese and zinc in moringa boiled leaves was (0.9753 ± 0.0104) mg/100 g and (0.112626 ± 0.00204) mg/100 g. Based on quantitative result, manganese and zinc content in moringa dried leaves significantly higher than moringa boiled leaves.
Keyword : Moringa dried leaves, Moringa boiled leaves, Manganese, Zinc, Atomic absorption spectrophotometric
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR GAMBAR DALAM LAMPIRAN ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 LatarBelakang ... 1 1.2 PerumusanMasalah ... 4 1.3 Hipotesis ... 4 1.4 Tujuan Penelitian ... 4 1.5 Manfaat Penelitian ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Sampel ... 5
2.1.1 Kelor ... 5
2.1.3 Manfaat ... 7
2.2 Mineral ... 8
2.2.1 Mangan ... 8
2.2.2 Zink ... 9
2.3 Spektrofotometri Serapan Atom ... 9
2.3.1 Instrumentasi Spektrofotometri Serapan Atom ... 11
2.3.2 Gangguan-Gangguan pada Spektrofotometri Serapan Atom ... 32
2.4 Validasi Metode Analisis ... 16
BAB III METODE PENELITIAN... 19
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 19
3.2 Jenis Penelitian... 19
3.3 Alat ... 19
3.4 Bahan ... 19
3.5 Metode Pengambilan Sampel ... 20
3.6 Identifikasi Sampel ... 20
3.7 Pembuatan Pereaksi ... 20
3.7.1 Larutan Asam Nitrat (1:1) ... 20
3.7.2 Larutan Kalium Sulfida 1% (b/v) ... 20
3.7.3 Larutan K2Hg(CNS)4 1,3% (b/v) ... 20
3.8 Prosedur Penelitian ... 21
3.8.1 Penyiapan Sampel ... 21
3.8.2 Proses Destruksi Kering ... 21
2.8.3 Pembuatan Larutan Sampel ... 22
3.9.1 Mangan ... 22
3.9.1.1 Reaksi Warna dengan Larutan Kalium Sulfida 22
3.9.2 Zink ... 22
3.9.2.1.Reaksi Pengendapan dengan Larutan K2Hg(CNS)4 ... 22
3.10 Analisis Kuantitatif ... 23
3.10.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Mangan ... 23
3.10.2 Pembuatan Kurva Kalibrasi Zink ... 23
3.11 Penetapan Kadar Mineral dalam Sampel ... 24
3.11.1 Penetapan Kadar Mangan ... 24
3.11.2 Penetapan Kadar Zink ... 24
3.11.3 Perhitungan Kadar Mineral dalam Sampel ... 25
3.12 Analisis Data Statistik ... 25
3.12.1 Penolakan Hasil Pengamatan ... 25
3.13 Analisis Validasi Metode ... 26
3.13.1 Uji Perolehan Kembali (Recovery) ... 26
3.13.2 Simpangan Baku Relatif ... 27
3.13.3 Penentuan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 28
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 29
4.1 Hasil Identifikasi Tumbuhan ... 29
4.2 Identifikasi Sampel yang Digunakan ... 29
4.3 Analisis Kualitatif ... 29
4.4 Analisis Kuantitatif ... 30
4.4.2 Analisis Kadar Mangan dan Zink pada Daun Kelor
Kering dan Rebus ... 32
4.4.3 Uji Perolehan Kembali (Recovery) ... 34
4.4.4 Simpangan Baku Relatif ... 35
4.3.5 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 36
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 37
5.1 Kesimpulan ... 37
5.2 Saran ... 37
DAFTAR PUSTAKA ... 38