Rumus Efektivitas : Output Target/Output Aktual > = 1
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Informan Penelitian
4.2 Tabel Hasil Wawancara Informan
i. Pembagian Kerja dalam Penyusunan Laporan Keuangan
Dalam proses peyusunan laporan keuangan tentu saja ada beberapa pembagian tugas, namun yang berperan penting didalamnya adalah Pimpinan, didalam suatu instansi sudah ada jabatan dan tugasnya masing-masing, didalam dunia kerja para pegawai harus mampu mempertanggung jawabkan dan berkomitmen dalam setiap pekerjaannya. Laporan Keuangan akan disusun oleh Badan Pengelolaan Keuangan Daerah untuk selanjutnya di setor ke Kas daerah.
4.2 Tabel Hasil Wawancara Informan
No Pertanyaan Respon Informan
Infornan yang setuju 1. Apakah Sistem Akuntansi yang
digunakan sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan?
Laporan keuangan harus sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, karena jika laporan keuangan tidak sesuai dengan SAP maka laporan keuangan tidak bisa diterima, seperti yang dikatakan oleh Bupati Kabupaten Gowa mengenai Sistem Akuntansi Pemerintahan yang merupakan syarat wajib dalam penyusunan laporan keuangan daerah.
9
2. Bagaimana mekanisme penyusunan laporan keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah?
Ada beberapa jenis laporan keuangan yaitu, LKPD dan LK Kabupaten. LKPD terbagi menjadi 5 jenis yaitu, LRA, LPD, LO, Neraca, dan CaLK. Sedangkan LK Kabupaten terbagi menjadi 7 bagian yaitu: LRA, LPD,LO,Neraca, CaLK, LAC, dan LPASL.
LKPD dikerjakan pada tahap akhir dimana jika asetnya sudah bagus maka laporan keuangan bisa disusun. LK Kabupaten merupakan LK gabungan dari seluruh laporan keuangan, mulai dari Lurah, Camat, Dinas, Badan sampai sekolah.
3. Apakah menurut Bapak/Ibu manfaat Standar Akuntansi Pemerintah dapat menghasilkan kualitas laporan keuangan yang baik?
suatu pemerintahan sudah memiliki rancangannya masing-masing begitupun dalam hal mengelola keuangan daerah, dimana semua kagiatan yang berkaitan dengan keluar/masuknya keuangan daerah harus sesuai dengan rancangan
pemerintah yaitu SAP 8 4. Bagaimana peran dan tanggung
Jawab pimpinan dalam prose penyusunan laporan keuangan?
Pimpinan harus memiliki komitmen, karena laporan keuangan sangat banyak memiliki komponen meliputi: aset, belanja, dan pendapatan. Maka pimpinan harus bisa berkomitemen agar laporan keuangan dapat selesai tepat waktu.
8 5. Hambatan apa saja yang terjadi
dalam penyusunan laporan keuangan?
Dalam penyusunan laporan keuangan meliputi Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, aplikasi yang digunakan. Aplikasi tentu saja membutuhkan Sumber Daya Manusia yang mempuni untuk menjalankan aplikasi tersebut.
9 6. Apakah para pegawai di Badan
Pengelolaan Keungan Daerah Kabupaten Gowa sudah memahami apa itu SAP?
Sebagian besar sudah memahami, selebihnya masih membutuhkan pelatihan terlebih dalam memahami Standar Akuntansi Pemerinahan itu
48
sendiri, karena setiap instansi pasti tidak semuanya mampu memahami sistem tentu membutuhkan arahan dan bimbingan.
8
C. PEMBAHASAN
Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) diartikan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah yang mempunyai kekuatan hukum dalam upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah di Indonesia. Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan dikatakan efektif jika tujuan yang dicapai oleh instansi pemerintah sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan dari penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan tersebut yaitu guna dalam peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan akuntansi pemerintah.
Laporan keuangan yang berkualitas menunjukkan bahwa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang dilimpahkan kepadanya dalam pelaksanaan penyusunan laporan keuangan daerah. Laporan Keuangan yang telah disusun akan diaudit terlebih dahulu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk diberikan opini dalam rangka meningkatkan kualitas laporan keuangan. Tujuan dari Akuntansi Pemerintahan ialah memberikan informasi keuangan yang lengkap, cermat, dan dalam bentuk dan waktu yang tepat, yang berguna bagi pihak yang bertanggung jawab, terkait unit-unit pemerintahan.
Perubahan mendasar dari era reformasi pada Pengelolaan Keuangan Daerah dalah adanya tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar pada pengelolaan anggaran. Paradigma pengelolaan keuangan daerah ini menuntut lebih besarnya akuntabilitas adanya transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah ini maka diperlukan alat untuk mengelolanya yaitu Akuntansi. Pemerintah dalam pengelolaan keuanannya dikatakan mencapai efektivitas apabila penyelesaian kegiatan/proyek pemerintah bisa tepat waktu dan didalam batas anggaran yang tersedia, atau dengan kata lain telah mencapai tujuan dan sasaran seperti yang direncanakan sebelumnya.
Jadi dapat disimpulkan efektivitas keuangan daerah adalah : 1. Penyelesaian kegiatan tepat waktu
2. Penyelesaian kegiatan sesuai dengan batas anggaran tersedia 3. Pencapaian tujuan dan sasaran sesuai dengan rencana
4. Jika menyimpang dari rencana tapi memberikan dampak yang menguntungkan bagi pihak penerima sasaran manfaat maka bisa disebut juga efektif.
Informasi yang dihasilkan oleh Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah ini akan digunakan untuk pengambilan keputusan-keputusan, tindakan-tindakan dan kebijakan-kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran pengelolaan keuangan daerah. Perencanaan yang baik akan didukung oleh informasi yang memadai dan baik pula, maka dapat disimpulkan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah dapat menunjang Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah.
Pada tahun 2005, pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2005 Standar Akuntansi Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 menyebutkan Standar Akuntansi
50
Pemerintahan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintahan. selanjutnya dalam Peraturan Pemerintahan tersebut dijelaskan bahwa dalam rangka peningkatan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah dan menghasilkan kualitas Laporan Keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan akurat, maka diterakan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Penerapan Standar Akuntansi yang sesuai dalam pemenuhan kewajiban pelaporan pertanggung jawaban keuangan daerah merupakan penentu atas kualitas laporan keuangan daerah yang dihasilkan.
Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan, artinya bahwa ada pengaruh antara penerapan SAP terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa. Dari hasil penelitian ini memeberikan bukti bahwa dengan adanya kejelasan Standar Akuntansi Pemerintah yang dipakai, maka akan dihasilkan laporan keuangan yang berkualitas. Standar Akuntansi Pemerintahan menjadi acuan yang digunakan oleh pegawai pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa dalam menyusun laporan keuangan daerah.
Dari penjelasan diatas dan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Dan demikian dapat disimpulkan bahwa Efektivitas Akuntansi Pemerintahan semakin baik atau besar, maka semakin berkualitas pula laporan keuangan pemerintah daerah. Sehingga untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah sesuai yang diharapkan memerlukan aturan yang telah ditetapkan terkait dengan pelaporan/pertanggungjawaban laporan keuangan pemerintah dalam hal ini yaitu Standar Akuntasi Pemerintahan. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Nurlaila (2014) dengan judl Pengaruh Efektivitas Standar Akuntansi Pemerintahan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Efektivitas Standar Akuntansi memiliki pengaruh positif terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.
55