No Produk Rencana Arahan Pembangunan Lokasi Sektor
1 RPJPD, Tahun
2005-2025
Urusan Pekerjaan Umum, dengan kebijakan umum meliputi :
1) Peningkatan kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan dengan fokus jalan kabupaten dan jalan desa strategis.
2) Peningkatan koordinasi dengan stakeholders terkait dan peningkatan pengembangan wilayah strategis dengan fokus peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan serta infrastruktur pendukung kawasan agropolitan, Jalan Lintas Selatan, aglomerasi Kota Purworejo dan Kutoarjo, Kawasan Bahari Terpadu, dan Kawasan Strategis lainnya.
3) Pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur pengairan. 4) Pengembangan dan konservasi sumberdaya air.
5) Peningkatan dan Pengendalian erosi melalui penanganan pra bencana, darurat dan pasca bencana serta perbaikan manajemen daerah aliran sungai (DAS).
Urusan Perumahan Rakyat, dengan kebijakan umum meliputi :
1)Peningkatan ketersediaan perumahan serta sarana dan prasarana dasar permukiman.
2)Peningkatan kinerja pengelolaan Kebersihan, Pertamanan, Penerangan Jalan, bangunan gedung/rumah negara dan Fasilitas Umum Lainnya
Kabupaten Purworejo Bangkim, PBL, AM, PLP 2 RPJMD Kabupaten Purworejo 2011-2015
1. Peningkatan ketersediaan perumahan serta sarana dan prasarana dasar permukiman.
2. Peningkatan kinerja pengelolaan Kebersihan, Pertamanan, Penerangan Jalan, bangunan gedung/rumah negara dan Fasilitas Umum Lainnya.
Kabupaten Purworejo Bangkim, PBL, AM, PLP 3 RTRW Kabupaten Purworejo 2011-2031
a) Peningkatan akses pelayanan perkotaan dan perdesaan serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah secara merata dan berhirarkhi;
b) Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan sarana prasarana wilayah yang terpadu dan merata;
c) Perwujudan dan peningkatan peran sektor pertanian dan bahari sebagai sektor basis pengembangan wilayah;
d) Pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dalam
pengembangan perekonomian wilayah yang mandiri, produktif, efisien dan berdaya saing dalam perekonomian nasional; e) Pelestarian dan peningkatan sosial dan budaya bangsa;
f) Pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup; dan
g) Peningkatan fungsi kawasan pertahanan negara. Kawasan Perkotaan Kaligesing..
Kabupaten Purworejo
Bangkim, PBL, AM, PLP
4 RPIJM Kabupaten Purworejo 2013-2017
Penataan perkembangan kawasan perumahan yang tumbuh di
sekitar kota Purworejo dan kota Kutoarjo dengan mengacu pada RTRW yang berlaku, terutama dalam rangka pengendalian konversi lahan pertanian subur.
Menyiapkan alokasi peruntukan lahan baru bagi pengembangan kegiatan pembangunan perumahan RS dan RSS terutama bagi daerah yang berdekatan dengan pusat kota.
Penataan perkembangan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi (perdagangan) di sepanjang koridor Kota Purworejo dan kota Kutoarjo, terutama kaitannya dengan keserasian fungsi jalan, yaitu ketentuan tentang RUMIJA (Ruang Milik Jalan) dan garis sempadan bangunan
Penataan, pengawasan, dan pengendalian perkembangan kawasan padat hunian dan hunian ‘liar’ diperkotaan, untuk menjaga keserasian Kabupaten Purworejo Bangkim, PBL, AM, PLP 5 RP3KP Kabupaten Purworejo 1. Penataan llingkungan
2. Pengembangan permukiman secara linier dan berkelompok 3. Peningkatan akses sarana umum di kecamatan adimulyo 4. Peningkatan kualitas rumah dan lingkungan permukiman 5. Peningkatan dan pengembangan permukiman perdesaan
6. Pengembangan perumahan di kawasan bencana
Kabupaten Purworejo
Bangkim
6 RISPAM Kabupaten
Purworejo,Tahun 2012
Rencana Induk Pengembangan SPAM Kabupaten Purworejo dibagi menjadi 6 cabang pelayanan (sesuai ketetapan PDAM Tirta Perwitasari) yaitu:
- Cabang 1 Kota Purworejo
Wilayah pelayanan Kota Purworejo mencakup seluruh kelurahan kota Purworejo, bahkan melayani daerah di luar Kota Purworejo seperti Desa Candisari, Grantung, Butuh, Bayan, Bandingrejo, Besolem, dan Gintungan.
- Cabang 2 Bener
Wilayah pelayanan Cabang Bener mencakup wilayah Bener, Bleber, Kaliboto, Kaliurip, Kedung Pucang, Mudalrejo, dan Kebun Gunung.
- Cabang 3 Loano
Wilayah pelayanan cabang Loano mencakup daerah Sedayu, Banyuasin Kembaran, dan Banyuasin Separe.
- Cabang 4 Purwodadi
Wilayah pelayanan cabang Purwodadi mencakup daerah Borowetan, Popongan, Cengkawakrejo, Keduren, Bragolan, Jenar Lor, Jenar Kidul, Jenar Wetan, Purwosari, Sumbersari, Purwodadi, dan Guyangan.
- Cabang 5 Banyuurip
Kabupaten Purworejo
Wilayah pelayanan cabang Banyuurip mencakup 8 desa yaitu Condongsari, Sumbersari, Candingasinan, Pakisrejo, Tegalrejo, Banyuurip, Tegalkuning, Sukowaten.
- Cabang 6 Kutoarjo
Wilayah pelayanan cabang Kutoarjo mencakup seluruh kelurahan Kecamatan Kutoarjo.
7 Master Plan Drainase 1) Aliran sistem drainase kota diarahkan ke 3 (tiga) pembuang akhir drainase, yaitu Kali Bogowonto untuk drainase di wilayah bagian timur, Kali Dulang untuk drainase di wilayah bagian barat hulu dan Kali Cokroyasan untuk drainase di wilayah bagian barat hilir.
2) Perlu direncanakan jaringan drainase baru di lokasi yang belum terlayani jaringan drainase, dengan memperhatikan Rencana
Pola Ruang Kawasan Perkotaan Purworejo-Kutoarjo, yang ada
pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi Kawasan Perkotaan Purworejo-Kutoarjo. Alur drainase dibuat sedekat mungkin dengan zona perumahan dan zona penting lainnya dan diplot di tepi jalan yang ada.
3) Biasanya hirarki jaringan yang masuk ke sistem drainase kota hanya jaringan primer dan sekunder saja. Kriteria jaringan primer dan sekunder
4) Sebagai langkah efisiensi, jaringan drainase yang sudah adadan termasuk sebagai sistem drainase kota tetap
dipertahankan.Apabila dimensinya kurang besar perlu
disesuaikan. Alur drainase yang putus di tengah jalan diteruskan alurnya hingga pembuang akhir atau saluran drainase terdekat.
5) Genangan yang ada harus teratasi. Apabila pada lokasi
genangan belum terdapat jaringan drainase, maka direncanakan jaringan drainase baru.
6) Kecepatan aliran pada saluran drainase didisain tidak lebih dari
3 m/det dengan pertimbangan keamanan, baik keamanan
konstruksi supaya tidak cepat tergerus maupun keselamatan manusia, terutama saat pemeliharaan saluran.
7) Meskipun terdapat banyak alur jaringan irigasi di dalam kawasan perkotaan, jarigan drainase kota dibuat terpisah
dengan jaringan irigasi. Konsekuensi dari hal ini adalah
kebutuhan biaya yang tinggi karena akan banyak bangunan persilangan (syphon, talang) dan saluran baru untuk menghindari bergabungnya jaringan drainase dan jaringan irigasi.
8) Sosialisasi kepada masyarakat juga diperlukan agar
masyarakat sadar untuk menjaga kebersihan saluran drainase, karena bagaimana pun dampak dari kesehatan lingkungan akan
berpulang kepada mereka sendiri. Di sisi lain anggaran pemerintah untuk pemeliharaan drainase sangat minim. 9) Sosialisasi juga diperlukan agar masyarakat mengelola air
limbah tangganya sendiri (grey water). Akan tetapi bila terpaksa dijinkan membuang air limbah rumah tangga ke jaringan drainase, saluran pembuang limbah rumah tangga agar dilengkapi dengan penangkap lemak dan sarana lain yang diperlukan sehingga air limbah mencapai baku mutu yang diperbolehkan masuk ke jaringan drainase.
10) Air limbah industri (black water) sama sekali tidak diijinkan masuk ke jaringan drainase, kecuali bila sudah diolah hingga aman.
11) Khusus kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang bertanggungjawab atas pengelolaan jaringan irigasi tersier yang melalui kota perlu diberikan sosialisasi dan penegasan agar jangan sampai aliran meluap dan menimbulkan genangan. Demikian juga Dinas Pengairan yang bertanggung jawab atas pengelolaan jaringan irigasi sekunder harus menjalankan tugasnya dengan baik.
12) Saluran pembilas kota ditetapkan di bawah kewenangan Dinas
Pekerjaan Umum dan segera difungsikan. Untuk itu perlu dinormalisasi karena sedimen sudah terlalu tinggi.
13) Riool di Kampung Sebomenggalan sudah tidak bisa berfungsi
dengan baik karena penggelontorannya hanya mengandalkan air hujan. Riool ini juga mengganggu drainase karena elevasinya yang lebih tinggi daripada elevasi tanah setempat. Riool ini diusulkan untuk dibongkar dengan catatan diadakan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu, karena masih cukup banyak penduduk yang membuang limbah tinjanya ke riool tersebut. Disarankan riool diganti dengan pelayanan limbah terpusat (off site) skala kawasan menggunakan perpipaan yang dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). 14) Dalam rangka pelaksanaan drainase ramah lingkungan, sumur
resapan direncanakan ditempatkan pada lokasi-lokasi genangan
untuk membantu mempercepat pengeringan genangan. Peran sumur resapan tidak diperhitungkan mengurangilimpasan air permukaan yang harus ditampung oleh saluran drainase, agar dimensi saluran lebih aman.