Kondisi VI: Wajib Bayar tidak menerima manfaat/benefit
5. Surplus/Defisit-LO
Surplus/defisit-LO adalah selisih antara pendapatan-LO dan beban selama satu periode pelaporan, setelah diperhitungkan surplus/defisit dari kegiatan non operasional dan pos luar biasa.
Kebijakan Akuntansi Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih menyajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya pos-pos berikut:
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 80 1. Saldo Anggaran Lebih awal;
2. Penggunaan Saldo Anggaran Lebih;
3. Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran tahun berjalan; 4. Koreksi Kesalahan Pembukuan Tahun Sebelumnya; dan 5. Lain-lain;
6. Saldo Anggaran Lebih Akhir.
Disamping itu, suatu entitas pelaporan menyajikan rincian lebih lanjut dari unsur-unsur yang terdaftar dalam Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Kebijakan Akuntansi Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan sekurang-kurangnya pos-pos: 1. Ekuitas awal;
2. Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan;
3. Koreksi-koreksi langsung menambah/mengurangi ekuitas, yang antara lain berasal dari dampak kumulatif yang disebabkan oleh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan mendasar, misalnya:
a) Koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi pada periode-periode sebelumnya;
b) Perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap. 4. Ekuitas akhir.
Di samping itu, suatu entitas pelaporan menyajikan rincian lebih lanjut dari unsur-unsur yang terdapat dalam laporan perubahan ekuitas dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Kebijakan Akuntansi Laporan Arus Kas (LAK)
Laporan arus kas adalah bagian dari laporan keungan yang menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris.
Aktivitas operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi.
Arus kas bersih aktivitas operasi merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan operasi pemerintah daerah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar.
Arus masuk kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari antara lain: 1. Pendapatan Asli Daerah;
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 81 3. Lain-lain Pendapatan yang Sah.
Arus keluar kas untuk aktivitas operasi terutama digunakan untuk pengeluaran, antara lain: 1. Belanja Pegawai; 2. Belanja Barang; 3. Bunga; 4. Subsidi; 5. Hibah; 6. Bantuan Sosial;
7. Belanja Bagi Hasil; dan 8. Belanja Tidak Terduga.
Aktivitas Investasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap serta investasi lainnya yang tidak termasuk dalam setara kas.
Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat di masa yang akan datang.
Arus masuk kas dari aktivitas investasi terdiri dari: 1. Penjualan Aset Tetap;
2. Penjualan Aset Lainnya; 3. Pencairan Dana Cadangan;
4. Penerimaan dari privatisasi Perusahaan Daerah/Divestasi; 5. Penjualan investasi dalam bentuk sekuritas.
Arus keluar kas dari aktivitas investasi terdiri dari: 1. Perolehan Aset Tetap;
2. Perolehan Aset Lainnya; 3. Pembentukan Dana Cadangan;
4. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah; 5. Pembelian Investasi dalam bentuk Sekuritas.
Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan pemberian piutang jangka panjang dan/atau pelunasan utang jangka panjang yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi piutang jangka panjang dan utang jangka panjang.
Arus kas dari aktivitas pendanaan mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan perolehan atau pemberian pinjaman jangka panjang.
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 82 Arus masuk kas dari aktivitas pendanaan antara lain:
1. Penerimaan Utang;
2. Penerimaan dari utang Obligasi Pemerintah daerah;
3. Penerimaan kembali pinjaman kepada pemerintah daerah; dan 4. Penerimaan kembali pinjaman kepada perusahaan daerah.
Arus keluar kas dari aktivitas pembiayaan antara lain: 1. Pembayaran Pokok Utang;
2. Pembayaran pokok utang Obligasi Pemerintah Daerah;
3. Pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada pemerintah daerah; 4. Pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada perusahaan daerah; dan 5. Pembentukan Dana Cadangan.
Aktivitas transitoris adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak termasuk dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Arus kas dari aktivitas transitoris mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan, beban dan pendanaan pemerintah daerah. Arus kas dari aktivitas transitoris antara lain transaksi Perhitungan Fihak Ketiga (PFK), pemberian/penerimaan kembali uang persediaan kepada/dari bendahara pengeluaran, serta kiriman uang. PFK menggambarkan kas yang berasal dari jumlah dana yang dipotong dari Surat Perintah Membayar atau diterima secara tunai untuk pihak ketiga misalnya potongan Taspen dan Askes. Kiriman uang menggambarkan mutasi kas antar rekening kas umum daerah.
Arus masuk kas dari aktivitas transitoris meliputi penerimaan PFK dan penerimaan transitoris seperti kiriman uang masuk dan penerimaan kembali uang persediaan dari bendahara pengeluaran.
Arus keluar kas dari aktivitas transitoris meliputi pengeluaran PFK dan pengeluaran transitoris seperti kiriman uang keluar dan pemberian uang persediaan kepada bendahara pengeluaran.
Kebijakan Akuntansi Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
Catatan atas Laporan Keuangan harus menyajikan rincian dan penjelasan atas masing-masing pos dalam Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan Ekuitas.
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 83 Penjelasan atas Laporan Realisasi Anggaran disajikan untuk pos pendapatan-LRA, belanja, dan pembiayaan dengan struktur sebagai berikut:
1. Anggaran; 2. Realisasi;
3. Presentase pencapaian;
4. Penjelasan atas perbedaan antara anggaran dan realisasi; 5. Perbandingan dengan periode yang lalu;
6. Penjelasan atas perbedaan antara periode berjalan dengan periode yang lalu; 7. Rincian lebih lanjut pendapatan-LRA menurut sumber pendapatan;
8. Rincian lebih lanjut belanja menurut klasifikasi ekonomi, organisasi, dan fungsi; 9. Rincian lebih lanjut pembiayaan; dan
10. Penjelasan hal-hal penting yang diperlukan.
Penjelasan atas Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih disajikan untuk Saldo Anggaran Lebih awal periode, penggunaan Saldo Anggaran Lebih, Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA) tahun berjalan, koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya, dan SAL akhir periode dengan struktur sebagai berikut:
1. Perbandingan dengan periode yang lalu;
2. Penjelasan atas perbedaan antara periode berjalan dan periode yang lalu; 3. Rincian yang diperlukan; dan
4. Penjelasan hal-hal penting yang diperlukan.
Penjelasan atas Laporan Operasional disajikan untuk pos pendapatan-LO dan beban dengan struktur sebagai berikut:
1. Perbandingan dengan periode yang lalu;
2. Penjelasan atas perbedaan antara periode berjalan dan periode yang lalu; 3. Rincian lebih lanjut pendapatan-LO menurut sumber pendapatan;
4. Rincian lebih lanjut beban menurut klasifikasi ekonomi, organisasi, dan fungsi; dan 5. Penjelasan hal-hal penting yang diperlukan.
Penjelasan atas Neraca disajikan untuk pos aset, kewajiban, dan ekuitas dengan struktur sebagai berikut:
1. Perbandingan dengan periode yang lalu;
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 84 3. Rincian lebih lanjut atas masing-masing akun dalam aset lancar, investasi jangka
panjang, aset tetap, aset lainnya, kewajiban jangka pendek, kewajiban jangka panjang, dan ekuitas; dan
4. Penjelasan hal-hal penting yang diperlukan.
Pengungkapan Informasi Yang Diharuskan Oleh Kebijakan Akuntansi Yang Belum Disajikan Dalam Lembar Muka Laporan Keuangan.
Catatan atas Laporan Keuangan harus menyajikan informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Kebijakan Akuntansi Pemerintahan lainnya serta pengungkapan-pengungkapan lain yang diperlukan untuk penyajian wajar atas laporan keuangan seperti kewajiban kontinjensi dan komitmen-komitmen lain. Pengungkapan informasi dalam Catatan atas Laporan Keuangan harus dapat memberikan informasi lain yang belum disajikan dalam bagian lain laporan keuangan.
Karena keterbatasan asumsi dan metode pengukuran yang digunakan, beberapa transaksi atas peristiwa yang diyakini akan mempunyai dampak penting bagi entitas akuntansi/pelaporan tidak dapat disajikan dalam lembar muka laporan keuangan, seperti kewajiban kontinjensi. Untuk dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap, pembaca laporan perlu diingatkan kemungkinan akan terjadinya suatu peritiwa yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan entitas akuntansi/pelaporan pada periode yang akan datang. Pengungkapan informasi dalam catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi yang tidak mengulang rincian (misalnya rincian persediaan, rincian aset tetap, atau rincian pengeluaran belanja) dari seperti yang telah ditampilkan pada lembar muka laporan keuangan. Dalam beberapa kasus, pengungkapan kebijakan akuntansi, untuk dapat meningkatkan pemahaman pembaca, harus merujuk ke rincian yang disajikan pada tempat lain di laporan keuangan. Dalam kebijakan akuntansi pos aset tetap disebutkan dasar pengukuran adalah harga perolehan. Penelitian terhadap akun-akun yang mendukung pos aset tersebut menunjukkan ada salah satu akun aset tetap dengan harga selain harga perolehan, karena aset dimaksud diperoleh dari donasi.
Pengungkapan-Pengungkapan Lainnya
Catatan atas Laporan Keuangan juga harus mengungkapkan informasi yang bila tidak diungkapkan akan menyesatkan bagi pembaca laporan.
Suatu entitas pelaporan mengungkapkan hal-hal berikut ini apabila belum diinformasikan dalam bagian manapun dari laporan keuangan, yaitu:
1. Domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta jurisdiksi tempat entitas tersebut berada; 2. Penjelasan mengenai sifat operasi entitas dan kegiatan pokoknya;
3. Ketentuan perundang-undangan yang menjadi landasan kegiatan operasionalnya. Catatan atas Laporan Keuangan harus mengungkapkan kejadian-kejadian penting selama tahun pelaporan, seperti:
1. Penggantian manajemen pemerintah daerah selama tahun berjalan;
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 85 3. Komitmen atau kontinjensi yang tidak dapat disajikan pada Neraca;
4. Penggabungan atau pemekaran entitas tahun berjalan; dan
5. Kejadian yang mempunyai dampak sosial, misalnya adanya pemogokan yang harus ditanggulangi pemerintah daerah.
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 86
7.5 PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN
7.5.1 PENJELASAN POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN
Laporan Realisasi Anggaran menyajikan informasi realisasi pendapatan, belanja, transfer, surplus/defisit dan pembiayaan yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Enrekang TA2019 merupakan rekapitulasi dari Laporan Realisasi Anggaran OPD di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.
7.5.1.1 Pendapatan Asli Daerah-LRA
TA 2019 TA 2018
Rp73.239.444.538,35 Rp66.043.333.304,23
Pendapatan Asli Daerah-LRA adalah penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber di dalam daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada tahun 2019, Pendapatan Asli Daerah dianggarkan sebesar Rp134.973.760.140,00 dan terealisasi sebesar Rp73.239.444.538,35 atau sebesar 54,26%, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7.5.1. Rincian Penerimaan Pendapatan Asli Daerah
(dalam rupiah) No PENDAPATAN ASLI DAERAH 2019 % 2018
Anggaran Realisasi Realisasi
1 Pendapatan Pajak Daerah 12.247.173.134,00 10.523.206.720,00 85,92 10.843.118.014,00
2 Pendapatan Retribusi
Daerah 39.754.361.000,00 30.097.583.858,00 75,71 27.673.430.556,00
3
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
16.741.119.760,00 16.741.119.760,00 100,00 13.596.908.237,00
4 Lain-lain PAD yang Sah 66.231.106.246,00 15.877.534.200,35 23,97 13.929.876.497,23
Jumlah 134.973.760.140,00 73.239.444.538,35 54,26 66.043.333.304,23
Pendapatan Asli Daerah-LRA yang merupakan penerimaan Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang selama tahun anggaran 2019 dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini:
a. Pendapatan Pajak Daerah-LRA
TA 2019 TA 2018
Rp10.523.206.720,00 Rp10.843.118.014,00
Pendapatan Pajak Daerah-LRA adalah penerimaan asli daerah yang dipungut Pemerintah Kabupaten Enrekang dari Wajib Pajak dalam TA 2019. Pada TA 2019, Pendapatan Pajak Daerah dianggarkan sebesar Rp12.247.173.134,00 dan terealisasi sebesar Rp10.523.206.720,00 atau sebesar 85,92%, dengan rincian sebagai berikut:
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 87 Tabel 7.5.2. Rincian Penerimaan Pendapatan Pajak Daerah
(dalam rupiah)
No Jenis Pajak Daerah 2019 % 2018
Anggaran Realisasi Realisasi
1 Pajak Hotel 36.502.000,00 18.431.500,00 50,49 18.992.500,00 2 Pajak Restoran 103.040.000,00 103.062.740,00 100,02 66.709.000,00 3 Pajak Hiburan 50.000.000,00 4.725.000,00 9,45 9.430.000,00 4 Pajak Reklame 297.681.100,00 264.515.490,00 88,86 268.967.860,00 5 Pajak Penerangan Jalan ( PPJ ) 4.624.569.874,00 5.020.207.815,00 108,56 4.608.435.173,00 6 Pajak Mineral Bukan
Logam & Batuan 3.000.000.000,00 1.652.254.119,00 55,08 1.778.496.113,00
7
Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan & Perkotaan 3.215.380.160,00 2.695.557.831,00 83,83 2.955.847.827,00 8 Pajak BPHTB 920.000.000,00 764.452.225,00 83,09 1.136.239.541,00 Jumlah 12.247.173.134,00 10.523.206.720,00 85,92 10.843.118.014,00
Pendapatan pajak LRA sebesar Rp10.523.206.720,00 merupakan pembayaran pajak Tahun 2019 sebesar Rp9.998.274.448,00, dan pembayaran piutang pajak 2018 sebesar Rp524.932.272,00, yang diuraikan sebagai berikut:
1) Pendapatan Pajak Tahun 2019 Rp 9.998.274.448,00 2) Pendapatan piutang pajak 2018
a) Piutang Pajak Hotel Rp 1.502.000,00 b) Piutang Pajak Restoran Rp 3.040.000,00 c) Piutang Pajak Reklame Rp 36.742.140,00
d) Piutang Pajak PPJ Rp 424.569.874,00
e) Piutang Pajak Mineral bukan Logam B Rp 1.179.375,00
f) Piutang Pajak PBB Rp 57.898.883,00 b. Pendapatan Retribusi Daerah-LRA TA 2019 TA 2018 Rp30.097.583.858,00 Rp27.673.430.556,00
Pendapatan Retribusi Daerah-LRA adalah Penerimaan Asli Daerah yang dipungut Pemerintah Kabupaten Enrekang dari Wajib Retribusi dalam TA2019. Pada TA2019, Pendapatan Retribusi Daerah dianggarkan sebesar Rp39.754.361.000,00 dan terealisasi sebesar Rp30.097.583.858,00 atau sebesar 75,71%. dengan rincian sebagai berikut:
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 88 Tabel 7.5.3. Rincian Penerimaan Pendapatan Retribusi Daerah
(dalam rupiah) No Jenis Retribusi Daerah
2019
%
2018
Anggaran Realisasi Realisasi
I RETRIBUSI JASA UMUM: 37.503.941.000,00 28.259.939.209,00 75,33 25.651.632.120,00
1 Retribusi Pelayanan Kesehatan 36.089.194.000,00 26.956.558.209,00 74,69 24.257.815.120,00
a. Retribusi Pelayanan Kesehatan di RSUD 30.111.128.600,00 22.715.682.209,00 75,44 20.482.814.240,00 b. Jaminan Kesehatan Nasional 5.073.064.500,00 3.391.847.500,00 66,86 3.054.342.500,00 c. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas & Jaringannya 905.000.900,00 849.028.500,00 93,82 720.658.380,00
2 Retribusi Pelayanan Pasar 1.137.330.000,00 1.093.913.000,00 96,18 1.097.380.000,00 a. Pelayanan Pasar di STA 37.330.000,00 42.505.000,00 113,86 40.300.000,00
b. Pelayanan Pasar 1.100.000.000,00 1.051.408.000,00 95,58 1.057.080.000,00
3 Ret. Pengujian Kendaraan
Bermotor (PKB) 25.000.000,00 27.430.000,00 109,72 27.835.000,00 4 Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang 22.000.000,00 22.125.000,00 100,57 28.895.000,00
5 Ret. Terminal (TPR) 25.000.000,00 20.600.000,00 82,40 20.300.000,00
6 Retribusi Pengendalian
Menara Telekomunikasi 150.417.000,00 90.993.000,00 60,49 168.987.000,00
7 Ret.Jasa Usaha (Kebun
Raya) 55.000.000,00 48.320.000,00 87,85 50.420.000,00
II RETRIBUSI JASA USAHA: 1.977.070.000,00 1.566.676.546,00 79,24 1.743.734.000,00
1 Ret. Pemakaian Kekayaan
Daerah 979.070.000,00 695.658.546,00 71,05 935.545.000,00
a. Sewa Alat Berat & Alat
Laboratorium 661.520.000,00 524.050.000,00 79,22 735.095.000,00 * Sewa Alat Berat 541.520.000,00 404.600.000,00 74,72 565.740.000,00
* Sewa Alat Laboratorium 120.000.000,00 119.450.000,00 99,54 169.355.000,00
b. Retribusi Mobil STA 50.000.000,00 28.000.000,00 56,00 36.000.000,00
c. Sewa Rumah Dinas 52.550.000,00 46.375.000,00 88,25 54.550.000,00 d. Sewa Kamar SKB 30.000.000,00 30.447.728,00 101,49 41.300.000,00 e. Retribusi Pemakaian Kekayaran Daerah di Setda 30.000.000,00 12.750.000,00 42,50 18.200.000,00
f. Retibusi Pemakaian Daerah
di RSUD 5.000.000,00 5.000.000,00 100,00 50.400.000,00 g. Retribusi Pemakaian Kekayaran Daerah di Dispopar 150.000.000,00 49.035.818,00 32,69 0,00
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 89 No Jenis Retribusi Daerah
2019
%
2018
Anggaran Realisasi Realisasi
2 Ret. Tempat Khusus Parkir
Perhubungan 398.000.000,00 406.858.000,00 102,23 325.369.000,00 a. Ret. Tempat Parkir Khusus 303.000.000,00 367.258.000,00 121,21 278.169.000,00 b. Ret. Tempat Parkir RSUD 75.000.000,00 31.800.000,00 42,40 43.600.000,00 c. Ret. Tempat Parkir Lewaja 20.000.000,00 7.800.000,00 39,00 3.600.000,00
3 Ret. Tempat Rekreasi & Olah
Raga 400.000.000,00 280.000.000,00 70,00 348.500.000,00
4 Ret. Penggantian Biaya
Benih Ikan 200.000.000,00 184.160.000,00 92,08 134.320.000,00
III RETRIBUSI PERIZINAN
TERTENTU: 273.350.000,00 270.968.103,00 99,13 278.064.436,00
1 Ret. Izin Mendirikan
Bangunan (IMB) 270.350.000,00 268.808.103,00 99,43 278.064.436,00 2 Retribusi izin trayek 3.000.000,00 2.160.000,00 72,00 0,00 Jumlah 39.754.361.000,00 30.097.583.858,00 75,71 27.673.430.556,00
Pendapatan Retribusi Daerah-LRA sebesar Rp30.088.455.358,00 merupakan pembayaran retribusi 2019 sebesar Rp26.722.827.508,00 dan pembayaran piutang retribusi tahun 2018 sebesar Rp3.375.446.600,00 yang terdiri dari:
a) Piutang retribusi pelayanan kesehatan RSU sebesar Rp3.372.396.600,00; b) Piutang retribusi sewa rumah dinas Badan Pendapatan Daerah sebesar
Rp3.050.000,00.
Untuk Pendapatan Retribusi Daerah-LRA khusus Retribusi Perizinan tertentu pada Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp270.350.000,00 dan terealisasi sebesar Rp268.808.103,00 atau sebesar 99,43%. dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7.5.4. Rincian Penerimaan Pendapatan Retribusi IMB
(dalam rupiah) No OPD Pengelola Penerimaan Retribusi IMB 2019 % 2018
Anggaran Realisasi Realisasi
1
Dinas Penananam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
250.000.000,00 260.260.705,00 104,10 275.132.657,00
2 Kecamatan Baraka 5.000.000,00 5.249.209,00 104,98 811.062,00 3 Kecamatan Cendana 1.500.000,00 650.000,00 43,33 400.000,00 4 Kecamatan Buntu Batu 1.000.000,00 1.117.000,00 111,70 838.000,00 5 Kecamatan Malua 850.000,00 981.871,00 115,51 882.717,00 6 Kecamatan Enrekang 1.500.000,00 227.304,00 15,15 0,00 7 Kecamatan Alla 2.500.000,00 0,00 0,00 0,00
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 90 No OPD Pengelola Penerimaan Retribusi IMB 2019 % 2018
Anggaran Realisasi Realisasi
8 Kecamatan Anggeraja 2.500.000,00 322.014,00 12,88 0,00 9 Kecamatan Maiwa 2.500.000,00 0,00 0,00 0,00 10 Kecamatan Curio 2.000.000,00 0,00 0,00 0,00 11 Kecamatan Baroko 1.000.000,00 0,00 0,00 0,00 Jumlah 270.350.000,00 268.808.103,00 99,43 278.064.436,00 c. Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LRA TA 2019 TA 2018 Rp16.741.119.760,00 Rp13.596.908.237,00
Pendapatan hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan-LRA merupakan penerimaan Pemerintah Kabupaten Enrekang yang diperoleh dari sumbangan dari PDAM Tirta Massenrempulu dan bagian laba (dividen) atas modal yang ditanamkan atau disertakan pada PT Bank Sulselbar Cabang Enrekang. Dalam TA 2019, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah dianggarkan sebesar Rp16.741.119.760,00 dan terealisasi sebesar Rp16.741.119.760,00 atau sebesar 100%, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7.5.5. Rincian Penerimaan Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
(dalam rupiah) No
Jenis Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
Dipisahkan
2019
%
2018
Anggaran Realisasi Realisasi
1 Perusahaan daerah Air Minum
(PDAM) 100.000.000,00 100.000.000,00 100,00 100.000.000,00 2 Bank Pembangunan Daerah
(BPD) 16.641.119.760,00 16.641.119.760,00 100,00 13.496.908.237,00 Jumlah 16.741.119.760,00 16.741.119.760,00 100,00 13.596.908.237,00
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan-LRA merupakan penerimaan Pemerintah Kabupaten Enrekang yang diperoleh dari setoran Laba Usaha Daerah dari PDAM Tirta Massenrempulu ke Kas Daerah pada tanggal 22 November 2019 sebesar Rp100.000.000,00. Sedangkan setoran dari PT Bank Sulselbar Cabang Enrekang yang merupakan pemberian deviden Tahun Buku 2018 kepada pemegang saham, yang disetor ke Kas Daerah pada tanggal 13 Juni 2019 sebesar Rp16.641.119.760,00. Perhitungan deviden sesuai dengan Memo Direksi PT Bank Sulselbar Nomor SR/324/R/GTR/VI/2019 tanggal 13 Juni 2019, yaitu laba bersih tahun 2018 x prosentase saham proporsional tahun 2018 x prosentase pembagian deviden (Rp354.884.373.766,00 x 4,689% x 60% = Rp16.641.119.760,00).
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 91
d. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah-LRA
TA 2019 TA 2018
Rp15.877.534.200,35 Rp13.929.876.497,23
Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah-LRA merupakan penerimaan asli daerah Pemerintah Kabupaten Enrekang selain penerimaan pajak daerah, retribusi daerah dan hasil kekayaan daerah yang dipisahkan. Dalam TA2019, Lain-Lain PAD yang sah dianggarkan sebesar Rp66.231.106.246,00 dan terealisasi sebesar Rp15.877.534.200,35 atau sebesar 23,97%, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7.5.6. Rincian Lain–Lain PAD yang Sah-LRA
(dalam rupiah) No
Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
2019
%
2018
Anggaran Realisasi Realisasi
1 Hasil penjualan
Barang Milik Daerah 1.638.000.000,00 136.800.000,00 8,35 0,00 2 Penerimaan Jasa
Giro (Kas Daerah) 3.000.000.000,00 1.462.829.489,00 48,76 516.927.100,00 3 Pendapatan Bunga Deposito 9.000.000.000,00 885.169.632,00 9,84 1.606.223.742,00 4 Pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan (Bidang Hukum) 9.416.372.411,00 1.431.440.521,10 15,20 1.011.603.138,54 5 Pendapatan dari Pengembalian Revolving 67.141.726,00 0,00 0,00 0,00
6 Pendapatan dari dana
JKN pada FKTP 11.999.830.582,00 11.089.771.450,00 92,42 9.342.137.098,00 7 Pendapatan dari pengembalian lainnya yang sah 31.109.761.527,00 867.023.108,25 2,79 1.452.985.418,69 8 Pendapatan dari pengembalian Dana BOS 0,00 4.500.000,00 0,00 0,00 Jumlah 66.231.106.246,00 15.877.534.200,35 23,97 13.929.876.497,23
Pada penyajian Lain-lain PAD yang sah terdapat perbedaan antara penerimaan pada Kas Daerah dengan nilai yang disajikan dalam LRA dimana penerimaan pada Kasda sebesar Rp5.880.245.780,55 sedangkan pada penyajian LRA sebesar Rp15.877.534.200,35 hal ini disebabkan karena:
a. Penerimaan jasa giro
Realisasi penerimaan jasa giro sebesar Rp1.496.004.933,00 terdiri dari: 1) Jasa Giro Rekening Kas Umum Daerah Rp1.462.829.489,00 2) Jasa Giro Jaminan Lods Rp 25.098.680,00
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 92
3) Jasa Giro Reklamasi Rp 8.076.764,00
Pada pencatatan LRA penerimaan jasa giro yang berasal dari jasa giro jaminan lods dan jasa giro reklamasi sebesar Rp33.175.444,00 tidak diakui sebagai pendapatan karena jaminan Lods dan reklamasi merupakan dana yang dititip pada BPD bukan pada rekening kas umum daerah (Rek 121.001.000000017.7), dengan nomor rekening:
1) Rekening Jaminan Lods 121.001.4434
2) Rekening Jaminan Lods II 121.001.4435.2 3) Rekening Jaminan Reklamasi kesungguhan 121.001.4436.1 b. Pendapatan Bunga Deposito
Realisasi pendapatan bunga deposito sebesar Rp885.169.632,00 yang terdiri dari:
1) Bunga Deposito pada Bank BPD Rp885.165.097,00 2) Bunga Deposito pada Bank BRI Rp 4.535,00 c. Pendapatan dari pengembalian temuan dana BOS pada SMPN 1 Anggeraja
sebesar Rp4.500.000,00.
d. Pendapatan dari dana JKN pada FKTP
Realisasi pendapatan dari dana JKN pada FKTP yang dikelola oleh Dinas Kesehatan dicatat berdasarkan SP2B yang terbit sebesar Rp11.089.771.450,00. Hal ini disebabkan karena dana JKN Kapitasi pada FKTP langsung masuk ke Rekening FKTP dan dipergunakan oleh FKTP tanpa melalui proses pencairan pada Kas Daerah. Pada Tahun Anggaran 2019 Pendapatan JKN Kapitasi FKTP sebesar Rp11.089.771.450,00 dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7.5.7. Rincian Pendapatan Dana JKN pada FKTP- LRA
(dalam rupiah)
No Puskesmas SILPA 2018 Penerimaan 2019 Total Penerimaan 2019
Penerimaan 2018 1 Puskesmas Bungin 5.586.272,00 301.457.403,00 307.043.675,00 320.473.735,00 2 Puskesmas Masale 36.385.155,00 795.645.513,00 832.030.668,00 676.969.413,00 3 Puskesmas Buntu Batu 9.426.480,00 933.822.225,00 943.248.705,00 814.209.325,00 4 Puskesamas Anggeraja 50.247.808,00 1.285.910.556,00 1.336.158.364,00 1.143.045.150,00 5 Puskesmas Kota 54.609.269,00 1.530.794.750,00 1.585.404.019,00 1.324.957.050,00 6 Puskesmas Kabere 5.480.251,00 483.610.225,00 489.090.476,00 440.408.900,00 7 Puskesmas Maiwa 43.286.929,00 1.204.116.800,00 1.247.403.729,00 884.792.250,00 8 Puskesmas Baraka 154.842.299,00 1.381.589.025,00 1.536.431.324,00 1.183.651.500,00 9 Puskesmas Malua 12.119.912,00 445.560.925,00 457.680.837,00 413.332.550,00
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 93 No Puskesmas SILPA 2018 Penerimaan 2019 Total Penerimaan
2019 Penerimaan 2018 10 Puskesmas Baroko 12.911.615,00 629.846.432,00 642.758.047,00 437.190.820,00 11 Puskesmas Sudu 278.156,00 691.853.200,00 692.131.356,00 577.768.675,00 12 Puskesmas Kalosi 5.994.718,00 531.665.050,00 537.659.768,00 416.625.750,00 13 Puskesmas Sumbang 32.699.623,00 787.819.971,00 820.519.594,00 692.129.980,00 14 Puskesmas Kotu 0,00 65.865.375,00 0,00 0,00 15 RSU.P.Sabbe 1.333.626,00 20.214.000,00 21.547.626,00 16.582.000,00 JUMLAH 425.202.113,00 11.089.771.450,00 11.449.108.188,00 9.342.137.098,00
e. Pendapatan dari pengembalian lainnya yang sah
Pendapatan dari pengembalian lainnya yang sah berdasarkan kas daerah sebesar Rp3.532.246.659,55 namun setelah dilakukan konsolidasi dengan pengurangan SILPA 2018 yang disetor tahun 2019, sisa UP 2019, contrapos 2019 setor tahun 2020 maka diperoleh pendapatan dari pengembalian lainnya yang sah sebesar Rp867.023.108,25 dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7.5.8. Rincian pendapatan dari pengembalian Lainnya yang sah- LRA (dalam rupiah)
NO Uraian Penerimaan Pengurangan
1 Pendapatan dari Pengembalian
lainnya 3.532.246.659,55 0,00
2
Jasa Giro JKN Non Kapitasi RSU Massenrempulu yang masih ada di Rek.BNI
264.615,00 0,00
3
Sisa UP 2019 0,00 1.857.681.274,30 4 Contra pos tahun 2019 0,00 655.683.253,00 Pendidikan Gratis 0,00 3.550.750,00 Listrik 0,00 2.497.707,00 Telepon 0,00 1.790.326,00 Air 0,00 573.040,00 Hibah 0,00 152.850.000,00 Gaji Pokok 0,00 66.988.841,00 Tunjangan Keluarga 0,00 13.524.802,00 Insentif Pajak 0,00 57.623.902,00 Insentif Rtribusi 0,00 0,00 Tambahan Penghasilan 0,00 189.108.000,00 Tunjangan Profesi 0,00 8.589.000,00 Tunjangan Jabatan 0,00 71.637.000,00 Tunjangan Fungsional 0,00 4.025.000,00 Tunjangan Beras 0,00 724.200,00
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang Per 31 Desember 2019 94
NO Uraian Penerimaan Pengurangan
Perjalanan Dinas LD 0,00 53.385.523,00 Perjalanan Dinas Dalam Daerah 0,00 2.579.000,00 Makan minum 0,00 5.001.600,00
Honor 0,00 0,00
Perlengkapan 0,00 1,00 Sewa Penginapan 0,00 6.840.452,00 Jasa Tenaga Ahli/ Narasumber 0,00 13.723.500,00 Jasa Upah Kerja 0,00 50.000,00 Belanja Modal 0,00 620.609,00 5 SILPA 2018: 0,00 152.123.639,00 Kas B. Penerima Bapenda 0,00 3.927.500,00 Kas B. Penerima RSU 0,00 518.750,00 Kas B. Pengeluaran Dinas
Pendidikan 0,00 716.900,00 Kas B. Pengeluaran Sekretariat
Daerah 0,00 126.960.488,00
Kas B. Pengeluaran Dinas
Lingkungan Hidup 0,00 20.000.001,00 JUMLAH 3.532.511.274,55 2.665.488.166,30 Saldo 867.023.108,25 7.5.1.2 Pendapatan Transfer-LRA TA 2019 TA 2018 Rp949.009.843.554,23 Rp916.237.210.284,00 1. Transfer Pemerintah