• Tidak ada hasil yang ditemukan

Syok Listrik (Kejutan Listrik)

Dalam dokumen A. Pendahuluan - Buku fisika Kesehatan (Halaman 140-145)

THERMODINAMIKA AMIKA AMIKA AMIKA AMIKA

W Sistem berinteraks

G. Syok Listrik (Kejutan Listrik)

Syok listrik atau kejutan listrik adalah suatu nyeri pada saraf sensoris yang diakibatkan aliran listrik yang mengalir secara tiba-tiba melalui tubuh. Permulaan tahun 1969 telah dilaporkan bahwa beberapa penderita yang sedang menjalani kateterisasi atau pemasangan pace maker led dapat terbunuh dengan aliran listrik di bawah normal. Pada tahun 1970 Carl Walter dan tahun 1971 Ralph Nader telah memperkirakan atas meninggalnya 1.200 orang Amerika setiap tahunnya yang diakibatkan arus listrik pada waktu melakukan diagnostik dan pengobatan.

Bahaya syok listrik sangat besar, tubuh penderita akan mengalami

ventricular fibrillation (fibrilasi ventrikel) yang kemudian diikuti dengan kematian. Oleh karena itu perlu diketahui perubahan-perubahan yang timbul akibat syok listrik dan metode pengamanan sehingga bahaya syok dapat dihindari.

Dalam bidang kedokteran, syok listrik dibagi menjadi dua: syok dengan tujuan tertentu dan syok tanpa tujuan. Syok dengan tujuan tertentu dilakukan atas indikasi medis. Dalam bidang psikiatri dikenal dengan nama electric syok/electro convultion therapy. Beberapa penderita psikosis

(gangguan jiwa) sengaja dilakukan syok dengan tujuan terapi di mana di antara temporalis kanan dan kiri penderita dialiri arus listrik dalam orde 0,5 sampai 1,5 Amper dengan tegangan sebesar 80 sampai 110 volt dalam waktu 1/10 sampai 1,5 detik.

Syok tanpa tujuan tertentu timbul karena suatu kecelakaan, dikenal dengan Earth syok. Syok ini terjadi apabila salah satu tubuh menyentuh kawat fasa sedangkan bagian tubuh lain menyentuh kawat netral. Berdasarkan besar kecilnya tegangan, earth syok dapat dibagi menjadi dua : low tension shock dan high tension shock.

1. Low tension shock (syok tegangan rendah), terjadi berkaitan dengan pemakaian generator yang menghasilkan arus listrik dengan tegangan rendah atau berkaitan dengan pemakaian lampu panas radient atau lampu sinar ultra ungu.

2. High tension shock(syok tegangan tinggi), terjadi berkaitan dengan pamakaian generator tegangan tinggi, generator gelombang pendek atau step up transformator. Penderita yang mengalami syok, kulit badannya akan mengelupas seluruhnya.

Pada beberapa buku fisika membagi earth syok menjadi mikro syok

dan makro syok.

1. Mikro syok, terjadi karena adanya aliran listrik langsung mengikuti arteri ke jantung. Hal ini dapat terjadi ketika penggunaan kateter untuk pencatatan EKG, liquid filled catteter untuk menyuntikkan pewarnaan bagi radiografi atau mengukur tekanan darah jantung (internal blood pressure) dan pemasangan elektroda-elektroda pada alat pacu jantung. Oleh karena beberapa keteter terbuat dari kawat dan cairan bersifat konduktor listrik, sehingga arus listrik dalam orde mikro ampere saja telah dapat menyebabkan mikro syok. Diduga arus listrik sekitar 20 mA dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel. Apabila ada kebocoran arus pada alat yang sedang bekerja, arus tidak dapat mengalir secara langsung ke bumi tetapi akan melewati alat pacu jantung yang dipasang pada tubuh penderita kemudian ke bumi. Pada mikro syok akan terjadi dengan fibrilasi ventrikel yang kemudian diikuti dengan kematian.

2. Makro syok, terjadi apabila salah satu elektroda menyentuh tangan sedangkan elektroda lain menyentuh kulit bagain lain sehingga terjadi aliran listrik melalaui permukaan tubuh (kulit) dan timbullah makro syok. Tahanan kulit berkisar 1 KÙ sampai dengan 1 MÙ tidak mampu membendung aliran listrik. Apabila di tempat kontak elektroda diberikan pasta, pada waktu melakukan tes EKG dapat menurunkan tahanan dan memudahkan arus listrik yang mengalir, sehingga dapat menimbulkan makro syok. Makro syok kebanyakan mengenai petugas dari pada penderita sendiri oleh karena kecerobohan petugas. Parameter-parameter yang Mempengaruhi Syok Listrik

Syok semakin serius apabila arus yang melewati tubuh semakin besar. Menurut hukum Ohm, intensitas arus listrik tergantung kepada tegangan dan tahanan yang ada,I=V /R. Parameter-parameter lain juga berperan mempengarui tingkat syok, yaitu:

Dari sudut arus:

1. Seseorang akan menderita syok lebih serius pada tegangan 220 Volt daripada tegangan 80 Volt, oleh karena kuat arus pada tegangan 220 Volt lebih besar daripada tegangan 80 Volt dengan nilai R yang sama.

2. Basah tidaknya kulit penderita, kulit penderita yang berkeringat/basah tahanannya lebih kecil sehingga memudahkan arus listrik melewati kulit penderita.

3. Basah tidaknya lantai, lantai yang basah merupakan konduktor yang baik sehingga lebih besar arus yang melewati tubuh ke ground.

Dari sudut parameter-parameter yang lain:

1. Jenis kelamin, pada tahun 1973 Dalziel melakukan penelitian tentang nilai ambang persepsi (arus minimum yang dapat dideteksi) dan letgo current (arus yang dapat menyebabkan tarikan tangan kembali) yang ditunjukkan dengan distribusi Gausian menyatakan :

a. Rata-rata threshold of perception untuk laki-laki : 1,1 mA. Untuk wanita 0,7 mA. Minimum nilai ambang persepsi adalah 500mA. b. Rata-rata let go curren untuk laki-laki : 16 mA, untuk wanita : 10,5 mA. Minimum let go current untuk laki-laki 9,5 mA, untuk wanita 6 mA.

2. Fekuensi AC, dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Dalziel ternyata frekuensi 50-60 Hz merupakan minimum let go current. Di bawah 10 Hz let go current akan meningkat dan otot-otot akan mengalami relaksasi sebagian dan di atas beberapa ratus Hz, let go current akan meningkat pula, dan otot-otot mengalami strength dura- tion trade off serta refrakter jaringan yang telah mengalami eksitasi. 3. Duration, LA Gaddes dari Insitute of Electrical and Elektronics (1973)

melakukan penelitian terhadap binatang anjing, diketahui bahwa nilai ambang fibrilasi akan meningkat bila waktu semakin kecil.

4. Berat badan, dari hasil penelitian terhadap binatang oleh Ferris (1936), Kiselev (1963) menunjukkan nilai ambang fibrilasi akan meningkat dengan meningkatnya berat badan. Hal ini diramalkan berlaku pula bagi manusia.

5. Jalan yang ditempuh arus, apabila jalan yang ditempuh arus melewati jantung atau otak akan timbul bahaya syok semakin serius.

Pengaruh Syok Listrik terhadap Tubuh

Pada mikro syok tidak diperlukan arus yang besar, dalam skala mikro Amper saja dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel. Hal ini kemungkinan disebabkan karena tahanan dalam tubuh sangat kecil. Ditambah pula adanya kateter merupakan konduktor yang baik bagi arus listrik, maka

apabila ada arus listrik yang melewati kulit kemudian masuk ke dalam jaringan tubuh akan terlihat jelas perubahan/pengaruh terhadap organ tubuh (makro syok). Besar arus berhubungan dengan tegangan dan tahanan kulit serta perubahan yang diakibatkan arus AC pada 60 Hz. Pada arus 1 mA penderita hanya merasakan geli, ini merupakan nilai ambang persepsi bagi pria dewasa (50%), untuk wanita kurang lebih 1/3 dari 1 mA.

Apabila arus listrik sampai 8 mA akan terjadi sensasi syok, di mana kontraksi otot masih baik dan nyeri-nyeri belum terjadi. Arus listrik diperbesar sekitar 8-15 mA terjadi rangsangan saraf dan otot sedemikian rupa sehingga terjadi nyeri dan letih. Ini dikenal dengan syok tersiksa, penderita saat ini sukar/tidak dapat menarik tangan kembali dan terjadi kontraksi otot tak sadar yang menetap. Dalziel (1973) melakukan observasi pada penderita dengan arus 18-22 mA akan terjadi pernafasan tertahan apabila aliran arus terus berlangsung.

Arus antara 20-50 mA otot-otot mengalami kontraksi sangat kuat dan pernafasan sangat sulit. Peningkatan arus mendekati 100 mA, bagian arus yang melewati jantung cukup untuk menyebabkan fibrilasi ventrikel (nilai ambang fibrilasi rata-rata 70-400 mA) dan akan mengalami kamatian apabila tidak dilakukan koreksi. Arus listrik cukup tinggi 1-6 Ampere akan terjadi kontraksi miocard yang menetap dan menyebabkan terjadinya paralyse/kelumpuhan pernafasan dan apabila arus listrik dihentikan secara tiba-tiba akan terjadi defibrilasi ventrikel. Arus listrik 10 Ampere dengan short duration/ waktu sekejap akan menyebabkan kebakaran pada kulit, otak dan jaringan saraf akan kehilangan fungsi eksistansi/eksitasi/kejutan apabila ada arus yang melewatinya.

Pertolongan terhadap Syok Listrik

Apa bila terjadi syok listrik, AC switching segera dimatikan dan semua elektroda harus dijauhkan dari penderita. Penderita dipindahkan dengan menggunakan bahan-bahan isolator agar petugas terhindar dari bahaya syok listrik. Pertolongan yang diberikan tergantung dari berat atau ringannya syok listrik.

Syok listrik ringan:

ƒ Penderita diistirahatkan

ƒ Diberi minum dengan air dingin dengan tujuan agar tidak menyebabkan vasodilatasi/pelebaran pembuluh darah dan

berkeringat banyak yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Syok listrik berat:

ƒ Penderita ditelentangkan agar mudah bernafas.

ƒ Pakaian dilonggarkan agar mendapat udara yang cukup, hindari ruang yang panas/pengap karena dapat menyebabkan vasodilatasi dan berkeringat banyak yang dapat menurunkan tekanan darah.

ƒ Apabila kesadaran menurun dan kegagalan pernafasan, dapat dilakukan pernafasan buatan melalui mulut, hidung atau memberi oksigen melalui kantong udara atau masker.

ƒ Apabila terjadi jantung berhenti berdenyut, dilakukan masage jantung.

Oleh karena bahaya syok listrik sangat besar hingga dapat menyebabkan kematian, maka perlu adanya tindakan pencegahan. Untuk menghindari bahaya syok listrik, yaitu: segala alat digroundkan, isolasi penderita dari ground, hindari alat-alat yang berdekatan dengan penderita dan lakukan regular testing prosedur.

A. Cahaya

C

ahaya telah menggelitik rasa ingin tahu manusia selama berabad- abad. Mula-mula secara teori cahaya dianggap sebagai sesuatu yang memancar dari mata. Kemudian disadari bahwa cahaya pastilah muncul dari objek-objek yang terlihat dan memasuki mata sehingga menyebabkan sensasi penglihatan. Pertanyaan tentang apakah cahaya terdiri dari sebuah sorotan dari partikel-partikel atau sama semacam gerakan gelombang adalah yang paling menarik dalam sejarah sains.

Tokoh yang paling berpengaruh dalam teori partikel cahaya adalah Irsac Newton. Dengan teori tersebut Newton dapat menjelaskan hukum- hukum refleksi dan refraksi. Newton menurunkan hukum refraksi berdasarkan asumsi bahwa cahaya berjalan dalam air atau gelas lebih cepat dari pada di udara, sebuah asumsi yang akhirnya terbukti salah.

Tokoh-tokoh utama dari teori gelombang cahaya adalah Christian Huygens dan Robert Hooke. Menggunakan teori perambatan gelombang, Huygens dapat menjelaskan refleksi dari refraksi dengan asumsi cahaya berjalan di gelas atau air lebih lambat dari pada di udara. Teori tersebut ditolak oleh Newton karena berdasarkan kenyataan yang terlihat bahwa perambatan cahaya adalah garis lurus. Pada waktu itu pembelokan cahaya di sekitar penghalang yang disebut difraksi belum diamati. Karena reputasi dan otoritasnya, penolakan Newton terhadap teori gelombang cahaya sangat mempengaruhi pengikutnya. Bahkan sesudah bukti dari difraksi tersedia, pengikut Newton mencari-cari penjelasannya seakan-akan difraksi adalah hamburan partikel-partikel cahaya dari tepi celah.

B

B

B

B

BAB VIIIAB VIIIAB VIIIAB VIIIAB VIII

Dalam dokumen A. Pendahuluan - Buku fisika Kesehatan (Halaman 140-145)