• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUSU FERMENTASI a. Persyaratan administrasi

ƒ Surat Keterangan Negara/Daerah Asal

ƒ Dilengkapi dengan surat keterangan telah melakukan proses fermentasi

ƒ Sertifikat Sanitasi dari Dokter Hewan Karantina negara /Daerah Pengeluaran/Asal.

b. Pemeriksaan Fisik

ƒ Dilakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian antara fisik dan dokumen.

ƒ Pemeriksaan terhadap persyaratan transportasi sesuai dengan milk codex.

ƒ Pemeriksaan terhadap temperatur susu ƒ Pemeriksaan wadah

- Sanitasi dan kebersihan wadah

- Jenis bahan, bentuk, ukuran, penutup. - Tata letak wadah dalam kemasan.

- Pemeriksaan label serta informasi yang tertera pada label jelas dan lengkap.

- Pemeriksaan keutuhan dan keabsahan segel.

- Kondisi wadah yang digunakan adalah sesuai untuk pangan, bersih, tidak toksik/beracun, atau tidak mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pangan (food grade).

- Wadah tidak bocor, tidak rusak, tidak penyok dan tidak mencemari wadah yang lain.

- Wadah tidak mengelembung akibat tekanan gas dari dalam.

- Wadah tidak ada perubahan warna dan atau fisik lainnya. ƒ Pemeriksaan kemasan meliputi pemeriksaan suhu, tata

letak (pembatas dan pengaman, susunan/tumpukan) segel dan label.

ƒ Pemeriksaan terhadap susu

Pemeriksaan terhadap susu dalam wadah dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan yang terjadi pada susu seperti menggumpal, adanya endapan, perubahan ke-kentalan, perubahan warna, perubahan volume, pembentukan busa, pemisahan dua larutan dll. Untuk wadah yang transparan dapat dilihat langsung dari luar,

sedangkan wadah yang tidak transparan harus dilakukan dengan cara khusus atau dengan membuka kemasan. c. Tindakan Pemeriksaan dan Pengujian

Pemeriksaan yang dilakukan di Instalasi Karantina Hewan/ Instalasi Karantina Hewan Sementara adalah pengambilan contoh dan pengujian laboratorium:

ƒ Untuk dokumen dan fisik yang sesuai, tidak ada kerusakan, akan tetapi diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, maka dapat dilakukan pengambilan sampel. Cara pengambilan contoh dilakukan sesuai dengan pedoman pengambilan contoh.

ƒ Apabila dalam pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik terdapat atau diduga terdapat ketidaksesuaian, maka harus dilakukan pengambilan contoh untuk pemeriksaan dan pengujian kualitas, keamanan serta kesesuaian terhadap standar.

ƒ Kemasan dan wadah yang rusak harus diambil sebagai contoh untuk pemeriksaan lebih lanjut dalam menentukan keputusan tindakan karantina.

Pengujian yang dilakukan di laboratorium meliputi:

ƒ Uji organoleptik (bau dan warna) dan temperatur susu, Temperatur susu selama dalam perjalanan dan penyimpanan selalu dikondisikan pada maksimal 4°C.

ƒ Kesempurnaan pengolahan susu yang dapat menjadi ukuran telah hilangnya HPHK yang dapat dibawa melalui susu fermentasi yaitu : PMK, Brucellosis, Q Fever serta pemeriksaan terhadap pemenuhan standar keamananan hayati yang ditetapkan (SNI) antara lain kamir dan

coliform

ƒ pemeriksaan serta pengujian terhadap pemenuhan standar keamananan hayati yang ditetapkan (SNI) termasuk uji residu, logam berat dan kandungan senyawa berbahaya lainnya.

ƒ Untuk antar area, apabila pada daerah pengeluaran telah dilakukan pengambilan dan pengujian, tidak perlu dilakukan lagi pada daerah pemasukan kecuali apabila adanya indikasi ketidaksesuaian/ kecurigaan.

d. Penahanan : Dilakukan apabila :

Dokumen Sanitasi (Sanitary Certificate) dan dokumen tambahan tidak dapat dilengkapi dan pemilik sanggup memenuhi persyaratan tersebut dalam waktu 3 (tiga) hari sejak media pembawa diserahkan.

e. Penolakan :

Dilakukan penolakan bila dalam pemeriksaan ditemukan bahwa:

(1) Pada pengujian laboratorium diketahui bahwa susu tersebut telah mengalami proses fermentasi secara sempurna.

(2) Mengandung kuman pathogen atau bahan-bahan lain yang beresiko mengganggu kesehatan dan jiwa manusia seperti hormon, toksin yang melebihi standar (SNI)

(3) Setelah dilakukan penahanan dan keseluruhan persyaratan yang harus dilengkapi dalam batas waktu yang ditetapkan tidak dapat dipenuhi.

(4) Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen keterangan transit dan tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan teknis.

f. Pemusnahan Dilakukan bila :

(1) Setelah dilakukan penolakan tidak segera dibawa keluar dari wilayah negara Republik Indonesia atau dari area tujuan oleh pemiliknya dalam batas waktu yang ditetapkan. (2) Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap

susu bilamana tempat penyimpanan susu tidak memenuhi syarat dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata susu busuk atau rusak.

(3) Tindakan karantina pemusnahan dilakukan sesuai dengan pedoman pemusnahan yang berlaku.

g. Pembebasan : Dilakukan bila :

(1) Dokumen persyaratan lengkap (2) Dokumen dan fisik sesuai

(3) Hasil pemeriksaan dan pengujian telah sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan

1.8. ES KRIM

a. Persyaratan administrasi

ƒ Surat Keterangan Negara/Daerah Asal

ƒ Sertifikat Sanitasi dari Dokter Hewan Karantina negara /Daerah Pengeluaran/Asal.

b. Pemeriksaan Fisik

ƒ Dilakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian antara fisik dan dokumen.

ƒ Pemeriksaan terhadap persyaratan transportasi sesuai dengan milk codex.

ƒ Pemeriksaan wadah

- Sanitasi dan kebersihan wadah

- Jenis bahan, bentuk, ukuran, penutup. - Tata letak wadah dalam kemasan.

- Pemeriksaan label serta informasi yang tertera pada label jelas dan lengkap.

- Pemeriksaan keutuhan dan keabsahan segel.

- Kondisi wadah yang digunakan adalah sesuai untuk pangan, bersih, tidak toksik/beracun, atau tidak mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pangan (food grade).

- Wadah tidak bocor, tidak rusak, tidak penyok dan tidak mencemari wadah yang lain.

- Wadah tidak mengelembung akibat tekanan gas dari dalam.

- Wadah tidak ada perubahan warna dan atau fisik lainnya. ƒ Pemeriksaan kemasan meliputi pemeriksaan suhu, tata letak

(pembatas dan pengaman, susunan/tumpukan) segel dan label.

ƒ Pemeriksaan terhadap es krim

Pemeriksaan terhadap es krim dalam wadah dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan yang terjadi pada es krim seperti perubahan kekentalan, perubahan warna, perubahan volume, pembentukan busa, dll. Untuk wadah yang transparan dapat dilihat langsung dari luar, sedangkan wadah yang tidak transparan harus dilakukan dengan cara khusus atau dengan membuka kemasan.

c. Tindakan Pemeriksaan dan Pengujian

Pemeriksaan yang dilakukan di Instalasi Karantina Hewan/ Instalasi Karantina Hewan Sementara adalah pengambilan contoh dan pengujian laboratorium:

ƒ Untuk dokumen dan fisik yang sesuai, tidak ada kerusakan, akan tetapi diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, maka dapat dilakukan pengambilan sampel. Cara pengambilan contoh dilakukan sesuai dengan pedoman pengambilan contoh.

ƒ Apabila dalam pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik terdapat atau diduga terdapat ketidaksesuaian, maka harus dilakukan pengambilan contoh untuk pemeriksaan dan pengujian kualitas, keamanan serta kesesuaian terhadap standar.

ƒ Kemasan dan wadah yang rusak harus diambil sebagai contoh untuk pemeriksaan lebih lanjut dalam menentukan keputusan tindakan karantina.

Pengujian yang dilakukan di laboratorium meliputi:

ƒ Uji organoleptik (bau dan warna) dan temperatur susu, Temperatur es krim selama dalam perjalanan dan penyimpanan selalu dikondisikan pada maksimal -10°C. ƒ Pengujian terhadap Staphylococcus aureus dan Bacillus

cereus serta pemeriksaan terhadap pemenuhan standar

keamananan hayati yang ditetapkan (SNI) antara lain terhadap coliform, bakteri psychrotrophic serta kapang dan khamir

ƒ Pemeriksaan dan pengujian terhadap pemenuhan standar keamananan hayati yang ditetapkan (SNI) termasuk uji residu, logam berat dan kandungan senyawa berbahaya lainnya.

ƒ Nilai TPC untuk produk tidak melebihi standar yang dibuktikan dengan hasil uji laboratorium.

ƒ Untuk antar area, apabila pada daerah pengeluaran telah dilakukan pengambilan dan pengujian, tidak perlu dilakukan lagi pada daerah pemasukan kecuali apabila adanya indikasi ketidaksesuaian/ kecurigaan.

d. Penahanan : Dilakukan apabila :

Dokumen Sanitasi (Sanitary Certificate) dan dokumen tambahan tidak dapat dilengkapi dan pemilik sanggup memenuhi persyaratan tersebut dalam waktu 3 (tiga) hari sejak media pembawa diserahkan.

e. Penolakan :

Dilakukan penolakan bila dalam pemeriksaan ditemukan bahwa:

(1) Mengandung kuman pathogen atau bahan-bahan lain yang beresiko mengganggu kesehatan dan jiwa manusia seperti hormon, toksin yang melebihi standar (SNI)

(2) Setelah dilakukan penahanan dan keseluruhan persyaratan yang harus dilengkapi dalam batas waktu yang ditetapkan tidak dapat dipenuhi.

(3) Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen keterangan transit dan tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan teknis. f. Pemusnahan

Dilakukan bila :

(1) Setelah dilakukan penolakan tidak segera dibawa keluar dari wilayah negara Republik Indonesia atau dari area tujuan oleh pemiliknya dalam batas waktu yang ditetapkan. (2) Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap es

krim bilamana tempat penyimpanan es krim tidak memenuhi syarat dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata susu busuk atau rusak.

(3) Tindakan karantina pemusnahan dilakukan sesuai dengan pedoman pemusnahan yang berlaku.

g. Pembebasan : Dilakukan bila :

(1) Dokumen persyaratan lengkap (2) Dokumen dan fisik sesuai

(3) Hasil pemeriksaan dan pengujian telah sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan

1.9. ANHYDROUS MILK FAT, BUTTER/MENTEGA a. Persyaratan administrasi

ƒ Surat Keterangan Negara/Daerah Asal

ƒ Sertifikat Sanitasi dari Dokter Hewan Karantina negara /Daerah Pengeluaran/Asal.

b. Pemeriksaan Fisik

ƒ Dilakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian antara fisik dan dokumen.

ƒ Pemeriksaan terhadap persyaratan transportasi sesuai dengan milk codex.

ƒ Pemeriksaan wadah

- Sanitasi dan kebersihan wadah

- Jenis bahan, bentuk, ukuran, penutup. - Tata letak wadah dalam kemasan.

- Pemeriksaan label serta informasi yang tertera pada label jelas dan lengkap.

- Pemeriksaan keutuhan dan keabsahan segel.

- Kondisi wadah yang digunakan adalah sesuai untuk pangan, bersih, tidak toksik/beracun, atau tidak mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pangan (food grade).

- Wadah tidak bocor, tidak rusak, tidak penyok dan tidak mencemari wadah yang lain.

- Wadah tidak mengelembung akibat tekanan gas dari dalam.

- Wadah tidak ada perubahan warna dan atau fisik lainnya.

ƒ Pemeriksaan kemasan meliputi pemeriksaan suhu, tata letak (pembatas dan pengaman, susunan/tumpukan) segel dan label.

ƒ Pemeriksaan terhadap Anhydrous Milk Fat, Butter/ Mentega dalam wadah dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan yang terjadi pada produk seperti menggumpal, adanya endapan, perubahan kekentalan, perubahan warna, perubahan volume dan pemeriksaan rancidity (ketengikan) dll. Untuk wadah yang transparan dapat dilihat langsung dari luar, sedangkan wadah yang tidak transparan harus dilakukan dengan cara khusus atau dengan membuka kemasan.

ƒ Nilai TPC untuk produk tidak melebihi standar yang dibuktikan dengan hasil uji laboratorium

c. Penahanan : Dilakukan apabila :

Dokumen Sanitasi (Sanitary Certificate) dan dokumen tambahan tidak dapat dilengkapi dan pemilik sanggup memenuhi persyaratan tersebut dalam waktu 3 (tiga) hari sejak media pembawa diserahkan.

d. Penolakan :

Dilakukan penolakan bila dalam pemeriksaan ditemukan bahwa:

(1) Mengandung kuman pathogen atau bahan-bahan lain yang beresiko mengganggu kesehatan dan jiwa manusia seperti hormon, toksin yang melebihi standar (SNI)

(2) Setelah dilakukan penahanan dan keseluruhan persyaratan yang harus dilengkapi dalam batas waktu yang ditetapkan tidak dapat dipenuhi.

(3) Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen keterangan transit dan tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan teknis.

f. Pemusnahan Dilakukan bila :

(1) Setelah dilakukan penolakan tidak segera dibawa keluar dari wilayah negara Republik Indonesia atau dari area tujuan oleh pemiliknya dalam batas waktu yang ditetapkan.

(2) Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap produk bilamana tempat penyimpanan tidak memenuhi syarat dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata produk busuk atau rusak.

(3) Tindakan karantina pemusnahan dilakukan sesuai dengan pedoman pemusnahan yang berlaku.

g. Pembebasan : Dilakukan bila :

(1) Dokumen persyaratan lengkap (2) Dokumen dan fisik sesuai

(3) Hasil pemeriksaan dan pengujian telah sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan

2.10. MILK REPLACER (UNTUK HEWAN)

Dokumen terkait