BAB IV - SISTEMATIKA LAPORAN STUDI KELAYAKAN
C. SWOT ANALYSIS
Menjelaskan keterkaitan SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan
Threat) analysis terhadap kelayakan proyek investasi yang diusulkan. SWOT Analysis merupakan pendekatan yang mengintegrasikan hasil PESTLE dan Porter’s Five Forces secara komprehensif terhadap situasi yang dihadapi
perusahaan relative terhadap sumberdaya yang dimiliki oleh organisasi. Pendekatan ini menggabungkan aspek internal dan eksternal ke dalam suatu analisis untuk mengidentifikasi: (i) peluang dan ancaman (eksternal faktor) dan (ii) kekuatan dan kelemahan (internal faktor) yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan proyek investasi yang diusulkan. Team wajib menjelaskan relevansi setiap kemungkinan dari masing-masing unsur SWOT tersebut yang dapat menguntungkan atau merugikan proyek investasi. Bagian ini memuat secara singkat mengenai latar belakang situasi SWOT yang terkait dengan proyek investasi yang diusulkan:
a. Efek peluang terhadap keberhasilan dan kegagalan proyek investasi
b. Efek ancaman terhadap keberhasilan dan kegagalan proyek investasi
c. Efek kekuatan terhadap keberhasilan dan kegagalan proyek investasi
Butir 1 dan 2 mengacu pada PESTLE analysis, sedangkan butir 3 dan 4 mengacu pada Porter’s five forces analysis. Ada pendapat lain bahwa Porter’s five
forces analysis juga relevan untuk dimasukkan dalam menjelaskan butir 1 dan 2.
Dalam hal ini peluang dan ancaman diasumsikan sesuatu di luar lingkup persaingan. Artinya peluang dan ancaman ini bersifat universal yang tidak hanya berlaku bagi perusahaan, tetapi juga bagi pesaing.
Kekuatan. Analisis terhadap unsur kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan. Misalnya saja menganalisis tentang kelebihan apa saja yang dimiliki perusahaan seperti dari segi teknologi, kualitas hasil produksi, lokasi strategis, atau unsur kekuatan lainnya yang lebih menekankan pada keunggulan perusahaan. Biasanya dalam analisis SWOT perusahaan cenderung akan membuat sebanyak mungkin daftar kekuatan sebagai upaya kompetisi.
Kelemahan. Selain melihat unsur kekuatan perusahaan, sangat penting untuk mengetahui apa kelemahan yang dimiliki perusahaan. Untuk mengetahui kelemahan perusahaan bisa dengan melakukan perbandingan dengan pesaing seperti apa yang dimiliki perusahaan lain namun tidak dimiliki perusahaan Anda. Jika ingin membuat daftar kelemahan perusahaan secara lebih obyektif bisa dengan testimoni konsumen yang umumnya lebih mengetahui apa yang kurang dari sebuah perusahan.
Peluang. Unsur peluang biasanya dibuat pada saat awal membangun bisnis. Ini karena bisnis dibentuk berdasarkan peluang atau kesempatan untuk menghasilkan keuntungan. Unsur peluang termasuk daftar apa saja yang memungkinkan bisnis mampu bertahan dan diterima di masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Ancaman. Analisis terhadap unsur ancaman sangat penting karena menentukan apakah bisnis dapat bertahan atau tidak di masa depan. Beberapa hal yang termasuk unsur ancaman misalnya banyaknya pesaing, ketersediaan sumber daya, jangka waktu minat konsumen, dan lain sebagainya. Membuat daftar ancaman perusahaan bisa untuk jangka pendek maupun jangka panjang serta bisa sewaktu-waktu bertambah atau berkurang.
C1. Tujuan Studi Kelayakan SWOT Analysis
Tujuan dilakukannya SWOT analysis sesuai dengan tingkat kontribusi yang diharapkan terhadap proyek investasi. Analisis Strengths, Weaknesses,
Opportunities dan Threats (SWOT) adalah metode perencanaan strategis yang
digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Analisis SWOT akan membentuk rencana strategis yang akan dijalankan dalam aktivitas-aktivitas investasi terkait feasibility study.
C2. Kajian Literatur
Kajian literatur dimaksudkan untuk memastikan bahwa logika dan argumentasi yang mendasari latar belakang dalam menjelaskan keterkaitan antara setiap unsur dalam SWOT analysis dengan proyek investasi mendapat dukungan teori dan konsep dari sumber referensi yang jelas dan obyektif.
1. Analisis Peluang PESTLE
Konsep peluang yang dicapai berbasis PESTLE disesuaikan dengan analisis PESTLE pada bagian sebelumnya. Analisis PESTLE ini akan menghasilkan kajian untuk analisis peluang yang bisa diambil Pelindo III dan anak usahanya bila menjalankan proyek ini.
Perlu juga untuk diingat bahwa proses analisis peluang PESTLE juga akan disesuaikan dengan rencana strategis perusahaan, dan tujuan yang ingin dicapai. Capaian atas indikator kinerja perusahaan akan menjadi tujuan yang akan dicapai bila mengambil peluang yang ada.
2. Analisis Ancaman dalam PESTLE
Analisis ancaman dimaksudkan untuk mengetahui telaah dalam PESTLE untuk menghadapi ancaman yang bisa terjadi atas perusahaan. Ancaman ini biasanya bersifat eksternal dan harus bisa diatasi. PESTLE per bagian akan ditelaah untuk ancaman yang akan dihadapi dan sudah dihadapi. Analisis ancaman juga berguna untuk memahami perbagian dalam PESTLE yang memberikan ancaman terkuat dan terlemah, sehingga bisa dibentuk skala prioritas dalam proses telaahnya.
3. Analisis Kekuatan dalam Porter’s Five Forces
Analisis kekuatan bertumpu pada kekuatan internal, dan menyesuaikan dengan lima kekuatan yang sudah diidentifikasi dalam Porter’s Five Forces. Kemampuan analisis untuk kekuatan biasanya membutuhkan telaah independen untuk mendukung independensi argumen yang lebih objektif. Kekuatan kelima kelompok dalam Porter akan dipakai untuk mendukung perusahaan dalam menjalankan investasinya.
4. Analisis Kelemahan dalam Porter’s Five Forces
Analisis kelemahan berkaitan dengan faktor internal, dan selalu mengarah pada lima kelompok Porter. Kemampuan untuk menganalisis kelemahan disesuaikan dengan 5 kekuatan dasar dalam Porter, dan dipilih kekuatan yang paling mampu menyebabkan munculnya kelemahan perusahaan.
SUPLEMEN PEDOMAN STUDI KELAYAKAN:
BUSINESS MODEL CANVAS
A. PENDAHULUAN A1. Latar Belakang
Business model canvas dapat memengaruhi kelayakan proyek investasi
yang diusulkan. Business Model Canvas (BMC) merupakan model sederhana untuk memetakan 9 unsur utama dalam suatu model bisnis. BMC meliputi 9 blok komponen yaitu: (i) Customer Segments, (ii) Value Propositions, (iii) Channels, (iv) Customer Relationships, (v) Revenue Streams, (vi) Key Activities, (vii) Key
Resources, (viii) Key Partnerships, dan (ix) Cost Structure. Team harus
memastikan bahwa masing-masing blok komponen harus diisi secara akurat, dan direvisi bila ada perubahan data untuk menjamin model bisnis tersebut tetap akurat.
A2. Tujuan Studi Kelayakan BMC
Tujuan dari BMC yaitu mendefinisikan dan menggambarkan pola model bisnis untuk menyusun kembali konsep bisnis yang telah dikenal ke dalam format yang terstandarisasi, sehingga dapat berguna pada pekerjaan berkaitan dengan desain atau penemuan model bisnis. BMC dalam studi kelayakan ini akan dikombinasikan dengan analisis SWOT guna mendapatkan penilaian dan evaluasi yang terfokus terhadap model dan blok bangunan perusahaan.
B. KAJIAN LITERATUR
Kajian literatur dimaksudkan untuk memastikan bahwa logika dan argumentasi yang mendasari latar belakang dalam menjelaskan keterkaitan antara setiap unsur dalam BMC dengan proyek investasi mendapat dukungan teori dan konsep dari sumber referensi yang jelas dan obyektif.
3 Manfaat dari BMC adalah fokus, fleksibel dan transparansi. Mampu menajamkan fokus dan membuat kejelasan mengenai model bisnis yang diajukan, daripada membuat rencana bisnis (business plan) yang tebalnya berhalaman– halaman. BMC seringkali digunakan untuk mengkomunikasikan visi dan model
bisnis kepada tim, dan dengan BMC tim menjadi lebih mudah mengerti apa model bisnis di organisasi.
Business Model Canvas dalam digunakan untuk menyusun feasibility study
PT Pelindo III. Untuk memudahkan penyusunan FS maka BMC disusun dalam daftar pertanyaan untuk menjawab beberapa hal tentang BMC yang nantinya semua informasi akan digunakan dalam menyusun FS. Semua informasi-informasi yang disediakan oleh BMC akan berkonsekuensi terhadap biaya-biaya dan pendapatan yang akan diterima oleh investasi tersebut.
a. Partner kunci berkaitan dengan informasi partner yang sangat penting dalam proses bisnis dan berkaitan langsung dengan aktivitas investasi. Sumberdaya yang harus disediakan oleh partner, proses partner membantu proses bisnis, dan pola kerjasama yang dilakukan.
b. Aktivitas kunci berkaitan dengan aktivitas utama yang dilaksanakan untuk mendukung aliran pendapatan, berkaitan pula dengan aktivitas bersama partner kunci. Selain itu aktivitas yang berkaitan untuk mempertahankan pasar dan menghadapi persaingan, serta dalam menjalin kooperasi (dibandingkan dengan kompetisi).
c. Proposisi nilai-nilai bisnis:
i. Proses penawaran akan “nilai” (barang atau jasa) yang ditawarkan.
ii. Value added tidak hanya berupa jasa atau barang namun bisa juga berupa:
kepuasan bathin, emosional, serta rasa aman, dan lainnya d. Hubungan pelanggan:
i. Proses mendapatkan konsumen utama dan konsumen sekunder.
ii. Pola menjaga hubungan dengan konsumen yang sudah ada, termasuk
strategi untuk meningkatkan hubungan dengan konsumen.
iii. Hubungan timbal balik yang diharapkan dengan konsumen, supplier, dan
stakeholder. Hubungan timbal balik yang dimaksud berkaitan dengan sifat hubungan yang mutual benefit antar pihak yang akan menjalani proses bisnis.
e. Segmen pelanggan menjawab informasi mengenai:
i. Konsumen yang akan ditawari produk atau jasa, sehingga terlebih dahulu
harus diketahui konsumen utama
ii. Konsumen yang paling utama dalam proses bisnis harus ditentukan dan
dapat menjadi acuan dalam proses investasi
iii. Konsumen “belum tentu” adalah pihak yang secara langsung
mengkonsumsi barang atau jasa yang dihasilkan
f. Sumber daya kunci merupakan jenis sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dan menghantarkannya melalui channel serta menjaga hubungan dengan pelanggan. Sumberdaya terbagi atas sumberdaya internal dan eksternal.
g. Channeling:
i. Proses dan distribusi untuk produk atau jasa agar sampai pada segmen
yang telah ditentukan, termasuk didalamnya jalur yang paling mudah sampai kepada konsumen.
ii. Penentuan channel distribusi disesuaikan dengan kebutuhan (physical atau
virtual)
h. Struktur biaya terkait dengan biaya-biaya utama dalam model bisnis yang ditawarkan:
i. biaya tetap dan biaya variabel
ii. biaya akan memengaruhi dalam penentuan harga jasa dan produk
iii. struktur biaya, apakah konvensional atau disruptif? Struktur biaya
konvensional sesuai dengan analisis pada aspek ekonomi (penentuan biaya, dan harga pokok, dan lainnya). Struktur biaya disruptif berkaitan dengan biaya-biaya yang berubah sesuai dengan kondisi atau target yang ingin dicapai.
i. Aliran pendapatan, termasuk penjelasan dan penentuan dari:
i. Sumber pemasukan utama, termasuk proses business model mendapatkan
ii. Konsumen juga menjadi bagian sentral dalam sumber aliran pendapatan. Proses konsumen membayar dan pola kerjasama pembayaran juga dijelaskan.
iii. Penentuan harga atas produk dan jasa, menentukan nilai aliran dana yang
SUPLEMEN
ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA
A. PENDAHULUAN
Pedoman FS untuk analisis sumberdaya manusia (SDM) berfokus pada biaya-biaya yang kemungkinan timbul dari aspek SDM ini. Risiko yang bisa dihadapi dalam investasi berkaitan dengan SDM adalah beban gaji karyawan yang besar apalagi untuk bisnis Pelindo III yang lebih banyak padat karya. Selain itu kompetensi spesifik dari pekerja, karena pekerjaannya yang spesifik akan menyebabkan kenaikan biaya gaji yang bisa menurunkan nilai investasi. Aspek SDM juga memengaruhi kelanjutan proyek karena Pelindo III memiliki proyek yang berusia panjang dan seringkali dalam prosesnya akan dipengaruhi perubahan aturan UMK atau UMR yang mendorong kenaikan biaya gaji.
Penilaian aspek sumber daya manusia dalam feasibility study untuk mengetahui kebutuhan sumber daya manusia yang diperlukan untuk menggerakkan roda perusahaan. Kajian aspek sumber daya manusia membahas terkait pengelolaan dan pelatihan tenaga kerja. Aspek manajemen ini termasuk yang paling penting karena aspek ini terkait fungsi koordinasi dan sinkronisasi antara semua faktor produksi yang ada. Manajemen bisa diistilahkan sebagai nahkoda daripada sebuah usaha.
Visi dan Misi wajib ditentukan diaspek ini, sehingga semua faktor produksi bisa diarahkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Studi aspek sumber daya manusia bertujuan untuk mengetahui apakah dalam pembangunan dan implementasi bisnis diperkirakan layak dari ketersediaan SDM. Assesment terhadap kebutuhan sumber daya manusia ini dinilai layak atau tidak bergantung kepada ketersediaan tenaga kerja dari sisi kualitas dan jumlah. Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia dilakukan untuk memastikan jumlah tenaga kerja yang melaksanakan kegiatan operasional rutin bisnis telah terpenuhi, dan tenaga sumber daya manusia yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan keahlian mereka dalam menjalankan roda perusahaan. Tersedianya sumber daya manusia dengan keahlian yang dibutuhkan pada lokasi dijalankannya investasi tersebut sangat berpengaruh
pada jenis layanan yang dapat disediakan dengan segmentasi dan positioning perusahaan.
Keahlian yang dimiliki oleh sumber daya manusia menunjukkan kualitas yang dimilikinya. Sumber daya manusia dengan keahlian tertentu pada umumnya memiliki sertifikat kompetensi. Oleh sebab itu saat dilakukan perekrutan tenaga kerja dalam upaya memastikan kualitas yang dimiliki oleh tenaga kerja yang tersedia, pihak manajemen PT Pelindo III (Persero) harus memeriksa sertifikat kompetensi yang mereka miliki sehingga dapat diketahui kualitasnya apakah sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan.