• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA

4. Perbandingan Laju Alir

6.1.4 Syarat Perancangan Pengendalian

Beberapa syarat penting yang harus diperhatikan dalam perancangan pabrik antara lain :

1. Tidak boleh terjadi konflik antar unit, di mana terdapat dua pengendali pada satu aliran.

2. Penggunaan supervisory computer control untuk mengkoordinasikan tiap unit pengendali.

3. Control valve yang digunakan sebagai elemen pengendali akhir memiliki opening position 70 %.

4. Dilakukan pemasangan check valve pada mixer dan pompa dengan tujuan untuk menghindari fluida kembali ke aliran sebelumnya. Check valve yang dipasangkan pada pipa tidak boleh lebih dari satu dalam one dependent line. Pemasangan check valve diletakkan setelah pompa.

5. Seluruh pompa yang digunakan dalam proses diletakkan di permukaan tanah dengan pertimbangan syarat safety dari kebocoran.

6. Pada perpipaan yang dekat dengan alat utama dipasang flange dengan tujuan untuk mempermudah pada saat maintenance.

Tabel 6.3 Daftar Penggunanan Instrumentasi pada Pra-Rancangan Pabrik Pembuatan Hidrogen dengan Proses Gasifikasi Cangkang Kelapa Sawit

No Nama alat Instrumentasi Kegunaan

1 Tangki cairan LI Menunjukkan tinggi cairan

dalam tangki

2 Pompa FC Mengontrol laju alir cairan

dalam pipa 3 Reaktor : Gasifier, Char Combustor, Reformer,

Steam Reformer, dan Water gas shift

TC Mengontrol temperatur dalam reaktor

PC Mengontrol tekanan dalam

reaktor

FC Mengontrol laju alir bahan masuk ke dalam reaktor

4 Cooler/Heater TC Mengontrol temperatur dalam

Cooler/Heater

5 Knock Out Drum

TC Mengontrol temperatur dalam

Knock Out Drum

PC Mengontrol tekanan dalam

Knock Out Drum

6 Absorber FC

Mengontrol laju alir masuk ke dalam Absorber

7 Adsorber

PI Menunjukkan nilai tekanan dalam Adsorber

FC Mengontrol laju alir cairan masuk ke adsorber

8 Compressor dan Blower FC Mengontrol laju alir dalam

1. Instrumentasi Tangki

Tangki dapat berfungsi untuk tempat penyimpanan atau penampungan zat cair. Pada tangki ini dilengkapi dengan level indicator (LI) yang berfungsi untuk mengontrol ketinggian cairan di dalam tangki. Prinsip kerja dari level indicator (LI) ini adalah dengan menggunakan pelampung (floater) sehingga isi tangki dapat terlihat dari posisi jarum penunjuk di luar tangki yang digerakkan oleh pelampung. Pengontrolan ketinggian permukaan cairan ini dilakukan dengan mengatur laju cairan yang masuk atau keluar dari tangki.

LI

Gambar 6.4 Instrumentasi pada tangki

2. Instrumentasi Pompa

Variabel yang dikontrol pada pompa adalah laju aliran (flow rate). Untuk

mengetahui laju aliran pada pompa dipasang flow controller (FC) yang berfungsi untuk mengendalikan aliran agar kecepatan alirnya seperti yang diharapkan. Jika laju aliran pompa lebih besar dari yang diinginkan maka secara otomatis katup pengendali (control valve) akan menutup atau memperkecil pembukaan katup.

Gambar 6.5 Instrumentasi pada pompa 3. Instrumentasi Reaktor

Reaktor merupakan tempat berlangsungnya reaksi antara bahan-bahan yang digunakan. Salah satu fungsi reaktor dalam pabrik ini adalah sebagai tempat terjadinya reaksi. Reaktor yang ada dalam pabrik hydrogen ini mencakup reaktor

gasifier dan char combustor, reaktor reformer, reaktor steam reformer, reaktor high temperature shift dan reaktor low temperature shift. Instrumentasi pada

reaktor mencakup flow controller (FC), pressure controller (PC) dan temperature

controller (TC). FC berfungsi untuk mengendalikan laju bahan masuk ke dalam

reaktor dengan tujuan agar tidak terjadi kelebihan muatan. PC berfungsi untuk mempertahankan tekanan dalam reaktor agar tetap pada tekanan yang di set. Sedangkan TC berfungsi untuk mempertahankan temperatur operasi dalam reaktor agar tetap pada suhu yang di set. Untuk penggunaan instrumentasinya dapat dilihat pada gambar 6.6.1 – 6.6.4. R-201 R-202 S-201 S-202 S-203 T-102 FC FC STEAM UDARA UMPAN FC FC FC FC GAS

SINTESIS FLUE GAS

TI TI

MAKE-UP OLIVINE

Gambar 6.6.1 Instrumentasi pada Reaktor Gasifier (R-201) dan Char Combustor (R-202)

PC FC TI R-203 UMPAN GAS UMPAN KATALIS PRODUK GAS KATALIS OUTPUT

Gambar 6.6.2 Instrumentasi pada Reaktor Reformer (R-203)

R-401 STEAM REFORMER H-401 H-404 FC FC IP STEAM SATURATED STEAM FC FC FC FC PRODUK GAS GAS ALAM PSA OFFGAS UDARA UMPAN GAS SINTESIS FLUE GAS SUPERHEATED STEAM TI TI TI

FC TI R-402 FC TI R-403

Gambar 6.6.4 Instrumentasi pada Reaktor High Temperature Shift (R-402) dan Low

Temperature Shift (R-403)

4. Instrumentasi pada Cooler dan Heater

Temperature control (TC) berfungsi untuk mengatur besarnya suhu di dalam

exchanger dengan cara mengatur banyaknya air pendingin/steam yang dialirkan. Jika temperatur di bawah kondisi yang diharapkan (set point), maka valve akan terbuka lebih besar dan jika temperatur di atas kondisi yang diharapkan maka

valve akan terbuka lebih kecil.

TC

Steam masuk

TC

Air pendingin masuk

5. Knock Out Drum

Instrumentasi yang digunakan pada Knock Out Drum adalah Flow Control (FC),

Pressure Controller (PC) dan Level Controller (LC). Flow Control (FC)

berfungsi untuk mengatur laju alir umpan Knock Out Drum, Pressure Controller (PC) berfungsi untuk mengatur tekanan dalam Knock Out Drum sedangkan Level

Control (LC) berfungsi untuk mengatur ketinggian cairan dalam Knock Out Drum.

FC

LC PC

Gambar 6.8 Instrumentasi pada Knock Out Drum

6. Instrumentasi Absorber

Instrumentasi pada absorber meliputi flow controller (FC) dan level controller (LC). Flow controller (FC) berfungsi untuk mengatur laju alir gas dan air untuk

scrub masuk dengan mengatur bukaan katup aliran bahan. sedangkan Level Control (LC) berfungsi untuk mengatur ketinggian cairan dalam absorber.

FC

LC FC

Gambar 6.9 Instrumentasi pada absorber 7. Instrumentasi Adsorber

Instrumentasi pada adsorber meliputi flow controller (FC), dan Pressure

Indicator (PI). Flow controller (FC) berfungsi untuk mengatur laju alir gas

masuk dengan mengatur bukaan katup aliran gas. Pressure indicator (PI) berfungsi untuk mengetahui tekanan gas dalam adsorber.

FC

PI

UMPAN

S-403

Gambar 6.10 Instrumentasi pada adsorber

8. Instrumentasi Kompresor dan Blower

Variabel yang dikontrol pada Kompressor dan Blower adalah laju aliran, dimana untuk mengetahui laju aliran dipasang Flow controller (FC). Jika laju alir Kompressor atau Blower lebih besar dari yang diinginkan maka secara otomatis

valve keluaran (control valve) akan menutup atau memperkecil pembukaan valve.

Demikian pula jika laju alir lebih kecil dari yang diinginkan, maka secara otomatis valve keluaran akan memperbesar pembukaan valve.

Dokumen terkait