Oleh: Sulfa
MINI SURVEI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PARTISIPASI PRIA DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) D
PROVINSI SULAWESI TENGGARA1
Oleh : Kadir Tiya2
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi pria dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Populasi dalam penelitian ini terdapat di 3 ( tiga ) kabupaten, masing-masing Kab. Konawe, kab. Muna, dan Kab.Bombana. Masing-masing kabupaten diambil 3 (tiga) kecamatan. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan keseluruhan sampel penelitian berjumlah 303 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket/kuesioner, sedang data di analisis dengan seperangkat analisis kuantitatif maupun kualitatif.
Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya partisipasi pria dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, antara lain : faktor individu, dan faktor program, yang meliputi : informasi dan pelayanan KIA, umur suami dan istri saat menikah, jumlah anak, jenjang pendidikan dan besarnya penghasilan, serta jumlah anak yang dilahirkan.
Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, maka rekomendasi yang dapat dikemukakan antara lain, diharapkan bagi pasangan suami-istri yang mempunyai tanggungjawab bersama dalam hal penanganan/pemeliharaan kesehatan ibu dan anak agar senantiasa dapat memperhatikan faktor individu, faktor program maupun kemampuan dalam pemeliharaan kesehatan ibu dan anak.
Kata Kunci : Partisipasi Pria dalam ber KB, Pelayanan KIA
1 Ringkasan hasil penelitian
2 Dosen Pend. Matematika FKIP Unhalu PENDAHULUAN
Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa, pemeliharaan kesehatan reproduksi, pengaturan kelahiran, pemeliharaan kesehatan ibu dan anak lebih banyak difokuskan kepada
perempuan, sehingga ada kesan bahwa
pemeliharaan kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak adalah urusan perempuan saja. Hal inilah yang mengakibatkan rendahnya partisipasi pria dalam kesehatan ibu dan anak termasuk dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi.
Mengingat upaya keutamaan gender
menjadi pendekatan umum pada setiap
pembangunan nasional dan global, maka
kesetaraan gender dalam pemeliharaan
kesehatan reproduksi dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak adalah menjadi ciri pembaharuan dalam pengelolaan program keluarga berencana (KB). Kesetaraan dan
keadilan gender dalam program keluarga berencana telah menjadi salah satu strategi utama dalam pelaksanaan program KB. Dengan diadopsinya Millenium Development Goals (MDGs) sebagai tujuan pembangunan global, masalah kesetaraan dan keadilan gender memperoleh prioritas yang lebih tinggi, karena menjadi salah satu sasaran dalam MDGs tersebut.
Sehubungan dengan tujun pembangunan global yang berkaitan dengan kesetaraan dan keadilan gender, nampak bahwa partisipasi pria menjadi penting dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak, karena :
Pertama, pria adalah “partner” dalam
pemeliharaan kesehatan reproduksi, KB dan kesehatan ibu dan anak, sehingga sangat beralasan jika laki-laki dan perempuan berbagi tanggungjawab dan peran secara seimbang dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi, KB
107 dan kesehatan ibu dan anak. Kedua, Pria bertanggungjawab secara sosial dan ekonomi termasuk untuk kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak-anak, sehingga keterlibatan pria dalam keputusan kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak akan membentuk ikatan yang lebih kuat diantara mereka dan keturunannya. Ketiga, Pria secara nyata terlibat dalam fertilitas dan mereka mempunyai peranan penting dalam memutuskan kesehatan reproduksi pasangannya dan terhadap kesehatan ibu dan anak.
Untuk dapat mewujudkan partisipasi dalam program KB dan kesehatan ibu dan anak, diperlukan informasi tentang program KB dan informasi tentang kesehatan ibu dan anak. Perlu diketahui bahwa, sebagian besar kematian ibu disebabkan komplikasi karena hamil dan bersalin, termasuk perdarahan, infeksi, aborsi tidak aman, tekanan darah tinggi dan persalinan yang cukup lama. Sebagian besar dari komplikasi-komplikasi tersebut, sebenarnya dapat ditangani melalui penerapan teknologi kesehatan yang ada, sehingga kematian ibu dapat dicegah dan diatasi. Namun demikian banyak faktor, baik politis dan teknis yang membuat teknologi kesehatan kurang dapat diterapkan secara mulus di tingkat masyarakat. Oleh karena, pada saat teknologi diterapkan
belum tentu masyarakat dapat
memanfaatkannya, karena berbagai alasan
termasuk ketidak-tahuan dan hambatan
ekonomis, kemiskinan dan rendahnya status sosial ekonomi yang menghimpit masyarakat, terbatasnya kesempatan memperoleh informasi dan pengetahuan baru, terbatasnya akses memperoleh pendidikan yang memadai dan kelangkaan pelayanan kesehatan yang peka terhadap kebutuhan ibu.
Pemerintah dalam hal ini BKKBN maupun Departemen Kesehatan, senantiasa mencari solusi maupun alternatif pemecahan dengan menggunakan berbagai strategi maupun intervensi, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam arti luas serta mendorong partisipasi pria dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anaknya.
Dari pemaparan yang telah
dikemukakan di atas, perlu dilakukan penelitian, untuk menganalisis rendahnya partisipasi pria dalam penanganan kesehatan ibu dan anak di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan fenomena tersebut, Badan Koordinasi Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan Universitas Haluoleo Kendari ingin melakukan penelitian dengan judul, “ Mini Survei Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Partisipasi Pria dalam Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Sulawesi Tenggara “.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan permasalahannya dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Bagaimana gambaran secara umum
kesehatan ibu dan anak di Sultra ? 2. Bagaimana kondisi kesehatan ibu dan anak
peserta KB (akseptor) di Sultra ?
3. Seberapa besar Korelasi antara kondisi kesehatan ibu dan anak dengan kesertaan ber KB ?
4. Bagaimana dampak kesertaan ber-KB
terhadap kemampuan dalam pemeliharaan kesehatan ibu dan anak ?
5. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya partisipasi pria dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Sultra ?
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui gambaran secara umum kesehatan ibu dan anak di Sultra
2. Untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan anak peserta KB (akseptor) di Sulawesi Tenggara
3. Untuk mengetahui Korelasi antara kondisi kesehatan ibu dan anak dengan kesertaan ber KB
4. Untuk Mengetahui dampak kesertaan ber-
KB terhadap kemampuan dalam
pemeliharaan kesehatan ibu dan anak. 5. Untuk mengetahui Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi rendahnya partisipasi pria dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Sulawesi Tenggara
Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan melalui penelitian ini, antara lain :
1. Sebagai bahan masukan bagi penentu
kebijakan dalam rangka mendukung
peningkatan partisipasi pria dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Sulawesi Tenggara.
108
2. Sebagai bahan masukan dalam
merumuskan program dan kebijakan
program KB dalam rangka menunjang peningkatan kesehatan ibu dan anak di Sultra.
Defenisi Operasional Variabel
1. Partisipasi Pria yang dimaksudkan adalah, peran/dukungan pria dalam penanganan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. 2. Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA ) adalah
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam upaya pemeliharaan kesehatan bagi keluarga ( ibu dan anaknya ).
3. Kesertaan ber-KB yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kesertaan istri dalam program KB yakni menggunakan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak dan jumlah anak dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak.