• Tidak ada hasil yang ditemukan

Syarat-Syarat Saks

Dalam dokumen Fiqh Kelas XI MA (Halaman 76-85)

Epitum Bab III BAB

BAB 3 (AQDHIYAH ) PERADILAN, HAKIM, SAKS

B. HAKIM DAN SAKSI I Hakim

3. Syarat-Syarat Saks

Secara umum orang –orang yang dapat menjadi saksi harus memenuhi syarat-syarat, diantaranya sebagai berikut :

1. Islam 2. Baligh

4. merdeka , bukan hamba sahaya

5. Adil, bukan orang fasik yang cenderung berbuat dusta. 6. Bukan musuh terdakwa dan juga bukan anggota

keluargannya

Orang kafir tidak diterima kesaksiannya, baik memberikan kesaksian kepada sesama kafir maupun kepada seorang muslim. Rasulullah SAW bersabda : “Tidak diterima kesaksian seorang yang beragama kepada yang beragama lain, kecuali orang Islam, sebab mereka adil pada dirinya sendiri dan kepada orang lain” (HR Baihaqi).

Diantara syarat-syarat saksi diatas yang paling utama adalah saksi yang adil. Sebab Allah berfirman dalam AL Qur‟an :

                                                      

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang- orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Maidah:8).

Untuk menjadi saksi yang adil setidak-tidaknnya memiliki beberapa syarat, yaitu :

1. Menjauhkan diri dari dosa besar dan perbuatan tercela. 2. Bersih dari kebiasaan berbuat dosa kecil

3. Tidak pernah berbuat bid‟ah 4. Jujur ketika marah

5. Berbudi luhur.

Keluarga dekat yang memiliki hubungan darah dengan pihak- pihak yang bersengketa atau hamba sahaya terhadap tuannya, tidak sah menjadi saksi. Dalam pasal 168 KUHAP juga disebutkan sebagai berikut :

“Kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini, maka tidak dapat didengar kesaksiannya dan dapat mengundurkan diri sebagai saksi ;

1. Keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus keatas atau kebawah sampai derajat ke tiga dari terdakwa atau yang bersama-sama terdakwa.

2. Saudara dari terdakwa atau yang bersama-sama sebagai terdakwa, saudara ibu atau saudara bapak, juga mereka yang mempunyai hubungan perkawinan dan anak-anak mereka sampai derajat ketiga

3. Suami atau istri terdakwa meskipun sudah bercerai atau yang bersama-sama sebagai terdakwa.”

Dalam memberikan kesaksiannya, saksi harus berterus terang apa adanya sesuai dengan apa yang ia alami sendiri. Saksi yang berdusta atau menyembunyikan hal-hal yang sebenarnya di depan persidangan dapat dikategorikan menjadi kesaksian palsu, dan kesaksian palsu termasuk di dalam perbuatan dosa besar. Dalam hadits Rasulullah saw bersabda :

ب Artinya : “ Kesaksian palsu itu disamakan (dosanya) dengan mneyekutukan Allah” (HR. Abu Daud).

Dalam KUHAP pasal 242 dinyatakan bahwa orang yang memberikan kesaksian palsu dapat dijatuhi hukuman sebagai berikut :

1. Barangsisapa dalam hal-hal menurut peraturan UU menuntut sesuatu keterangan dengan sumpah atau jika keterangan itu membawa akibat bagi hukum dengan sengaja memberi keterangan palsu yang ditanggung dnegan sumpah, baik dengan lisan maupun tulisan, oleh dia sendiri atau oleh kuasanya yang istimewa ditunjuk untuk itu, maka dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun. 2. Jika keterangan palsu yang ditanggung dengan

sumpah diberikan dalam perkara pidana dengan merugikan si terdakwa atau si tersangka, maka si tersalah itu dihukum penjara selama-lamanya sembilan tahun.

Kesimpulan

a. Peradilan adalah lembaga negara yang bertugas menyelesaikan masalah atau sengketa yang diajukan kepadanya oleh pihak- pihak yang mengajukan, secara adil atas dasar hukum Allah SWT dan dijalankan oleh orang-orang yang mempunyai kekuasaan hukum

b. Fungsi peradilan :

 Menetapkan dan melaksanakan sanksi atas setiap perbuatan yang melanggar hukum.

 Mendamaikan dua pihak yang bersengketa dengan berpedoman kepada hukum-hukum Allah SWT.

c. Hakim dapat diartikan sebagai seseorang yang diangkat oleh pemerintah dan sekaligus menjadi penggantinya dalam menjelaskan hukum-hukum syari‟at dan mewajibkannya pada

semua rakyat yang berada di wilayahnya serta bertugas untuk menyelesaikan dakwaan maupun persengketaan yang timbul di dalamnya.

d. Fungsi hakim ialah sebagai penegak hukum atau sebagai pengemban pelaksana tugas-tugas pemerintah di bidang peradilan.

e. Tugas-tugas hakim adalah menyelesaikan sengketa diantara pihak-pihak, memberi kepuasan hukum kepada pihak yang berperkara f. Syarat-Syarat Hakim  Islam  Baligh  Berakal sehat  Merdeka  Adil  Laki-laki

 Memahami dasar hukum Al Qur‟an dan Al Hadits

 Sehat jasmani dan rohani

 Menguasai bahsa Arab

 Mampu membaca dan menulis

 Dhabit

g. Empat media hukum yang bisa digunakan hakim untuk bisa memberikan hak kepada pemilik yang memang betul-betul haq, yaitu :

 Pengakuan (Ikrar), yaitu pengakuan terdakwa yang memiliki hak,

 Barang Bukti, yaitu para saksi.

 Sumpah (YaminNukul,

 Kesaksian (Syahadat)

 Sumpah lima puluh orang (Dasamah)

 Keputusan hakim

h. Kedudukan hakim wanita adalah tidak boleh berdasarkan Ulama Mazhab Fiqh kecuali Abu Hanifah dan At Thabari.

i. Saksi adalah orang yang melihat dan mengetahui suatu peristiwa, ia diminta hadir kepersidangan untuk dimintai keterangannya supaya bilamana diperlukan ia bisa menunjukkan duduk peristiwa sebenarnya.

j. Fungsi Saksi

 Sebagai alat bukti

 Sebagai alat kajian

k. Syarat-Syarat Saksi

 Islam

 Baligh

 Berakal sehat

 merdeka , bukan hamba sahaya

 Adil, bukan orang fasik yang cenderung berbuat dusta.

 Bukan musuh terdakwa dan juga bukan anggota keluargannya

Bentuk Pilihan Ganda

Berilah tanda silang pada salah satu jawaban yang dianggap benar !

1. Menurut bahasa Arab, peradilan dapat diartikan sebagai ...

a. Al Qadar d. Al Khabar b. Al Qudsi e. Al Qisti c. Al Qadha

2. Berikut ini arti Al Aqdha dalam Al Qur‟an, kecuali ... a. Menetapkan b. Menentukan c. Memerintahkan d. Mengembangkan e. Menyelesaikan

3. Berikut ini adalah jenis-jenis pengadilan di negeri kita, adalah ...

a. Militer b. Negara c. Agama d. Negara

e. Tata Usaha Negara

4. Hakim dalam Islam disebut sebagai : a. Qadha‟ b. Qadhi c. Qadir d. Mufti e. „Alim

5. Sepanjang sejarah peradilan Islam tidak pernah ditemukan ...

a. Pengadilan b. Keadilan c. Jaksa

d. Hakim Wanita e. Hakim Adil

6. Minimal saksi yang harus dihaduirkan dalam persidangan untuk didengarkan kesaksiannya berjumlah : ...

a. 20 Orang d. 4 Orang

b. 2 Orang e. 3 Orang c. 1 Orang

7. Media hukum yang bisa digunakan hakim untuk memutuskan perkara hukum di bawah ini benar, kecuali ...

a. Yamin d. Nukul b. Dasamah e. Iqra c. Syahadat

8. Imam Mazhab yang membolehkan wanita menjadi hakim adalah ...

a. Hambali d. Imam Syafi‟i b. Abu Hanifah e. Al Maliki c. Ad Darimi

9. Fungsi saksi dalam peradilan adalah ...

a. Penguat d. Pelemah b. Pemerdeka e. Penuduh c. Pemutus

10. Menurut KUHAP hukuman bagi pelaku sumpah palsu adalah …

a. 7 dan 9 Tahun b. 7 dan 10 Tahun c. 3 dan 4 Tahun d. 5 dan 8 Tahun e. 6 dan 9 Tahun

A. Bentuk Soal Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan benar !

1. Sebutkan pengertian peradilan atau qadha !

2. Bagaimanakah kedudukan hakim wanita !

3. Sebut dan jelaskan syarat-syarat Hakim !

4. Sebut dan jelaskan media hukum yang bisa digunakan

hakim untuk memutuskan perkara !

5. Bagaimanakah kesaksian orang

Daftar Pustaka.

Al Asqalani, Ibnu Hajar,Mukhtasar Targhgib wa Tarhib (Ensiklopedia Anjuran dan Larangan,penj. Syarief Baraja‟),2009, Pustaka As Sunnah, Jakarta

Al Jazairi, Abu Bakr, Ensiklopedia Muslim (Minhajul Muslim),2000, PT Darul Falah, Jakarta

Al-Khalafi, Al Wajiz (Ensiklopedia Fiqih Islam dalam Al Qur‟an dan Sunah As Shahih, penj Ma‟ruf Abdul Jalil),2006, Pustaka As Sunnah, Jakarta.

As‟Ad, Mahrus dan A. Wahid Sy. 2006, Memahami Fiqih,Armico, Bandung

Al-Qardhawi, Yusuf.1997,Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur‟an dan Sunnah,Citra Islami Pers (Ebook).

As-Sayuti,Jalaludin.1981,Al Jami‟us Shagir, Beirut, Darul Fikr.

Departemen Agama RI. Al Qur‟an dan terjemahannya,1971, Yayasan Penyelenggara Penerjemah/ Tafsir Al Qur;an, Jakarta

_____________________. AlQur‟an dan Tafsirnya.1985/1986. Proyek Pengadaan Kitab Suci, Depag.

www.pemantauperadilan.com/Perlindungan_terhadap_saksi.pdf

Dalam dokumen Fiqh Kelas XI MA (Halaman 76-85)

Dokumen terkait