• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 5.14. Daftar Pos Keswan di Sumatera Barat Tahun Anggaran 2002

-5 3 3 -8 3 4 4 -11 6 4 4 -5 Data belum lengkap Jumlah (kota) 5 6 19 30 Jumlah Propinsi 7 11 102 120

2. Pembinaan Pos Keswan

Pos Keswan yang ada di Sumatera Barat sebanyak 20 buah, karena keterbatasan dana, hanya sebanyak 8 buah Pos Keswan saja yang dapat diberikan bantuan obat-obatan dan biaya operasional dari APBN (Bagian Proyek Pengendalian Penyakit Hewan dan Perbibitan) selama 10 bulan. Pos Keswan diharuskan membuat laporan kegiatan active service setiap bulannya. Kedelapan Pos Keswan yang diberi bantuan tersebut seperti pada Tabel 5.14.

Tabel 5.14. Daftar Pos Keswan di Sumatera Barat Tahun

Anggaran 2002

No Kabupaten/Kota Jumlah Lokasi Dokter Hewan Penanggungjawab 1 2 3 4 5 6 Kab. Agam Kab. 50 Kota Kab. Tanah Datar Kab. Solok Kab. Pes Selatan Kab. Pd Pariaman 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah Kotohilalang Limbanang Batusangkar Muara Labuh Padang Laban Inderapura Sei. Sarik

Drh. Sri Efi Yurni Drh. Devi Kusmira Drh. Varia Warvis Drh. Nora Agustina Drh. Mawardi Drh. Syamsurizal Drh. Dahlia

7 Kota Sawahluinto 1 buah Kolok Drh. Henny P

Jumlah 8 buah

3. Pembinaan Dokter Hewan Praktek Mandiri

Pembinaan dilakukan dengan pemberian izin praktek dan pelatihan praktisi, Dokter Hewan Praktek Mandiri ini izinnya dikeluarkan oleh Kepala Dinas Peternakan Propinsi. Setelah memiliki izin maka Dokter Hewan tersebut berhak untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan hewan secara aktif mengunjungi kliennya, menerima kliennya pada suatu tempat dan mempertanggungjawabkan tindakannya secara individu dan etika medik veteriner. Setiap Dokter Hewan tersebut diwajibkan mengirimkan laporan kegiatannya 1 (satu) tahun sekali dan pelayanan kesehatan hewan setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat.

Tabel 5.15. Dokter Hewan Praktek Mandiri di Sumatera Barat Tahun 2002 No. Kabupaten/Kota Jumlah

Drh

Nama Dokter Hewan 1

2 3 4 5

Kab. Limapuluh Kota

Kab. Agam Kab.Tanah Datar Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman 4 2 2 2 2 1. Drh. Eri Marsal 2. Drh. Indah Wati 3. Drh. Hariyeni 4. Drh. Sofyan Mansur 1. Drh. Rudi 2. Drh. Heliyus Putra 1. Drh. Kennedi 2. Drh. Hayanil 1. Drh. Rita Azrin 2. Drf. Anwar 1. Drh. Ruslan

6 7 8 9 10 11

Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Swl/Sjj Kota Payakumbuh Kota Bukittinggi Kota Padang 1 1 1 1 3 2

2. Drh. Sech Abd Karim 1. Drh. Eni Purwanti 1. Drh. Armon 1. Drh. Yusfik Helmi 1. Drh. Sofyan 1. Drh. Wisnu Wardana 2. Drh. Dwi Karmedi 3. Drh. Eni Silvia 1. Drh. Erinaldi 2. Drh. Betty Indah P. 4. Melaksanakan pelatihan Praktisi Dokter Hewan di BPPV Regional II

Bukittingi a. Tujuan :

- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menambah wawasan ilmu pengetahuan, ketrampilan dalam pelayanan kesehatan hewan yang lebih profesional.

- Sebagai usaha penyegaran kembali tentang teknis pelayanan kesehatan hewan khususnya dalam Praktek Ilmu Bedah veteriner dan Penanganan Kasus-Kasus Reproduksi.

b. Maksud :

Untuk menyamakan persepsi Dokter Hewan dalam melaksanakan praktek pelayanan kesehatan hewan sesuai dengan motto profesi dokter hewan Manusia Mriga Satwa Sewaka (mensejahterakan manusia melalui hewan atau kesehatan hewan sebagai bagian dari kesehatan masyarakat).

c. Sasaran :

Sasarannya adalah terlaksananya pelatihan praktisi untuk 15 orang. d. Waktu dan tempat pelatihan :

Pelatihan Praktisi (Dokter Hewan) dilaksanakan selama enam hari/50 jam pelajaran terdiri dari 32 jam teori dan 18 jam praktek mulai tanggal 13 sampai dengan 19 Oktober 2002 bertempat di BPPV Regional II Bukittinggi.

e. Materi Pelatihan terdiri dari

1. Manajemen Pelayanan Kesehatan Hewan. 2. Metode Perencanaan.

3. Profesi Dokter Hewan dan Pelayanan Jasa Veteriner 4. Ilmu Bedah Veteriner

a. Proses Pemeriksaan dan Cara Membuat Diagnosa yang profesional

b. Cara-Cara Melakukan Bedah Veteriner dalam Praktek c. Persiapan-Persiapan Melakukan Bedah

d. Memperkenalkan Peralatan Bedah d. Anesthesi

e.

5. Praktek Bedah Veteriner : a. Ovariohisterektomi b. Kastrasi

c. Penanganan Kasus Otitis dengan Bedah Telinga d. Penanganan Kasus Cryptorchid

e. Potong Ekor

6. Fungsi Lab dalam Menegakkan Diagnosa 7. Praktek Bedah Caecar.

8. Kasus-Kasus Reproduksi

9. Praktek Penanganan Kasus Reproduksi. f. Hasil yang dicapai :

Pelatihan Praktisi (Dokter Hewan), pesertanya terdiri dari Dokter Hewan yang bertugas di kabupaten/ kota dan Dokter Hewan yang

menangani bidang Peternakan, yang melaksanakan pelayanan Kesehatan Hewan dari jumlah peserta sebanyak 15 orang dapat mengikuti sampai selesai.

5. Melaksanakan Apresisasi Pengawas Obat Hewan di Hotel Gran Malindo Bukittinggi

a. Tujuan

Apresiasi Pengawas Obat Hewan bertujuan untuk memberdayakan dan menuntut tanggung jawab serta kewajiban dari Pemerintah/ Pengawas Obat Hewan, Produsen, Importir, Eksportir, Distributor, Depo Obat, Toko Obat Hewan dan Poultry Shop dalam melaksanakan Pengawasan Obat Hewan.

b. Sasaran :

Sasaran yang ingin dicapai dari Apresiasi Pengawas Obat Hewan adalah meningkatnya pemahaman pejabat penanggung jawab dan pengusaha yang bergerak dalam bidang obat hewan dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya sebagaimana di atur dalam peraturan yang berlaku secara maksimal dan profesional .

Mendapatkan persamaan persepsi dalam implementasi peraturan perundang-undangan, pedoman-pedoman dan standarisasi di bidang obat hewan.

c. Waktu dan tempat apresiasi

Apresiasi Obat Hewan dilaksanakan 2 (dua) hari tanggal 22–23 Oktober 2002 di Hotel Gran Malindo Jl. Panorama No. 30 Bukittinggi.

1. Kepala Dinas yang berwenang mengurus Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan se Sumatera Barat.

2. Pengawas Obat Hewan Kabupaten/Kota (Dokter Hewan). 3. Distributor Obat/Pengusaha Obat Hewan

e. Narasumber dalam Apresiasi Pengawas Obat Hewan berasal dari : 1. Direktorat Bina Kesehatan Hewan Jakarta (Kasubdit POH) 2. ASOHI Pusat

3. Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat. 4. Kepolisian.

f. Materi apresiasi adalah :

1. Kebijaksanaan Peredaran Obat Hewan 2. Kualitas Obat Hewan

3. Peranan ASOHI dalam Peredaran Obat Hewan 4. Peraturan Perundang-Undangan Obat Hewan

5. Sistim Penyidikan g. Hasil yang dicapai :

1. Melakukan koordinasi dalam peredaran obat hewan dengan mengadakan pertemuan/Seminar antara PDHI, ASOHI dengan Dokter Hewan yang bekerja dibidang obat hewan (Technical Service)

2. Agar terlaksananya pengawasan di lapangan maka akan dilatih Dokter Hewan sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang akan bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

3. Melakukan pengujian mutu obat hewan dengan mengirimkan sampel ke Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BPMSOH) Gunung Sindur Bogor.

4. Diserahkannya Surat Keputusan Menteri Pertanian kepada 15 orang Dokter Hewan yang ditunjuk sebagai Pengawas Obat Hewan di Sumatera Barat.

Dokumen terkait