• Tidak ada hasil yang ditemukan

survei (indepth study) telah dilakukan oleh tim penyusun

Dalam dokumen KATA SAMBUTAN KEPALA BAPPEDA PROVINSI JAMBI (Halaman 71-78)

untuk memperoleh kajian lebih

dalam tentang tema khusus yang

diangkat.Menuju Pembangunan

Berkelanjutan menjadi tema yang

dipilih dalam penulisan perdana

publikasi ini.

Survei Indepth study men-cakup seluruh kabupaten dan kota dalam wilayah Provinsi Jambi. Beberapa instansi dan stakeholder terkait yang dijadikan narasum-ber/responden survei dimak-sud antara lain adalah: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), DPPKAD, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD).

PENDAPATAN ASLI

DAERAH DAN PRIORITAS PEMBANGUAN

01

Pendapatan asli

daerah (PAD) kabu-paten/kota di Provinsi Jambi masih relatif kecil dan sangat bergantung pada alokasi dana

pemerintah pusat. Pajak dan retribusi daerah merupakan komponen yang mendominasi sumber penerimaan PAD.

02

P e n g e n t a s a n

kemiskinan menjadi prioritas utama sebagian besar pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Mengurangi pengangguran dan upaya mencapai nilai ideal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menjadi pilihan prioritas pembangunan di beberapa wilayah lainnya.

03

K e t i m p a n g a n

pendapatan meru-pakan masalah yang ding-gap paling sulit untuk diatasi oleh pemerintahan daerah.

INDEPTH

STUDY

Pengentasan kemiskinan juga dianggap sebagai hal yang cukup sulit untuk dicapai walau-pun berbagai program pemban-gunan yang mendukung upaya tersebut telah diprioritaskan. PEMBANGUNAN REGIONAL

01

Daya beli sebagian

besar masyara-kat sangat dipengaruhi stabili-tas harga komodistabili-tas unggulan Isu penting pembangunan

regional setidaknya dapat dikelompokkan kedalam 4 (empat) bahasan pokok. Dimensi pertama pembangu-nan regional adalah dimensi ekonomi yang meliputi daya beli masyarakat, pendapatan perkapita, urbanisasi, pekerja sektor informal, upah minimum regional, kemampuan keuan-gan daerah serta masalah per-ekonomian regional lainnya. Sosial merupakan dimensi kedua yang mengiringi dimensi ekonomi. Dimensi sosial antara lain meliputi tingkat pendidikan, kondisi kesehatan masyarakat,

tingkat kriminalitas dan berb-agai parameter kependudu-kan lainnya. Dimensi infra-struktur dan pelayanan publik dalam pembangunan regional mencakup ketersediaan fasili-tas pendidikan, fasilifasili-tas kese-hatan, elektrifikasi, fasilitas per-bankan, sarana transportasi, saluran irigasi serta fasilitas publik untuk sarana produksi lainnya. Teknologi informasi dan komunikasi adalah dimensi lain yang menjadi isu penting pem-bangunan regional. Dimensi ini terdiri dari luasan jangkauan siaran tv/radio, akses internet, coverage jaringan seluler, minat baca masyarakat dan peman-faatan teknologi tepat guna. DIMENSI EKONOMI

pertanian terutama subsektor perkebunan (karet dan kelapa sawit).

02

Kinerja

pereko-nomian beberapa wilayah mengalami ketergan-tungan pada sektor pertamban-gan terutama minyak dan gas.

03

L u a s a n l a h a n

gambut pada seba-gian wilayah memerlukan teknik khusus dalam pengelolaannya sebagai lahan pertanian.

04

Alih fungsi lahan

yang terjadi adalah peralihan lahan pertanian tana-man pangan menjadi lahan per-tanian lainnya. Ancaman terh-adap ketahanan pangan lokal memunculkan gagasan pem-buatan peraturan daerah ten-tang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan telah dilakukan oleh beberapa wilayah. Petani meminta jami-nan kepastian pasar produksi

dari produk-produk pertanian lokal. Sebuah gerakan kecin-taan pada produk pangan lokal mengharuskan apara-tur sipil negara (ASN) untuk lebih memilih produk lokal seb-agai bahan kebutuhan pangan sehari-hari.

05

Arus urbanisasi

menuju kawasan perkotaan sebagai pusat per-tumbuhan mulai membebani pemerintahan kota dan mem-bawa masalah sosial lainnya seperti kemiskinan, pengang-guran dan kriminalitas. Lahan kawasan taman nasional men-jadi daerah tujuan eksodus sebagianbesar penduduk dari provinsi disekitar kawasan juga menimbulkan masalah tersendiri.

06

Diversifikasi produk

industri membutuh-kan pelatihan khusus untuk menginisiasi variasi penciptaan

produk seiring tema ekonomi kreatif yang diusung pemer-intah. Tuntutan atas sebuah skema lunak pemberian modal usaha patut direalisasikan untuk menstimulus inovasi dan kreatifitas para pelaku usaha. Program revitalisasi perke-bunan bisa menjadi refer-ensi skema permodalan yang diharapkan.

07

Tenaga kerja yang

t e r s e d i a t i d a k mampu diserap oleh pasar kerja karena ketidaksesuaian (link and match) antara kual-ifikasi pendidikan dengan keahlian yang dibutuhkan. Pekerja sektor informal seb-agai alternatif jenis pekerjaan yang dipilih masyarakat meru-pakan masalah lain diwilayah perkotaan dan sebagian wilayah yangkurang mampu menyerap tenaga kerja. Migrasi tenaga kerja keluar negeri terus terjadi

dengan peningkatan yang sig-nifikan, sehingga kantor per-wakilan imigrasi pun harus dit-ambah untuk melayani kepent-ingan tersebut.

DIMENSI SOSIAL

01

Kualitas lulusan

sekolah menengah relatif masih rendah, kualifi-kasi tenaga pendidik sangat menentukan.

02

Perilaku dan gaya

hidup sehat belum membudaya. Tenaga parame-dis masih kurang memadai.

03

Migrasi penduduk

usia sekolah menuju daerah urban yang memiliki fasilitas pendidikan berkualitas lebih baik. Penguatan kelem-bagaan untuk menjamin kes-etaraan mutu pendidikan antar wilayah diharapkan mampu mengatasi masalah migrasi penduduk usia sekolah.

04

Migrasi penduduk usia sekolah menuju daerah urban yang memiliki fasilitas pendidikan berkualitas lebih baik. Penguatan kelem-bagaan untuk menjamin kes-etaraan mutu pendidikan antar wilayah diharapkan mampu mengatasi masalah migrasi penduduk usia sekolah.

05

K e k h a w a t i r a n

wilayah perbatasan dan perlintasan menjadi pintu masuk peredaran narkoba, antara lain disikapi dengan pembentukan tempat pengad-uan narkoba tingkat kecamatan.

06

Masih muncul

beber-apa kasus sengketa lahan masyarakat dengan peru-sahaan perkebunan.

07

Menikmati fasilitas

pendidikan dengan kualitas yang baik sangat berhubungan erat dengan

biaya yang harus dikeluarkan. Persaingan antara sekolah negeri dan swasta lebih terli-hat di perkotaan. Pemerintah daerah membuat kebijakan sekolah bebas pungutan dan bantuan beasiswa miskin untuk menciptakan kesetaraan menikmati fasilitas pendidikan berkualitas.

08

Meningkatkan waktu

pelayanan beber-apa unit Puskesmas menjadi 24 jam setiap hari merupakan salah satu program optimal-isasi pelayanan fasilitas kese-hatan bagi masyarakat. Kualitas layanan terus ditingkatkan sesuai standar layanan yang terakreditasi.

09

Meningkatkan waktu

pelayanan beber-apa unit Puskesmas menjadi 24 jam setiap hari merupakan salah satu program optimalisasi

pelayanan fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Kualitas layanan terus ditingkatkan sesuai standar layanan yang terakreditasi.

10

Hasil pemetaan

ter-hadap keberadaan fasilitas pendidikan dan kes-ehatan memperlihatkan belum meratanya sebaran fasilitas tersebut.

11

Unit sekolah dibawah

binaan departemen agama memberikan perleng-kapan sekolah secara gratis, menyebabkan masyarakat lebih memilih untuk bersekolah pada fasilitas tersebut.

12

Fasilitas pendidikan

tinggi masih terasa sangat kurang bagi masyarakat yang jauh dari ibukota provinsi, demikian pula halnya dengan pendidikan menengah kejuruan terutama terkait dengan tenaga

DIMENSI INFRASTRUKTUR DAN PELAYANAN PUBLIK

01

Pembiayaan untuk

pembangunan infra-struktur yang tersedia didae-rah kurang memadai dan harus dicukupi melalui bantuan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Bantuan pihak swasta lewat program CSR dalam pembangunan infrastruktur mulai dirasakan.

02

Tingkat

elektrifi-kasi sebagian besar wilayah memang sudah hampir mencapai seratus persen, namun daya listrik yang disal-urkan terkadang masih belum mampu mengatasi beban puncak pemakaian. Hal ini sangat mengganggu produk-tifitas unit-unit produksi yang menggunakan energi listrik. infrastruktur mulai dirasakan.

03

Topografi wilayah

menyulitkan pem-bangunan infrastruktur, sehingga fasilitas kesehatan dan pendidikan menjadi tidak tersebar merata. Sebagian fisik bangunan bahkan masih merupakan bangunan semi per-manen dan perlu revitalisasi, termasuk modernisasi fasilitas penunjang lainnya. Integrasi fasilitas dari jenjang terendah (PAUD) sampai jenjang pen-didikan tinggi perlu dibangun untuk menjamin keberlanjutan pendidikan.

04

Pertumbuhan

pen-duduk perkotaan yang disebabkan arus urban-isasi membuat tingkat kebutu-han akan fasilitas semakin sulit terpenuhi.

05

Fasilitas standar

pelayanan kese-hatan yang semakin modern

menuntut keahlian khusus para-medis dan operator peralatan canggih. Kapasitas kamar per-awatan pasien masih belum mencukupi.

06

Interkoneksi saluran

listrik antar daerah membuat sebagian wilayah sangat bergantung pada daerah sumber pembangkit lis-trik. Koordinasi antar provinsi dalam pengelolaan daerah aliran sungai sebagai sumber irigasi perlu juga ditingkatkan.

07

Penggunaan

jarin-gan listrik melalui saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) masih belum bisa diterima oleh sebagian masyarakat yang khawatir ter-hadap dampaknya. Tuntutan ganti rugi yang terlalu tinggi tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah, sehingga meng-hambat kelangsungan proyek pendidik.

tersebut.

08

Inventarisasi aset

pemerintah menjadi dasar penting perencanaan pembangunan infrastruktur baru maupun perawatan infra-struktur yang telah tersedia.

09

Sebagian besar

infrastruktur jalan antar kecamatan masih kurang memadai untuk dijadikan seb-agai akses distribusi barang dari sentra produksi ke daerah pemasaran.

DIMENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

01

Kondisi geografis

dan topografi wilayah yang sangat beragam mengaki-batkan masih banyaknya blind spot dan jangkauan (coverage) yang rendah jaringan komuni-kasi seluler. Sebagian masyara-kat bahkan masih harus meng-gunakan antena parabola untuk menangkap siaran televisi

karena tidak adanya stasiun relayed, baik televisi swasta dan atau milik pemerintah.

02

Rendahnya minat

baca masyarakat menghambat proses adopsi teknologi, termasuk upaya menyesuaikan proses terse-but dengan kultur budaya masyarakat.

UPAYA MENGURANGI KETERGANTUNGAN

TERHADAP SUMBER DAYA ALAM

01

Hilirisasi sektor

industri diharapkan bisa menjadi solusi mengatasi ketergantungan perekonomian dan mampu menyerap tenaga kerja.

02

Peningkatan

pemeri-maan pajak/retribusi daerah masih bisa diupayakan melalui perbaikan data dan inventarisasi wajib pajak serta sistem informasi yang online dan terintegrasi, sehingga tingkat kebocoran dapat diminimalisir.

03

Penertiban usaha

pertambangan emas tanpa izin (PETI) harus melibat-kan berbagai pihak terkait, tidak hanya berupaya menghentikan usaha melainkan juga mencip-takan alternatif pekerjaan

Dalam dokumen KATA SAMBUTAN KEPALA BAPPEDA PROVINSI JAMBI (Halaman 71-78)

Dokumen terkait