• Tidak ada hasil yang ditemukan

TABEL 3.1 – PERKEMBANGAN INDIKATOR BANK UMUM

Dalam dokumen BAB 1 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO (Halaman 37-42)

PERKEMBANGAN PERBANKAN NASIONAL

TABEL 3.1 – PERKEMBANGAN INDIKATOR BANK UMUM

(juta rupiah) Indikator Periode 2007 2008 Tw.3 Tw.4 Tw.1 Tw.2 Tw.3 1. Jaringan BU 44 44 45 45 45 a. Batam 28 28 29 29 29 b. Tj. Pinang 13 13 13 13 13 c. Karimun 2 2 2 2 2 d. Natuna 1 1 1 1 1 2. Total Asset 15.851.731 16.000.135 16.065.809 16.709.890 17.600.675 a. Batam 11.155.797 11.404.510 11.821.641 12.319.472 12.891.294 b. Tj. Pinang 3.897.759 3.787.352 3.586.531 3.619.643 3.830.760 c. Dati II lain 798.175 492.979 657.637 770.775 878.621 3. Total DPK 13.497.036 13.586.189 13.442.509 14.071.918 14.446.343 a. Batam 8.951.957 9.210.896 9.389.470 9.873.065 9.966.579 b. Tj. Pinang 3.726.971 3.597.598 3.421.781 3.442.043 3.609.408 c. Dati II lain 818.108 101.417 631.258 756.810 870.356 4. Total Kredit 7.726.078 8.215.755 8.583.889 9.291.399 9.944.195 a. Batam 6.374.627 6.817.304 7.100.350 7.623.089 8.139.988 b. Tj. Pinang 1.111.212 1.139.982 1.193.191 1.319.883 1.423.511 c. Dati II lain 240.239 185.294 290.348 348.427 380.696 5. LDR (%) 57,24 60,47 63,86 66,03 68,84 a. Batam 71,21 74,01 75,62 77,21 81,67 b. Tj. Pinang 29,82 31,69 34,87 38,35 39,44 c. Karimun 35,16 38,24 41,57 41,65 39,89 d. Natuna 20,58 24,96 62,4 59,59 54,34 6. NPLs (%) 3,47 2,6 1,57 2,33 2,94 a. Batam 3,16 2,37 1,4 2,14 2,96 b. Tj. Pinang 5,18 3,72 2,93 3,21 2,64 c. Karimun 8,48 5,43 0,57 4,84 5,29 d. Natuna 0,06 0 0 0 0

Sumber : Bank Indonesia

Berdasarkan Dati II, kegiatan bank umum masih terkonsentrasi di Kota Batam, dimana jumlah total asset bank umum sebagian besar masih tetap terhimpun di Kota Batam. Total

asset bank umum yang ada di Kota Batam pada triwulan III 2008 sebesar Rp.12,89 triliun atau

73,24% dari seluruh total asset bank umum di Kepulauan Riau. Sedangkan total asset yang berhasil dihimpun oleh bank umum di Tanjung Pinang sebesar Rp.3,83 triliun atau 21,76%

Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kepulauan Riau 

Triwulan III ‐ 2008 

43

dari seluruh total asset perbankan di Kepulauan Riau. Sementara itu total asset perbankan di wilayah Kepulauan Riau (Tanjung Uban, Tanjung Balai Karimun, dan Natuna) sebesar Rp.878 miliar (4,99%).

Total asset perbankan di Kota Batam mengalami peningkatan sebesar Rp571 miliar (4,64%) secara triwulanan (qtq) sedangkan secara tahunan mengalami peningkatan sebesar Rp1,74 triliun (15,57%). Sedangkan untuk total asset perbankan di wilayah Kota Tanjung Pinang mengalami peningkatan sebesar Rp211 miliar (5,83%) namun secara tahunan total asset bank umum penurunan sebesar Rp66,99 miliar (1,72%). Untuk perbankan di wilayah Kepulauan Riau yang meliputi Tanjung Uban, Tanjung Balai Karimun dan Natuna, total asset perbankan di wilayah tersebut mengalami peningkatan secara triwulanan sebesar Rp107,85 miliar (13,99%) sedangkan secara tahunan mengalami peningkatan sebesar Rp80,45 miliar (10,08%).

3.3 DANA PIHAK KETIGA BANK UMUM

Pada triwulan III 2008, jumlah dana masyarakat yang dihimpun oleh bank umum mengalami peningkatan. Pada triwulan III 2008 jumlah dana masyarakat mencapai Rp14,46 triliun atau meningkat sebesar Rp374,43 milyar (2,66%) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp14,07 triliun.

Peningkatan DPK bank umum pada triwulan III 2008 sebagian besar disumbangkan oleh peningkatan simpanan dalam bentuk deposito yang naik Rp210,52 miliar (7,35%) sehingga tercatat sebesar Rp3,07 triliun. Namun secara tahunan simpanan dalam bentuk deposito justru mengalami penurunan sebesar Rp58,51 miliar (1,87%). Sedangkan simpanan dalam bentuk tabungan mengalami peningkatan sebesar Rp169,63 miliar (3,24%). Secara tahunan, simpanan dalam bentuk tabungan juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tabungan yang dihimpun oleh bank umum sampai dengan triwulan III mengalami

Grafik 3.4. Share Asset Bank Umum Grafik 3.5. Perkembangan Asset Bank Umum 

Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kepulauan Riau 

Triwulan III ‐ 2008 

44

peningkatan sebesar Rp1,12 triliun (25,78%). Sementara itu simpanan dalam bentuk giro turun sebesar Rp5,73 miliar (0,10%) terhadap triwulan sebelumnya. Secara tahunan simpanan dalam bentuk giro juga mengalami penurunan sebesar Rp101,53 miliar (1,67%).

Secara nominal porsi simpanan giro masih merupakan jenis simpanan terbesar (41,26%) diantara dua jenis simpanan lain. Porsi simpanan jenis tabungan tercatat sebesar Rp5,41 triliun (37,47%). Sedangkan simpanan dalam bentuk deposito tercatat sebesar Rp3,07 triliun (21,27%). Dominasi sektor industri dan sektor perdagangan pada perekonomian Kota Batam turut mempengaruhi jenis transaksi perbankan di Provinsi Kepulauan Riau. Kebutuhan masyarakat akan dana likuid serta transaksi ekonomi yang membutuhkan waktu singkat menyebabkan simpanan berbentuk giro memiliki porsi terbesar terhadap total simpanan masyarakat di perbankan.

3.4 KREDIT BANK UMUM

Jumlah kredit yang disalurkan oleh bank umum di wilayah kerja Kantor Bank Indonesia Batam pada triwulan III 2008 tercatat sebesar Rp9,94 triliun meningkat sebesar Rp652,79 miliar atau tumbuh sebesar 7,03% dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan jumlah kredit dan penurunan DPK mengakibatkan tingkat LDR (Loan to Deposit Ratio) bank umum di Provinsi Kepulauan Riau meningkat menjadi 68,84% dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 66,03%.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit yang disalurkan di wilayah kerja KBI Batam sebagian besar digunakan untuk kredit konsumsi sebesar Rp4,04 triliun atau 40,64% dari total kredit yang diberikan. Sedangkan kredit untuk modal kerja dan investasi masing-masing sebesar Rp3,57 triliun (35,93%) dan Rp2,33 triliun (23,44%).

Sumber : Bank Indonesia 

Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kepulauan Riau 

Triwulan III ‐ 2008 

45

Dari segi pertumbuhan, peningkatan jumlah kredit terbesar pada triwulan III 2008 terdapat pada kredit untuk konsumsi yang meningkat sebesar Rp335,57 miliar (9,06%) terhadap triwulan II 2008. Secara tahunan kredit konsumsi bank umum mengalami peningkatan sebesar Rp1,04 triliun (34,83%). Sementara itu kredit konsumsi modal kerja secara triwulanan meningkat sebesar Rp231,95 miliar (6,94%). Secara tahunan kredit modal kerja mengalami peningkatan sebesar Rp916,32 miliar (34,50%). Sedangkan kredit investasi meningkat sebesar Rp85,28 miliar (3,80%), secara tahunan kredit investasi mengalami peningkatan sebesar Rp257,97 miliar (12,45%).

NPL bank umum di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan III 2008 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya meskipun demikian masih berada di bawah persyaratan Bank Indonesia sebesar 5%. NPL bank umum meningkat dari 2,33% pada triwulan II 2008 menjadi 2,94% pada triwulan laporan. Secara nominal NPL bank umum juga mengalami penurunan sebesar Rp.6,05 miliar.

3.5. BANK PERKREDITAN RAKYAT

Sebagai daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, Provinsi Kepulauan Riau menarik minat investor untuk menanamkan modalnya untuk diinvestasikan pada bisnis perbankan, khususnya BPR. Adapun alasan investor tersebut karena bisnis BPR tidak terlalu membutuhkan modal besar dan proses pendiriannya tidak terlalu rumit.

Sampai dengan triwulan III 2008 jumlah kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tercatat ada 19 kantor BPR dan 3 (tiga) kantor cabang BPR atau terjadi penambahan 4 (empat) BPR dan 1 (satu) kantor cabang BPR dibandingkan triwulan II 2008. Perkembangan BPR yang sudah

Grafik 3.8. Perkembangan Kredit Jenis 

Penggunaan Bank Umum  Grafik 3.9. Kredit Jenis Penggunaan  Bank Umum 

Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kepulauan Riau 

Triwulan III ‐ 2008 

46

beroperasi juga tergolong cukup baik yang ditunjukkan oleh kenaikan share beberapa indikator kinerja BPR terhadap perbankan di Provinsi Kepulauan Riau secara keseluruhan.

Dilihat dari total asset, share asset BPR terhadap total asset perbankan di Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan secara gradual tiap triwulan. Pada triwulan III 2008 share asset BPR terhadap total asset perbankan di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 4,22% lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat 3,91%. Sementara itu pada posisi triwulan III 2007, share asset BPR terhadap total asset perbankan di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 3,61%.

Share DPK BPR terhadap total DPK perbankan Provinsi Kepulauan Riau meskipun sempat mengalami penurunan pada triwulan II 2008, pada triwulan III 2008 kembali menunjukkan peningkatan. Pada triwulan III 2008, share DPK terhadap total DPK perbankan di Provinsi Kepulauan tercatat sebesar 3,76% lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,46% dan posisi yang sama tahun 2007 yang tercatat sebesar 3,30%.

Sementara itu share kredit BPR terhadap total kredit perbankan di Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan yang cukup tinggi di setiap triwulan. Jika pada triwulan III 2007 share kredit BPR terhadap total kredit perbankan di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 4,32%, maka pada triwulan III 2008 share kredit BPR tersebut tercatat sebesar 5,14%, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 4,73%.

3.6. TOTAL ASSET BANK PERKREDITAN RAKYAT

Total asset BPR yang berada di wilayah kerja Kantor Bank Indonesia Batam mengalami peningkatan. Sampai dengan triwulan III 2008, total asset BPR mengalami peningkatan sebesar Rp95,74 miliar (14,07%) menjadi sebesar Rp776,38 miliar dibanding triwulan II 2008 yang tercatat sebesar Rp680,64 miliar. Secara tahunan total asset BPR mengalami peningkatan sebesar Rp182,99 miliar (30,84%) dibanding posisi yang sama pada tahun 2007. Peningkatan

Grafik 3.10. Share BPR terhadap Perbankan

Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kepulauan Riau 

Triwulan III ‐ 2008 

47

total asset BPR pada triwulan ini ini juga dipengaruhi oleh adanya pertambahan jumlah BPR baru di Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam dokumen BAB 1 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO (Halaman 37-42)

Dokumen terkait